Princess In Another World

Princess In Another World
Persiapan


__ADS_3

“Kalian semua boleh keluar, kecuali Lucy.”


“Baik.” Para ketua regu keluar dan hanya ada aku dan Lucy disini.


“Putri, apa ada masalah. Atau mungkin kau.”


“Jangan berfikiran yang aneh-aneh, aku hanya ingin menanyakan pendapatmu sebelum menanyakan hal ini pada para ketua regu.”


“Ada apa?”


“Lucy, apa kau tidak merasa ada yang aneh.”


“Aneh? Memangnya ada apa?”


“Selama beberapa tahun terakhir kerajaan ini aman-aman saja, tapi beberapa waktu belakangan ini kerajaan ini sudah beberapa kali mendapatkan masalah yang besar. Apa kau tidak merasa ada yang aneh dengan hal itu.”


“Hmm, benar juga. Lagipula setauku kerajaan Thorwn adalah kerajaan yang aman, dan kerajaan ini sangat jarang mendapatkan serangan selama puluhan tahun belakangan ini. Setidaknya itulah yang pernah aku baca di buku.”


“Jika seperti itu, kau pasti juga menyadarinya.”


“Ya, sepertinya ada seseorang yang mencoba untuk menyulut perang yang sudah berakhir ratusan tahun lalu.”


‘Woy woy, siapa orang cerdas ini.’ Aku tak menyangka kalau ia akan mengatakan hal semacam itu, aku kira pemikiranku dan dia sama ternyata dia lebih cerdas dari apa yang aku kira. Tapi aku tak tau alasannya kenapa ia bersikap seolah seperti orang bodoh dihadapanku. “Apa kita harus menyiapkan rencana?”


“Untuk hal itu, aku sudah memikirkannya.”


‘Woy, dia ini sebenarnya anak yang cukup cerdas.’


“Lalu apa rencanamu?”


“Aku baru tadi memikirkannya.”


“Huh? Kalau begitu, katakan apa rencananya.” Rencana yang dibuat secara tiba-tiba, aku tak tau itu bagus atau tidak jadi aku memilih untuk mendengarkannya terlebih dahulu.


“Kita bisa menggunakan naga itu.”


“Ditolak.” Aku kira sebuah rencana yang brilian yang akan dia katakan tapi sepertinya aku terlalu banyak berharap padanya.


“Ehhh. T-tunggu dulu, aku belum menjelaskan seluruh rencananya.”


“Haa, apa kau ingin menggunakan naga itu untuk menyerang kerajaan yang ingin memulai konflik pertempuran yang sudah berakhir ratusan tahun lalu, begitu.”


“I-Itu.”


“Ternyata memang benar. Jika memang seperti itu, sudahlah lupakan saja. Di insiden sebelumnya kau pasti juga sudah sadar kalau saat para naga menyerang kerajaan ini mereka sedang dikendalikan.”


“Lalu, apa kau punya rencana yang lebih baik dari yang aku sarankan ini?”


“Aku masih belum memikirkannya.” Memikirkan sesuatu yang belum pasti hanya akan membuang-buang waktu. “Setidaknya aku sudah membuat pencegahannya.”


“Pencegahan?”


“Ya. Rencana akan aku mulai 2 bulan dari sekarang, dan jika terjadi masalah yang tak terduga maka rencananya akan ditunda.”


“2 bulan eh, tunggu sebentar. Kau tadi bilang masalah yang tak terduga, benar kan.”


“Iya, memangnya ada apa?”


“Jangan bilang kalau akan terjadi hal besar yang akan menimpa kerajaan ini lagi?”


“Kalau untuk itu aku tidak tau, tapi jika dilihat dari apa yang sudah pernah terjadi belakangan ini. Hal seperti itu mungkin bisa saja terjadi. Kalau aku sih hanya berharap tidak ada hal yang terjadi dikerajaan ini sampai rencana itu dimulai.” Jika tidak ada yang terjadi selama 2 bulan ini maka aku bisa beristirahat penuh, semua urusan yang mudah bisa aku serahkan pada Iona. Dia juga harus bisa menyelesaikan beberapa masalah yang ada, dengan begitu saat aku pergi dia bisa menyelesaikan masalah apapun yang ia hadapi. Setidaknya itulah yang aku harapkan.

__ADS_1


“T-Tunggu putri, 2 bulan lagi. Bukankah itu tepat saat ada acara penting disekolah.”


“Eh, benarkah?” Aku jarang sekali atau bahkan tidak pernah memerhatikan jadwal yang ada disekolah.


“Iya, bukannya waktu itu guru sudah bilang pada kita.”


“Hmm, begitu.” Mungkin waktu itu, saat Iona yang menggunakan tubuhnya. Jadi wajar aku tak mengetahuinya. “Sudahlah, rencana akan tetap aku lakukan dalam 2 bulan kedepan. Aku tak ingin mendengar apapun lagi.”


“Ehhh!?”


“Sudahlah, kau boleh pergi. Aku akan menyampaikan apa yang baru saja kita bicarakan pada yang lain.”


“Huh? Aku boleh pulang?”


“Iya, bukannya kau tadi bilang ada urusan. Sudah sana pergi.”


“Kalau kau bilang begitu, aku pergi. Sampai jumpa lagi besok putri.” Lucy pergi.


Malam hari, kamar.


Aku berbaring dikasurku yang sangat empuk ini. ‘Ha, untuk 2 bulan kedepan aku tidak ingin melakukan apa-apa, dan aku harap tidak ada sesuatu terjadi.’ Seperti yang sudah aku rencanakan sebelumnya, untuk 2 bulan kedepan semua urusan akan aku serahkan pada Iona. Meskipun begitu, aku yakin akan terbangun sebelum 2 bulan itu tiba karena ada sesuatu masalah yang tidak bisa Iona selesaikan dan aku yang harus melakukannya.


Aku perlahan mulai memejamkan mata. ‘Iona, aku serahkan sisanya padamu. Aku ingin istirahat, selamat tidur.’ Aku tertidur. Setidaknya aku ingin istirahat didalam kesunyian ini, sebuah tempat yang sangat cocok untukku tapi disaat bersamaan sangat menyakitkan untukku berada didalam kesunyian itu.


Beberapa hari setelah itu.


Hari-hari berjalan seperti biasa, tidak ada hal yang aneh dan Iona juga menikmati hari-harinya bermain bersama tema-temannya. Dan disore hari, sepulang dari sekolah kerajaan, Iona langsung bergegas pergi ke markas khusus untuk menyelesaikan tugas kecil yang Ari sisakan untuknya. “Komandan, ini berkas yang anda minta kemarin, dan juga ini berkas yang waktu itu yang anda minta.” (Grild)


“Terimakasih.”


“Komandan.”


“Grild, ada apa?”


“Ahhh, mungkin dia sedang ada urusan, lagipula dia juga seorang pangeran dia pasti memiliki kesibukan lain.”


“Begitu.”


“Grild, berkas ini.”


“Komandan, apa ada yang salah?”


“Tidak, hanya saja sepertinya kualitas panen di area yang kita kuasai semakin menurun setiap harinya. Apa ada masalah?”


“Eh? Benarkah, saya tidak mengetahuinya.”


“Coba lihat berkas ini, dan kau pasti juga menyadarinya.” Iona memberikan berkas yang dipegangnya pada Grild.


Beberapa saat kemudian.


“Benar juga.” Kualitas panen di area yang para ketua ambil semakin menurun setiap harinya tanpa mereka sadari.


“Grild, sebaiknya kau segera selidiki peyebabnya. Ini bisa berakibat buruk untuk kemajuan area yang sedang kita kuasai itu.”


“Baik.” Grild pergi.


“Ha. Meskipun dengan kecerdasan Ari, aku tidak bisa berbuat banyak, ini merepotkan. (tersenyum) Entah kenapa cara bicaraku mirip seperti Ari.”


Beberapa saat kemudian.


“Ha, sudah waktunya.” Iona pergi.

__ADS_1


Belakang markas khusus.


Iona mencoba untuk mendekati naga yang sedang tertidur pulas ini. ‘Aku ingin menyentuhnya.’ Iona perlahan mulai mendekati naga itu, saat sudah dekat.


Mengulurkan tangannya.


Iona mencoba untuk menyentuh kepalanya, tapi. “Eh?” Naga itu menolak, ia menggerakan kepalanya seakan ia menolak apa yang ingin dilakukan oleh Iona padanya. “Kenapa, waktu Ari menyentuhmu reaksimu tidak seperti ini, kenapa. Padahal yang menyentuhmu juga tubuh ini.”


Naga itu hanya menggeram dan mengibaskan ekornya. “Ha, aku harus tenang.” Iona mencona untuk tenang. “Hari ini memang gagal, tapi aku yakin suatu hari nanti aku pasti bisa menyentuhmu. Jadi, sampai jumpa lagi besok. (tersenyum)” Iona pergi meninggalkan naga itu dengan senyuman diwajahnya.


Beberapa minggu terlewati dan pelatihan ke 10 orang yang dipilih oleh Ari berjalan lancar.


Sore hari.


“Komandan, 10 pasukan yang kami latih sudah siap melakukan ujian akhir.” (Grild)


“Laksanakan.”


“Baik.” Grild pergi, dan meskipun demikian Iona sebenarnya tidak mengetahui ujian akhir yang dimaksud oleh Grild.


‘Ujian akhir? Aku tidak pernah tau kalau Ari menyiapkan ujian akhir.’


“Ha, sudahlah. Hari ini mungkin aku bisa menyentuhnya.”


Beberapa lama setelah itu.


“Aku tidak akan menyerah, kau pasti akan membiarkanmu menyentuhmu. Lihat saja nanti.” Dan seperti percobaan-percobaan sebelumnya, Iona selalu saja ditolak oleh sang naga.


Malam hari, ruang makan.


Tepat saat makan malam. “Iona..” (Ayah)


“Ya, ada apa ayah?”


“Besok kau akan pergi ke kerajaan Srevin selama beberapa hari sebagai perwakilan kerajaan ini.”


“Eh, besok. Tapi.”


“Tenang saja, Risa dan juga pangeran Lucy juga bersedia ikut denganmu.”


“T-Tunggu sebentar ayah, tapi besok itu.”


“Iona, apa kau memiliki acara besok?” (Ibu)


“B-Bukan begitu, tapi.” Besok adalah tepat 2 bulan sejak saat Ari tidur dan waktu ini bertepatan dengan rencana sekolah dan dan juga rencana yang sedang Ari siapkan. ‘Apa yang harus aku katakan pada ayah.’ Menolak permintaanya mungkin akan membuat Iona merasa bersalah, tetapi disisi lain menerimanya berarti semua rencana yang sudah disiapkan oleh Ari akan kacau dan kemungkinan lain akan terjadi masalah yang cukup serius. ‘Maafkan aku.’


“Iona.”


“Maaf ayah, tapi besok itu bertepatan dengan perayaan yang akan dilaksanakan disekolah, dan aku tidak ingin melewatkannya.”


“Begitu. Jika memang seperti itu, mau bagaimana lagi. Ayah akan membatalkannya.”


“Ayah, aku minta maaf.”


“Iona, kau tidak perlu minta maaf. Seharusnya ayah mengerti kalau kau juga memiliki kehidupanmu sendiri.”


“Itu benar, seharusnya ayahmu tidak membebankan hal semacam itu pada gadis muda sepertimu.” (Ibu)


Rencana yang di siapkan oleh Ari berhasil dipertahankan, tetapi disisi lain undangan yang diajukan oleh kerajaan Srevin ditolak.


Malam hari, kamar.

__ADS_1


“Ha, aku harap aku tidak mengacau. ‘Jika kau yang memulai sesutau maka kau juga yang harus mengakhirinya.’ Kalimat itu membekas dipikiranku. Aku tidak akan mengulangi hal itu lagi, dan aku tidak akan mencoba untuk memulai apapun yang tidak bisa aku selesaikan. Kalau begitu Ari, besok adalah giliranmu, selamat berjuang.” Iona perlahan mulai terlelap dalam tidurnya. Dan besok adalah awal dari rencana besar yang disiapkan Ari.


__ADS_2