Princess In Another World

Princess In Another World
Permulaan


__ADS_3

“Eh?” Tubuh naga itu sedikit bergerak dan juga bagian perutnya masih mengembung dan mengempis yang menandakan kalau naga ini masih bernafas, itu berarti kalau naga ini masih hidup. Lucy berlari dengan cepat kearahku. “K-Kenapa kau tidak mengatakannya terlebih dahulu.”


“Sudah-sudah, yang penting kau tidak terluka.”


“Putri Iona, kau mau pergi kemana?”


“Aku mau mengambil sesuatu.”


Beberapa menit kemudian.


“Putri, apa itu?”


“Ini, obat penawar.” Aku sudah menyiapkan penawarnya, tapi ini juga masih dalam tahap percobaan.


“T-Tunggu putri, jangan bilang kalau kau ingin menggunakan obat penawar itu pada naga itu.”


“Huh? Tentu saja. Memangnya apa lagi?” Naga ini adalah kelinci percobaan yang luar biasa, seandainya gagalpun aku tidak akan masalah, dan jika berhasil naga ini pasti akan segera pergi dari tempat ini. Aku cukup yakin dengan hal itu.


“Putri Iona, itu sangat gegabah.”


“Terserah kau mau bilang apa, saat ini percobaanku adalah yang utama. Dan karena kau adalah asistenku kau harusnya lihat dan jika perlu, bantu aku.”


“Ehhh…” Ia hanya bengong.


“Sudahlah.” Aku mulai memberikan obat penawar itu ke naga yang tergeletak ini. ‘Jika ini berhasil, maka aku tidak perlu khawatir lagi mengenai penawarnya. Itu bisa memberiku waktu untuk beristirahat.’ Aku menuangkan sedikit obat penawar itu ke mulut naga.


Beberapa saat kemudian.


Tak ada reaksi apapun. “Ha, ternyata gagal, ya.” Nafasnya berhenti, dan sepertinya organ tubuh yang lain juga berhenti berfungsi. Dan itu menandakan kalau naga ini sudah mati. ‘Sepertinya aku harus membuat obat penawar baru.’ Obat ini tidak berhasil bekerja dengan baik. ‘Ini merepotkan.’


Aku dan Lucy pergi menuju ke area militer, dan setelah beberapa menit kami berjalan


“Eh.” Suara raungan yang cukup keras terdengar.


“J-Jangan-jangan itu...” (Lucy)


“Ha, sudahlah. Ayo pergi.”


“T-Tunggu putri, kenapa kau bisa tenang disaat gawat seperti ini?”


“Panik tidak akan menyelesaikan masalah, sudahlah daripada berdiam diri disini bukannya lebih baik kalau kita bergegas.”


“Bergegas, kemana?”


“Tentu saja kemarkas. Lagipula naga itu akan langsung pergi, jadi kau tidak perlu khawatir.”


“Putri, kenapa kau bisa seyakin itu?”


“Seekor naga yang sudah merasakan ancaman akan memilih untuk pergi dari ancaman itu untuk melindungi dirinya. Bukankah hal seperti itu wajar.”

__ADS_1


“Aku tidak mengerti.”


“Jika kau tidak mengerti, ya sudah. Ayo cepat bergegas.”


Area militer, markas khusus


Ruang komandan


Aku, Lucy dan ke-4 ketua regu berkumpul. “Grild, Laren, Dirk, Famus. Laporkan tentang kerusakan akibat dampak serangan naga itu.”


“1 rumah terbakar, dan juga 3 toko rusak akibat tertimpa salah satu dari 2 naga yang kami tembak jatuh.” (Grild)


“Lalu, apa ada hal lain?”


“Komandan, 1 naga yang berhasil kami lumpuhkan tiba-tiba saja bergerak dan pergi dari kerajaan ini.” (Famus)


“Begitu.” Mungkin naga yang mereka maksud adalah naga yang aku jadikan kelinci percobaan itu. “Lalu, apa ada hal lain?” Tidak ada jawaban, sepertinya hanya itu. Kerusakan ini sedikit lebih kecil dari apa yang aku bayangkan, tapi setidaknya ini sudah sedikit lebih baik.


“Komandan, ada yang ingin saya usulkan.” (Laren)


“Laren, ada apa?”


“Bagaimana kalau kita menggunakan racun itu untuk membunuh naga yang ada diarea itu.”


“Di tolak.”


“Eh? Kenapa?”


“Baik.” Mereka semua pergi.


“Putri Iona, rencana yang kau maksud tadi? Apa?”


“Sebuah kerajaan ingin menyerang kerajaan ini..”


“Haa.. bukannya itu sangat gawat.”


“Ya, memang sangat gawat. Mereka bergerak dengan 25 ribu pasukan.”


“D-Dua puluh lima ribu, sebaiknya kita laporkan ini pada yang mulia. Dan aku mungkin juga akan membantu kerajaan ini dengan mengirimkan pasukan yang ada dikerajaanku kemari untuk membantu.”


“Tenanglah, itu tidak perlu. Aku sudah menyiapkan semuanya. Jika mengikuti apa yang sudah aku rencanakan, semuanya akan baik-baik saja.”


“Begitu.”


“Ya, jadi jangan khawatir. Hoamm.” Aku merasa begitu mengantuk, aku banyak sekali bergerak hari ini dan mungkin staminaku sudah terkuras.


“Putri, apa anda mengantuk.”


“Tidak.” Disaat seperti ini, ada baiknya aku istirahat dan membiarkan Iona menggunakan tubuhnya. Tugasku hari ini sudah selesai, dan aku sudah sangat lelah. ‘Iona, sekarang giliranmu. Selamat tidur.’ Aku memejamkan mata dan terlelap, dan tepat saat itu Iona langsung menggantikan tempatku.

__ADS_1


“Putri Iona.”


“P-Pangeran L-Lucy.”


“Eh? Jangan-jangan kau putri Iona yang itu.”


“Y-Ya.”


“Wah, benar-benar luar biasa. Kepribadian dan juga sikapmu berubah drastis, aku jadi iri.”


“B-Begitu.”


Mereka berdua melanjutkan pembicaraan pribadi mereka


Beberapa lama setelah itu


“Huh?” Aku terbangun secara paksa dan tepat saat aku membuka mataku. “Hey, apa yang ingin kau lakukan.” Lucy mendekatkan bibirnya kearahku seakan ingin menciumku. “Najis.”


“K-Kau.”


“Aku tak tau apa yang kau dan dia bicarakan, tapi saat aku menjadi dirinya jangan coba melakukan hal yang aneh terhadapku. Atau kau akan tau akibatnya.”


“Ahahahaha…” Aku tak tau apa yang sudah dibicarakan oleh Iona dan Lucy, tapi sampai kejadiaanya seperti ini itu berarti ini merupakan sesuatu yang cukup serius.


Iona tidak membiarkanku beristirahat, dan aku putuskan untuk istirahat sendiri. “Lucy, keluarlah.”


“Eh? Kenapa, aku ini kan asistenmu.”


“Seorang asisten yang ingin melakukan hal mesum pada ketuanya, apalagi yang harus aku bantah dari hal itu. Sudah, kau keluar.”


“Baik-baik.” Lucy keluar dari ruangan ini.


“Ha, aku harap aku bisa istirahat dengan tenang hari ini.” Besok ada hal besar yang harus aku lakukan dan aku tidak boleh sampai kehilangan konsentrasiku karena kurang tidur. ‘Iona, tolong biarkan aku istirahat. Besok ada sesuatu yang haru aku lakukan.’ Aku tak tau dia akan mendengar atau tidak, tapi. ‘Jika kau ingin melakukan sesuatu, silahkan saja lagipula tubuh ini adalah milikmu. Tapi, apa yang kau mulai harus kau selesaikan sendiri. Aku tak ingin menyelesaikan apa yang sudah kau mulai, jadi ingat itu.’ Aku harap dia mengingatnya. ‘Kalau begitu, selamat tidur.’


Malam hari, kamar.


“Ha.” Aku kembali terbangun secara paksa, dan sepertinya ada yang sudah terjadi. “Iona, apa yang sudah terjadi?” Meskipun aku bertanya seperti itu, aku dan dia tidak akan bisa berkomunikasi secara langsung. “Ini merepotkan.”


Aku hanya ingin tidur dengan nyenyak, dan aku tak bisa mendapatkan itu karena Iona selalu membuatku terbangun dengan paksa. “Selamat malam.”


Esoknya


Pagi hari, area militer markas khusus.


Sebelum matahari terbit, aku sudah berada di markas. “Yosh. Baiklah, apa kalian sudah siap untuk menjalankan rencana ini. Aku tak mau mendengar apapun, yang ingin aku dengar adalah kalimat siap. Apa kalian sudah siap!”


“Siap!” Saat ini aku sedang berada didalam ruanganku bersama dengan ke-4 ketua regu.


“Aku suka semangat kalian! Aku tidak ingin ada kegagalan dalam misi ini tapi, jika ada sesuatu diluar perkiraanku batalkan saja rencananya dan kembali dengan selamat. Apa kalian paham.”

__ADS_1


“Siap kami paham.”


“Baguslah, kalau begitu kita mulai rencananya.”


__ADS_2