Princess In Another World

Princess In Another World
Serangan


__ADS_3

Sudah beberapa hari berlalu sejak Iona bertukar posisi dengan Ari.


Pagi hari, kamar.


“Nona Iona, apa anda sudah bangun?” (Pelayan) Suara pelayan terdengar dari balik pintu.


“Ya, aku sudah bangun.”


“Anda harus segera bersiap-siap menuju ke ruang makan, raja dan ratu sedang menunggu anda.”


“Baik.”


Beberapa lama setelah itu, diruang makan


“Iona, makanmu sedikit lagi hari ini? Apa kau sedang sakit?” (Ayah)


“T-Tidak, aku tidak sakit. Aku baik-baik saja.”


“Lalu, kenapa kau tidak menghabiskan sarapanmu?”


“Sayang, untuk apa kau menanyakan hal seperti itu pada seorang gadis. Dia pasti sedang menjaga tubuhnya agar tetap terlihat menawan.” (Ibu)


“Hmm, itu benar juga. Iona, apa ada seseorang yang kau sukai?”


“Eh, i-itu.”


“Haa. Iona, sebaiknya kau segera bergegas. Hari ini kau harus bergegas kesekolahmu’kan.” (Ibu)


“B-Benar juga. Kalau begitu, aku berangkat dulu.”


“Ya, hati-hati dijalan.” Iona pergi.


“Sayang, kenapa kau mengalihkan pertanyaanku barusan?”


“Bukankah itu sudah jelas, dia sedang menyukai seseorang tapi seperti halnya seorang gadis lainnya. Dia cukup malu untuk mengatakannya, kau itu seorang laki-laki. Tidak mungkin kau paham dengan perasaan seorang gadis seperti Iona.”


“B-Begitukah?”


Beberapa lama setelah itu, disekolah kerajaan, kelas.


“Putri Iona, bagaimana keadaan anda? Apa anda sudah merasa lebih baik?” (Sofia) Di hari pertama sekolah, Iona di kelilingi siswa yang ada dikelasnya dan mereka semua sangat khawatir dengan apa yang terjadi padanya. Kabar tentang Iona yang pingsan sudah menyebar tetapi ada beberapa kabar yang tidak diungkapkan untuk melindungi nama baik Iona.


“Ya, setidaknya hari ini aku lebih sehat daripada kemarin.”


“Begitu, syukurlah.”


“Oh ya, dimana pangeran Lucy?”


“Pangeran Lucy, sepertinya dia sedikit terlambat seperti biasa..” (Lysia)


“Putri, apa jangan-jangan kau…” (Ria)


“T-Tidak, b-bukan begitu…”


“Lalu?”


“Pelajaran sudah hampir dimulai, dan dia selalu terlambat. Bukannya itu sedikit…”


“Yo, selamat pagi semua.” (Lucy) Lucy masuk kedalam kelas, dan segera beranjak ke tempat duduknya. “Putri Iona, selamat pagi.”


“S-Selamat pagi.” Hanya menyapa, dan setelah itu Lucy duduk di tempat duduknya. Dan pelajaranpun dimulai.


Sepulang sekolah,

__ADS_1


Sore hari


“Putri Iona, kenapa kau terburu-buru?” (Lysia)


“Aku harus pergi kesuatu tempat, ada hal yang ingin aku lakukan.”


“Putri, izinkan aku ikut denganmu.” (Lucy)


“Tidak usah, aku tidak ingin merepotkan orang lain. Kalau begitu, sampai jumpa besok.” Iona pergi.


Beberapa lama setelah itu. Hutan dibelakang markas khusus.


“Wah, ternyata kau masih ada disini.” Seekor naga, naga yang pernah membantu untuk mengalahkan pasukan Atrin beberapa hari yang lalu. Naga ini masih berada disini dan terlihat sedang tertidur pulas. “Aku ingin menyentuhnya..” Tepat saat Iona ingin menyentuh tubuh naga itu. “E-Eh…” Naga itu bergerak, memberi tanda kalau ia menolak. “Kenapa?”


Beberapa menit setelah itu.


Iona sudah berulang kali melakukan hal yang sama, tapi tetap saja naga itu tidak ingin disentuh olehnya. “Kenapa? Padahal Ari bisa menyentuhnya.. kenapa aku tidak bisa?” Karena kebingungan dengan hal itu, Iona memutuskan untuk pulang. “Mungkin saja besok aku bisa menyentuhnya.”


Malam hari, setelah selesai makan malam.


Iona sedang menulis apa yang terjadi padanya hari ini disebuah buku. Beberapa menit kemudian, ia selesai menulis. Iona berbaring dikasurnya sembari melihat ke langit-langit kamarnya. “Ari, maaf karena selama ini kau selalu berada dalam masalah karena berada ditubuhku. Tapi, aku juga berterimakasih karena tanpamu, aku saat ini tidak akan menjadi seperti sekarang. Ini semua berkatmu, terimakasih Ari..” Iona perlahan mulai menutup matanya, dan ia mulai terlelap dalam tidurnya yang nyenyak.


Sementara itu.


Entah sudah berapa lama aku terlelap dalam tidur ini, aku tak tau. Tapi yang pasti aku perlahan mulai merasakan sesuatu yang seharusnya tidak boleh aku rasakan. ‘Rasanya menyakitkan.’ Tidak ada orang lain disini, tempat yang begitu tenang. Seharusnya tempat ini adalah tempat yang cocok denganku tapi entah kenapa aku mulai merasa takut dengan ketenangan itu sendiri.


Aku yang lebih suka ketenangan, saat diberikan ketenangan itu sendiri aku mulai merasa ketakutan. Mungkin karena sering berada didekat banyak orang, merasakan kesepian seperti ini memberikan dampak yang berbeda bagiku. ‘Apa ditempatku yang seharusnya berada juga sepi seperti ini.’ Entah kenapa aku bisa memikirkan hal sepeti itu. ‘Apa yang sebenarnya orang yang sudah mati sepertiku inginkan?’


Beberapa hari berlalu, dan waktu libur sudah habis. Tapi...


Sore hari, area militer markas khusus.


“Komandan, apa ada masalah?” (Dirk)


“Eh? T-Tidak ada apa-apa.”


“B-Baik..”


“Lalu komandan, untuk masalah ini…” (Laren)


Iona yang belum bertukar dengan Ari merasa kerepotan dengan tugas yang belum pernah ia lakukan sebelumnya.


Beberapa lama setelah itu.


“Ha, ini melelahkan.” Iona yang baru pertama kali mengurusi hal semacam ini terlihat begitu lelah. “Ari.. aku tak tau kalau pekerjaan yang selama ini kau lakukan begitu melelahkan seperti ini.”


Beberapa menit setelah itu.


“Ari.. semua ingatan dan juga apa yang pernah kau alami di kehidupanmu sebelumnya. Aku bisa merasakannya.. Kau hebat, ya. Bisa bertahan dari semua itu.”


Tok tok tok. Sfx : Ketukan pintu.


“Ya, masuklah.”


“Komandan, ada masalah besar.” (Laren)


“A-Ada apa?”


“Kami melihat puluhan kapal armada laut kerajaan Victoria menuju kemari.”


“A-Apa!”


“Komandan, apa yang harus kami lakukan?!”

__ADS_1


‘Aku, aku, aku tidak bisa memikirkan apapun. Benar juga, aku hanya  harus membangunkan Ari dengan begitu dia pasti bisa menyelesaikan masalah ini.’ Tapi, disisi lain Iona merasa bersalah karena sudah sering merepotkannya. ‘Aku, harus melakukannya sendiri. Dengan ingatan dan juga kecerdasan Ari, aku pasti bisa melakukannya.’


Beberapa lama setelah itu.


“Komandan, apa anda sudah memiliki rencana?”


“L-Lar-..”


“Komandan, ada apa?”


“Bisa tinggalkan aku sendiri…”


“Komandan. Baiklah saya mengerti.” Laren pergi.


Beberapa lama setelah itu.


“Aku tidak tau. Memikirkan rencana, aku tak tau kalau hal seperti itu akan sesulit ini.” Meskipun dengan ingatan dan juga kecerdasan milik Ari, Iona masih belum menemukan rencana yang bagus. “Ari, maafkan aku. Aku tidak bisa melakukannya. Jadi, tolong.”


“Huh?” Aku perlahan membuka mataku. ‘Dimana ini, sudah lewat berapa hari saat aku tertidur?’ Aku tak tau, tapi sepertinya sudah cukup lama aku tertidur. Meskipun begitu, ditempat itu terasa hanya sesaat. “Kali ini, ada masalah apa.” Membangunkanku secara tiba-tiba, dan juga ini ada di markas khusus. Sudah pasti ada sesuatu yang sudah terjadi.


Beberapa menit kemudian.


Tok tok tok.


“Ya, masuk.”


“Komandan, apa anda baik-baik saja.” (Famus)


“Huh? Ada apa?”


“Laren bilang kalau ada sesuatu yang aneh terjadi pada anda, jadi saya kesini untuk bertanya mengenai hal itu.”


“Aku baik-baik saja, kau tak perlu khawatir.”


“Begitu.”


“Lalu, apa yang sudah terjadi?”


“Komandan, bukannya tadi laren sudah menjelaskannya?”


“Eh? Eeeh, aku hanya ingin mendapatkan sesuatu yang lebih detail lagi dari apa yang Laren jelaskan.”


“Begitu. Kalau begitu, saya akan menjelaskannya.”


Beberapa lama setelah itu


“Hmmm. Jadi begitu.” Puluhan armada laut kerajaan Victoria terlihat menuju kemari, dan bisa ditandakan kalau itu adalah sebuah tanda siulan peperangan. “Famus, berapa jumlah pasti kapal yang kerajaan Victoria kerahkan?”


“Saya tidak tau detailnya, tapi sepertinya lebih dari 30 kapal pengangkut dan juga 3 kapal tempur.”


‘Lumayan juga.’ Karena sebelumnya mereka menderita kekalahan, mempersiapkan hal seperti itu adalah pilihan terbaik untuk mencegah kekalahan yang sama terulang kembali. ‘Ha.. mungkin sudah waktunya aku melakukan itu.’ Musuh kali ini cukup berat, dan aku rasa sekarang adalah pilihan terbaik untuk menggunakan cara itu.


“Komandan, apa ada masalah?”


“Tidak ada. Famus, suruh para ketua regu yang lain untuk segera merekrut anggota baru.”


“Anggota baru? Untuk apa komandan?”


“Mengatasi kekalahan jumlah.” Kekalahan pasukan Victoria sebelumnya pasti memberikan dampak yang cukup besar, oleh karena itu aku sangat yakin cara yang sama tidak akan bisa digunakan lagi. Dan menambah jumlah pasukan adalah pilihan terbaik untuk saat ini. “Tapi, aku hanya bisa menyuruh setiap anggota untuk mencari 50 orang saja.”


“50 orang?”


“Ya, itu artinya 200 orang yang harus kalian rekrut. Tak peduli apa kemampuannya, kalian bisa merekrut siapa saja yang dapat kalian percaya. Hanya itu perintahku untuk saat ini, kau boleh pergi dan jangan lupa sampaikan hal itu pada ketua yang lain.”

__ADS_1


“Baik.” Famus pergi.


Tinggal 1 masalah lagi, dan semuanya beres. “Ha, sepertinya aku harus kesana lagi.” Ke tempat sang naga berada.


__ADS_2