Princess In Another World

Princess In Another World
Hujan


__ADS_3

Bebepara hari berlalu, di area militer markas khusus.


‘Tidak biasanya hujan terus-terusan turun seperti ini.’ Sudah beberapa hari berlalu, dan hujan masih saja turun tanpa sekalipun berhenti.


“Komandan, kami sudah berkumpul.”


“Itu bagus. Aku ingin bertanya pada kalian, apa kalian tidak merasa ada yang aneh?”


“Maksud anda tentang hujan yang terus turun selama beberapa hari terkahir ini tanpa henti?” (Laren)


“Iya.”


“Bukankah itu normal komandan.” (Famus)


“Hujan yang turun selama berhari-hari tanpa henti, apa itu masih bisa dikatakan sebagai normal. Jika seperti ini terus akan berbahaya bagi panen kita.”


“Tapi komandan, apa yang harus kami lakukan? Kami tidak mungkin bisa menghentikan hujan.” (Dirk)


“Tenanglah, aku tak akan menyuruh kalian melakukan sesuatu diluar nalar. Aku hanya ingin kalian mencari tau sebab kenapa hujan ini masih belum berhenti juga.”


“Sebab? Apa ada yang memicunya?”


“Ya.” Di dunia ini ada yang namanya sihir, sesuatu seperti ini pasti bisa dilakukan dengan hal itu. Dan lagipula aku sudah menaruh kecurigaanku pada salah satu kerajaan, tapi ini hanya sebuah kecurigaanku jika tidak memiliki bukti aku tidak bisa melakukan apapun.


“Baik, akan kami lakukan.”


“Lakukan dengan cepat, teliti, dan hati-hati.”


“Baik.”


Sore hari, kamar.


“Ha, sudah beberapa hari sekolah kerajaan ditutup. Ini membosankan.” Karena hujan yang tiada henti ini, sekolah kerajaan terpaksa diliburkan. Seandainya tidak diliburkan, aku bisa menyuruh Iona untuk pergi dan aku bisa beristirahat.


“Iona, apa kau ada didalam?” (Risa)


“Risa-oneesama. Ada apa?” Risa masuk kekamar.


“Aku hanya ingin bertanya sesuatu?”


“Huh? Apa itu?”


“Apa hubunganmu dengannya berjalan lancar?”


“Eh?” Aku tak tau apa yang Risa maksud, tapi sepertinya yang ia bicarakan sekarang tentang hubungan Iona dengan orang yang ia sukai. Seharusnya aku tidak ikut campur, tapi. “Y-ya, sepertinya tidak ada masalah.”


“Jadi, apa kau bisa secepatnya memperkenalkannya padaku?”

__ADS_1


“Eh? S-sepertinya masih belum bisa.” Aku tak tau, tapi entah kenapa aku merasa jawaban ini yang menurutku paling pas.


“Begitu, ya sudah. Tapi tenang saja, aku akan terus mendukungmu. Jangan khawatir.”


“T-terimakasih.”


“Ah, aku lupa kalau aku punya pekerjaan yang harus aku selesaikan segera. Iona, aku pergi dulu.”


“Y-Ya.”


Aku berbaring diatas kasur. “Ha, orang yang disukai Iona, ya. Kira-kira seperti apa orangnya?” Jika dia Lucy, aku sudah tidak heran lagi tapi jika dia orang lain maka itu sedikit membuatku penasaran. “Sudahlah, tidak baik ikut campur dalam masalah orang lain.” Meskipun begitu, tidak bisa dipungkiri kalau aku memang begitu penasaran dengan orang yang disukai Iona itu. ‘Apa dia pantas untuknya? Apa dia bisa mengurus Iona? Apa dia bisa menyelesaikan masalah yang selalu dilakukan oleh Iona?’ Entah kenapa pertanyaan-pertanyaan itu muncul di kepalaku. Tapi yang paling penting. ‘Apa dia juga menyukai Iona?’ Setidaknya dari beberapa pertanyaan yang muncul dikepalaku, pertanyaan ini yang paling menggangguku.


“Ha, ini menyebalkan.” Tidak biasanya aku memikirkan kehidupan orang lain, itu mungkin karena aku sudah hidup sebagai dirinya selama beberapa tahun ini. Jadi aku sedikit khawatir jika dia memilih orang yang salah. ‘Pembuat masalah, dan selalu mengangguku.’ Setidaknya 2 hal itu yang selalu aku rasakan saat bersamanya, meskipun kami hanya pernah satu kali bertemu secara langsung di alam bawah sadar.


‘Huh? Alam bawah sadar…’ Aku seketika mengingat sesuatu.


Beberapa menit setelah itu.


Kamar Risa. “Risa-oneesama.” Aku masuk kedalam kamar Risa.


“Iona, ada apa?” Dia sedang bejalar.


“Apa aku menggangu?”


“Ah, tidak. Tidak usah kau pikirkan, ada apa kau tiba-tiba kemari?”


“Huh? Iona, memangnya ada apa?”


“Apa kau bisa?”


“Iya, aku bisa.”


‘Itu bagus.’ Jika saja aku lebih cepat menyadarinya, mungkin insiden kali ini akan berakhir dengan cepat. “Risa-oneesama, apa kau bisa merasakan aliran sihir dari jarak yang sangat jauh?”


“Jika kekuatan inti sihirnya besar, aku bisa merasakannya.”


“Begitu. Kalau begitu, apa kau bisa memeriksa apa ada aliran energi sihir di luar kerajaan?”


“Eh, b-baiklah.” Risa mulai memejamkan matanya.


Beberapa saat kemudian.


Dia kembali membuka matanya. “Risa-oneesana, bagaimana?”


“Ada, tapi karena intinya tidak begitu kuat. Aku sedikit kesulitan mendeteksinya.”


“Dimana?”

__ADS_1


“Di pegunungan bagian barat, kalau tidak salah.”


“Huh? Pegunungan?” Tempat yang jarang terjamah oleh manusia, karena tempat itu berhaya tentunya. Dan lagi. ‘Kerajaan Ruens.’ Kerajaan besar yang ada cukup jauh diarah barat dari kerajaan ini. ‘Apa mereka berniat…’ Entah kenapa aku kembali mengingat sesuatu.


“Iona ada apa?”


“T-Tidak ada apa-apa, aku harus kembali. Terimakasih sudah membantuku Risa-oneesama.”


“Ya, tidak masalah.”


Esok harinya, area militer markas khusus.


Hari ini masih hujan seperti hari sebelumnya. “Laren, Grild, Famus, Dirk. Apa kalian menemukan sesuatu?”


“Kami menemukannya, ada pergerakan yang mencurigakan di arena barat. Tepatnya dipegunungan Dren.”


‘Jadi memang benar, ya.’


“Komandan, apa ada masalah?” (Dirk)


“Aku ingin bertanya sesuatu pada kalian.”


“Apa?”


“Apa memungkinkan jika hujan ini dibuat menggunakan sihir?”


“Huh? Itu sangat sulit, bahkan membutuhkan puluhan penyihir untuk mempertahankan agar hujan tetap turun.” (Laren)


“Tapi, kerajaan ini dekat dengan laut. Tidakkah itu mudah.” Aku juga sempat merasakan air hujannya, ternyata asin. Itu berbeda dari rasa air hujan yang aku tau.


“Apa anda ingin bilang kalau hujan ini adalah hujan buatan?”


“Aku tidak bilang seperti itu, tapi kemungkinan seperti itu.” Ini sedikit beresiko, tapi setidaknya aku harus melakukan sesuatu. “Kalian semua, pergilah bersama dengan seluruh pasukan. Dan segera bantai orang-orang yang ada di pegunungan itu.”


“Huh? Komandan, apa anda memiliki alasan dibalik tindakan ini?” (Dirk)


“Ya, jika hujan buatan ini terus berlanjut. Maka peralatan kita yang terbuat dari besi akan berkarat dan itu sangat tidak bagus. Lagipula sepertinya aku sudah tau siapa dalam dibalik semua ini.”


“Baik, kami akan lakukan sesuai dengan perintah anda.”


“Bagus. Kalian bisa berangkat sekarang.”


“Baik.” Mereka  berangkat bersama dengan 500 pasukan yang ada dibawah kepemimpinanku. ‘Apa raja Ruens begitu kesal karena ayah menolak tawarannya?’ Setidaknya itulah hal yang bisa aku simpulkan. “Ya, setidaknya hari ini dan hari-hari selanjutnya, aku harap bisa berjalan dengan damai.” Setidaknya itulah yang aku harapkan, dengan begitu aku bisa beristirahat dan membiarkan Iona mengambil alih.


Hari berikutnya.


Pagi hari yang cerah, tanpa mendung dan juga hujan. “Ha, ini hari yang indah untuk beristirahat. Iona, aku serahkan hari yang damai dan tenang ini padamu.” Membiarkan dia menikmati hari yang damai, setidaknya itulah yang harus aku lakukan padanya.

__ADS_1


Tapi, disisi lain. ‘Keheningan ini, membuatku ketakutan.’ Tempat yang begitu tenang, dan hening ini seakan membuatku merasakan kesendirian yang teramat dalam. ‘Apa yang sebenarnya diinginkan oleh orang yang sudah mati sepertiku?’ Pertanyaan itu selalu menghantuiku, tapi sayangnya aku tidak pernah menemukan jawabannya. ‘Ini sangat menyakitkan.’


__ADS_2