
Aku memilih tempat duduk di bagian pojok paling belakang dekat dengan jendela, entah kenapa aku suka tempat ini. Mungkin karena dulu tempat dudukku juga berada di posisi ini.
Disini seluruh siswa memakai seragam khusus yang diberikan secara gratis, mungkin ini bertujuan untuk menyamarkan kedudukan asli mereka disini. Agar tidak ada rasa canggung dan enggan pada setiap siswa.
"Baiklah, karena hari ini adalah hari pertama kalian. Saya a..."
"Ahh... Maaf, aku terlambat." Suaranya tidak asing bagiku, masuk ke dalam kelas.
"I-Itu pangeran Lucy." (Siswi)
"Lucy? Kenapa dia ada disini?!" Jarak antara kerjaan ini dan kerajaan Lucy cukup jauh, dan lagipula di kerajaannya pasti memiliki sekolah kerajaan juga. "Sudahlah, itu hanya masalah sepele. Aku tak perlu mencaritahu tentang hal itu lebih jauh lagi, hanya akan membuang waktuku saja."
"Pangeran, silahkan cari duduk di tempat yang kau suka."
"Baik."
"Baiklah, hari ini saya akan menjelaskan tentang kerajaan ini..." Guru memulai kembali penjelasannya.
"Selamat pagi tuan putri."
"Y-Ya, selamat pagi juga pangeran Lucy." Entah kenapa, dari sekian banyak tempat duduk yang kosong ia malah duduk tepat di sampingku. "Enyahlah kau dari hadapanku!" Ingin rasanya aku berkata seperti itu, tapi karena aku saat ini sedang berperan sebagai seorang tuan putri yang anggun aku harus bertahan.
---------------
Istirahat
"Ha, akhirnya selesai juga." Penjelasan dari guru pengajar sudah aku ketahui semuanya, jadi aku sangat bosan mendengar apa yang sudah aku ketahui.
"T-Tuan putri." (Siswi)
"Eh, ada apa?" Para gadis mulai mendekat ke arahku.
"T-Tuan putri, a-apa boleh kami menjadi temanmu?"
"Boleh. Lagipula tadi aku sudah bilang, kalau mulai sekarang kita adalah teman."
"T-Tuan putri... Terima kasih."
Di hari pertama, aku sudah hampir akrab dengan seluruh murid yang ada dikelas ini. Ini sangat berbeda denganku dulu, ini sangat menyenangkan. Memiliki banyak teman.
--------------
Pagi hari di hari berikutnya
"Tuan putri, apa anda sudah bangun?"
"Y-Ya, aku akan bangun." Dalam keadaan setengah sadar, aku mencoba untuk membuka mataku. "Hari ini aku harus bersiap-siap." Hari ke-2 ku ke sekolah aku tidak boleh terlambat.
Aku segera bersiap-siap.
__ADS_1
-----------------
Sekolah kerajaan, kelas
"Tuan putri. selamat pagi."
"Selamat pagi." Mereka menyapaku dengan senyuman, dan aku cukup senang dengan hal ini. Aku langsung menuju ke tempat dudukku.
"Pangeran Lucy, selamat pagi."
"Pagi." Ia langsung pergi menuju ke tampat duduknya yang ada disampingku. "Tuan putri, selamat pagi. Hari ini kau terlihat berbeda."
"B-Benarkah?" Padahal aku tidak memakai apapun, aku hanya menggunakan seragam yang biasa.
"Pagi ini kau terlihat sangat menawan."
"B-Begitu." Wajahku memanas. "Ah... Dasar Iona." Ia membuatku merasakan apa yang ia rasakan. "T-Terima kasih."
"Baiklah, apa semuanya sudah berkumpul di kelas. Hari ini adalah pembahasan tentang sejarah." (guru pembimbing)
"Sejarah?" Mendengar hal itu, aku sangat senang karena mungkin saja aku bisa mendapatkan informasi yang belum aku ketahui.
-------------
Istirahat
"Membosankan, ini sangat membosankan!!" Seluruh apa yang diterangkan oleh guru pembimbing sudah aku pelajari semuanya, dan akupun sudah ingat hingga kebagian detailnya. Dan jika disuruh mempelajari lagi, aku sangat bosan. Aku kira aku bisa mendapatkan sesuatu dari pelajaran sejarah ini tapi ternyata tidak.
"Eh, iya. Memangnya ada apa?"
"Kalau berkenan, apa kau ingin ikut dengan kami mengelilingin sekolah kerajaan ini?"
"Sepertinya itu ide yang bagus, lagipula aku tidak memiliki hal yang harus aku lakukan saat ini. Baiklah, aku akan ikut." Mungkin dengan mengikuti mereka, sedikit rasa bosanku ini akan hilang.
-----------
"Wahh. Lihat tempat itu, sangat indah." Tempat pertama yang kami datangi adalah taman sekolah.
"Bungannya sangat banyak." Melihat hal ini, mereka begitu sangat terpukau. Tapi tidak denganku.
"Tuan putri, bagaimana menurut anda tentang tempat ini?"
"Eh. Tempat ini sangat indah, udara disini juga sejuk."
"Kalau begitu, ayo kita ke tempat lain lagi." Aku hanya mengikuti mereka karena aku tak begitu tau dengan tempat ini.
-------------
Kelas
__ADS_1
Setelah puas berkeliling, kami kembali ke kelas. "Ha, aku kira aku akan menemukan tempat menarik, tapi ternyata tidak." Banyak hal yang aku lihat, tapi tidak ada satupun yang membuatku tertarik. Dan alhasil rasa bosanku ini tak berkurang sedikitpun.
"Tuan putri, apa nanti sepulang dari sekolah kerajaan. Anda mau ikut dengan kami."
"Jangan berbicara seperti itu pada tuan putri. Sepulang dari sini putri pasti memiliki banyak urusan, jadi sebaiknya tidak usah menganggunya."
"M-Maafkan aku tuan putri."
"Tidak apa-apa. Oh ya, memangnya kalian mau pergi kemana?"
"Mengunjungi taman kota, lalu minum teh di kafe, setelah itu menikmati matahari sore di pantai."
"Pantai? Oh ya, kalau tidak saja tidak jauh di kerajaan ini ada pantai juga. Ini adalah saat yang bagus." Ini kesempatan yang bagus, lagipula aku tidak pernah pergi kepantai. "Sepertinya itu ide yang bagus, apa aku boleh ikut dengan kalian."
"T-Tuan putri, apa anda serius. Ini hanyalah kesenangan sederhana untuk rakyat biasa seperti kami, jika anda ikut mungkin..."
"Tenang saja, sekarang kita adalah teman. Aku tidak begitu peduli dengan status kalian, selama kalian temanku saat kalian mengajakku aku pasti akan ikut." Dengan begini, aku bisa menghilangkan rasa bosanku yang sudah tak terbendung ini. Lagipula seluruh tempat yang mereka sebutkan barusan aku sama sekali tidak pernah kesana, dan aku sangat penasaran dengan itu.
-----------------------
Siang hari, sepulang sekolah.
Setelah pulang sekolah, kami sudah berjanji akan berkumpul diaula kota untuk melakukan rencana jalan-jalan itu. Setelah mengganti baju, aku langsung pergi menuju ke area militer dahulu untuk pencagahan, lalu setelah itu aku pergi ke aula kota.
Dalam perjalanan
"Ha, kenapa jadi seperti ini." Saat ini aku tengah diawasi oleh prajurit kerajaan yang cukup banyak, ini melebihi perkiaraanku. Aku sudah duga akan jadi seperti in, tapi aku tak menyangka ada lebih dari 50 prajurit yang sedang mnjagaku saat ini. "Sial, jika seperti ini aku tidak bisa menikmati hal ini."
Mereka semua sangat mengganggu. "Prajurit, bisa tolong tinggalkan aku. Aku ingin pergi sendiri."
"Mohon maaf tuan putri, saya tidak bisa melakukan hal itu. Kami semua bertugas untuk menjaga tuan putri, itu adalah perintah dari yang mulia langsung."
Jika seperti ini, aku khawatir rencana jalan-jalan hari ini akan batal. "Aku harus memikirkan sesuatu. Oh ya." Tapi, aku sudah menyiapkan rencana brilian untuk mengatasi hal ini. "Prajurit, sebaiknya kalian segera kembali."
"Maaf tuan putri, kami tidak bisa melakukan hal itu. Tugas kami saat ini adalah mengawasi anda."
"Aku tidak perlu diawasi oleh kalian, aku sudah punya pengawal pribadiku sendiri."
"Pengawal pribadi?"
"Lihat itu." Aku menunjuk ke beberapa tempat dan di tempat yang aku tunjuk ada seseorang. "Mereka adalah penjaga pribadiku."
"Tapi tuan putri, meskipun begitu. Mereka hanya ber-4, saya tida yakin kalau mere..."
"Aku sudah yakin dengan kemampuan mereka ber-4 yang bisa melindungiku meskipun melawan 1000 prajurit sekalipun, tapi aku masih belum yakin dengan kemampuan kalian. Tapi..." Rencananya dimulai sekarang. "Jika kalian bisa mengalahkan mereka ber-4, aku akan menuruti apa yang kalian inginkan dan jika kalian kalah aku ingin kalian kembali dan berlatih lagi." Mereka adalah 4 ketua regu yang sudah aku beri pelatihan khusus dariku selama 2 bulan terakhir ini secara rahasia. Dan aku sangat yakin, dengan kemampuan mereka para prajurit ini akan tumbang dengan mudah.
Dan dengan begini, aku bisa menikmati hari ini bersama dengan teman baruku.
Sebenarnya, sebelum aku pergi dari area militer aku memerintahkan untuk 4 ketua regu menjagaku. Dengan begitu, kejadian tidak terduga yang tidak diinginkan tidak akan terjadi. Aku sudah menyiapkan rencana untuk segala kemungkinan yang akan terjadi. Karena jika tidak begitu, rencana hari ini akan gagal.
__ADS_1
See you on the next Chapter....