
2 bulan berlalu sejak kejadian itu, dan 1 hari lagi adalah hari dimana aku akan masuk ke sekolah kerajaan.
---------
Pagi hari, kamar
"Ah, aku bosan." Selama 2 bulan ini, aku sama sekali tidak melakukan apapun dan sekarang aku sudah diambang batas kebosananku.
Tak ada apapun terjadi selama 2 bulan terakhir ini, dan itu membuatku sangat bosan. "Aku ingin melakukan sesuatu." Hampir semua yang ada disini sudah pernah dan selesai aku kerjakan, semua buku sudah aku baca semuanya. "Ha, jalan-jalan sebentar deh." Aku memutuskan untuk keluar mencari udara segar.
------
Taman
"Disini sangat sejuk." Angin yang berhembus tenang membuatku ikut merasakan ketenangan juga.
"Oh ya, bagaimana kabar para pasukanku, ya." Sejak hari itu, aku sama sekali tidak pernah datang lagi ke area militer. "Sudahlah."
----
Area militer
Karena tidak ada yang ingin aku lakukan, aku memutuskan untuk melihat latihan pasukanku.
"Tuan putr-, maksudku komandan. Ada apa tiba-tiba anda datang kemari? Apa ada keperluan?" (Grild)
"Tidak ada, aku hanya ingin melihat latihan mereka."
"Kalau begitu. Silahkan."
"Y-Ya." Entah kenapa aku merasa ada yang berbeda dengan Grild, ia terlihat berbeda dengan saat pertama kali aku melihatnya, ia seperti memancarkau aura kepemimpinannya. Seperti itu.
Aku sampai di tempat latihan mereka. "Ini adalah tempat khusus yang diberikan oleh yang mulia raja pada kami, karena berhasil mencegah pasukan Ruens menyerang kerajaan."
"Begitu." Tempat yang diberikan oleh ayah sangat luas, dan sepertinya fisilitas yang ada disini cukup mumpuni. "Wah..." Aku melihat salah satu prajurit menembak menggunakan 2 anak panah secara langsung, dan saat dilepaskan. Anak panah itu menacap tepat di tengah-tangah target. "Hebat." Sepertinya mereka sudah sangat berkembang.
"Komandan, ini semua berkat anda."
"Hm?"
"Pasukan kita sekarang sudah jauh berkembang dari sebelumnya."
"Ya." Tidak mau kalah, aku juga melihat pasukan prajurit biasa sudah membuat gerakan baru yang bahkan tidak pernah aku ajarkan ada mereka. "Mereka semua berkembang melebihi perkiraanku. Aku kagum pada kalian."
Melihat hal ini, rasa bosanku sudah sedikit menghilang. "Oh ya, kalau tidak salah besok adalah hari pertama komandan masuk ke sekolah kerajaan, ya."
__ADS_1
"Iya. Aku ingin mendapatkan banyak teman disana, aku juga ingin tau sesuatu hal lain yang biasa dilakukan gadis lain yang seumuranku. Dan mungkin aku bisa mengetahui banyak hal setelah aku mendapatkan banyak teman disana."
"Kalau begitu, semoga berhasil komandan."
"Terima kasih. Oh ya, aku akan menunjukka sesuatu."
"Sesuatu?"
Aku kemudian mengambil busur, dan tepat saat aku mengambil busur seluruh pandangan pasukan yang ada disini tertuju padaku. "Lihat ini." Au mengambil 2 anak panah, dan mengarahkan 1 anak panah tepat menuju ke target diam yang berjarak sekitar 30 meter.
swuuuttt
"Wahh, hebat." Tembakanku tepat di tengah-tengah sasaran.
Lalu, aku mengarakan lagi anak anak panah keduaku, ke target yang sama. "Fokus, aku harus fokus." Aku menarik nafas panjang, dan...
Swuuutt
Anak panah keduaku membelah panah pertama dan membuatnya tertancap lebih dalam di tengah target. "H-Hebat!!"
"Komandan kita memang hebat."
"T-Terima kasih." Sebenarnya aku tak tau bagaimana caraku melakukannya, tapi itu semua tiba-tiba saja terjadi bisa dibilang sebuah kebetulan. Tapi, jika disuruh untuk mengulanginya aku pasti bisa melakukannya. "Aku akan kembali. Oh ya, jika ada yang bisa melakukan hal itu mungkin aku akan mampir untuk melihatnya." Akupun kembali.
-------------
"Iona, besok adalah hari pertama kita akan pergi ke sekolah kerajaan. Apa kau masih tidak ingin mengambil tubuh-... Agh. Ada apa, aku tidak enak jika aku terus yang mengantikan tempatmu. Meskipun aku berhasil merubah dunia, yang aku lakukan ini adalah menggunakan tubuhmu." Tak ada respon. "Suatu hari nanti pasti aku akan meninggalkan tubuh ini." Sebenarnya aku tak tau apa yang aku katakan ini benar apa tidak, tapi jika memang benar aku harap hal itu segera terjadi. "Lalu, saat aku pergi apa yang akan kau lakukan?" Masih tidak ada respon.
Sebenarnya aku tidak ingin berada di tubuh ini untuk waktu yang lama, jika bisa aku ingin segera pergi dari tubuh ini. Tapi karena aku tidak bisa melakukannya, aku harus menundanya sampai aku bisa menemukan caranya.
Aku sangat mengkhawatirkan Iona, jika sampai dia dewasa dan tepat saat aku aku tiba-tiba saja menghilang. Ia pasti akan kerepotan, oleh karena itu aku selalu menawarkan padanya untuk mengambil tubuhnya ini. Tapi ia selalu menolah, dan menyakitiku sebagai tanda tidak suka.
"Iona, aku akan memberimu waktu sampai lulus dari sekolah kerajaan." Pengajaran di sekolah kerajaan akan berlangsung selama 3 tahun, dan selama itu aku ingin memberikan waktu pada Iona untuk berfikir. "Jika kau sudah menemukan jawabannya sebelum waktu yang sudah aku tentukan itu tidak masalah, lebih cepat lebih baik. Batas waktuya adalah sampai hari kelulusan. Jika kau tidak memberiku jawaban, aku akan melakukan sesuatu pada tubuhmu ini yang bisa membuat kau menyesal untuk selamannya." Sebenarnya aku berbohong, aku tidak mungkin melakukan hal seperti itu. Aku hanya ingin kembali ketempat orang sepertiku seharusnya berada.
------------------
Pagi hari.
"Nona Iona, apa anda sudah siap."
"Ya, aku sudah siap."
"Kalau begitu ayo, nanti anda bisa terlambat."
"Baik." Hari ini adalah hari pertama aku masuk ke sekolah kerajaan, dan untuk pertama kalinya aku akan bertemu gadis seumuranku. Dan aku cukup bersemangat untuk hal itu. Aku ingin tau apa kebiasaan gadis didunia ini sama seperti diduniaku sebelumnya, itu yang aku penasaran.
__ADS_1
-------
Pagi hari, sekolah kerajaan
"Wah, ini sangat hebat." Aku sudah sampai di sekolah kerajaan, dan disini seperti dugaanku. Banyak sekali anak perempuan dan juga laki-laki yang semuran denganku. "Ini seperti mengulang kembali masa kecilku, tapi dengan tubuh seorang gadis."
"Selamat pagi tuan putri." Setian orang yang melihatku menyapaku dengan formal, padahal disini tempat untuk belajar dan tidak perlu formal seperti itu padaku.
Hari ini, hari baruku bersama dengan teman-teman baruku akan dimulai. "Hehe, aku tidak sabar, apa aku nanti akan mendapatkan banyak teman." Saat ini aku merasa sangat senang.
Dengan tubuh ini, mungkin aku tidak perlu melakukan hal seperti yang dulu pernah aku lakukan. Lagipula sekarang aku juga mendapatkan apa yang selama ini aku inginkan, kehidupan yang tenang meskipun kadang ada sedikit masalah.
Aku langsung masuk menuju ke kelasku.
------
"Jadi ini kelasku, ya." Sebuah ruangan yang cukup besar untuk dikatakan sebagai sabuah kelas. Aku perlahan mulai masuk.
"Selamat pagi tuan putri." Dan lagi, mereka semua menyapaku dengan formal.
"Sepertinya ini harus dibenarkan."
"Tuan putri..."
"Sebelum itu, aku ingin memberitahu sesuatu pada kalian semua. Tolong jangan bersikap frmal kepadaku, disini adalah tempat untuk menuntut ilmu baik seorang bangsawan ataupun calon raja sekalipun memiliki kedudukan yang sama disini. Yaitu sebagai seroang yang mencari ilmu. Dalam artian, mulai hari ini kalian adalah temanku." Mungkin dengan penjelasanku barusan beberapa teman kelasku tidak akan berdikap formal lagi padaku.
"T-Tuan putri, anda keren sekali."
"Eh..." Tiba-tiba saja aku dikerumuni olehpara gadis yang ada disini.
"Meskipun kau seorang tuan putri, kau menganggap kami ini sebagai temanmu. Aku sangat terharu."
"B-Begitu, ya." Sepertinya tidak ada yang salah dengan apa yang aku katakan barusan.
"Baiklah semua, kembali ke tempat duduk kalian masing-masing."
"Guru pengajar sudah datang." Seketika murid yang mengelilingiku kembali ke tempat duduknya.
"Tuan, putri. Anda bisa memilih tempat duduk yang anda suka."
"B-Baiklah."
Ini adalah hari baru dalam hidupku, bisa menikmati rasanya bersekolah seperti anak pada umumnya. Dan mungkin disini juga, aku akan mendapatkan sesuatu yang sangat penting.
See you on the next Chapter....
__ADS_1