Princess In Another World

Princess In Another World
Masalah muncul


__ADS_3

Malam hari, di istana Groem. “Putri Iona, kamar pangeran Lucy ada disebelah sana.” (pelayan)


“Kalau begitu terimakasih.” Aku langsung berjalan menuju ke kamar Lucy.


Gubrak. Sfx : Pintu terbuka.


“LUCY!!! CEPAT BANGUN!!!”


Aku berteriak dan membuat Lucy yang sedang tidur terbangun. “P-putri, a-a-ada apa?”


“Ada sesuatu yang gawat.”


“Sudahlah putri, besok saja kau ceritakan. Aku ingin istirahat malam ini, lagipula besok pagi kita harus berkumpul di ruang pertemuan. Aku harus cukup tidur agar tidak mengantuk besok, sebaiknya kau juga istirahat.”


“Lucy, kau serius ingin aku bantu atau tidak?”


“Aku serius, tapi saat ini aku sedang sangat lelah. Selamat malam putri.” Lucy kembali tertidur.


‘Betapa santainya dia, padahal masalah ini cukup serius.’ Aku berencana untuk memberitaunya, tapi jika seperti ini lebih baik aku tunda saja. “Sudahlah.”


Besoknya.


Dipagi hari yang indah. “PUTRI!!! BANGUN, ADA MASALAH YANG SANGAT GAWAT!!!” Terdengar suara berisik Lucy dari balik pintu kamar.


“Ha, baik-baik. Sebentar lagi.”


Beberapa menit setelah itu.


Aku keluar dari kamar. “Ada apa pagi-pagi sudah berisik.”


“Putri, hal yang gawat sudah terjadi!”


“Huh?” Aku mendengarkan apa yang ia jelaskan.


Setelah selesai menjelaskan.


“Jadi begitu.”


“Putri, kau terlihat begitu tenang.”


“Aku kemarin ingin mengatakan hal itu padamu, tapi kau tidur.”


“A-a… M-maaf.”


“Sudahlah, apa kau sudah memikirkan sebuah rencana?”


“Aku tak tau, hal ini baru pertama kali aku alami jadi aku tak tau rencana yang tepat untuk mengatasi hal ini.”


“Kalau begitu, bantu aku. Aku akan melakukan sesuatu.”


“Baik.” Kami bergegas pergi.


Beberapa lama setelah itu.


Aku, Lucy dan para ketua regu berserta dengan 10 prajurit terlatih berkumpul. “Grild, Famus, Laren, Dirk, dan juga 10 prajurit yang sudah melewati ujian khusus, aku memiliki 1 perintah untuk kalian. Hancurkan mereka.”


“Baik!!” Mereka semua pergi.


“Putri, apa kau yakin mereka bisa mengatasinya.”


“Tenanglah, ini sudah masuk dalam rencana. Para penyusup itu pasti akan mereka habisi dengan mudah.”


“B-Begitu..”


“Tapi, darimana kira-kira penyusup itu berasal, ya.” Kerajaan Groem saat ini sedang dalam krisis yang cukup besar, beberapa tempat sudah menjadi markas penyusup dan tak ada yang menyadari hal itu.


“Kemungkinan dari kerajaan tetangga.”

__ADS_1


“Huh? Kerajaan tetangga, yang mana?” Meskipun dia bilang kerajaan tetangga, tapi aku tak tau kerajaan yang mana yang ia maksud.


“Nanti aku akan beritahu, sekarang kita harus bergegas menuju ke ruang pertemuan.”


“Ya, baiklah.”


Ruang pertemuan.


“Ayah, Ibu, perkenalkan dia adalah kekasihku. Iona.”


“Iona? Maksudmu dari kerajaan Thorwn itu, bukankah dia putri dikerajaan itu.” (Ayah Lucy)


“Iya, ayah.”


“Maaf sebelumnya, saya akan memperkenalkan diri. Nama saya Iona L. Thrown, seperti yang anda tau saya adalah putri tunggal di kerajaan Thrown.”


“Wah, bukankah itu berita bagus. Sebaiknya kita adakan pesta malam ini.” (Ibu Lucy)


‘Eh?’ Ini tak sesuai dengan apa yang aku pikirkan. Aku pikir ini akan berakhir dengan selesainya percakapan ini, tapi nyatanya tidak begitu.


“I-Ibu, tidak perlu mengadakan pesta. Lagipula besok kami harus kembali ke Thrown.”


“Ah, begitukah. Sangat disayangkan. Tapi, mau bagaimana lagi.”


“Aku sangat berterimakasih jika ibu mengerti.”


“Lucy, bagaimana dengan pendidikanmu di kerajaan Thrown?”


“Semuanya baik-baik saja.”


“Bagaimana dengan nilai di bidang akademismu? Ingat, keluarga kerajaan tidak boleh mempermalukan diri mereka dengan mendapatkan nilai jelek.”


“B-Baik-baik, aku akan pergi mengantarkan Iona berjalan-jalan dulu. Jadi, sampai jumpa nanti, ayah, ibu.” Aku dan Lucy pergi.


“Anak muda jaman sekarang terlalu bersemangat.” (Ayah Lucy)


“Bisakah kau tidak mengungkit masa lalu, itu sangat memalukan.”


Beberapa lama setelah itu.


“Lucy, kau yakin menolak hal itu?”


“Huh? Maksudmu tentang pestanya.”


“Iya, bukankanya jika menerima hal itu akan membuat orang tuamu semakin yakin dengan hubungan ini.”


“Aku tidak menyukainya, lagipula hubungan ini hanyalah hungan palsu. Tidak perlu sampai membuat hal palsu ini semakin menjadi parah.”


“Benar juga.” Setidaknya apa yang dikatakan oleh Lucy ada benarnya, jika sampai kebohongan ini menjadi lebih besar maka ini akan menjadi masalah dimasa depan nantinya.


Beberapa lama setelah itu, di dekat taman.


“Komandan.” (Grild) Grild datang menghampiriku.


“Apa sudah selesai?”


“Kami sudah membereskannya.”


“Kalau begitu bagus.”


“Tapi, ada sesuatu yang kami dapatkan.”


“Huh?” Grild memberiku sesuatu. “Ukiran kayu?”


“Putri, apa itu? Eh? Ukiran kayu?”


“Kami mendapatkannya dari salah satu penyusup yang mencoba untuk kabur.”

__ADS_1


“Begitu.”


“Kami juga mendapatkan beberapa informasi lainnya.”


“Informasi apa?” Grild mulai menjelaskan informasia apa yang ia dapatkan dari salah satu penyusup itu.


Beberapa lama setelah itu.


“Grild, kau boleh pergi. Terimakasih atas kerja keras kalian.”


“Ya.” Grild pergi.


“Putri, bukankah itu...”


“Ya, sebuah pernyataan perang.” Sebuah pasukan besar sedang menuju kemari, dan pasukan itu berasal dari kerajaan Frind. Kerajaan berkembang yang berada sangat jauh dibangian utara dari kerajaan ini. “Lucy, apa pernah terjadi sesuatu antara kerajan ini dengan kerajaan Frind?”


“Tidak ad-, tunggu sebentar..”


“Huh? Apa ada? Apa kau ingat sesuatu?” Melihat sikapnya, sudah pasti pernah terjadi sesuatu yang membuat kerajaan Frind memulai perang ini.


“Kalau tidak salah, beberapa tahun lalu pernah terjadi sesuatu.”


“Apa itu? Apa kau ingat?”


“Itu bertepatan dengan hari ulang tahunku yang ke-10.”


“Sudah jangan basa-basi, cepat jelaskan.”


“Seperti biasa, kau terlalu terburu-buru. Baik-baik, aku akan mejelaskannya. Wilayah milik kerajan Frind jatuh ketangan raja-, maksudku ayah. Dan sebagai hadiah, wilayah yang didapatkan dari kerajaan Frind diberikan padaku.”


“Hah? Apa ini masih dalam masa perebutan kekuasaan? Melakukan hal kuno seperti itu.”


“Tapi memang ini kenyataanya, mau bagaimana lagi.”


“Hanya karena masalah sepele seperti itu mereka mencoba untuk menyulut sebuah perang besar. Apa mereka bodoh atau apa.”


“Entahlah.”


“Memangnya, wilayah seperti apa yang kau dapatkan?”


“Tidak ada yang spesial, cuma wilayah yang sebagian besar penuh dengan batu bara dan besi.”


‘Woy woy, kau bercanda. Bukankah itu barang yang sangat berharga.’ Jika memang benar seperti itu, wajar saja kalau kerajaan Frind ingin mengibarkan bendera perang. “Lucy, apa kau tau kalau wilayah yang diberikan oleh raja padamu sebagai hadiah ulang tahunya itu sangat berharga.”


“Eh, benarkah? Aku tidak tau, dan aku juga tidak peduli. Lagipula diusiaku saat ini mengurusi sebuah wilayah akan membuat kreatifitasku terhambat.”


“Lalu, siapa yang memengang kuasa di wilayahmu?”


“Hmm, aku menunjuk salah satu orang yang sangat aku percayai.”


“Begitu.” Meskipun demikian, aku tak berniat untuk menambah masalah lebih jauh lagi dengan hal ini. Memberantas penyusup itu sudah melenceng jauh dari apa yang aku rencanakan. “Oh ya Lucy.”


“Huh? Ada apa?”


“Besok kita akan kembali, kan.”


“Iya.”


“Lalu, bagaimana dengan kerajaanmu ini?”


“Tenang saja, raja-, maksudku ayah pasti bisa mengatasinya. Lagipula saat kerajaan ini diserang bala bantuan dari kerajaan tetangga akan dengan sigap membantu untuk melindungi kerajaan ini.”


“Begitu, kalau begitu tidak masalah.” Jika dia bilang tidak masalah berarti tidak ada hal lain lagi yang perlu aku cemaskan. Sebenarnya aku berencana untuk mengirimkan seluruh pasukanku untuk setidaknya mengurangi jumlah pasukan musuh, tapi sepertinya itu tidak dibutuhkan.


“Putri, apa ada tempat yang ingin kau kunjungi?”


“Tidak ada, tapi setidaknya aku ingin menikmati jalan-jalan dikerajaan ini sebelum kembali besok.” Hari ini adalah hari tenang dalam hidupku, setidaknya begitu.

__ADS_1


__ADS_2