Princess In Another World

Princess In Another World
Menyebalkan


__ADS_3

Seekor naga datang, dan karena semua penyihir yang ada di pasukan Atrin sudah berhasil dibunuh.


Groaaarrr.


“P-Pasukan, m-mundur!!” (???) Para prajurit yang semulanya mengepung Grild dan juga Famus, mereka semua dengan cepat langsung pergi meninggalkan mereka.


“Ini kesempatan.” Famus perlahan membopong tubuh Grild yang mulai melemah untuk pergi menjauh dari tempat ini.


Sementara itu, sang naga itu mulai memporak-porandakan pasukan dari kerajaan Atrin yang mencoba untuk kabur.


Beberapa lama setelah itu.


“Famus, apa yang terjadi padanya?” (Laren)


“Dia terkena serangan salah satu penyihir, kita harus segera membawanya kembali.”


“Baiklah. Famus, kau cepat bawa Grild kembali. Lukanya harus segera diobati.”


“Baik.” Famus pergi menaiki kuda yang dibawanya bersama dengan Grild yang sudah tak sadarkan diri.


“Laren, naga itu...” (Dirk) Mereka berdua masih memperhatikan apa yang terjadi, para pasukan Atrin sudah mundur dan meskipun begitu sang naga masih tetap menyerang mereka.


“Iya, dia naga yang kita temui waktu itu bersama komandan.”


Sementara itu, area militer, markas khusus.


“Ha, aku ingin istirahat.” Melakukan semua ini membuat istirahat sebentar tidak membantuku. “1, tidak, 2 hari saja. Biarkan aku tidur dengan tenang untuk sementara waktu.” Aku perlahan mulai menutup mataku. ‘Iona, tolong gantikan aku..’


Gubrakkk.


“A-Ada apa??” Saat aku ingin tertidur, tiba-tiba saja pintu terbuka dengan cukup keras dan itu membuatku kaget.


“Komandan. Grild, Grild!” (Famus) Saat aku melihat ke arah Grild.


“Famus, segera baringkan dia.”


“Baik.” Grild dibaringkan dilantai.


‘Ini cukup parah.’ Lukanya cukup dalam, dan entah sudah berapa banyak darah yang mengalir keluar dari lukanya. ‘Baiklah.’ Aku mengambil kain dan melingkarkannya ke tubuhnya untuk menghentikan aliran darahnya. ‘Obat, o

__ADS_1


obat, obat apa yang bisa aku pakai untuk kondisi sekarang.’ Aku berhenti sejenak untuk berfikir.


“Komandan...”


“Famus, tenanglah aku sedang berfikir.” Aku mencoba untuk mengingat apa yang sudah aku dapatkan di dalam perpustakaan itu. ‘Pengobatah herbal, luka dalam, luka fatal, menghentikan pendarahan, obat penawat, obat penyembuh, tanaman herbal.’ Aku mencoba untuk memikirkan hal itu.


Beberapa saat kemudian.


“Benar juga.” Aku mendapatkannya. Sebuah bahan yang bisa aku gunakan disaat seperti ini. ‘Kalau tidak salah dibelakang markas ini ada.’


“Komandan, anda mau pergi kemana?”


“Famus, tekan luka yang ada di tubuh Grild dengan kain, jangan biarkan darahnya keluar lagi.”


“Baik!”


Beberapa saat kemudian, di belakang markas khusus.


“Ini dia.” Tanaman merambat yang bisa digunakan untuk menghentikan pendarahan. Aku tak begitu ingat dengan namanya, tapi aku tau bentuknya karena itu ada didalam buku yang pernah aku baca. “Kalau tidak salah, cara mengambilnya seperti ini.” Aku mengambil batu, lalu memukul batang tumbuhan herbal ini sampai putus. “Bagus, sudah selesai.” Aku melakukan itu untuk membuat cairan yang ada di tumbuhan ini bisa keluar dengan mudah. Jika dipotong, serat-seratnya tidak akan terbuka oleh karena itu pilihan terbaik adalah memukulnya menggunakan batu.


Aku mengambil batang yang sudah terputus, dan segera kembali untuk aku gunakan pada Grild.


Beberapa saat kemudian.


“Sudahlah, jangan banyak tanya. Cepat ambilkan aku air.”


“Baik.” Famus pergi.


Aku menaruh tumbuhan itu di atas kain lalu melipatnya sampai seluruh bagian tumbuhan itu tidak terlihat. “Hmmm, sepertinya ini sudah cukup.”


Beberapa saat kemudian.


Famus kembali dengan seember air. “Komandan, ini airnya.”


“Terimakasih.” Aku mencelupkan kain yang berisi tumbuhan itu kedalam air dan setelah itu menempelkan kain itu ke tubuh Grild yang terluka. Aku terus mengulanginya selama beberapa kali, dan...


Cukup lama setelah itu.


‘Ha.. akhirnya selesai.’ Darahnya sudah tidak keluar lagi, tapi lukanya tidak bisa aku sembuhkan. “Famus, panggil pasukan yang lain. Suruh mereka membawa Grild ke dokter yang ada dikerajaan ini untuk diobati.”

__ADS_1


“Baik.”


Beberapa menit kemudian.


Famus memanggil beberapa prajurit dan mereka secara perlahan menggotong Grild dan membawanya. “Ha, aku sangat lelah.” Aku perlahan mulai menutup mataku. ‘Ini melelahkan, Iona gantikan aku. Selamat tidur.’


Entah sudah berapa lama aku tak merasakannya, sebuah ketenangan seperti ini. Seharusnya ketenangan seperti ini yang harus didapatkan oleh orang yang sudah mati sepertiku. Tapi... “Huh?” Dan lagi, aku dibangunkan secara paksa oleh Iona. Tapi, situasi ini sedikit berbeda. ‘Woy woy, apa yang sebenarnya sudah terjadi?’


Ruang rapat istana.


Seluruh orang berkumpul disini, dan yang paling penting. ‘Kenapa aku bisa ada disini.’ Aku berada didepan sini, sendirian. Seluruh orang yang ada disini melihat ke arahku. ‘Ha, sepertinya sudah terjadi sesuatu saat aku tertidur.’


“Putri Iona, apa pembelaanmu.” (Perdana menteri)


“Huh?” Aku yang tak tau apa-apa tiba-tiba saja disuruh membuat pembelaan. ‘Yang benar saja.’ Aku melihat sekeliling, baik ayah dan juga ibu tidak menghentikan mereka. “M-Maaf, pembelaan tentang apa?” Hal pertama yang harus aku ketahui adalah, kondisi saat ini, apa yang terjadi saat ini dan kenapa aku bisa berakhir disini.


“Salah-satu prajurit melihatmu sering datang ke area militer. Kau pasti tau kalau area militer itu adalah kekuasaan terlarang bagi anggota kerajaan.”


‘Eh? Aku baru tau itu.’ Entah itu benar atau tidak, tapi jika memang benar aku sama sekali tidak pernah mengetahuinya. Baik dibuku ataupun dimanapun.


“Dan kau malah seenaknya memasuki area militer tanpa kepentinggan, apa pembelaanmu.”


‘Jadi begitu.’ Aku sudah memikirkan sebelumnya apa yang akan aku katakan, tapi aku tak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya. “Aku kesana untuk mencari teman.”


“Haaa, apa anda kira anda bisa membodohi saya, tolong katakan dengan jujur. Apa yang sebenanya anda lakukan di area militer.”


‘Entah kenapa aku merasa kalau ia menekanku, dan aku juga merasakan ada hal yang aneh.’ Famus, Grild, dan juga Laren ada disini, ini kesempatan yang bagus. Aku sebenarnya sudah sedikit curiga dengan hal ini sebelumnya, tapi karena aku masih kekurangan bukti, jadi aku biarkan saja. Tapi saat ini.. “Laren, Dirk, Famus.. tangkap perdana mentri itu, dan segera introgasi dia.”


“Baik.” Mereka ber-3 langsung menghampiri perdana mentri yang mencoba menekanku itu.


“Tuan putri, apa yang kau lakukan.. apa kau tau akibat dari perbuatanmu ini.” (perdana mentri)


“Terserah kau mau bilang apa, tapi... Kerajaan mana yang sudah menyuapmu.” Seketika seluruh orang yang ada disini terkejut mendengar apa yang aku katakan. Seluruh orang yang ada disini mulai ribut, serta kebingungan.


“Kerajaan?” (???)


“Apa dia berkhianat?” (???)


“Tapi, dia itu perdana mentri lo..” (???)

__ADS_1


‘Nah. Sekarang perdana mentri, apa yang akan kau lakukan. Kau berniat untuk menekanku, tapi kau melakukan itu pada orang yang salah. Coba saja kau sedikit lebih cerdas, kau pasti bisa membuat rencana yang lebih baik dari ini. Jika itu kau lakukan, kau pasti bisa menjebakku.’ Hari ini, istirahatku diganggu oleh penjahat pemula ini. ‘Sangat menyebalkan.’


__ADS_2