Princess In Another World

Princess In Another World
Kerajaan Srevin


__ADS_3

Setelah mengalami perjalanan panjang yang cukup lama. Akhirnya kami sampai juga di kerajaan Srevin. ‘Seperti yang aku duga dari kerajaan maju.’ Berbeda dengan kerajaanku, kerajaan ini begitu luar biasa mulai dari keindahan dan juga aspek lainnya. Bisa dibilang kalau kerajaan ini sangat memukau.


“Kerajaan ini terlihat berbeda dengan dulu.” (Risa)


“Huh? Risa-oneesama, apa kau pernah kesini sebelumnya?”


“Iya, kalau tidak salah 3 atau 4 tahun yang lalu. Kerajaan ini berubah begitu pesat hanya dalam beberapa tahun terakhir.”


“Begitu, ya.” Jika memang benar seperti itu, pasti sudah ada orang yang membuat kerajaan ini berkembang pesat begitu cepat sampai seperti ini, dan pastinya juga ada banyak hal yang dikorbankan kerajaan ini untuk bisa sampai di puncak kejayaannya seperti sekarang.


Cukup lama setelah itu, diistana kerajaan Srevin.


“Wah, ini luar biasa.” Istana yang begitu megah dan juga sangat indah, setidaknya itulah yang hanya bisa aku katakan.


“Apa kalian perwakilan dari kerajaan Thrown?” (Prajurit) Sebelum masuk, beberapa prajurit menanyai kami.


“Ya, aku Iona L. Thrown dan kedua orang ini adalah orang yang akan membantuku dalam pertemuan kali ini.”


“Kalau begitu, silahkan masuk.” Kami masuk kedalam istana yang megah dan luas serta indah ini.


Beberapa lama setelah itu, kamar tamu.


“Ha, tempat ini sangat nyaman.” (Lucy)


“Apa kau berniat untuk tinggal di kerajaan ini? Jika kau memang berfikiran seperti itu, dengan menikahi tuan putri kerajaan ini kau bisa dengan mudah tinggal disini.”


“Putri, tanpa kau sadari ucapanmu itu selalu menyakitiku lo. Bagaimanapun juga suatu hari nanti aku akan menikahi gadis yang aku sukai, dengan begitu aku bisa menikmati kehidupanku dengan bahagia bersama dengan gadis yang aku sukai itu.”


“Memangnya, kau sudah punya gadis yang kau sukai itu?”


“Untuk saat ini masih belum, aku masih ingin menikmati masa mudaku terlebih dahulu. Dan jika bisa, setelah itu aku juga ingin merasakan jatuh cinta.”


“Begitu.” Saat aku mendengar hal itu, entah kenapa aku juga mengingat sesuatu. ‘Masa mudah, ya.’ Untukku yang hanya menghabiskan hidupku untuk berjuang setiap harinya, aku jadi tak pernah tau apa itu manisnya masa muda dan juga jatuh cinta.


Kehidupanku sebelumnya begitu keras, bekerja, dan menghabiskan waktu untuk menemukan hal baru. Hanya itu dan karena itu aku tak pernah merasakan yang namanya manisnya masa muda.


“Putri, ada apa?”


“Tidak ada apa-apa. Oh ya, Risa-oneesama lama juga, ya.”


“Dia bilang ada sedikit urusan, jadi dia pergi. Dan lagipula...”


“Lucy, ada apa?” Nadanya tiba-tiba saja berubah dan entah kenapa itu mengubah suasana disini.


“Lihat itu.” Menunjuk ke arah luar jendela.


“Tidak ada apa-apa disana.” Saat aku melihatnya, aku sama sekali tidak melihat apapun. Yang bisa aku lihat hanyalah perumahan biasa yang ada dibelakang kerajaan ini.


“Jadi, kau tidak bisa melihatnya, ya.”


“Apa yang sebenarnya kau lihat?” Ia melihat apa yang tidak bisa aku lihat.


“Bagaimana kalau kita jalan-jalan sebentar.”


“T-Tunggu, kau belum menjawab pertanyaanku.”


“Sudahlah, ayo.” Lucy pergi dari ruangan ini, dan aku terpaksa mengikutinya.

__ADS_1


Beberapa menit setelah itu.


Perumahan di belakang kerajaan. ‘Cih, jadi ini, ya.’ Dari dekat aku bisa melihat segalanya. Semua yang bisa dilihat oleh Lucy tadi.


“Memberikan pelindung sihir untuk menyamarkan keadaan tempat ini, aku tak menyangka kerajaan maju seperti Srevin melakukan hal ini.” (Lucy) Berbeda dengan tempat yang aku lihat sebelumnya, dari dekat tempat ini terlihat sangat kumuh dan juga berantakan. Ini sangat berbanding terbalik dengan apa yang aku lihat sesaat setelah memasuki kerajaan ini.


“Komandan.” (Grild) Grild tiba-tiba datang menghampiriku.


“Kau, Grild.” (Lucy)


“Pangeran Lucy, maaf menggangu anda.”


“T-tidak, kau tidak menganggu. Tenang saja.”


“Grild, ada masalah apa? Apa yang terjadi?” Ini lebih lama dari apa yang aku bayangkan, mereka sepertinya cukup kesulitan untuk memasuki kerajaan ini.


“Maaf komandan, penjagaan kerajaan ini sangat ketat dan sangat sulit untuk dilewati.”


“Begitu.” Kemungkinan karena adanya rapat penjagaan dikerajaan ini diperketat.


“Kami berhasil memanfaatkan celah yang ada dan berhasil memasuki kerajaan ini.”


“Itu bagus. Lalu, informasi apa yang sudah kalian dapatkan?”


“Wilayah bagian belakang ini dimiliki oleh orang yang berbeda, wilayah ini bukan bagian dari kerajaan.”


“Huh? Bukan bagian dari kerajaan?” (Lucy)


“Jadi, wilayah ini dipimpin oleh orang yang berbeda, begitu?”


“Begitu.” Ini sangat berbeda dengan area milik kerajaan Srevin. Jika dibilang ini bukan bagian dari kerajaan, itu sedikit tidak mencurigakan. Pemasangan pembatas disini membuat tempat ini terlihat baik-baik saja jika dilihat dari kejauhan, tapi padahal aslinya tidak. “Lalu, hal apa lagi yang kau dapatkan?”


“Para penduduk area belakang mulai membuat kudeta, dan kudeta itu sendiri dipimpin oleh pangeran Yudan.”


“Pangeran Yudan?”


“Tunggu, pangeran Yudan.” (Lucy)


“Lucy, kau mengetahuinya?”


“Iya, meskipun tidak begitu akrab tapi aku dan dia pernah bertemu dan berbicara beberapa kali dalam beberapa kesempatan.”


“Begitu.”


“Dia adalah pangeran kerajaan ini.”


“Eh?!” Aku cukup terkejut mendengar hal itu. ‘Pangeran yang memimpin kudeta untuk menggulingkan kekuasaan penguasa yang bukan bagian dari wilayahnya.’ Aku masih belum mengerti apa yang sebenarnya dipikirkan olehnya. Menjadi pemimpin kudeta, jika sampai kudeta itu gagal maka hukuman kematian yang akan datang baginya. Baik itu untuk pemimpin dan juga anggota sekalipun.


“Komandan, ada satu hal lagi yang ingin saya sampaikan.”


“Apa?”


“Saya dengar, rapat ini dilakukan untuk membantu pelancaran kudeta itu.”


“Huh? T-Tunggu sebentar, itu berarti yang mengundang kita ke kerajaan ini bukan raja?”


“Sepertinya begitu.”

__ADS_1


“Haa.” Entah kenapa setelah mendengar hal itu membuat semangatku menurun. “Grild, kau boleh pergi. Dan cari informasi lain lagi.”


“Baik.” Grild pergi.


“Putri, apa kau tidak merasakan sesuatu yang sedikit aneh?”


“Kau juga merasakannya, ya”


“Iya. Dia bisa mendapatkan informasi sebanyak itu dalam waktu singkat. Dan lagi, buaknkah informasi yang dia dapatkan itu sangat berharga.” Yang Lucy katakan itu sangat benar, informasi mengenai rencana kudeta, dan informasi pemimpin kudeta itu sendiri sangat berharga dan seharusnya dirahasiakan. Tapi, Grild bisa mendapatkannya dengan mudah. “Aku bukannya tidak mempercayai kemampuannya, tapi bukannya itu sangat aneh. Dan lagi dia baru saja datang ke kerajaan ini.”


“Aku mengerti apa yang ingin kau katakan. Sepertinya memang ada yang aneh.”


“Tuan putri, sebaiknya kita segera keluar dari tempat ini.”


“Ya.”


Beberapa lama setelah itu. Area istana, taman istana.


Area ini cukup sepi dan juga tempat ini sangat cocok untuk menjadi istirahat sejenak. “Putri, sepertinya informasi tentang kudeta itu emang benar adanya dan juga informasi mengenai siapa yang memimpin kudeta itu juga benar.” (Lucy)


“Apa dasarmu mengatakan hal itu?”


“Ada sebagian penduduk yang menyukai hidup mereka yang sekarang, dan mereka mencoba untuk menolak kudeta itu dengan cara ikut serta dan…”


“Menusuk pangeran dari belakang, begitu?”


“Iya. Bisa dibilang, saat rencananya sudah dimulai mereka akan mulai menghianati pemimpin dan dengan begitu, pemimpin kudeta itu akan dibunuh beserta anggotanya. Dan bagi yang berkhianat akan selamat, dengan begitu keadaan mereka tidak akan berubah.” Aku menepuk pundak Lucy. “Putri, ada apa?”


“Maaf Lucy, aku sudah mengiramu sebagai orang bodoh selama ini, dan ternyata aku salah. Kau sebenarnya sedikit cerdas.”


“Berhentilah mengatakan hal itu, kau selalu membuat hati kecilku terluka karena ucapanmu.”


“Hahaha. Baiklah, aku sudah punya rencana untuk hal ini.”


“Huh? Kau sudah memikirkannya?”


“Ya, setidaknya rencana yang aku buat ini tidak begitu buruk.”


“T-Tunggu sebentar putri, kau baru saja mendengar informasinya dan kau juga sudah selesai membuat rencananya?”


“Ya, seperti itulah. Jika otakmu encer sepertiku mungkin kau juga bisa melakukannya.”


“Putri, aku kira kau hanya seorang gadis normal seperti gadis biasanya. Aku tak tau kalau didalam dirimu kau terlihat seperti monster pemikir. Awwww…”


Aku memukul kepalanya dengan sangat keras. “Siapa yang kau bilang monster?”


“M-Maaf, aku tidak akan mengatakannya lagi.”


“Baguslah jika kau mengerti, sekarang waktunya kita menuju ke ruang rapat.”


“Eh, sudah waktunya kah?”


“Tentu saja, saat sampai di ruang rapat nanti. Aku akan segera menjalankan rencananya.” Setidaknya itulah yang aku rencanakan, tapi pada kernyataanya.


Ruang rapat.


‘A-Apa-apaan ini!’

__ADS_1


__ADS_2