Princess In Another World

Princess In Another World
Sebuah Peringatan


__ADS_3

Siang hari ruang tahta.


"Ayah, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu." Saat ini ayah sedang berdiskusi bersama dengan para perdana mentri lainnya. Aku tak tau apa yang sedang mereka diskusikan tapi saat ini aku tak ingin tau karena aku ingin segera menyelesaikan masalah ini.


"Tuan putri Iona, tapi sekarang kami sedang..." (perdana mentri)


"Kalian boleh pergi sekarang."


"Tapi yang mulia..."


"Kita bisa melanjutkan ini nanti, sekarang aku harus berbicara dengan putriku ini."


"Baiklah yang mulia." Mereka pergi dari tempat ini, dan hanya ada aku dan ayah saja di sini.


"Iona, ada apa?"


"Aku ingin menolak tawaran pernikahan dari kerajaan Ruens, karena jika aku menerimanya akan terjadi sesuatu yang buruk bukan hanya pada kerajaan ini tapi pada dunia ini juga."


"Iona, apa yang kau katakan."


Tujuan mereka yang sebenarnya adalah aku, mereka ingin menggunakanku sebagai alat untuk membuat strategi yang ampuh untuk menghadapi para pasukan musuh. Dengan kekuatan tempur dari kerajaan Ruens dan juga strategi dariku, menguasai dunia bukanlah hal yang tidak mungkin.


Entah dapat dari mana mereka tentang diriku ini, tapi setidaknya hal itu tidak boleh sampai terjadi. "Iona, atas dasar apa kau menolak pernikahan ini?"


Aku menjawabnya dengan sangat yakin. "Karena ini sama sekali tidak akan menguntungkan kita."


"Apa maksudmu?"


"Jika kerajaan ini dan juga kerajaan Ruens sampai bergabung dengan cara pernikahan. Suatu hari nanti pasti kerajaan ini akan jatuh kepada pangeran dari kerajaan Ruens." Aku berkata seperti itu karena hanya Iona anak tunggal dari mereka, dan jika sampai aku menikah maka seluruh kerajaan akan berpindah tangan kepada sang suami dan itu berati pangeran kerajaan Ruens. Jika sampai hal itu terjadi, maka tidak diragukan lagi. Kekacauan besar akan segera terjadi tepat setelahnya.


"Itu memang benar, tapi apa masalahnya."


"Itu adalah masalahnya... Jika sampai hal ini terjadi, apa ayah akan tau apa yang akan terjadi setelah belasan tahun berikutnya?" Aku berkata seperti itu karena saat itu mungkin posisi raja sudah digantikan dengan raja yang baru.


"....." Ayah tidak menjawab, itu berarti ia tidak mengetahuinya.


"Perang yang sangat besar akan terjadi, pertumpahan darah akan terjadi diseluruh dunia. Itu semua yang akan terjadi jika sampai pernikahan ini dilaksanakan."


"Iona, bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi?"


"Itu mungkin saja, meskipun aku tidak bisa melihat masa depan tapi..." Dunia ini terlalu mudah. "Aku bisa dengan mudah memprediksinya." Dunia ini sangat mudah ditebak, meskipun awalnya aku kesulitan. Tapi ini bisa diatasi dengan mudah. 


"Iona..."


"Hanya itu yang ingin aku bicarakan. Aku harap ayah mengingat baik-baik apa yang baru saja aku katakan. Oh ya, jika sampai pernikahan ini terjadi mungkin saja sifat dari putrimu ini akan berubah." Aku perlahan keluar dari ruangan ini.


-------------


Kamar


"Agggghhhkkkk... I-Iona, a-aku minta maaf, aku tidak akan melakukan hal itu lagi.. A-Aku janji!!" Rasa sakitnya menghilang. "Ha, ha, ha... Tapi, aku rasa ini akan berhasil." Iona menyakitiku karena aku sudah bertindak tidak sopan pada ayahnya, mungkin seperti itu. 

__ADS_1


Aku kemudian berbaring. "Ha... Iona, bisa gantikan aku sebentar. Aku ingin istirahat." Masalah kali ini cukup menguras seluruh emosiku, dan oleh karena itu aku saat ini sedang kelelahan.


"Ah... Kasur ini sangat empuk, sangat nyaman." Rasa nyaman ini membuatku tenang, dan perlahan kesadaranku mulai menghilang. "Iona, selamat tidur."


----------------


Malam hari, pertemuan di sebuah tempat rahasia


"Raja Alferd, bagaimana apa kau sudah memutuskan pilihanmu?" (???)


"Sebelumnya, aku minta maaf raja Grade."


"Ada apa?"


"Aku tidak bisa menerima tawaranmu itu."


"K-Kenapa? Bukannya tawaran itu akan sangat menguntungkan untuk kerajaanmu."


"Itu memang sangat menunguntungkan, tapi sayangnya aku tidak bisa mengorbakan kebahagian putriku hanya untuk ambisiku ini."


"Kau terlalu lemah raja Alferd, ini semua untuk kerajaan dan juga rakyatmu."


"Raja Grade, sebelum aku pergi dari tempat ini. Aku ingin bertanya sesuatu."


"Apa itu?"


"Apa kau pernah berfikir tentang apa yang akan terjadi di masa mendatang?"


"Begitu, ya. Maaf raja Grade, aku harus menolaknya. Memang ini terlihat menuguntungkan, tapi ada seseorang yang berkata padaku kalau jika aliansi ini terjadi maka perang akan terjadi di seluruh penjuru dunia. Aku yang sama sekali belum pernah berfikiran seperti itu, membuatku sangat kebingungan. Tapi, setelah mendengar apa yang kau katakan barusan aku menjadi sangat yakin dengan keputusanku ini." Raja Alferd pergi dari tempat itu.


"Sialan!! Bagaimana dia tau hal itu... Seharusnya tidak ada yang tau tentang rencana perubahan masa depan yang sudah aku buat ini. Tapi, bagaimana dia bisa mengetahuinya. Rencana ini hanya aku seorang yang mengetahuinya. Siapa orang yang sudah membertahu raja bodoh itu, tidak akan aku maafkan." 


-----------------


Pagi hari, kamar.


"Hoaammm... Sudah pagi, ya" Aku tidur lama sekali, mungkin aku kelelahan karena bekerja terlalu keras. 


Mandi dan bersiap-siap. Hari ini aku ingin sedikit menenagkan pikiranku dari segala kerisauan yang aku miliki. "Strategi perang, latihan, menjadi tuan putri. Bodo amat, selama 1 hari ini aku ingin menikmati hidupku yang menyenangkan. Melakukan apapun yang aku suka, bukan apapun yang menjadi ambisiku. Aku ingin melepaskan beban yang ada padaku sebentar saja untuk bersenang-senang."


Sekolah kerajaan saat ini masih diliburkan karena kejadian penyerangan waktu itu. Dan oleh karena itu, aku ingin bersenang-senang selama 1 hari penuh sebelum sekolah kerajaan dibuka kembali, dan segala sesuatu yang bisa merusak hariku ini tidak akan aku ampuni.


"Tuan putri, waktunya sarapan."


"Ya, aku akan segera kesana."


--------------


"Iona, hari ini kau terlihat bahagia. Apa yang sudah terjadi padamu?" (Ibu)


"Hm... Benarkah?"

__ADS_1


"Jika kau tersenyum seperti itu, siapun yang melihatmu pasti akan bertanya seperti apa yang ibumu katakan barusan."


"Begitu, jadi ketahuan, ya."


"Ha..."


"Lalu Iona, ada apa? Apa ibu boleh tau?"


"Hari ini aku ingin bersenang-senang, berjalan mengelilingi kota, pergi ketempat yang belum pernah aku datangi, dan juga melakukan hal yang belum pernah aku lakukan. Seperti memancing, bermain bersama hewan dan masih banyak hal yang ingin aku lakukan lainnya."


"Wah, sepertinya itu sangat menyenangkan. Apa ibu boleh ikut?"


"Tidak, ini adalah hari spesial untukku. Aku ingin bersenang-senang sendiri."


"Ah... Ibu sedih."


Aku tau kalau kesedihan ibu hanyalah pura-pura. "Kalau begitu, ayah akan siapkan prajurit untuk-..."


"Jangan, aku tidak ingin diganggu siapapun. Aku ingin menikmati hari ini."


"Kalau begitu, apa aku boleh ikut.." (???)


"Sebuah suara terdengar dari belakangku."


"Ah, Shiryu. Kau sudah selesai."


"Shiryu? Siapa dia?" Aku baru pertama kali melihatnya, dan diingatan Iona aku juga tidak melihat ada dia.


"Apa aku boleh ikut dalam rencanamu itu." Tiba-tiba saja ia langsung memengang pundakku dan dilanjutkan dengan mendekatkan wajahnya pada telingaku. "Aku juga ingin ikut bersenang-senang bersamamu."


Ini membuatku sangat kesal, sangat-sangat kesal. "LEPASKAN TANGANMU DARIKU!!" Aku langsung menepis kedua tangannya dari pundakku. "Siapa kau berani melakukan hal seperti ini padaku?!"


"Iona, kau jangan berbcara seperti itu. Dia kan adalah calon suamimu."


"C-Calon suami.... T-Tidak mungkin." 1 hal yang memungkinkan hal seperti ini terjadi. Ayah sudah menerima permintaan aliansi dari kerajaan Ruens, dan orang ini adalah pangeran kerajaan Ruens. "I-Ini tidak mungkin!!!"


"Iona, apa yang terjadi padamu."


"JANGAN MENDEKAT!!" Mereka mencoba untuk mendekatiku. "Ini hanya mimpi, aku hanya perlu bangun, aku hanya perlu bangun. Ini pasti hanya mimpi."


Duaaarrrr


Terdengar suara ledakan dari luar. "Suara apa itu?"


"Sepertinya sudah dimulai." (Shiryu)


"A-Apa yang kau katakan?"


"Lihat saja sendiri."


Karena penasaran, akupun melihat ke arah luar dari kerajaan ini. "A-Apa-apaan ini!!" Sebuah kekacauan besar terjadi diluar istana ini. "Oy oy jika ini bukan mimpi, apa yang sebenarnya terjadi saat aku tertidur."

__ADS_1


See you on the next Chapter....


__ADS_2