
Tap tap tap
Bunyi langkah kaki seseorang. Cahaya lampu yang remang-remang tak membuat langkah kaki tersebut menyerah untuk mengejar targetnya. Targerpun berlari ketakutan melewati setiap lorong dan berharap bisa keluar dari perangkap tersebut.
Targetpun mulai kelelahan ditandai dengan laju larinya yang mulai melambat. Dengan kesadaran yang hampir hilang, sosok itu tersandung sebuah pot tanaman. Bunyi berdebum memenuhi lorong tersebut. Sosok itu mengaduh kesakitan, sementara langkah kaki tadi kembali tetdengar dan kini pemilik langkah kaki itu sudah berada didepannya.
__ADS_1
"Berhenti! jangan mendekat!"Teriak sang target.
"Kau tah, aku sudah agak lama menyukaimu. Tapi kau malah menyiksaku. he he he."ucap sosok di depan.
"Ma..maafkan aku! a..aku tidak ber maksud begitu."target mulai gemetar.
__ADS_1
"A..aku tidak mau! aku ingin keluar! biarkan aku pergi!"teriaknya, namun sosok di depannya tidak mendengarkan dan semakin mendekat.
"He he he. Oh sayang sekali, hadiahku tidak bisa di tolak."
Tiba-tiba sosok di depan itu mengambil sesuatu dibalik rok putihnya. Sebuah pisau yang sudah mulai berkarat dan siap di gunakan. Di arahkannya pisau itu ke target. Dan bagian pertama yang di tusuk adalah perut lalu mata dan terakhir jantung.
__ADS_1
"Aku suka kau. He he he. Aku beri kau hadiah. He he he. Yang tidak bisa di tolak. He he he. Yaitu MATI DI TANGANKU."ucap sosok itu lalu berbalik badan dan pergi menghilang di telan kegelapan.