Pura Pura Jatuh Cinta

Pura Pura Jatuh Cinta
Percaya saja dengan jodoh!


__ADS_3

Waktu menjelang siang,,,,


Risya sudah berada di dalam pesawat dan sebentar lagi pesawat akan segera take off dan menuju ke Indonesia. Sebelum pesawat take off, Risya sudah memodekan ponselnya dengan mode pesawat. Lalu dia memasang earphone dan mendengarkan murotal sembari memejamkan matanya. Tidak lama kemudian pesawat sudah mulai bergerak dan akan lepas landasan.


Sementara itu, di kantor Caka,,,,


Caka baru selesai memeriksa ulang laporan dari kepala Devisi. Ini juga karena kesalahannya sendiri sampai dia harus memeriksa ulang semuanya. Setelah selesai memeriksa ulang, Caka membereskan kertas-kertas yang ada diatas mejanya, lalu di raih ponselnya dan Caka membuka galeri ponselnya. Disana dia melihat foto Risya yang saat itu tengah memilih mantel untuk mamanya Caka. Meski foto itu hanya terlihat dari samping, karena Caka mengambilnya dengan diam-diam.


"Judes!! kamu benar-benar mengganggu pikiranku!" ucap Caka sendiri saat menatap foto Risya.


Kemudian Caka baru ingat jika Risya pernah meminjam ponselnya untuk menghubungi nomernya beberapa hari yang lalu. Caka mencari panggilan keluar dan melihat ada nomer baru disana dan diyakini itu adalah nomer ponsel Risya. Karena tidak ada nomer baru lain selain nomer itu.


Lalu Caka menyimpannya dan melihat nomer itu tersambung dengan aplikasi WA. Caka mengklik label wa lalu melihat, nomer itu aktif beberapa menit yang lalu.


"Apa aku kirim pesan dulu?! ahh,, pasti dia akan ke GRan dan mengejekku jika aku rindu kepada nya!" ucap Caka ragu.


Namun rasa didalam hatinya menyuruh Caka untuk mengirimkan pesan lebih dulu kepada Risya.


_Risya Judes_


"Hai Risya,,, apa kabar?!"


Setelah mengetik pesan itu, Caka menghapusnya.


"Aaarrgghhh!! jijik banget! ngapain coba nulis kayak gitu!" Sarkas Caka pada dirinya sendiri


_Risya Judes_


"Judes lagi apa?!"


Kemudian Caka menghapus pesannya lagi dan melempar ponselnya diatas meja.


"Ahh sudahlah! untuk apa juga aku mengirim pesan!! Kurang kerjaan aja!" Sarkas Caka yang kemudian dia beranjak dan akan keluar dari ruangannya. Caka menyaut ponsel dan juga kunci mobilnya.


"Tuan mau kemana?" tanya Sekretaris Caka ketika melihat Caka keluar dari ruangannya


"Aku mau pulang! tolong kamu bereskan mejaku dan laporan yang ada di atas meja itu jadikan satu file" perintah Caka


"Baik tuan,,, tadi mas Alvin bilang akan kembali ke kantor sedikit terlambat karena mau ke apotik membelikan obat ibunya"


"Oke" jawab Caka yang kemudian melenggang pergi meninggalkan sekertaris nya.


Caka masuk kedalam Lift VIP dan turun kebawah menuju lobby. Caka kembali mengambil ponselnya dan membuka pesan lalu mencari nama Risya Judes


_Risya Judes_


"Hai judes,,,," Saat Caka ingin menghapus, bukan malah terkirim pesan itu ke nomer Risya


"Yah!! kok malah ke kirim!" sarkas Caka pada dirinya sendiri.


Ting!


"Ahh sudahlah!!"

__ADS_1


Pintu lift terbuka lalu Caka keluar dari lift dan berjalan keluar menuju mobilnya. Lalu Caka masuk kedalam mobil dan menjalankan mobilnya menuju kerumahnya.


***


Beberapa jam kemudian,,,,


Pesawat yang di tumpangi Risya sudah mendarat dengan selamat di bandara, Kemudian Risya bersiap untuk segera turun dari pesawat. Rasya pun sudah berada di depan bandara untuk menjemput adiknya.


"Kak Rasya" Rasya menoleh saat mendengar panggilan dari adiknya


"Riris"


Lalu Rasya menghampiri adiknya dan mengambil kopernya.


"Ayo cepetan masuk,,"


"Iyaaa sabarr"


Kemudiaan keduanya masuk kedalam mobil dan meninggalkan bandara menuju kerumah.


"Gimana penelitian mu? jadi di Indonesia?" tanya Rasya


"Jadi dong,,,, eh tau gak kak, Riris dapet tempat penelitian di perusahaan besar" jawab Risya dengan penuh semangat


" Benarkah? Apa nama perusahaan nya?!" tanya Rasya


"PT. Surya Farma" jawab Risya


"What?!" Rasya terkaget-kaget mendengar jawaban Risya soal tempat penelitian nya.


"Dihh,, kenapa coba kaget gitu?!" tanya Risya


"Gak papa,,, bagus itu perusahaan besar dan ternama" ucap Rasya yang ingin tertawa namun di tahannya


"Iyah dong,,," jawab Risya dengan bangga karena bisa masuk kedalam perusahaan yang besar.


"Berapa bulan penelitian nya?! dan kapan mulai penelitian" tanya Rasya


"Emm,,, cuma 2 Minggu sih,, dan Senin besok Riris sudah bisa ke perusahaan itu" jawab Risya


"Ohhh,,, selamat deh,,, mudah-mudah lancaarrrrr!" ucap Rasya


"Aamiin,,,,,,," jawab Risya


Beberapa saat kemudian mobil Rasya sudah sampai di rumah, lalu Risya dan Rasya segera masuk kedalam rumah, Sementara didalam sudah ada papa dan mama yang menunggu kedatangan mereka.


Risya dan Rasya pun tertahan diruang tamu bersama papa Galang dan mama Gadis, mereka bercerita membahas soal penelitian Risya.


"Jadi kamu sudah dapat dapat tempat penelitian Ris?!" tanya mama


"Udah ma,,, dan Senin besok Riris udah mulai penelitian. Berharap sih segera selesai dan Riris bisa kembali ke Jepang untuk menyelesaikan tesis Risya"


"Aamiin,,, dan setelah itu kamu bisa mikirin kapan nikah" ucap mama

__ADS_1


"Belum ma,, Riris mau kerja dulu,,,"


"Mau kerja dimana?" tanya papa


"Riris mau jadi dosen pa haha kayak mama" jawab Risya


"Hmm terserah kamu saja" ucap papa


"Ya udah Riris mau ke kamar dulu ya,, capek bangett,,, itu oleh-olehnya ada di paperbag" ucap Risya yang kemudian pergi ke kamarnya, Sementara diruang tamu masih ada papa, mama dan Rasya.


"Ma,, pa,,, Riris penelitian di perusahaannya Kak Caka" ucap Rasya


"Apaaaaaa?!" Galang dan Gadis kaget bersamaan ketika mendengar ucapan Rasya


" Yang benar kamu?!" tanya mama gadis dengan antusias


"Iya,, Riris tadi cerita dia penelitian di PT Surya Farma, itu kan perusahaannya kak Caka!"


"Hahahahahahaha,,,,,,," Gadis tertawa keras lalu menutup mulutnya takut jika Risya mendengar


"Ya sudah biarkan saja dia penelitian disana, sukur-sukur sering ketemu Caka!" ucap mama Gadis


"Memang bisa ma?! Riris kan di lab ma, sedangkan Kak Caka kan di kantor utama" ucap Rasya


"Percaya saja dengan jodoh! kalau jodoh bakal menemukan jalannya sendiri!" ucap Mama Gadis


"Hahaha,,,, untung aku cowok, jadi gak perlu di jodohi kayak Riris!" ucap Rasya yang kemudian akan berlalu pergi


"Kalau kamu sampai usia 30 gak bawain mama mantu, lihat aja Rasya!" ucap mama Gadis


"Hiii mama serem!" Sarkas Rasya yang kemudian menghilang dari pandangan papa dan mama nya


"Yank,,,, seneng banget kamu ngejodohin anak-anak kita?! dulu aja kita gak gitu loh!" ucap Galang


"Heheeh iya ya mas,,, tapi gak papa lah,,, hehehe" jawab Gadis


"Kamu itu!! udah kita buatkan mereka adik lagi kalau gitu!" ucap Galang yang kemudian menarik istrinya ke kamar mereka


"Massss!!! kita itu bukan waktunya buat anak! tapi waktunya dapet cucu!!" Jawab gadis


"Gak Peduli!!" jawab Galang


Kemudian Galang membanting pintu kamar mereka setelah itu menguncinya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung,,,,,,


__ADS_2