
Risya sudah bersiap untuk penelitian pagi ini, Setelah sarpaan bersama keluarga, Risya pamit kepada papa dan mamanya.
"Riris pamit pa, ma,, assalamualaikum" ucap Risya
"Kamu pake aja mobil mama ris, nanti mama biar di anter papa kekampus" ucap mama Gadis
"Ohh,, ya udah mobil mama aku bawa kalau gitu" ucap Risya yang kemudian mengambil kunci mobil mama Gadis dan pergi meninggalkan mereka. Begitu juga Rasya yang pamit kepada orang tuanya untuk berangkat ke kantor.
" Gadis siap-siap dulu ya mas,," ucap gadis kepada Galang suaminya
"Iya,, jangan lama" ucap Galang, Lalu Gadis berjalan menuju ke kamar dan bersiap-siap untuk ke kampus.
Risya menjalankan mobilnya menuju ke perusahaan Surya Farma, karena ini pertama kalinya bagi Risya, dia pun menggunakan bantuan map untuk menuju ke Perusahaan itu. Hingga tanpa terasa Risya sudah sampai disana dan dia langsung memarkirkan mobilnya. Setelah itu Risya masuk kedalam kantor dan menemui resepsionis
"Selamat pagi,,,," ucap Risya dengan ramah
"Selamat pagi,, ada yang bisa saya bantu?!" tanya Resepsionis
"Saya Risya, anak magang di kantor ini, saya baru pertama kali datang kesini kak, dan saya harus menemui pak Rudy. Dimana ya kak ruangannya?" tanya Risya
"Ohh pak Rudy, anda lurus saja kebelakang nanti mentok belok kanan ada ruangan HRD, disana ruangan pak Rudy"
"Ohh begitu,,, Terima kasih ya" ucap Risya yang kemudian segera berjalan menuju ke ruangan pak Rudy. Sementara itu Caka baru saja sampai di kantornya, lalu dia berjalan tegas masuk kedalam kantor dan semua pegawai yang melihatnya menunduk hormat. Lalu Caka masuk kedalam lift VIP menuju keruangannya.
Risya bertemu dengan pak Rudy dan menyerahkan berkas tugas nya kepada pak Rudy. Pak Rudy membaca berkas itu lalu melaporkan kepada Caka terlebih dulu
"Hallo tuan,, ini mahasiswa dari Jepang yang akan melakukan penelitian di perusahaan kita sudah sampai, apa saya langsung bawa ke bagian produksi?!" tanya Pak Rudy
"Oh baik tuan" jawab pak Rudy yang kemudian mematikan sambungan telfon kantor
"Risya,, sebelum kamu melakukan penelitian ini, kamu harus menemui boss kami terlebih dulu. Karena bagaimanapun ini adalah privasi dari perusahaan dan kamu harus menemui pemilik perusahaan ini" kata pak Rudy
"Baik pak, saya tidak masalah" jawab Risya
"Oke, silahkan bawa berkas ini dan antarkan ke ruangan yang ada di lantai 20, nanti disana ada 1 ruangan dan ada sekertaris bos yang berjaga" kata pak Rudy
Kemudian Risya pamit dan keluar dari ruangan pak Rudy. Risya berjalan menuju lift dan masuk kedalam nya.
Ting!
__ADS_1
Pintu lift terbuka dan Risya sudah sampai di lantai 20 dari kantor itu. Risya melihat seorang wanita tengah duduk di kursi dan dikelilingi meja dengan tumpukan buku, lalu Risya menghampiri wanita itu
"Permisi mbak, saya,,, mau bertemu dengan pemilik perusahan ini, saya akan penelitian di sini dan pak Rudy menyuruh saya untuk menemuinya" ucap Risya dengan ramah
"Oh,,, sebentar yah" kata wanita itu yang langsung berdiri dan masuk kedalam ruangan bossnya.
Tak lama kemudian wanita itu keluar dan mempersilahkan Risya untuk masuk kedalam ruangan bossnya. Risya pun tidak membuang waktunya dan langsung masuk kedalam ruangan itu
"Selamat pagi pak" sapa Risya saat melihat orang yang tengah menatap luasnya pemandangan kota dari kaca, sedang Risya hanya dapat melihat punggung kursi kebesaran pemilik perusahaan itu. Risya sangat penasaran dengan pria yang berada di hadapannya, seolah sangat misterius. Lalu Caka memutar kursinya dan menghadap kearah Risya
"Caka?!" ucap Risya begitu kaget saat melihat siapa pria dibaliknya
"Hai Calon istri" jawab Caka yang kemudian berdiri dan menghampiri Risya
Risya tidak menyangka dunia se sempit ini, hingga dia harus bertemu lagi dengan pria super mesum ini. Lalu Caka duduk diatas meja dan menatap Risya dengan tatapan yang sulit diartikan
"Jadi,, mahasiswa dari Jepang itu kamu?!" ucap Caka
"Jika aku tau ini perusahaan mu, aku tidak akan pernah mau penelitian disini!!" sarkas Risya dengan ketus
"Haha,,, tapi sepertinya kita memang ditakdirkan untuk bersama, bukti nya kita kembali bertemu disini" ucap Caka
Risya tidak menjawab dan langsung memberikan berkas tugasnya kepada Caka. Kemudian Caka membaca surat tugas itu dan seharusnya Caka menempatkan Risya di bagian produksi obat-obatan namun karena mahasiswa itu adalah Risya, Caka ingin mengerjai Risya terlebih dulu
"Apa?! sekertaris?! aku tidak mau! aku disini mau penelitian produksi obat, bukan jadi sekertaris mu!" jawab Risya
"Aku yang punya perusahaan, jadi terserah aku mau menempatkan mu dimana!" ucap Caka
"Hiiih!! ngeselin banget sih kamu!!" ucap Risya geregetan dan ingin sekali memukul Caka yang berada dihadapannya dan malah tersenyum mengejek
"Kamu bener-bener nyusahin aku ya ka!!! mana bisa aku jadi sekertaris? lagian kamu kan sudah punya sekertaris cantik! tuh mbak-mbak yang ada di depan!" ucap Risya
"Kamu tidak perlu mengajariku! aku tau apa yang harus aku putuskan!" ucap Caka semakin mendekat Kearah Risya
Risya langsung panik dan berjalan mundur mengikuti langkah Caka yang semakin mendekat
"Kau,,,, kau,,, jangan terus mendekat!! aku akan teriak kalau kau berani macam-macam!" ancam Risya dengan wajahnya yang sudah pucat
Caka tersenyum santai dan sangat menikmati pucat nya wajah Risya saat itu. Hingga akhirnya Risya sudah menabrak dinding dan tidak bisa bergerak lagi
__ADS_1
"Teriak lah sepuas mu! ruangan ini kedap suara!" ucap Caka dengan senyum liciknya
"Kau,, kau benar-benar licik! pemaksa!" sarkas Risya
"Cepat putuskan, mau jadi sekertaris ku atau kau akan,,,," ucap Caka semakin mendekatkan wajahnya pada Risya, fokus Caka hanya pada bibir ranum Risya yang sangat menggangu pandangannya. Rasanya melambaikan-lambai memanggilnya dan ingin sekali dia melahapnya
Dengan kuat Risya mendorong Caka dan membuatnya mundur beberapa langkah kebelakang karena caka tanpa persiapan
"Aku gak jadi penelitian disini!!!" teriak Risya dan kemudian Risya akan pergi dari ruangan Caka namun Caka menarik lengannya hingga Risya menabrak dada bidang Caka
"Ouuch!!! hidungku patah!!" teriak Risya yang merasakan hidungnya sakit saat menabrak dada Caka
Caka hanya terkekeh melihat hidung mancung Risya berubah merah, dan diusap-usapnya dengan jari-jari Risya
"Kau akan tetap penelitian disini!" ucap Caka
"Gak! aku gak mau!" sarkas Risya menatap Caka dengan tajam
"Aku akan mengantar mu ke pusat produksi!" ucap Caka yang kemudian membuka pintu ruangannya dan keluar, Risya masih berdiri mematung menatap kepergian Caka, lalu Caka menoleh dan Risya langsung berjalan cepat menyusulnya.
Keduanya pun masuk kedalam lift dan turun kebawah. Lalu Caka berjalan ke belakang diikuti oleh Risya menuju ke bagian produksi yang ada di gedung belakang kantor utama.
Saat keduanya sampai di pusat produksi, Risya kaget melihat besarnya tempat itu dan terlihat banyak sekali pekerjaan disana. Lalu seorang wanita paruh baya menghampiri Caka dan menyapanya. Caka menjelaskan kepada wanita itu tentang Risya yang akan melakukan penelitian di pusat produksi obat-obatan mereka.
Setelah mengantarkan Risya, Caka akan kembali ke ruangannya
"Nanti jam makan siang, datanglah keruangan ku!" perintah Caka saat akan pergi meninggalkan Risya
"Ogah!" batin Risya
Caka melangkah pergi meninggalkan pusat produksi dan kembali keruangannya. Para pegawai heran ketika melihat Caka mengantarkan anak magang , karena tidak biasanya Caka melakukan itu. Sampai membuat tanda tanya besar bagi semua orang.
.
.
Bersambung,,,,
...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍...
__ADS_1
...❤️ Terima kasih sudah mampir,...
...Semoga Suka❤️...