
Malam menjelang,,,,,
Risya maupun Caka sudah bersiap untuk keluar malam ini. Setelah ibadah Isya' mereka, Caka keluar dari apartemen nya begitu juga Risya yang sudah keluar dari apartemen nya sendiri. Keduanya terlihat sedikit canggung ketika berbarengan keluar
"Judes,,, eh Risya" ucap Caka gugup ketika melihat Risya sedikit berbeda malam ini
"Apa sih! dasar mesum!" jawab Risya yang kemudian berlalu dari Caka dan berjalan menuju ke lift dan disusul Caka dibelakang Risya, kemudian mereka masuk kedalam lift bersama dan turun kebawah. Selama berada didalam lift keduanya terlihat diam saja tidak ada yang berbicara sama sekali dan hanya larut dengan fikiran masing-masing.
Ting!
Pintu lift terbuka dan keduanya melangkah keluar dari dalam lift menuju ke luar dan didepan sudah ada taksi yang sudah dipesan Caka sebelumnya. Kemudian Caka dan Risya masuk kedalam taksi.
"Doko ni iku no?"
(Kemana kita akan pergi tuan?)
"Matsuya Ginza" Jawab Caka
Risya langsung menoleh ketika mendengar jawaban Caka yang menyebutkan salah satu departemen store untuk kalangan menangan keatas yang pasti di ATM mereka tidak ada batasannya.
"Seneng banget sih natap aku kayak gitu! kamu suka sama aku?!" ucap Caka kepada Risya yang masih menatapnya
"Kamu bilang kita mau ke matsuya Ginza?!" tanya Risya
"Iya, memangnya kenapa? ada yang salah?" tanya Caka semakin mendekat kearah Risya, fokus Caka malah pada kelopak mawar Risya yang terus menggoda matanya
"Gak! gak papa! awas aja kalau kamu cuma lihat-lihat dan gak beli!" ucap Risya mendorong Wajah Caka menjauh darinya.
"Kau meremehkan ku Risya! Bahkan aku bisa membeli mall itu!" ucap Caka dengan santai
"Dih sombong sekali kamu mas!!" Sarkas Risya
"Hahaha kau panggil aku mas?!" Cakar merasa geli ketika Risya memanggilnya mas
"La namamu kan Dimas?" sahut Caka
"Oh iya ya benar juga!" jawab Caka masih terkekeh geli mendengar Risya memanggilnya Dimas
Beberapa saat kemudian taksi sudah tiba di tempat tujuan mereka, Lalu Risya dan Caka turun dari taksi setelah Caka membayar ongkos taksi mereka.
Kemudian keduanya masuk kedalam mall bersama.
"Kamu mau beli apa?" tanya Risya
"Ya aku gak tau! makanya aku ajakin kamu!" jawab Caka
"Hmm,,, adikmu suka apa?" tanya Risya
"Emm gak tau, biasanya kalau ke LN aku cuma belikan makanan" jawab Caka
Lalu Risya mengajak Caka ke sebuah butik dengan salah satu brand yang sudah mendunia. Keduanya memilih dan memilah barang apa yang cocok untuk adik Caka yang kakaknya sendiri tidak tau kesukaan adiknya.
Risya melihat sebuah mantel yang terlihat elegan dan cantik jika di kenakan untuk usia gadis remaja.
"Kalau ini bagaimana?" tanya Risya menunjukkan mantel itu kepada Caka
"Pilihan yang bagus!" jawab Caka
Lalu Caka menyuruh pelayan di butik itu untuk membungkusnya. Setelah itu Caka menyuruh Risya untuk memilihkannya lagi, tapi kali ini untuk mamanya. Kemudian Risya memilihkan satu lagi untuk mama Caka dan Caka juga langsung menyetujuinya.
"Kau ambillah, anggap saja sebagai hadiah dariku!" ucap Caka
"Gak! aku bisa beli sendiri!" jawab Risya yang tidak mau menerima tawaran Caka.
Lalu Caka mengambil mantel yang sempat dilihat Risya namun dikembalikan karena melihat harga mantel itu cukup fantastis. Setelah itu Caka membayar semua belanjaannya sementara Risya menunggu Caka didepan butik.
"Ayo kita makan,, pasti kau sangat lapar!" ucap Caka yang melangkah lebih dulu dan diikuti Risya dari belakang.
__ADS_1
"Kita makan disana saja, itu aman bagi muslim" ucap Risya
"Baiklah"
Kemudian keduanya masuk kedalam restoran dan akan makan malam bersama. Saat mereka akan masuk, Risya bertemu teman sekampusnya
"Risya"
Risya kaget bukan main ketika bertemu dua orang temannya yang juga dari Indonesia, dan cukup kepo dengan urusan pribadi teman-teman sekelasnya yang lain.
"Hay" jawab Risya merasa tidak enak
"Wah-wah,,, sepertinya Risya tidak akan menjadi perawan tua yah sekarang!, siapa tuh Risya,,, kok gak dikenalin sama kita?!"
Risya menatap Caka dengan tatapan bingung,
"Lea, Kania,,, ini Dimas,, mas ini Lea dan Kania temenku di kampus" ucap Risya saat melihat Caka
Caka hanya menatap keduanya bergantian dengan tatapan datar meski mereka tersenyum sangat manis
"Lea"
"Aku Kania"
Kedua gadis itu mengulurkan tangan mereka namun Caka tidak membalasnya sama sekali
"Dimas" jawab Caka datar tanpa ekspresi
Keduanya terlihat sebal ketika Caka bersikap sombong terhadap mereka.
"Dia,, siapa mu Ris?" tanya Kania
"Dia,,,, dia,,,, dia calon suamiku" jawab Risya yang kemudian menatap kearah Caka dengan tatapan memohon agar Caka mengiyakan didepan teman-temannya
"Calon suami?" Lea dan Kania kaget bersamaan
"Gila, calon suami si Risya ganteng banget! pasti tajir melintir!" ucap kania
"Anak-anak di grup wajib tau nih!!! berita hot, gelar Perawan tua udah gak mungkin di sandang Risya kalau dia sudah punya calon suami" sahut lea
Risya dan Caka duduk di meja dan memesan makanan mereka. Setelah selesai mereka menunggu pesanan yang sedang disiapkan. Risya terlihat sangat tegang apalagi Caka tidak lepas sedikitpun menatapnya
"Maaf,,, aku,,,, aku terpaksa melakukan itu" ucap Risya
"Enak saja cuma minta maaf! kau sudah menjual namaku dan seenaknya bilang aku adalah calon suamimu!" ucap Caka
"Iya iya aku salah! tapi aku terpaksa ngomong kayak tadi!! mereka itu selalu ngatain aku perawan tua! padahal kan gak gitu juga! aku cuma gak mau punya pacar! ataupun menikah diusia muda!" ucap Risya dan Caka terkekeh
"Gak ada yang lucu ya mas!" sarkas Risya
"Kau harus membayar karena sudah menjual namaku!" ucap Caka yang kemudian bersiap untuk makan makanan yang sudah terhidang di meja mereka.
Risya tidak menjawab dan dia juga ikut makan bersama Caka. Sebenarnya Risya juga tidak enak kepada Caka, tapi Risya tidak bisa berfikir jernih ketika kondisinya terjepit.
"Mau nambah lagi?" tanya Caka
"Enggak, aku sudah sangat kenyang" ucap Risya
"Baiklah"
Lalu Caka membayar semua makanan mereka dan setelah itu Risya dan Caka keluar dari mall itu.
"Kita mau kemana?" tanya Risya saat Caka berjalan di trotoar bukannya memesan taksi dan pulang ke apartemen.
"Aku ingin berjalan malam mencari angin segar" jawab Caka
"Bilang saja uangmu habis!" sahut Risya dengan terkekeh
__ADS_1
"Risyaaa!! kau terus menghinaku yah?!" Ucap Caka
"Hahaha,,,, " Risya berlari dan Caka mengejar nya.
Keduanya berlarian di sepanjang trotoar dan sepertinya keduanya terlihat lebih mencair ketimbang tadi ketika makan malam bersama. Saat mereka sudah sangat lelah berlarian, keduanya melihat ada penjual makanan di pinggir jalanan, lalu Risya mengajak Caka untuk membeli makanan disana
"Kau mau makan ini?' tanya Risya
"Enggak ah,, gak higenis!" ucap Caka
"Dih! dasar orang kaya! ya sudah kalau gak mau!" ucap Risya
Lalu Risya memesan makanan dan minta dibungkus. Setelah membayarnya, Caka mengajak Risya untuk pulang ke apartemen mereka. Keduanya masuk kedalam taksi lalu supir menjalankan mobilnya
"Kau mau?" tanya Risya saat mereka sudah berada didalam taksi
"Gak! banyak lemaknya! kamu bakal gendut kalau setiap hari makan seperti ini!" ucap Caka
"Gak setiap hari juga kali! kalau pengen aja! enak lohh,,, beneran gak mau?" tanya Risya yang asyik menyantap makanan di tangannya
"Enggak!" jawab Caka ketus
Risya tidak memperdulikan lagi Caka mau atau tidak, lalu dia makan sendiri apa yang sudah di belinya. Melihat Risya begitu menikmati makanannya, Caka pun jadi kepengen untuk mencicipinya juga.
Saat Risya menggigit setengah yakitori terakhir nya, lalu Caka menarik tangan Risya dan menghabiskan sisa yakitori miliknya. Risya masih terdiam ketika makanannya di habiskan oleh Caka karena itu adalah tusukan terakhirnya
"Iiiihhh!! itu bekas ku!!! jorok banget!!!" Sarkas Risya
"Aku gak akan mati hanya karena makan itu! kecuali kau punya penyakit rabies!" jawab Caka
"Dasar ya, punya mulut gak pake saringan!!!" ngeselin banget jadi Cowok!!" Sarkas Risya
Keduanya malah beradu lumut dan membuat supir taksi itu pusing. Lalu Supir taksi itu memberhentikan mobilnya dan menyuruh keduanya turun dari mobil padahal jaraknya tidak jauh lagi sampai di apartemen.
Risya segera turun dari mobil begitu juga dengan Caka setelah membayar ongkos taksi mereka. Lalu Caka berlari mengejar Risya yang sudah berlari lebih dulu didepannya. Begitu sampai di lantai dasar, Risya segera masuk kedalam lift dan Caka juga masuk kedalam lift yang sama dengan masih ngos-ngosan karena berlarian.
Ting!
Pintu lift terbuka dan Risya segera keluar dari lift, begitu juga dengan Caka
"Risya"
"Apa lagi sih?!" jawab Risya malas
"Ini untukmu" ucap Caka yang kemudian memberikan satu paper bag kepada Risya
"Apa ini?" tanya Risya
"Hadiah, Karena kamu sudah menemaniku berbelanja" ucap Caka
Lalu Risya mengambilnya "terima kasih"
"Besok aku akan pulang ke Indonesia" ucap Caka
"Aku harap,,, kita tidak bertemu lagi!" jawab Risya
Caka hanya terdiam ketika mendengar jawaban Risya. Lalu Risya masuk kedalam apartemen nya dan kemudian Caka juga masuk kedalam apartemen nya sendiri. Ntah kenapa mendengar jawaban Risya membuatnya sedikit gelisah. Sementara Risya berjalan lunglai menuju ke tempat tidurnya
"Aku harap kita akan ketemu lagi!" Batin Caka
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung,,,,,,,