Pura Pura Jatuh Cinta

Pura Pura Jatuh Cinta
Pagi Istri


__ADS_3

Sayup-sayup Risya membuka mata ketika mendengar seseorang yang tengah mengaji saat itu. Kemudian diedarkan pandangannya dan dilihatnya Caka yang tengah duduk diatas sajadahnya dan dengan memegang ponselnya. Risya melihat kearah jam dinding masih menunjukkan pukul 04.00 WIB saat itu.


"Kenapa dia ada disini?!" batin Risya lupa jika mereka sudah menikah


Risya baru ingat jika semalam dirinya sudah dihalalkan caka dalam ikatan pernikahan. Buru-buru Risya memeriksa dirinya sendiri dan semuanya masih utuh lengkap dan tidak kurang sedikitpun. Bahkan hijabnya saja masih tetap menutupi kepalanya hanya bergeser sedikit karena tidurnya juga.


"Alhamdulillah masih lengkap!" batin Risya didalam hati. Kemudian Risya beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya.


Tak lama kemudian Risya keluar dari kamar mandi dan melihat Caka sedang duduk di sofa.


"Pagi istri" ucap Caka dengan cengengesan


"Pagi" jawab Risya ketus


"Tolong dong beresin koperku" ucap Caka


Risya melirik ke arah koper Caka yang tak jauh dari dirinya duduk. Risya teringat ucapan mamanya saat dia sungkeman semalam


"Nurut kata suami!"


Tanpa menjawab Risya berjalan mengambil koper Caka dan membuka lemari miliknya yang masih ada tempat kosong. Karena Risya memang tidak sering berbelanja, dia pun lebih senang membeli gamis ketimbang potongan atasan dan bawahan. Lalu Risya membuka koper Caka dan mengeluarkan pakaian Caka lalu memindahkannya kedalam lemari.


"Tumben gak jawab ni orang!" batin Caka yang berpura-pura memainkan ponselnya. Sesekali Caka melirik kearah Risya yang hanya diam dan tangannya yang bekerja.


"Hari ini kamu mau ke kantor?!" tanya Caka


"Iya,,, kalau boleh" jawab Risya


"Apa gak sebaiknya kita libur? kan pengantin baru" ucap Caka sengaja menggoda Risya


Risya langsung menoleh kearah Caka yang tengah cengengesan menatapnya


"Terus ngapain dirumah?!" tanya Risya


"Yah apalagi,,,,, kita bisa menghabiskan waktu berdua dengan bersenang-senang bukan?!" ucap Caka dengan sengajanya membuat Risya marah


Risya begitu geram lalu berdiri dan menatap Caka sembari meremas kuat kaos Caka yang di pegang nya


"Kamu pikir aku mau melayani mu hah?! inget ya Caka! jangan pernah kamu sentuh aku sedikitpun! atau,,,," Risya menunjuk Caka dengan jari telunjuk nya dan belum selesai bicara


"Atau apa?!" tanya Caka yang kemudian ikut berdiri dan menangkap tangan Risya dengan kuat


"Atau,,,, aku akan menghajar mu!!"sarkas Risya dan mengundang tawa sinis pada Caka


Caka menarik pinggang Risya dan membuatnya semakin merapat pada Caka


"Kita menikah Sah dimata hukum dan agama! apapun yang aku lakukan padamu itu adalah hakku sebagai suami! dan kewajiban mu sebagai seorang istri! adalah melayani suamimu!!" ucap Caka dengan menatap tajam kearah Risya.


Risya memberontak agar Caka melepaskan tangannya yang masih kuat merengkuh pinggangnya.


"Kamu lupa ya?! kamu sendiri yang berkata padaku, jika kamu menikahi ku hanya karena perusahaan papamu!! bukan karena kita saling cinta!! Aku tidak masalah kita menikah, tapi aku gak terima jika kamu menyentuh ku! paham!!" sarkas Risya yang tak mau kalah dari Caka

__ADS_1


Lalu Risya mendorong Caka dan Caka oleng ke sofa sembari menarik tangan Risya dan akhirnya mereka jatuh diatas sofa bersama dengan Risya saat itu Risya malah mencium pipi Caka saat terjatuh


Dengan cepat Risya bangkit dan membenarkan duduknya sementara Caka hanya senyum-senyum ketika mengingat Risya mencium pipinya


"Bilang aja mau cium aku!" ucap Cak menyindir Risya


"Ish! siapa juga yang mau gitu!! itu kejadian gak sengaja! lagian cuma pipi aja kan! Dasar!!" ucap Risya sewot


"Ouhhh,,, jadi sebenarnya kamu ingin mencium bibirku yahh?! nih nih nih!!! ayo cium,,, geeeraastis kok!!" ucap Caka memonyongkan bibirnya didepan Risya, lalu Risya menutup mulut Caka dengan tangannya


"Dih apaan sih!!!" Ogah aku ciuman bibir sama kamu!!! bye!!" ucap Risya yang kemudian pergi meninggalkan Caka yang malah tertawa terbahak-bahak diatas Sofanya melihat bagaimana merah padamnya wajah Risya saat itu


"Dasar gila!" Sarkas Risya yang kemudian memilih keluar dari kamarnya daripada ngeladeni suaminya yang super mesum itu.


Sementara Caka bangkit dan bersiap untuk menjalankan ibadah subuhnya.


"Dia lucu banget kalau lagi kesel gitu!" ucap Caka terkekeh sendiri


Sementara Risya menuju ke dapur dan menemani mamanya menyiapkan sarpaan pagi. Belum luntur kesalnya Risya, mama Gadis malah menambahi dengan pertanyaan konyol kepadanya


"Gimana semalam?!" tanya mama Gadis penasaran


"Apanya ma?!" jawab Risya


"Ya semalam Ris?! kamu sama Caka gimana?!" tanya mama


"Ohh,,, Gimana ya ma?? emmm biasa aja tuh!" jawab Risya santai


Sarapan sudah terhidang diatas meja, lalu mama Gadis menyuruh Risya memanggil suaminya. Risya menurut dan dia langsung ke kamarnya , sampai di kamar Risya melihat Caka yang sudah berpakaian batik rapi dengan celana hitamnya membuat Risya sedikit gelagepan saat menatap Caka


"Kenapa berdiri disitu?!" tanya Caka saat melihat Risya masuk kedalam kamar


Risya tersadar lalu bersikap seperti biasa


"Sarapan udah siap" jawab Risya yang kemudian mengambil pakaian didalam lemari dan membawanya kekamar mandi.


Caka hanya menatap kepergian Risya, lalu dia mengambil ponsel, dompet nya dan segera turun kebawah. Tak lama kemudian Risya keluar dari kamar mandi dengan sudah berpakaian rapi lalu dia duduk didepan meja riasnya dan sedikit mengenakan make-upnya, setelah itu Risya keluar dari kamarnya dan ikut sarapan bersama keluarga


"Kalian kekantor?!" tanya papa Galang


"Iya pa, Risya ada janji sama Bu Susi hari ini" jawab Risya


"Kalian gak ada rencana bulan madu?!" tanya mama


Uhuuukkkkk uhuuuukkkkkkkk


Risya tersedak ketika mama bertanya soal bulan madu, dengan cepat Caka memberikan segelas air putih kepada Risya


"Itu,,, nanti saja ma,,,, Risya mau Fokus sama penelitian Risya!" jawab Risya


"Kalian jangan menunda untuk memiliki keturunan! inget Risya kamu sudah hampir 25tahun!" ucap mama gadis

__ADS_1


Risya tidak menjawab lagi dan lebih memilih segera menghabiskan makanannya. Sementara Caka hanya diam dan mendengar drama pagi itu. Setelah selesai sarapan, Risya dan Caka berpamitan kepada papa dan mama. Keduanya lalu masuk kedalam mobil Caka dan berangkat menuju ke kantor.


Sepanjang perjalanan terlihat keduanya saling diam dan tidak ada yang bersuara. Risya lebih memilih melihat keluar jalanan ketimbang menoleh ke samping dan ada Caka disana yang sedang menyetir.


Beberapa menit kemudian mobil Caka hampir sampai di depan kantor. Lalu Caka menghentikan mobilnya di tepi jalan.


"Turun" ucap Caka


Risya bingung ketika Caka menurunkan di pinggir jalan


"Kamu gak mau kan semua orang tau? kalau kamu turun dari mobilku, nanti kamu takut di gosipkan denganku!" Sarkas Caka


"Bener juga!" batin Risya


Lalu Risya mengambil tasnya dan akan segera turun dari mobil


"Pagi ini jam 10 aku ada kunjungan ke panti, kalau kamu mau ikut" ucap Caka


"Iya" jawab Risya yang kemudian akan membuka pintu mobil


"Risya" panggil Caka


"Apa lagi sih?!" tanya Risya


Caka mendekat kearah Risya dan membuat jantung Risya berdebar sangat cepat. Risya menahan nafas dan memejamkan matanya dengan sangat kuat dengan bibirnya dilipat rapat saat itu, dia berfikir Caka akan menciumnya.


Klik


"Lepas dulu seat belt mu!" Sarkas Caka didepan wajah Risya dan sontak membuat Risya membuka mata dan keduanya sama-sama kaget ketika ujung hidung mereka saling menempel. Sesaat keduanya saling menatap dalam diam, lalu Caka memiringkan wajahnya dan akan mengecup bibir ranum Risya namun dengan cepat Risya berpaling dan Caka hanya mencium pipinya


"Aku harus pergi sekarang!" ucap Risya yang kemudian turun dari mobil Caka


Caka tersenyum kecil dan mengutuk dirinya sendiri yang tidak bisa menahan diri. Dipegang dadanya yang berdetak cepat seperti habis maraton. Sementara Risya berjalan cepat menuju ke kantor. Wajahnya memerah, jantung berdetak cepat dan hatinya menghangat.


Kemudian Caka menjalankan mobilnya pelan menuju kantornya yang sudah sangat dekat. Saat Risya sampai di kantor, Caka baru keluar dari mobilnya dan ketika tatapan mereka bertemu, Risya langsung menunduk dan masuk kedalam. Risya sangat malu, bahkan dirinya tidak bisa menyembunyikan rona merah di pipinya.


Caka masuk kedalam kantor dan semua karyawan yang melihatnya memberi hormat. Namun ada yang terlihat berbeda pada penampilan boss mereka pagi ini. Terlihat Caka mengenakan cincin di jari manisnya. Tentu mengundang tanya semua orang yang melihatnya.


.


.


.


Bersambung,,,,,,


...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍...


...❤️ Terima kasih sudah mampir,...


...Semoga Suka❤️...

__ADS_1


__ADS_2