Pura Pura Jatuh Cinta

Pura Pura Jatuh Cinta
Jatuh Cinta


__ADS_3

Setelah cukup lama Risya berada di kedai es cream, akhirnya Risya memutuskan untuk pulang.


"Vin,,, aku pulang duluan ya" ucap Risya kepada Alvin


"Aku anter ya,,, Mon, aku anter Risya pulang ya,, nanti aku sempetin kesini lagi kalau ada waktu" ucap Alvin


"Baiklah,,, hati-hati ya" jawab Monica


Kemudian Risya dan Alvin beranjak dari tempat duduknya dan berjalan keluar, sementara Monica menatap kepergian mereka dengan penuh tanda tanya


"Ada hubungan apa mereka berdua?! aku rasa seperti nya mereka lebih sekedar teman kuliah dan Alvin terlihat memiliki perasaaan pada Risya" ucap Monic dengan raut wajah kecewa


Alvin dan Risya masuk kedalam mobil, lalu Alvin menjalankan mobilnya meninggalkan kedai es cream milik Monica.


Sementara itu,,,,


Caka baru saja keluar dari rumah mamanya dan disana dirinya tidak menemukan Risya. Sempat Caka menelfon bik asih dan menanyakan Risya namun Risya ternyata tidak pulang kerumah mereka. Lalu Caka mengarahkan mobilnya menuju ke rumah keluarga Dirgantara, meski Caka sedikit takut jika nanti keluarga Risya akan marah kepadanya karena Caka tidak mampu menjaga Risya dengan baik.


Beberapa menit kemudian mobil Caka sudah sampai di depan rumah keluarga Risya. Kemudian Caka keluar dari mobilnya dan masuk kedalam rumah


"Assalamualaikum" ucap Caka


"Wa'alaikumsalam,,,, Caka?? masuklah" jawab mama gadis saat keluar dari kamarnya


"Iya ma,,, emm,,, apa Risya ada disini ma?!" tanya Caka dengan takut-takut


"Risya?! dia kan di Jepang ka" jawab mama gadis


"Enggak ma, Risya sudah kembali dari Jepang bersamaku semalam, dan,,,, tadi saat aku tinggal rapat sebentar, Risya udah gak ada di ruangan ku. Aku sudah mencari di rumah mama dan dirumah kami tapi Risya gak ada" jawab Caka


"Jadi Risya hilang?!" ucap mama gadis kaget


"Bukan hilang ma, tapi Risya pergi tanpa memberi tahu Caka. ponselnya saja masih ada di kantor Caka" jawab Caka


"Disini gak ada Risya,,, mama saja baru tahu kalau Risya pulang ke Indonesia" ucap mama gadis


"Ya sudah kalau begitu, Caka pamit dulu ma mau cari Risya sampai ketemu" ucap Caka yang kemudian pamit kepada ibu mertuanya untuk kembali mencari keberadaan Risya. Mama gadis pun tidak tinggal diam, dia langsung menghubungi Galang dan juga Rasya jika Risya menghilang.


Caka benar-benar kalut karena belum ada tanda-tanda keberadaan Risya saat ini, dari info orang-orang Axel pun belum ada yang mendapat kabar soal Risya.


Saat mobil Caka berhenti di lampu merah, ponsel Caka berdering, lalu Caka melihat siapa yang menelfonnya. Dilihatnya,, panggilan dari nomer rumahnya. Lalu dengan cepat Caka mengangkat panggilan telfon itu

__ADS_1


"Hallo"


"Hallo tuan,,, Non Risya baru saja sampai dirumah tuan"


"Apa?! baiklah aku akan pulang sekarang" ucap Caka yang kemudian langsung mengambil jalan lain agar segera sampai dirumah. Bik asih melihat kedatangan Risya bersama seorang pria, namun bik asih tidak berani menegurnya. Setelah Risya masuk kedalam kamarnya, barulah bik Asih berani menelfon Caka dan memberitahukan jika Risya sudah kembali kerumah mereka.


Beberapa menit kemudian mobil Caka sudah sampai dirumah, lalu dengan cepat Caka berlari masuk kedalam rumah dengan wajah cemas


"Assalamualaikum "


"Wa'alaikumsalam den"


"Risya dimana?!" tanya Caka


"Diatas den,,, den Caka,,, tadi Non Risya pulang bersama seorang pria"


"Pria?!" ucap Caka kaget


"Iya den"


Wajah Caka memerah, lalu Caka berlarian keatas menuju ke kamarnya. Sampai didalam kamar, Caka melihat Risya yang saat itu tengah tidur dengan meringkuk seperti bayi. Perlahan Caka mendekati Risya dan duduk di dekat nya.


Semua amarah dan sejuta pertanyaan yang ada didalam isi kepala Caka Langsung buyar begitu saja saat melihat Risya saat itu. Kemudian Caka melepaskan semua pakaiannya kerjanya dan ikut merebahkan dirinya di samping Risya lalu memeluk nya dari belakang.


"Emm,,,," Risya menggeliat saat merasakan hawa panas menerpa tengkuk nya. Lalu Risya membuka mata, merasakan seseorang memeluk dengan erat, setelah itu Risya melihat kebelakang sudah ada Caka yang memejamkan mata tepat di belakangnya.


"Apa aku mengganggu tidurmu?!" tanya Caka


"Iya" jawab Risya yang kemudian kembali memejamkan mata dan tidak ingin melihat Caka lagi.


Lalu Caka membalik Risya dan membuat keduanya saling berhadapan. Risya terus memejamkan mata dan tidak ingin membuka matanya sama sekali


"Kamu habis nangis?!" tanya Caka dan Risya menggeleng


"Jangan berbohong moy! ada apa?" tanya Caka


"Gak ada" jawab Risya


"Kalau gak ada apa-apa, buka matamu dan tatap aku" ucap Caka namun Risya enggan membuka mata apalagi menatap Caka. Bisa-bisa semuanya akan ketahuan.


Mendapati Risya yang tidak ingin membuka matanya sama sekali, Caka mengangkat dagu Risya dan menciumnya begitu dalam. Sementara Risya menolak dan meronta-ronta mendorong Caka agar menjauh dari dirinya. Namun semua terasa sia-sia karena Caka semakin menguasai risya. Akhirnya Risya meneteskan air matanya kembali dan membuat Caka menghentikan tindakannya

__ADS_1


"Kamu menangis moy? apa,,, aku menyakitimu?!" tanya Caka jadi khawatir. Berlahan Caka melepaskan kedua tangan Risya yang ditahannya di samping kanan dan kirinya. Sementara Risya terus menatap Caka dengan buliran air mata yang terus menetes


"Apa,,, kau anggap aku sama dengan wanita-wanita yang pernah kau tiduri hah?!" Sarkas Risya


Deg!


Caka terkejut bukan main saat mendengar pertanyaan Risya saat itu.


"Apa maksudmu?!" tanya Caka dengan tatapan tidak mengerti


"Jangan pura-pura tidak mengerti!!! bahkan setelah kak Caka bosan padaku, pasti kak Caka akan membuang ku!!" Sarkas Risya dengan bibir bergetar


Kemudian Caka bangkit dari atas Risya dan mendudukkan Risya di samping dengan pakaian yang sudah sangat berantakan


"Aku benar-benar tidak mengerti apa maksudmu moy! wanita mana yang kamu maksud ?! aku tidak pernah meniduri wanita manapun selain kamu!" Sarkas Caka merasa tidak senang saat dituduh Risya seperti itu


"Jika tidak pernah! kenapa di lemari kantor banyak sekali pakaian wanita?! dan,,, banyak juga pakaian kurang bahan disana?! terus,, sudah berapa banyak wanita yang berada didalam ruangan kak Caka dulu, yang selalu menemani kak Caka menginap di kantor?!" Sarkas Risya dengan masih menangis


Caka menatap tajam kearah Risya dan membuat Risya sedikit takut. Caka memegang kedua bahu Risya dan tidak membiarkan Risya berpaling dari pandangan nya


"Pakaian yang ada di lemari kantor ku adalah pakaian yang aku siapkan untukmu!! semua adalah ukuran mu bukan ukuran wanita lain!! selama ini lemari itu hanya ada pakaianku moy!! dan wanita yang kau tanyakan itu, mereka hanya kolega papa Dave dan aku tidak pernah mengajak mereka menginap di kamar itu!! Kami hanya sebatas hubungan pekerjaan tidak lebih!! satu hal yang perlu kamu tau moy!! KAMU satu-satunya wanita yang pernah aku sentuh seutuhnya dan Kamu wanita pertama yang menemani malam hangat ku merasakan surga dunia. Percayalah!!!" ucap Caka dengan dalam dan menusuk sampai kehati Risya


Risya terdiam dan terus menatap mata Caka mencari secercah kebenaran. Perlahan Caka menghapus lembut air mata Risya lalu dikecupnya kening Risya dengan sayang.


"Aku tidak akan pernah meninggalkan mu sampai kapanpun, meski aku bosan, aku marah, aku kesal, dan semua rasa yang akan menghampiri ku nanti, aku tidak akan meninggalkan mu! Karena aku,,, aku sudah jatuh cinta padamu moy" ucap Caka saat mereka kembali bertatapan


Deg!


Risya langsung pusing ketika mencerna ucapan Caka terakhir. Antara nyata dan tidak Risya mendengar kalimat itu. Tatapan keduanya tidak lepas sedikit pun, saling menatap seolah saling bicara menjelaskan rasa yang dirasakan mereka saat itu. Perlahan Caka mengusap sayang wajah Risya, kepalanya dan mencoba menjelaskan jika perasaan nya itu benar, Caka benar-benar sudah jatuh cinta pada istrinya sendiri. Sementara Risya masih menyelami sorot mata Caka untuk meyakinkan hatinya,dengan apa yang di dengarnya itu tidak salah


"Jatuh Cinta?!" ucap Risya lirih


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,

__ADS_1


__ADS_2