Pura Pura Jatuh Cinta

Pura Pura Jatuh Cinta
Setengah Perawan


__ADS_3

3 hari berlalu,,,,,,,,


3 hari berlalu, selama itu pula Caka pergi meninggalkan Risya sendiri dirumah dan Risya hanya di temani bi Asih dan mang Ucup. Caka hanya menghabiskan waktunya untuk bekerja bekerja dan bekerja bersama timnya, dan Caka lebih memilih untuk tidur di kantor bersama yang lainnya . Sementara Risya dirumah lebih memilih untuk memfokuskan dirinya pada laporan penelitian nya.


"Ka,,, kamu gak balik? kasihan oi,, pengantin baru di tinggal-tinggal!" ucap Axel sahabat Caka


Plaakkkkkk


"Kau selesai pekerjaan kita dulu baru aku akan pulang!! kau pikir aku tidak rindu pada istriku?! Bahkan aku belum sempat menembakkan juniorku ke sangkarnya!" Sarkas Caka setelah menepuk bahu Axel dengan cukup keras


"Bahahahaha!!!! berarti istrimu masih perawan dong!!! bahahahaah!!!! gak nyangka kau bisa tahan!!" ucap Axel dengan tawa besarnya


"Setengah perawan! Sudah, kalau kau bicara lagi, aku sumpel mulutmu dengan laptop ini!" Hardik Caka dan membuat Axel langsung terdiam dan kembali fokus pada pekerjaan.


Bukan tanpa alasan Caka tidak pulang ataupun tidak menghubungi Risya, karena dirinya takut fokusnya terpecah dan jiwa lelakinya pasti tidak akan tahan jika bertemu Risya dalam kondisi perusahaan seperti saat ini. Meskipun begitu,, Caka tidak lepas sedikitpun mengawasi Risya di rumah. Ada bik asih yang selalu melaporkan semua kegiatan Risya di rumah dan juga ibu Susi yang melaporkan kegiatan Risya di kantor.


Sementara perasaan Risya seperti diombang-ambing dan ditarik ulur oleh Caka, Ingin semakin membencinya namun jiwa Risya menolak. Bahkan disela-sela waktunya beristirahat Risya masih memikirkan Caka yang tak kunjung pulang bahkan sama sekali tidak memberinya kabar. Beberapa kali Risya ingin menemui Caka di kantor, namun lagi-lagi Sandra menghalanginya dan akhirnya membuat Risya menyerah.


"Sepertinya semua sudah lengkap,,, aku harus pergi sekarang" ucap Risya yang kemudian menarik kopernya dan bersiap akan berangkat ke Bandara. Risya menuruni anak tangga dan dibawah bertemu dengan bik Asih


"Nyonya mau kemana?!" tanya bibik


"Risya akan berangkat ke Jepang bi,,, " jawab Risya


"Tapi Non,,, nanti kalau tuan mencari non bagaimana?!" tanya bibik


"Sampaikan saja kalau saya sudah ke Jepang, karena harus mempersiapkan sidang" ucap Risya


"Non,,, didepan taksi sudah menunggu" ucap mang Ucup


"Baiklah,,, kalau begitu aku pergi dulu ya bik" ucap Risya yang kemudian berjalan kedepan dan mang Ucup menarik koper kecil Risya.

__ADS_1


Setelah kepergian Risya, bik Asih dengan cepat menelfon Caka dan memberitahukan padanya


"Tuan,,,, Non Risya sekarang menuju ke bandara, katanya dia akan berangkat ke Jepang" ucap bik Asih


"Apa??" jawab Caka dengan kaget.


Sontak Caka langsung beranjak setelah mematikan sambungan telfonnya


"Mau kemana ka?!" tanya Axel


"Aku harus ke bandara sebelum dia pergi!!" ucap Caka yang kemudian berlari kedepan dan meninggalkan Axel diruangan rapat.


Sampainya di depan kantor, Caka langsung masuk kedalam mobil dan menyuruh supir batak nya untuk menyetir agar dirinya lebih cepat sampai di bandara. Caka sangat khawatir jika Risya benar-benar pergi ke Jepang untuk meninggalkannya padahal pekerjaan nya sudah hampir selesai dan dirinya akan segera pulang.


Beberapa menit kemudian taksi Risya sudah sampai di bandara, lalu Risya turun dari mobil taksi dan menarik kopernya. Belum Risya sampai di gate masuk seseorang sudah menarik lengannya dengan kuat dan membuatnya berbalik lalu terhuyun jatuh menabrak dada bidang seseorang. Dari aroma tubuh orang itu pun Risya sudah bisa menebak siapa dia.


"Kenapa kau pergi meninggalkan ku?!" ucap Caka saat memeluk Risya dengan sangat erat


"Bohong! pasti kau marah padaku!!" Sarkas Caka


Risya mendorong Caka untuk merenggangkan pelukan mereka


"Aku tidak berbohong! lagian aku sudah mengirimkan pesan padamu, tapi kau tidak membalasnya!" jawab Risya


"Aku tidak mengizinkan mu pergi!" ucap Caka


"Kau egois!! bagaimana bisa begitu hah?! kau tau ini sangat penting bagiku!! dan lagian kau juga sangat sibuk kan?! Jadi biarkan aku pergi!!" Sarkas Risya dengan memukul dada Caka


Caka terdiam dan menatap dalam Risya saat itu


"Apa kau akan lama?!" tanya Caka

__ADS_1


"Belum tau,,, " jawab Risya datar


Tanpa di komando Caka langsung menarik Risya kembali dan mencium nya tanpa peduli banyaknya orang yang melihat. Sementara Risya membola dan memukuli dada Caka dengan berkali-kali


"Heh!! mesum!! kamu gak punya malu ya,, ini ditempat umum, sableng!!!" Sarkas Risya sembari mengusap bibirnya


"Aku gak peduli! pergilah,,, aku tidak akan melarang mu" ucap Caka


Risya hanya diam, lalu menarik kopernya dan pergi meninggalkan Caka yang masih menatapnya. Risya sedikit bingung tadi Caka melarangnya pergi, sekarang malah menyuruh nya pergi. Tapi Risya tidak mau ambil pusing dia pun segera masuk kedalam bandara sementara Caka akan kembali ke kantor.


"Kita kembali ke kantor" ucap Caka kepada supir nya


"Kenapa anda tidak menghalangi nya tuan??" tanya supir Caka yang kemudian menjalankan mobilnya meninggalkan bandara


"Biarlah,,, besok aku akan menyusul ke Jepang, yang terpenting sekarang pekerjaan ku harus benar-benar selesai!" jawab Caka


Caka tidak mungkin meninggalkanmu pekerjaan nya meski dia memiliki tim, karena bagaimanapun tanggung jawabnya sebagai pemilik perusahaan yang baru harus bertanggung jawab penuh terhadap perusahaan. Rencana Caka , dia akan menyelesaikan pekerjaannya hari ini juga, sehingga besok dia bisa menyusul Risya ke Jepang. Anggap saja disana nanti mereka akan berbulan madu yang tertunda. Sementara Risya saat ini sudah terbang mengangkasa menuju ke negeri Sakura.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,


...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍......


...❤️ Terima kasih sudah mampir,...

__ADS_1


...Semoga Suka❤️...


__ADS_2