
Pagi itu Caka sudah bersiap untuk pergi bersama Asissten dan juga kepala tim marketing nya ke rumah sakit tempat akan diselenggarakan perebutan tender pemasukan obat-obatan di rumah sakit besar . Tak hanya Caka dan timnya, ditempat lain Alvin dan timnya juga sudah bersiap untuk berangkat ke tempat yang sama.
Sebelum berangkat, Caka membuka ponselnya yang sedari malam dia matikan dan Caka memeriksa ponselnya tidak ada satu pesan pun dari Risya
"Apa dia gak kangen sama aku?!" ucap Caka saat membuka kontak Risya pada aplikasi yang sering mereka gunakan untuk berkomunikasi. Caka melihat profil Risya Sudah berganti dengan foto dirinya dan Risya yang tengah berada di taman sakura, meski bagian kepala keduanya di potong dan hanya menyisakan foto bagian bahu sampai kebawah, namun sudah membuat Caka tersenyum. Setidaknya Risya mau memajang foto mereka walau setengah badan tanpa kepala.
Lalu Caka menghubungi Risya dengan panggilan Video Call sembari duduk di sofa tamu
Sementara itu Risya baru saja selesai membersihkan dirinya dan akan bersiap untuk ke kampus. Jadwal Risya hari ini adalah mengikuti simulasi sidang yang sempat tertunda akibat Caka mengurungnya beberapa hari lalu hingga membuat Risya tidak bisa berjalan beberapa hari.
Risya melihat ponselnya bergetar, lalu dilihatnya panggilan video dari Caka.
"Kak Caka?" Ucap Risya dengan tersenyum, rasanya sedikit lega karena semalaman Risya tidak bisa tidur nyenyak akibat sedari siang Caka tidak menghubungi nya. Kemudian Risya mengangkat panggilan Video dari suaminya
"Assalamualaikum Moy"
"Wa'alaikumsalam kak,,,, ada apa?" tanya Risya dengan datar
"Mau kemana sudah cantikk begitu?!" tanya Caka saat melihat Risya sudah berpakaian rapi tinggal mengenakan hijabnya saja
"Ke kampus kak, memang nya kemana lagi? kak Caka gak kekantor?" tanya Risya
"Ini sudah di kantor, dari semalam aku gak pulang moy, kamu sudah sarapan?" tanya Caka
"Tumben perhatian" ucap Risya menahan rasa senang nya karena Caka sedikit perhatian kepada nya
"Aku selalu perhatikan padamu, tapi kamu tidak pernah melihatnya" jawab Caka
"Perhatikan apaan? bukannya kak Caka terus-terusan menindas ku?!" sarkas Risya
"Itu bukan menindas Moy, tapi penyaluran hasrat hahahaha!!!" ucap Caka membuat Risya terlihat sinis
"Udah ah, ngomongnya mulai ngelantur!" Sarkas Risya
"Hehehe,,, kangen kamu moy, pengen cium kamu" ucap Caka dengan senyum mesumnya
__ADS_1
Risya membola malas mendengar ucapan Caka,
"Kamu gak kangen sama aku moy?" tanya Caka
"Enggak, justru dengan kak Caka jauh jadi gak gangguin Aku" jawab Risya
"Hmm,,, ya udah deh kalau gak kangen, aku tutup dulu telfonnya" ucap Caka dengan raut wajah sedihnya
Melihat wajah Caka ditekuk, hati Risya jadi menciut, Risya ingin mengakui jika dirinya juga merindu namun lidahnya kelu untuk mengatakannya. Risya masih bingung dengan perasaannya sendiri, Risya takut jika Caka hanya akan mempermainkan perasaan nya. Apalagi alasan Caka menikahi nya itu hanya karena ingin mendapatkan perusahaan dari papanya.
"Ya sudah,,, " ucap Risya pasrah, padahal rasa rindu nya semalam belum terobati sepenuhnya
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam" jawab Risya
Kemudian Caka mematikan sambungan telfonnya, risya meletakkan ponselnya di atas meja, lalu Risya mengenakan hijabnya dan akan segera berangkat.
"Aku,,, juga merindukanmu kak" batin Risya yang terdalam
Pintu kamar Risya terbuka di depan sudah ada Jody yang berdiri tegak didepan kamar Risya dan menyapa Risya. Risya melangkah keluar menuju ke lift, dan Jody pun mengikuti Risya dari belakangnya.
Sementara itu Caka beranjak keluar dan menemui timnya lalu mereka bergegas ke rumah sakit agar tidak terlambat sampai di sana. Caka tidak mempermasalahkan Risya yang mengatakan tidak merindukan nya, dari tatapan mata Risya pun Caka sudah bisa melihat Risya juga menyimpan rasa rindu kepadanya.
Beberapa menit kemudian mobil Caka dan timnya sudah sampai di rumah sakit, Mereka turun bersama lalu masuk kedalam ruangan yang di tunjukkan oleh pegawai rumah sakit. Tak lama dari kedatangan Caka, Mobil Alvin dan timnya juga sudah sampai di rumah sakit, lalu mereka juga masuk kedalam menuju ke ruangan tempat di selenggarakan pertemuan nanti.
Caka di sambut oleh pihak rumah sakit, lalu mereka duduk dan berbincang hangat pagi itu.
Ceklekkkk
"Permisi pak, perwakilan dari Force Farma sudah sampai"
"Persilakan masuk"
Kemudian pegawai itu mempersilahkan Alvin dan timnya masuk kedalam ruangan. Caka sedikit terkejut ketika melihat kedatangan Alvin, dia langsung teringat dengan pria yang dilihatnya dari Video yang dikirimkan oleh Jody padanya dan pria itu lah yang bersama Risya saat di Jepang. Caka terlihat kesal didalam hatinya saat melihat ternyata saingannya dalam perebutan tender ini adalah pria yang berusaha mendekati istrinya.
__ADS_1
Pihak rumah sakit menyapa Alvin dengan ramah, lalu Alvin menyapa Caka juga dengan sikap yang ramah. Alvin tidak tau sama sekali jika Caka adalah suami Risya. Sementara Caka tersenyum datar membalas sapaan Alvin.
"Beraninya kau mendekati istriku!! aku tidak akan membiarkan kau mendekati istriku,!!" batin Caka saat menatap tajam kearah Alvin
Alvin terlihat sedikit bingung melihat tatapan tajam Caka terhadapnya, seperti tatapan membunuh, belum lagi Caka mencengkram kuat tangan Alvin saat mereka berjabat tangan
"Baiklah, Karena Semua nya sudah berkumpul, kita bisa memulainya sekarang" ucap Pemilik rumah sakit dan Caka langsung melepaskan tangan Alvin. Terlihat Alvin merasa kesakitan karena cengkraman Caka.
Lalu mereka memulai acara mereka pagi itu. Pihak rumah sakit memberikan kesempatan pertama untuk tim Alvin memaparkan penawaran nya kepada pihak rumah sakit. Sementara Tim Caka memperhatikan tim lawan yang tidak bisa di anggap remeh.
Hampir 30 menit tim Alvin memaparkan penawaran, kemudian giliran tim Caka yang akan maju mempresentasikan penawaran nya.
Terlihat Alvin melihat bagaimana cara Caka menjelaskan penawaran dari perusahaan nya dengan sangat jelas dan detail, Caka terlihat begitu meyakinkan saat berbicara didepan dan membuat Alvin sedikit berkecil hati.
"Baiklah,,,,, kami ucapkan terima banyak kepada perwakilan dari perusahaan Surya Farma dan juga Force Farma yang sudah berkenan untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kami sungguh sulit untuk menentukan pilihan kami, karena Bagaimanapun perusahaan-perusahaan anda semua adalah perusahaan besar yang tidak diragukan lagi kualitasnya. Namun kami harus tetap memilih satu perusahaan yang akan menjadi bagian dari rumah sakit ini sebagai pemasok obat-obatan untuk memenuhi kebutuhan obat dirumah sakit ini, dan kami memutuskan untuk mengambil penawaran dari perusahaan SURYA FARMA" ucap pemilik rumah sakit
"Alhamdulillah" ucap Caka dan para timnya
"Kami mohon maaf kepada perwakilan force Farma" ucap pemilik rumah sakit
"Tidak masalah pak, kalah menang dalam sebuah tender itu sudah biasa. Saya mengakui jika Tuan Caka dan timnya lebih hebat dari kami. Mungkin dilain kesempatan kami bisa lebih baik lagi" ucap Alvin mencoba berlapang dada dengan kekalahan nya didalam tender hari ini
"Anda terlalu memuji, kami hanya berusaha semaksimal yang bisa kami lakukan" jawab Caka merendah
Setelah pertemuan mereka, Alvin dan timnya berpamitan lebih dulu, sementara Caka dan timnya masih berada di ruangan itu bersama pihak rumah sakit untuk membahas kelanjutan kontrak kerja sama diantara mereka.
"Bukan tender ini saja yang akan aku dapatkan!!! tapi, aku akan menjaga hati istriku sampai kapanpun dan tak akan aku biarkan kamu ataupun orang lain merebutnya!!" batin Caka Setelah kepergian Alvin dari ruangan itu.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,,,
__ADS_1