
Dihari berikutnya,,,
Risya sudah bersiap untuk ke perusahaan Caka pagi itu. Setelah selesai bersiap, Risya turun kebawah dan bergabung bersama keluarga untuk menikmati sarapan bersama.
"Pagi semua" ucap Risya menyapa keluarganya
"Pagi,,,," jawab anggota keluarga
"Bagaimana penelitian mu Ris?!" tanya papa
"Masih tahap awal pa, Riris baru mempelajari berkas-berkas nya. Papa tau, ternyata perusahaan itu milik keluarga Herlambang" ucap Risya
"Haha iya itu Caka yang memimpin perusahaan itu!" sahut Rasya
"Kalian tau, tapi tidak ada yang memberitahu ku! kalau Riris tau dari awal dia yang memimpin nya, pasti Riris mending cari perusahaan lainnya!" ucap Risya
"Jodoh itu gak bisa di tolak! mau gimana kamu menghindar, pasti ketemu jalannya!" ucap mama gadis
"Heuhh! si mama!" ucap Risya
"Oh iya, mobil mama pake ya, mama ada seminar di kampus lain, kamu di anter kak Rasya aja" ucap mama
"Iya" jawab Risya pasrah karena dia sendiri tidak memiliki mobil dirumah itu
Setelah selesai sarapan, Rasya dan Risya berpamitan kepada papa dan mamanya. Kemudian mereka berjalan keluar dan masuk kedalam mobil. Tidak menunggu lama Rasya langsung menjalankan mobilnya menuju ke kantor Caka.
Sementara itu,, Caka juga sudah berangkat kekantor setelah berpamitan kepada papa dan mamanya. Caka berangkat penuh semangat dan sudah mempersiapkan rencana untuk mengganggu Risya hari ini.
Beberapa menit kemudian mobil Rasya sudah sampai di depan perusahaan Caka, lalu Risya turun dari mobil dan berjalan menuju ke lobby utama. Saat Risya sampai di tengah, mobil Caka hampir saja menabrak Risya yang akan lewat
Tiinnnn
Risya terkejut dan langsung menghindar saat itu. Kemudian Risya berdiri dipinggiran pintu dengan wajah kesalnya, sementara Caka keluar dari mobilnya dengan langkah kerennya, tak lupa Caka membuka kacamata hitamnya dan memasukkan kedalam saku nya.
"Selamat pagi tuan" sapa para karyawan yang melihat kedatangan Caka
"Pagi" jawab Caka
Risya masih terdiam dan menatap kedatangan Caka saat itu. Caka melewati Risya dengan sombongnya namun sesaat dia mundur kembali menghampiri risya
"Kenapa kau menatapku begitu?! apa kau menyukaiku?!" bisik Caka mengejek
Risya tidak menjawab dan langsung pergi meninggalkan Caka. Caka yang tidak terima karena Risya mendiamkannya langsung ikut kemana Risya pergi, Saat keduanya melewati pintu lift VIP , buru-buru Caka membuka pintu lift dan menarik Risya masuk kedalam. Dengan cepat Caka menutup kembali dan menekan lantai Paling atas ke ruangannya.
"Iihhhhh ngapain kamu narik aku hah?! dasar boss gila!" sarkas Risya
"Salah siapa kau mengacuhkan ku!" jawab Caka
" Lama-lama aku bisa gila kalau terus bertemu denganmu!!" Sarkas Risya
Caka terkekeh mendengar ucapan Risya saat itu.
Ting!
__ADS_1
Pintu lift terbuka lalu Caka akan keluar dari dalam lift
"Ayo ikut aku" ucap Caka
"Gak mau! aku banyak kerjaan ka!" ucap Risya
"Ikut aku!" ucap Caka
"Dih!! nyebelin!" Sarkas Risya yang kemudian ikut Caka menuju ke ruangannya.
Sandra memberi hormat ketika melihat Caka masuk keruangannya, sementara dia melirik tidak suka karena sepagi itu Risya sudah bersama Caka.
"Ada apa sih?!" tanya Risya
Caka mengambil dokumen-dokumen dan meletakkan diatas mejanya
"Tolong susun dokumenku dari lima tahun kebelakang,,,," ucap Caka
"Hah?! kenapa harus aku?! kau punya sekertaris bukan?!" ucap Risya
"Dia banyak kerjaan!!" ucap Caka
Kemudian Risya meletakkan tasnya lalu mengambil dokumen-dokumen diatas meja Caka lalu membawanya ke meja tamu. Risya memeriksa satu persatu dokumen itu dan menyusunnya berdasarkan tahun sesuai yang di tugas nya padanya. Sementara Caka duduk di kursinya dan memeriksa laporan di mejanya. Sesekali Caka melirik ke arah Risya yang tengah serius mengerjakan tugasnya, dan Caka tersenyum kecil kemudian kembali fokus pada pekerjaan nya
Tok
Tok
"Masuk" ucap Caka
"Selamat pagi tuan,,, saya ingin menyampaikan agenda anda hari ini" ucap Sandra dengan lembut
"Hm" sahut Caka dengan dingin
Sandra membacakan agenda Caka dengan nada mendayu dan sangat membuat geli di telinga. Risya pun langsung menghentikan kegiatannya dan menoleh kearah Sandra.
"Astagfirullah,, membuat geli telingaku!" batin Risya mengeleng-geleng kepalanya
"Ada yang bisa dibantu lagi tuan?" tanya Sandra
"Tidak, kau bisa pergi sekarang" ucap Caka dengan dingin
"Saya permisi tuan" ucap Sandra yang kemudian pergi meninggalkan ruangan Caka
Setelah kepergian Sandra, Risya pun terkekeh geli dan Caka mengalihkan pandangannya pada Risya
"Apa yang kau tertawa kan?!" tanya Caka yang kemudian berjalan menghampiri Risya
"Hehe,,, gak papa,,," jawab Risya yang kemudian melihat dokumen didepannya lagi
Kemudian Caka duduk di samping Risya dan menatapnya
"Kau mentertawakan Sandra?!" tanya Caka
__ADS_1
"Sekertaris mu terlalu gemulai saat membaca agenda mu pagi ini, geli dengernya" ucap Risya Dengan terkekeh
"Kau cemburu?!" tanya Caka lagi
"Hahaha! ngapain cemburu dengan dia?! mau kau bersama dengannya aku tidak akan cemburu! lagian kau siapaku!" ucap Risya saat membalas tatapan Caka kemudian kembali pada dokumen didepannya
Caka mencengkram lengan Risya dan membuat Risya kembali menatapnya
"Benarkah kau tidak cemburu?! tapi matamu berkata lain Risya!" ucap Caka dengan tegas
"Lepaskan tanganku!" ucap Risya
"Lepas sendiri kalau bisa!!" ucap Caka
Risya berusaha melepaskan cengkraman tangan Caka pada lengannya namun sangat sulit, beberapa kali Risya mencoba namun selalu gagal. Lalu Risya memiliki ide mengigit tangan Caka dan membuat Caka menjerit
"Ouuchh!!! sakit gila!!" teriak Caka yang langsung melepaskan lengan Risya
"Makanya jangan menantang ku!" jawab Risya yang kemudian kembali fokus pada dokumen didepannya
"Jika kau seganas ini, apa Diran,,,," belum selesai Caka bicara Risya sudah menutup mulut Caka dengan kertas di tangannya
"Berhenti berkata mesum di depanku! atau aku akan memukulmu!" sarkas Risya dan membuat Caka terkekeh lalu menyingkirkan kertas didepan mulutnya
"Aku sudah tidak sabar untuk.... Ouuch sakitttt Risya!!!, cukuppp!!! Sakit tau gak!!" teriak Caka dengan terkekeh ketika Risya memukuli nya dengan kertas ditangannya
"Biar bersih pikiran kotormu itu Caka!!!" Sarkas Risya yang terus memukuli Caka
Kemudian Caka berontak dan mencengkram kedua lengan Risya dan menatapnya dengan wajah memerah
"Kau,,, membuat kesabaran ku habis!!" ucap Caka dan membuat Risya sangat takut. Risya menarik-narik lengannya berusaha melepaskan diri dari Caka saat itu
Ceklekkkk
"CAKA?!"
Caka dan Risya langsung menoleh ke arah pintu dan melihat orang yang masuk kedalam ruangan Caka
"Papa?! Mama?!" ucap Caka kaget bukan main
Dengan cepat Caka melepaskan tangan Risya dan keduanya terlihat sangat tegang ketika papa Dave dan mama Debby duduk di depan mereka dengan raut wajah memerah.
.
.
.
Bersambung,,,,,,
...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍...
...❤️ Terima kasih sudah mampir,...
__ADS_1
...Semoga Suka❤️...