
Hari yang ditunggu dan hari yang di nanti Risya telah tiba, hari ini Risya akan menghadapi sidang tesisnya yang akan menentukan berhasil atau tidaknya Risya menyelesaikan jenjang S2 nya.
Pagi itu Risya sudah bersiap untuk ke kampus, Sementara Caka juga ikut bersiap, katanya Caka ingin ikut Risya ke kampus
"Kak,,, apa gak sebaiknya kak Caka disini aja?!" tanya Risya
"Aku mau nemenin kamu" jawab Caka yang kemudian menghampiri Risya saat Risya membereskan barang-barang keperluan nya
"Tapi,,, aku akan semakin gugup!" ucap Risya
Caka meraih kedua tangan Risya dan menatapnya dengan dalam
"Kenapa harus gugup? aku akan menunggu diluar! aku janji tidak akan menganggu konsentrasi mu" ucap Caka
Risya menatap Caka dengan perasaan bimbang, Risya takut jika dirinya gugup dan pikiran akan buyar seketika.
"Percaya lah, aku hanya ingin menyemangati mu moy" ucap Caka
"Baiklah kak" jawab Risya
Kemudian Caka dan Risya berangkat ke kampus, Sepanjang perjalanan menuju ke kampus Caka memegang tangan Risya tanpa ingin melepas nya sama sekali dan keduanya berjalan kaki menuju ke kampus.
Sampai nya di kampus Risya melihat satu temannya yang juga akan menghadapi sidang pagi itu. Lalu Risya menyapa temannya dan duduk di sebelahnya begitu juga dengan Caka yang duduk di sebelah istrinya.
"Kak,,, lepasin tanganku" ucap Risya sedikit malu karena teman Risya melihat Caka yang terus menggenggam tangannya
"Apa kamu malu punya suami seganteng aku hah?!" jawab Caka
"Bukan begitu,,,, ini diarea kampus, tidak boleh berlaku mesum!"jawab Risya
"Mesum? aku hanya memegang tanganmu, bukan mencium mu, lagian kita sudah suami istri, jika ada yang protes tinggal kasih tau aja kalau kita sudah menikah, bereskan?!" jawab Caka
"Hmm,,, percuma ngomong sama kak Caka!" sahut Risya dan Caka hanya tersenyum santai.
"Risya,,, how is he?"
"Emm,,, he is,,,, my husband" jawab Risya sedikit pelan
"Caka" ucap Caka memperkenalkan diri
"Vyra" jawab teman Risya
"Risya, did you get married and didn't invite other friends?"
(Risya, kamu menikah tidak mengundang teman-teman?)
__ADS_1
Risya tersenyum kaku ketika mendapat pertanyaan dari Vyra
"We just got married, and haven't had a wedding yet. Later at the wedding, we will invite all of you" jawab Caka
(Kami baru saja menikah, dan memang belum mengadakan pesta pernikahan. Nanti saat pesta pernikahan, kami akan mengundang kalian semua)
"Okay fine, we are waiting for the invitation"
Setelah perbincangan mereka, kini giliran Risya yang akan masuk kedalam ruang sidang Setelah satu temannya keluar dari ruangan sidang. Beberapa kali Risya terlihat menarik nafas dan membuangnya kasar untuk menghilangkan rasa gugupnya
"Semangat moy!!!" ucap Caka dengan penuh semangat, Risya mengangguk lalu melangkah masuk kedalam ruangan sidang, sementara Caka menunggu Risya di luar ruangan sidang.
Tak lama Sidang tesis pun dimulai, terlihat Risya memaparkan isi dari tesisnya didepan 4 penguji yang kini berada di hadapannya. Caka berdiri didepan pintu ruang ujian sembari memperhatikan Risya yang dapat dilihat dari kaca berukuran kecil di pintu ruangan itu.
Saat sedang memperhatikan Risya, ponsel Caka bergetar dan Caka melihat panggilan dari nomer baru yang di lihat dari kode negara adalah kode negara Jepang. Lalu Caka mengangkat telfonnya. Beberapa saat kemudian sampailah seorang kurir dengan membawa buket bunga mawar merah pesanan Caka yang disiapkan untuk Risya nanti.
Caka tidak bisa duduk dengan tenang karena Risya tidak kunjung keluar dari ruang sidang. Beberapa kali Caka berdiri lalu duduk kembali, dan berdiri lagi lalu duduk lagi, Rasa nya tidak sabar menunggu Risya keluar.
Ceklekkkk
Pintu ruang sidang terbuka, dan Risya akhirnya keluar dari ruangan itu. Caka yang melihat pintu terbuka langsung berdiri menyambut Risya
"Bagaimana hasilnya moy?!" tanya Caka
"Alhamdulillah" ucap Caka saat membalas pelukan Risya dengan tak kalah erat nya.
Risya begitu senang karena penantian nya selama ini akhirnya membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Risya benar-benar bersyukur dapat menyelesaikan S2 nya dengan baik. Tentu nya ini semua berkat dukungan dan doa dari semua keluarga . Kemudian Risya melonggarkan pelukannya dan menatap Caka
"Selamat ya moy,,, akhirnya lulus juga" ucap Caka dan Risya tersenyum dengan mengangguk
"Makasih kak" ucap Risya
Lalu Caka memberikan buket bunga mawar kepada Risya sebagai tanda ucapan selamat atas keberhasilan yang diraih oleh istrinya. Risya menerima bunga itu dan mencium nya, setelah itu Caka mengajak Risya untuk pulang ke apartemen mereka setelah Risya menyelesaikan semuanya.
"Apa Setelah ini kamu akan ikut aku pulang?!" tanya Caka saat mereka berjalan keluar dari kampus
"Aku masih ada perbaikan kak,,, mana bisa langsung pulang" jawab Risya
"Kan bisa dikerjakan di Indonesia moy, gak harus di sini. Lagian hanya revisi kan, dan setelah itu kamu hanya tinggal menunggu waktu wisuda nanti, benar kan?!" ucap Caka
"Emm,,, jadi mau langsung pulang ke Indonesia?!" tanya Risya
"Pengennya begitu, tapi terserah padamu" jawab Caka
"Ya sudah terserah kak Caka" ucap Risya
__ADS_1
Caka tersenyum saat mendengar ucapan Risya yang terakhir. Tanpa terasa mereka sudah sampai didalam apartemen, Lalu Risya meletakkan semua barang-barang yang dibawanya Setelah itu dirinya membaringkan tubuhnya diatas sofa empuk nya. Sementara Caka ke dapur mengambil jus buah yang berada di dalam kulkas dan membawanya ke sofa depan.
"Malam ini kita balik ke Indonesia yah?" ucap Caka
"Baiklah" jawab Risya
Tingggggg Tungggg ,,,,,,
Terdengar bel apartemen berbunyi, Risya langsung bangkit dan mengambil hijabnya lalu membuka pintu kamarnya.
Klik
Terlihat scurity apartemen datang dengan membawa buket bunga mawar merah didepan pintu
"Excuse me, here is a bouquet of flowers from someone"
(Permisi, ini ada titipan buket bunga dari seseorang)
"For me?"
"Yes"
Lalu Risya mengambil buket bunga itu dan membawanya masuk kedalam. Risya melihat ada kartu ucapan yang terdapat pada buket bunga mawar merah itu
..._Selamat atas kelulusan mu Risya_...
...Alvin...
"Dari siapa moy?" tanya Caka penasaran
"Dari Alvin" jawab Risya
Deg!
Hati Caka langsung memanas ketika Risya mengatakan buket bunga itu dari Alvin.
"Alvin?! Beraninya dia memberikan bunga untuk istriku!!" Batin Caka dengan sudah mengenggam erat tangannya dan menahan rasa Cemburu yang meluap-luap.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,
__ADS_1