
Caka dan Risya berfokus pada makanan mereka, meski di sadari Risya dirinya masih merasa sangat tegang dengan situasi saat ini.
"Dasar mesum!! beraninya dia menciumku! Cih!!" batin Risya berteriak. Batinnya masih berontak tapi berbeda dengan respon raganya yang malah merasa panas dingin saat itu.
Sementara Caka bersikap santai meski jantungnya masih belum bisa tenang, seumur-umur baru kali ini lah dia berani mencium wanita seumur hidupnya. Setelah selesai makan siang, Caka mengajak Risya untuk mencari masjid karena sudah mendengar suara adzan Zuhur berkumandang.
Caka dan Risya kembali ke mobil mereka setelah selesai menjalankan ibadah Zuhur dan melanjutkan perjalanan mereka menuju ke perumahan yang di sebutkan oleh mama Debby. Didalam mobil kedua anak manusia itu terkena sindrom diam tanpa ada yang bicara satu kata pun, hingga akhirnya Caka memutuskan untuk menghidupkan musik untuk mengusir kesunyian. Sementara Risya tidak ingin menoleh kearah Caka sedikitpun.
"Dia,,, jadi Pendiam gitu?! apa dia marah padaku?!" batin Caka
Caka tidak tahan dan akhirnya buka suara
"Ris"
"Apa?!" jawab Risya cuek
"Kamu marah padaku?!" tanya Caka
"Sudah tau nanya!" jawab Risya ketus
"Harusnya hal itu udah biasa kan di lakukan sama pasangan suami istri?! bahkan diluaran banyak kok yang masih pacaran malah lebih dari itu!" ucap Caka membela diri
"Tapi aku gak mau ciuman sama kamu!!! Dasar mesum!" sarkas Risya
"Ah nanti kamu juga bakal ketagihan!" ejek Caka dengan cengir kudanya
"Ngeselin!!!" hardik Risya memukul lengan Caka
"Hahaha mukamu merah!! cieeee malu-malu meong!! Pasti itu ciuman pertama kamu kann?! hayo ngaku?!" ucap Caka seolah dirinya tidak begitu
Wajah Risya benar-benar sangat merah, antara kesal dan malu bercampur jadi satu. Kemudian Risya mencubit-cubit pinggang Caka dan malah membuatnya terkekeh kegelian
"Haha,,,haha,,,hahaha geli!!" teriak Caka
Kemudian Caka memberhentikan laju mobilnya di tengah jalan.
"Ngapain berhenti disini?!" tanya Risya kaget
"Salah siapa kamu menggelitik ku!! kalau kita kecelakaan gimana?! kamu mau mati sebelum aku perawaanin hah??" Sarkas Caka
"Beneran yah tuh mulut kalau ngomong gak pake saringan! siapa yang mau kamu perawaanin hah?! Aku OGAH!!!" Sarkas Risya
"Eiiitsss jangan ngomong gitu!! nanti kemakan omongan sendiri loh!!" ejek Caka
"Heehh!!!! bener-bener menyebalkan!!! Udah jangan banyak omong!!! jalanin mobilnya!!" Ucap Risya sewot yang kemudian memilih tidak meladeni omongan Caka yang tidak pernah di saring. Sementara Caka hanya terkekeh lalu kembali menjalankan mobilnya.
__ADS_1
"Dih! jangan Sampe kejadian!! aku gak akan pernah rela!!!" batin Risya
Kemudian mobil Caka sudah masuk ke area perumahan elite itu, Caka melihat tak jauh dari gerbang terparkir mobil papanya disana, lalu Caka mendekat kearah sana. Setelah sampai keduanya segera turun dan menghampiri mereka, dan ternyata disana ada mama gadis
"Assalamualaikum,," sapa Caka
"Wa'alaikumsalam,,,, kalian lama sekali sih?!" tanya mama Debby
"Maaf ma, tadi kami sholat dulu" jawab Risya
"Ada ma?!' tanya Caka
"Nah Caka,,, Risya,,, ini sekarang adalah rumah baru kalian,,, ayo kita masuk,,,," ucap mama Debby
"Rumah baru?!' tanya Caka
"Iya,,, ini hadiah pernikahan kalian dari kami, plus mama bawain bik Asih dan mang Ucup untuk membantu kalian disini" ucap mama Gadis
"Tapi ma" ucap Risya
"Kalian kan sudah menikah, jadi kalian harus belajar hidup mandiri dalam berumah tangga. Tidak bergantung kepada papa dan mama kalian" ucap mama Debby
Mereka berdua masuk kedalam rumah baru dan melihat ternyata rumah itu sudah sangat lengkap dengan semua furniture elegan dan tertata begitu rapi. Kemudian Caka dan Risya menyapa papa Galang dan papa Dave yang berada di ruang tamu.
"Siapa ma yang mempersiapkan ini semua?!" tanya Risya terheran-heran
"Ah,, mudah saja, papamu banyak anak buah yang bisa di mintain tolong hahah" jawab mama Debby
"Bener-bener anak sultan!" batin Risya saat menatap Caka. Sementara Caka tidak sedikitpun heran dengan semua yang terjadi saat ini.
Kemudian Caka berjalan keatas dan mencari letak kamar mereka.
Ceklekkkk
Caka membuka pintu yang di yakini kamar itu adalah kamarnya nanti bersama Risya dan benar saja ketika Caka melihat kedalam kamar itu terlihat sangat luas dan disana sudah terpampang foto pernikahan mereka yang membuatnya tersenyum ketika teringat moment foto bersama.
Caka mengamati semua tatanan ruangannya itu memang tidak salah, dan Caka sudah dapat menebak pasti itu semua yang mengatur adalah mamanya. Mama Debby paling mengerti selera putra Sulungnya itu.
"Kamu gak mau lihat kamarmu Ris?!" tanya mama Gadis saat mereka berada didapur
"Kamar Risya dimana ma?!" tanya Risya
"Diatas, kalau yang bawah ini untuk kamar tamu, itu kamar bik Asih dan pak Ucup" jawab mama Gadis
"Risya coba lihat kamar Risya ma" ucap Risya yang kemudian berjalan menaiki tangga menuju keatas sementara mama Debby, mama Gadis di dapur bersama bi asih tengah menyiapkan cemilan untuk mereka nanti dan didepan papa Galang dan papa Dave
__ADS_1
Risya masuk kedalam kamar dan melihat Caka yang tengah berdiri didepan jendela kaca samping yang menampilkan indahnya taman bunga. Risya sedikit gugup tapi memaksa masuk dan melihat kamarnya. Sementara Caka menoleh kebelakang ketika mendengar langkah kaki seseorang masuk kedalam kamar
"Risya"
"Hm,, kamar ini sangat luas,,, nanti malam kamu tidur di sofa" ucap Risya yang kemudian membuka lemari pakaian dan benar saja, pakaian mereka sudah berada di lemari itu dengan sangat rapi.
Caka menghampiri Risya dan berada dibelakang nya
"Kenapa harus di sofa jika ranjang ini sangat luas?? bahkan saat kita bermain Kuda-Kudaan masih bersisa sangat luas!" ucap Caka sengaja kembali memancing amarah Risya
Risya berbalik dan menabrak dada bidang Caka saat itu, tatapan mereka bertemu ketika Caka merengkuh pinggang Risya
"Aku sudah bilang padamu! jangan sentuh aku mesum!!" sarkas Risya yang kemudian berusaha melepaskan diri dari Caka
"Hahaha,,, aku suamimu Risya!! bukan kamu yang mengaturku, tapi aku yang mengatur sebagai kepala rumah tangga!" jawab Caka
"Iiihh lepasin pinggangku!! mesum!!" sarkas Risya
"Teriak lah jika kamu ingin teriak! dibawah kan ada papa dan mama? biar mereka dengar dan mereka tau semuanya!" ucap Caka
"Aku gak takut jika mereka tau!! bahkan jika mereka menyuruh kita bercerai aku juga sangat senang!!" Sarkas Risya
Caka sangat geram ketika mendengar Risya mengatakan kata Cerai. Bahkan dirinya saja belum mendapatkan perusahaan Surya Farma dari papanya. Lalu Caka menarik tengkuk Risya dan menciumnya dengan penuh penekanan. Risya berontak dan berusaha mendorong Caka yang terus menciumnya tanpa memberikan kesempatan untuknya bernafas.
Apalah daya Risya yang tubuhnya lebih kecil dibanding tubuh Caka yang gagah dengan otot-otot kuat dan juga tenaganya yang berkali lipat dibanding Risya. Akhirnya Risya pasrah dan membiarkan Caka melakukan apapun yang diinginkan sekarang, namun sedikitpun Risya tidak membalasnya.
"Bernapas Oon!" sarkas Caka saat melepaskan Risya
"Gila! kau yang mencium ku dan membuatku tidak bisa bernafas!" Sarkas Risya mendorong Caka menjauh
Kemudian Risya berlari keluar dari kamar mereka dan segera turun ke bawah menemui papa dan mama mereka di bawah, Sementara Caka dengan santainya berjalan kebawah menyusul Risya.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,
...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍......
...❤️ Terima kasih sudah mampir,...
...Semoga Suka❤️...
__ADS_1