
Setelah selesai sholat, Caka memapah Risya untuk kembali ke tempat tidur dengan perlahan.
"Masih sakit banget yah??!" tanya Caka jadi khawatir saat melihat ringisan Risya
"He'em,,, kayaknya luka dalem deh" ucap Risya
"Jelas luka dalem, kan itunya robek risssss!" jawab Caka saat menyentuh wajah Risya.
"Terus gimana?!" tanya Risya
"Emm,, aku ke apotik dulu yah,,, kamu jangan kemana-mana" ucap Caka yang kemudian mengambil dompetnya dan pergi ke apotik untuk membelikan obat. Sementara Risya memilih untuk merebahkan dirinya di tempat tidur nya.
Beberapa menit kemudian Caka sudah kembali dengan membawa obat. Saat dia masuk kedalam, dilihatnya Risya yang sudah kembali tertidur dengan berselimut tebal. Lalu Caka duduk di samping Risya dan meletakkan obat diatas meja kecil di depannya.
Caka menyibak selimut perlahan dan memeriksa area sensitif Risya yang terlihat memerah dan bengkak. Caka jadi merasa kasihan saat melihat kondisi Risya saat itu, bagaimana pun itu juga karena ulahnya. Lalu Caka mengambil obat oles dan mengoleskan perlahan-lahan agar Risya tidak terbangun dari tidurnya. Namun salah dugaan Caka, Risya terbangun saat merasa seseorang menyentuh kulitnya
"Kak Caka,,,," ucap Risya saat melihat Caka berada dibawah kakinya
"Risya,,,,, aku,, aku hanya ingin mengobati lukanya aja" ucap Caka takut jika Risya marah
Risya menutup kedua pahanya karena merasa malu
"Aku malu kak" ucap Risya dengan wajah yang sudah memerah
Caka menarik selimut dan kembali menutupi tubuh istrinya. Lalu Caka mengambil air putih dan memberikan kepada Risya
"Minum dulu obatnya,,, biar cepet sembuh" ucap Caka
Lalu Risya duduk dan meminum obat yang diberikan oleh Caka.
"Makasih" ucap Risya dan Caka tersenyum
Kemudian Risya kembali merebahkan dirinya, begitu juga dengan Caka yang ikut merebahkan dirinya di samping Risya. Caka memeluk Risya dari belakang dan membuat Risya jadi merinding
"Kak,,, Risya capek" ucap Risya
"Aku gak mau apa-apa in kamu kok,,, cuma mau peluk" ucap Caka yang sesekali mengecup tengkuk Risya yang terbuka karena Risya hanya mengenakan tank top putih miliknya. Risya merasa geli namun percuma menyingkirkan ulat bulu dibelakangnya yang tidak akan pernah mungkin lepas dari kulitnya. Tak lama keduanya kembali tertidur.
Dddrrrttttt Dddrrrttttt Dddrrrttttt
Ponsel Risya bergetar hebat diatas meja kecil di samping, Caka terbangun lalu mengambil ponsel Risya dengan susah payah,
__ADS_1
"Mama Gadis?!" ucap Caka yang melihat panggilan video dari mama gadis
Lalu Caka menggeser layar ponsel Risya untuk menjawab panggilan video dari mama mertuanya.
"Hallo ma,, Assalamualaikum" ucap Caka
Caka bahkan lupa jika dirinya melepas kaosnya tadi sebelum tidur
"Aaaa!!!" teriak mama gadis kaget ketika melihat badan kekar mantunya. Caka menunduk dan dia baru sadar jika dia tidak mengenakan kaosnya. Buru-buru Caka menjatuhkan ponsel Risya lalu menyahut kaos nya tadi dan memakainya.
"Maa,,," panggil Caka
Mama gadis melihat perlahan dan ternyata Caka sudah mengenakan kaos miliknya
"Kalian dimana?! mama kerumah kalian tapi cuma ada bik asih sama mang Ucup!!! tanya mama
"Kami ke Jepang ma" jawab Caka
"Jepang? Risya mana?!" tanya Mama gadis
"Ada,,, ini lagi tidur ma,,, Risya sakit jadi lesu" jawab Caka yang kemudian mengarahkan camera ponsel kearah Risya
"Sakit???? sakit apa?!" tanya mama
"Sudah dibawa ke dokter?!" tanya mama
"Tadi Caka udah beliin obat ma, makanya sekarang dia tidur lagi, pengaruh obat juga kayaknya" jawab Caka
"Kak,,,,,,,, haus" panggil Risya
Setelah cukup lama berbincang, Caka mematikan sambungan video mereka karena Risya haus. Lalu Caka mengambilkan air putih dan memberikan kepada Risya.
"Mama tadi nelfon, nanyain kita dimana" ucap Caka
"Terus?"
"Yah,, aku bilang kita di Jepang" jawab Caka
"Gimana,, masih perih?!" tanya Caka
"Udah enggak kayak" jawab Risya
__ADS_1
"Benarkah????" jawab Caka dengan senyum mesumnya
"Mulai deh!!! mulai dehhh!!! itu muka ngeselin banget!!!" ucap Risya dan Caka terkekeh
Caka menarik Risya dan memeluknya dengan sangat erat. Risya pun deg degan ketika Caka memeluknya seperti itu, belum lagi seperti nya Risya mulai menyukai aroma maskulin Caka yang membuatnya sangat nyaman.
"Apa kau sudah mencintai ku?!" tanya Caka
"Belum" jawab Risya
Setelah jawaban Risya, Caka terdiam dan tidak berkata lagi. Dia mengerti tidak akan secepat itu membuat Risya mencintai nya, meski mereka sudah melebur menjadi satu.
"Kamu mau makan apa? " tanya Caka memecah kesunyian
"Apa aja" jawab Risya
Lalu Caka beranjak dan melihat isi kulkas Risya hanya ada makanan Frozen food dan sayuran pelengkap. Kemudian Caka memiliki ide untuk memasarkan Risya Tom yam. Perlahan Risya turun dari tempat tidur dan berjalan ke dapur dengan sedikit tertatih dan mirip sekali dengan ibu-ibu yang baru saja belajar jalan setelah lahiran.
"Apa dia marah padaku?!" batin Risya saat menatap punggung Caka yang menghadap ke kitchen
"Masak apa kak?!" tanya Risya
"Tom yam" jawab Caka
Risya duduk di kursi tak lama kemudian Caka membawa dua mangkuk berisi tom yam dan memberikan semangkuk untuk Risya
"Ayo di makan" ucap Caka
Lalu keduanya menikmati Tom yam itu bersama.
Sementara itu di tempat lain,,,
Mama gadis yang sudah panik ketika mendengar kabar Risya sakit langsung menghubungi papa Galang dan mengajaknya ke Jepang hari itu juga. Mama takut jika terjadi hal yang yang buruk pada putrinya. Papa Galang pun mengiyakan dan keduanya langsung melakukan penerbangan menuju ke Jepang. Tidak lupa mereka memberi kabar kepada kedua besannya.
.
.
Bersambung,,,,,,,
...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍......
__ADS_1
...❤️ Terima kasih sudah mampir,...
...Semoga Suka❤️...