
Suasana malam itu mendadak tegang, terlihat wajah Risya dan Caka berubah pucat. Namun dengan cepat Caka mengatasi kegugupannya.
"Ma,,, pa,, Tante,, om,,, ini Risya calon istriku" ucap Caka
Semua orang masih terdiam dan menatap Caka dan Risya bergantian. Sebenarnya semua keluarga ingin tertawa keras ketika mendengar ucapan Caka malam itu. Sementara Risya terlihat bingung dengan melihat ekspresi semua orang yang ada di meja itu
"Caka, kenapa kau bawa anak gadis Om?!" tanya Galang
"Hah?! maksud om?!" tanya Caka bingung
"Itu Risya anak gadis Om dan Tante!" jawab Galang
"Hah?!" ucap Caka menatap kearah Risya dengan tatapan bingung, Sementara Risya bertambah bingung. Setahu Risya, pria di sampingnya bernama Dimas bukan Caka, tapi kenapa papa Galang menyebutkan nama Caka
"Maksud papa,,, ini pria yang mau di jodohkan sama aku?!" tanya Risya dengan perasaan campur aduk saat itu
"Iya,, itu Caka anak nya Tante Debby!" jawab mama Gadis
"Apa???" Risya terkejut bukan main sampai dirinya lemas dan langsung pingsan di tempat. Untung saja Caka masih berdiri dan mampu menopang badan Risya yang sudah lemas seperti jelly dan langsung ambruk begitu saja
"Wah! Risya pingsan mas!!" teriak mama Gadis
Lalu Rasya berdiri dan menarik kursi, kemudian Caka mendudukkan Risya di kursi itu. Gadis yang ikut panik segera menghampiri putrinya.
"Risya,,,, bangun!!!" ucap mama Gadis memijiti tangan putrinya agar terbangun
"Pake ini mbak" ucap Debby memberikan minyak kayu putih kepada Gadis.
Lalu Gadis mendekatkan minyak kayu putih itu pada hidung Risya dan tak lama kemudian Risya terbangun dari pingsannya. Perlahan Risya membuka mata dan yang pertama kali dilihat adalah mamanya dan juga Tante Debby yang duduk di sebelah Risya.
"Kamu sudah sadar?!" ucap mama Gadis
Risya mengangguk kemudian dia membenarkan duduknya. Tepat di seberang tempat duduk Risya ada Caka yang terus menatapnya.
"Karena semuanya sudah berkumpul, kita langsung makan malam saja" ucap Dave memecah kesunyian di meja itu.
Semua orang bergerak membuka piring dan mengambil makanan yang berada di hadapan mereka. Namun tidak untuk Risya dan Caka yang masih diam dan menatap satu sama lain. Keduanya terlihat bingung dengan rencana mereka sendiri yang jadi berantakan. Keduanya tidak menyangka jika mereka sudah di jodohkan dan malah seperti menyerahkan diri dihadapan kedua orang tua.
"Ayo makan Ris" ucap mama Debby
__ADS_1
"I..ya Tante" jawab Risya yang tersadar dari lamunannya. Lalu Risya mengambil makanan didepannya dengan masih berfikir apa yang akan terjadi setelah ini
" Sejak kapan kalian saling mengenal?!" tanya mama Gadis
Caka dan Risya saling menatap dan seperti saling melempar jawaban.
"Belum lama Tan" jawab Caka
"Ouh,,, tapi Risya gak pernah cerita apapun" ucap mama Gadis
"Jadi gadis yang mau kamu kenalkan sama mama itu anaknya Tante Gadis, hahaha ini beber-bener sangat lucu! ini efek mereka terus menolak bertemu, dan Allah sendiri yang mempertemukan mereka berdua!" ucap mama Debby
"Karena kalian sudah memutuskan untuk menikah, maka baiknya pernikahan ini segera di laksanakan" ucap papa Galang
"Aku gak mau nikah!" jawab Risya dengan cepat dan membuat semua orang terdiam. Caka langsung menatap Risya yang saat itu juga menatapnya. Lalu Caka menginjak kaki Risya untuk memberinya kode
"Awww" ringis Risya saat merasakan kakinya di injak oleh Caka.
"Ehm,,, Caka izin bicara berdua sama Risya ya Om Galang" ucap Caka
"Tapi awas, jangan macem-macem kamu sama anak gadis Om sebelum kamu halallin!" sarkas Galang
Risya sempat ragu dan menoleh kearah gadis dan Debby. Namun sepertinya Gadis memberikan izin kepada putrinya untuk ikut bersama Caka. Gadis percaya kedua anak itu tidak akan berbuat macam-macam. Lalu Risya mengikuti langkah Caka menuju ke depan restoran.
"Apa yang akan di bicarakan mereka berdua ya?" ucap mama Debby penasaran
"Ah palingan mereka berdua lagi menyusun rencana mbak, coba lihat deh gerak gerik mereka seperti mencurigakan. Aku yakin kedua anak itu sebenarnya menyimpan rahasia" ucap mama Gadis
"Aku rasa juga begitu!" jawab mama Debby.
Sementara itu Caka dan Risya berdiri tak jauh dari mobilnya, sesaat keduanya saling diam namun kemudian Caka angkat bicara
"Risya"
"Apa?!" Sarkas Risya
"Aku,,, aku gak nyangka jika semuanya seperti ini" ucap Caka
"Aku juga begitu! dan aku tidak mau menikah denganmu Caka! " jawab Risya dengan tatapan tegasnya
__ADS_1
"Ris,,, menikahlah denganku" ucap Caka
"Gak!! aku gak mau nikah sama kamu!! lebih baik kita katakan saja semuanya kepada keluarga kita!" jawab Risya
" Please,, menikahlah dengan ku!!" ucap Caka memohon
"Tidak ada alasan untuk kita menikah!! aku tidak mencintaimu! dan kamu tidak mencintaiku! pernikahan macam apa ini hah?!" Sarkas Risya
"Jika kamu mau menikah denganku, aku akan memberikan apapun yang kamu inginkan! Setidaknya kita menikah sampai papaku memberikan perusahaan nya kepadaku" ucap Caka
Plaaakkkkkkkk
Risya menampar keras wajah Caka ketika mendengar alasan Caka ingin menikahinya hanya karena menginginkan perusahaan papanya.
"Kau pikir, pernikahan itu sebuah permainan hah?! aku tidak akan pernah mau menikah denganmu!!" ucap Risya dengan sangat marah kepada Caka
Lalu Caka menarik Risya dan membawanya masuk kedalam mobilnya. Risya menolak namun Caka langsung menancap gas dan meninggalkan restoran itu.
"Gilaa!! mesum!!! turunkan aku!!!" teriak Risya kepada Caka dan dia berusaha membuka pintu mobil yang sudah terkunci rapat.
Lalu Caka membelokkan mobilnya di jalanan sepi dan hanya ada mereka berdua. Risya terlihat sangat takut ketika melihat tatapan Caka seolah akan menerkam nya.
"Jangan macam-macam Caka! atau aku akan teriak!!" ucap Risya memperingatkan Caka
"Teriak lah sepuas mu! tidak akan ada orang yang akan menolong mu!" ucap Caka yang kemudian semakin mendekat pada Risya .
"Jika aku tidak bisa meminta mu menikah denganku baik-baik, maka jangan salahkan aku jika aku akan merenggut kesucian mu!! aku yakin setelah itu, kau akan menikah denganku!!" ucap Caka yang menakut-nakuti Risya
"Kau,,, kau benar-benar pemaksa!! jangan berani menyentuhku Caka!!!" ucap Risya yang sudah terpojok dan Caka semakin memepet kan dirinya pada Risya
"Kau hanya ada dua pilihan, menikah denganku dalam beberapa waktu, atau kau akan merasakan nikmatnya bercinta denganku saat ini!!" ucap Caka
Risya menggap-menggap mendengar ucapan Caka yang gila itu. Risya terpojok dan tidak ada pilihan lain saat itu
"Baiklah! aku akan menikah denganmu!" jawab Risya dengan cepat, saat bibir Caka tinggal beberapa centi lagi didepan bibir Risya
"Bagus! kita kembali ke restoran!" ucap Caka yang kemudian menjauh dari Risya dan menjalankan mobilnya kembali ke restoran.
Risya dapat kembali bernafas lega setelah sesaknya dada yang sempat dia rasakan ketika Caka memojokkan. Caka pun sebenarnya hanya menggertak Risya agar mau menikah dengannya. Karena dengan menikahi Risya, maka Dave akan memberikan perusahaan Surya Farma kepada Caka yang selama ini dia kembangkan dan perusahaan itu masih berstatus milik Davara Herlambang.
__ADS_1