Pura Pura Jatuh Cinta

Pura Pura Jatuh Cinta
Semangkuk Ramen


__ADS_3

Risya tengah berhadapan dengan kepala penelitian di kampusnya untuk mengajukan berkas penelitian.


"Pak, ini berkas kelengkapan penelitian saya yang sudah di ACC oleh pembimbing, emm gimana ya pak soal permohonan saya untuk melakukan penelitian di Indonesia, apa sudah ada kabar?"


"Baik, berkas kamu saya terima, dan pihak kampus juga sudah menetapkan untuk memberikan izin kepada kamu untuk melakukan penelitian di Indonesia, dan kami juga sudah mendapatkan perusahaan yang menerima mahasiswa kita untuk melakukan penelitian di perusahaannya"


"Alhamdulillah,,,,, dimana pak? nama perusahaan apa?"


"Di PT. Surya Farma, Bandung"


"Wahhh,,,, di perusahaan besar itu pak??? wahhh terima kasih banyak pakkkk,,, jadi, kapan saya bisa memulai penelitian saya ya pak?" tanya Risya dengan penuh semangat. Siapa yang tidak senang ketika memiliki kesempatan emas untuk melakukan penelitian di sebuah perusahaan besar dan sudah ternama.


"Minggu depan kamu sudah bisa melakukan penelitian di perusahaan itu"


"Baik pak,, terima kasih banyak pak kalau begitu,,"


Setelah menyelesaikan urusannya, Risya berpamitan untuk keluar dari ruangan. Hati Risya begitu senang karena dia sudah mendapat tempat penelitian, belum lagi di tempat yang benar benar menjadi tempat impiannya. Kemudian Risya memutuskan untuk kembali ke apartemen nya, sebelum pulang, Risya membeli beberapa bahan makanan yang akan di masaknya nanti saat makan siang dan makan malam.


Sesampainya di depan kamar apartemen


Ting!


Pintu lift terbuka dan Caka keluar dari lift itu, Risya menoleh dan tatapannya bertemu dengan Caka


"Haha! ternyata cuma pindah disitu?! kirain udah pergi jauh,,, eh ternyata tetanggaan!" Ucap Caka yang kemudian menghampiri Risya


"Terserah dong! lagian apartemen ini yang paling Deket dari kampus!" jawab Risya yang kemudian masuk kedalam apartemen miliknya. Caka tidak ingin tinggal diam, dia pun ikut masuk kedalam apartemen Risya


"Ehhhhh kenapa kamu masuk! siapa yang menyuruhmu masuk hah?! keluar sana!" ucap Risya mengusir Caka


"Pelit banget sih! aku cuma mau lihat apa kamarmu lebih besar dari kamarku!" ucap Caka yang berjalan nyelonong masuk melihat kamar didalam dan ternyata sama saja seperti miliknya


"Udah lihat kan?! sekarang mending kamu keluar dari sini!" Sarkas Risya


Caka melihat Risya membawa bahan makanan


"Aku lapar, aku ingin makan" ucap Caka


"Kalau lapar, kamu bisa beli diluar!! banyak restoran enak yang pasti buka jam segini!"


"Gak mau! aku mau makan yang kamu beli!" ucap Caka

__ADS_1


"Aku bukan istrimu!! cepat keluar mesummm!!" teriak Risya yang kemudian menarik-narik lengan Caka untuk mengusirnya.


Risya merasa sangat berat saat menarik Caka yang enggan melangkah keluar sedikitpun. Belum lagi badan Caka yang lebih tinggi dan lebih besar di banding Risya membuatnya semakin kesulitan


"Keluar mesum!!! Aaaaaaaaa!!!" teriak Risya


Gubraaakkkkkkk


Risya terjatuh di lantai dan di diatasnya ada Caka yang menindihnya. Keduanya saling terdiam sesaat, saling menatap dengan jarak yang sangat dekat. Caka merasakan tangannya menyentuh sesuatu yang lembut dan membuat jantungnya berdebar tak karuan, belum lagi tiba-tiba darahnya mendidih dengan cepat


"Aaaaaaaaa!!!! Dasar mesumm!!!!"


Plaaakkkkkkkk


Risya menampar wajah Caka hingga membuatnya terjatuh di samping Risya. Dengan cepat Risya duduk dan membenarkan pakaiannya.


"Heh mesum! beraninya kau,,, kau,,, menyentuh,,,,,!" ucap Risya yang hampir menangis


"Apa salahku?! kau yang menarikku! dan aku tidak sengaja menyentuh nya!" ucap Caka membela diri.


"Lebih baik kau keluar mesum!!!" teriak Risya yang sudah menangis didepan Caka, lalu Risya melepas sepatunya dan akan melemparkannya kepada Caka. Caka pun tidak ada pilihan lain selain segera pergi dari kamar Risya dengan cepat.


Duaaarrrrrrr


"Dia,,, dia sudah memegang punya ku!!!" ucap Risya dengan menangis ketika mengingat kembali Caka sudah menyentuh miliknya.


Sementara Caka masuk kedalam kamarnya sendiri dan terus berfikir apa kesalahannya


"Kok aku yang salah sih?! kan si judes sendiri yang menarik ku! haisss,,,, tanganku jadi ternoda kan karena memegang milik sijudes!" Caka menuju kekamar mandi dan mencuci tangannya


"Tapi,,, rasanya sangat lembut!! Sial!!!" Ucap Caka yang kemudian mencuci wajahnya agar pikiran kotornya ikut bersih. Kemudian Caka bersiap untuk menjalankan ibadah Zuhur nya.


Setelah selesai sholat, Caka masih kepikiran terhadap Risya, ntah kenapa dipikirannya terbesit rasa bersalah. Bagaimanapun itu terjadi karena Caka juga yang tidak mau pergi dari kamar Risya. Lalu Caka beranjak dari kamarnya dan berjalan keluar menuju ke kamar Risya


Tiinggg Tunggggg


Tinggg Tuuuungg


Klik


Pintu terbuka dan Caka melihat Risya berdiri didepan pintu, wajah Risya kembali mendung ketika melihat Caka yang bertamu. Buru-buru Risya akan menutup pintu namun Caka menerobos masuk kedalam

__ADS_1


"Ada apa lagi sih?!" Sarkas Risya


"Judes,,, eh maksudku Risya,,, aku,, aku minta maaf,, aku gak sengaja dan itu juga bukan salahku sepenuhnya kan,,," ucap Caka


"Pergilah dari kamarku!" jawab Risya


"Tapi kau memaafkan ku kan?" tanya Caka dan Risya hanya diam menatap Caka dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Sebagai permintaan maaf ku,, aku akan memasakkan mu, bagaimana?" tanya Caka


"Terserah!" jawab Risya yang kemudian berlalu pergi


Caka mengikuti Risya yang menuju dapur, lalu Caka membuka barang-barang yang di beli oleh Risya. Setelah itu Caka mengambil bahan ramen dan memasakkan ramen untuk Risya yang hanya duduk melihat Caka memasak.


Beberapa saat kemudian dua porsi ramen sudah siap di hidangkan, Caka membawa mangkuknya dan memberikan kepada Risya yang masih mendiaminya sejak tadi.


"Makanlah,,," ucap Caka


Risya mengambil sumpit dan menikmati ramen buatan Caka tanpa berkomentar apa-apa.


"Nanti malam, mau tidak menemaniku keluar?" tanya Caka


"Kemana?"


"Mall, aku ingin membelikan kado adikku, tapi, aku tidak tau apa yang harus aku belikan" ucap Caka sembari menikmati ramen nya


"Tapi, malam nanti kamu traktir aku makan!" ucap Risya


"Baiklah! aku akan mentraktir mu sepuasnya!" , jawab Caka


"Hm"


Setelah mereka selesai makan, Caka kembali ke kamar apartemen nya, sementara Risya memilih untuk melanjutkan pekerjaannya yang sempat tetunda.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung,,,,,,,


__ADS_2