Pura Pura Jatuh Cinta

Pura Pura Jatuh Cinta
Mengikhlaskan Dia Pergi


__ADS_3

Perlahan Risya membuka matanya, dilihatnya sekeliling berwarna putih dan bau khas obat-obatan sangat menyeruak kedalam hidungnya. Dirasakan tangan Risya digenggam erat seseorang dan pandangan nya kebawah dilihatnya Caka yang saat itu tengah tertidur disampingnya.


"Kak Caka,,," ucap Risya dengan lirih


Caka terbangun saat samar-samar mendengar suara Risya memanggil nya.


"Sayang,,,,, kamu sudah sadar?! sebentar aku panggil dokter dulu" ucap Caka kaget dan langsung akan beranjak dari tempat duduknya. Namun Risya menahan tangan Caka agar tidak pergi meninggalkan nya


"Kak Caka jangan pergi,,,," ucap Risya memohon


Caka menatap Risya kemudian dia kembali duduk dan masih mengenggam tangan Risya


"Aku tidak akan pergi,,, syukur lah kamu sudah sadar moy" ucap Caka saat mengusap sayang pucuk kepala Risya


"Memangnya sudah berapa lama aku gak sadar kak?" tanya Risya


"Setelah kamu keluar dari IGD tadi sore. Papa dan mama pulang kerumah, besok pagi mereka akan kembali kesini" ucap Caka


Risya melihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul 23.30 WIB,


"Kak,,, memangnya aku sakit apa? kenapa aku sampai tidak sadar selama itu?!" tanya Risya bingung


Deg!


Caka seperti belum siap memberitahukan semua kebenaran itu kepada Risya. Lidahnya sangat keluh, bahkan melihat kondisi Risya saat ini yang sangat lemah membuatnya bertambah tidak tega memberitahukan semuanya.


"Kamu kelelahan moy, mungkin karena kamu terlalu memforsir pikiran dan tenaga kamu menghadapi sidang kemarin. Belum lagi setelah nya kita langsung pulang ke Indonesia" jawab Caka

__ADS_1


"Ohhh" sahut Risya yang kemudian mencoba bangkit dan akan membenarkan posisi tidurnya


"Aaahhhh,,,, sakit kak,,,," ucap Risya dengan ringisannya


"Sakit apanya??? yang mana??" tanya Caka dengan khawatir


"Itu,,, itu Risya sakit banget,,, kenapa ya??" tanya Risya saat merasakan sakit yang luar biasa pada area sensitif nya.


Caka membantu Risya membenarkan posisi tidurnya, dan Setelah itu Caka menarik nafas kasar beberapa kali untuk menenangkan hati dan pikirannya. Lalu Caka menatap Risya, mengusap wajahnya perlahan


"Sayang,,,,, sakitnya area sensitif mu itu karena,,, kamu keguguran dan dokter melakukan tindakan pembersihan di rahim kamu" ucap Caka dengan pilu


Deg!!


Jantung Risya berdetak sangat cepat, Risya tidak mengerti maksud ucapan Caka saat itu


"Keguguran?!" tanya Risya


Bibir Risya bergetar, begitu juga tangannya saat menyentuh perutnya yang rata. Perasaan sedih penuh kepiluan kini dia rasakan. Tetesan air matanya pun sudah membanjiri pipinya. Risya tak sanggup lagi bicara, perasaannya campur aduk dan sulit diungkapkan


"Kita harus bersabar sayang" ucap Caka saat memeluk Risya dengan sangat erat.


Tangis Risya pecah, suaranya terdengar sangat pilu. Risya meluapkan perasaan didalam pelukan Caka. Bukan hanya Risya, Caka pun ikut menangis meski tak terdengar suaranya. Perasaan keduanya sama-sama sedih karena kehilangan calon buah hati mereka.


Hampir satu jam Risya menangis didalam pelukan Caka, hingga membuatnya lemas tak berdaya. Matanya sudah sangat sembab, hidung dan bibirnya pun sudah sangat merah, belum lagi kaos Caka pun sudah basah karena air mata Risya sudah membanjirinya


Saat sudah tak terdengar lagi tangisan Risya, Caka melonggarkan pelukannya dan menatap wajah istrinya yang saat itu juga menatapnya dengan mata basahnya

__ADS_1


"Kita harus mengikhlaskan dia pergi sayang, dia sudah berada di taman surganya Allah dan dia kelak akan menunggu kita di pintu surga" ucap Caka saat mengusap bekas air mata Risya yang sudah kering


"Tapi,,,, aku tidak siap kehilangan dia secepat ini kak,,," ucap Risya dengan segukan


"Aku tau,, tapi ini sudah takdir,, kita tidak bisa menolak takdir sayang,,, dan kita tidak boleh terus bersedih, karena jika kita bersedih, dia juga akan bersedih" ucap Caka saat mengecup tangan Risya


"Dia terlalu cepat pergi meninggalkan kita" ucap Risya saat kembali ambruk kedalam pelukan Caka


"Aku tau sayang,,, ini terlalu berat untuk kita,,, tapi kita harus ikhlas" jawab Caka


Risya sudah tidak bisa menjawab dan dirinya kembali menangis. Kemudian Caka merebahkan Risya Setelah itu Caka ikut merebahkan dirinya di samping istrinya.


Caka masih terus memeluk Risya dan sesekali mengecup keningnya.


"Menangis lah sepuas hatimu, tapi setelah ini kamu harus kembali tersenyum demi dia" ucap Caka


Terdengar Isak tangis Risya saat berada didalam pelukan Caka, meski air matanya sudah kering, namun kesedihan dihatinya belum sepenuhnya terobati. Akhirnya setelah lelah menangis Risya kembali tertidur, Caka melonggarkan Pelukannya dan menatap Risya yang sudah tertidur pulas disampingnya.


"Setelah ini aku berjanji untuk membuat mu bahagia!!" ucap Caka yang kemudian mengecup bibir Risya dengan perlahan.


Setelah mengatakan itu, Caka ikut memejamkan mata dan menyusul Risya kedalam alam mimpi.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung,,,,,,,,


Mampir ke Novel baru uni yukkk judulnya SKANDAL CINTA😍 Tinggalin jejak kalian yah biar update nya semangat🤗


__ADS_2