
Mobil Caka terus melaju dengan kecepatan tinggi, begitu juga dengan mobil dibelakangnya yang tidak ingin kalah dan berusaha menyalip mobil Caka. Terlihat Risya sangat takut jika akan terjadi hal buruk kepada mereka
"Moy, Cepat hubungi papa Dave!" Ucap Caka
"B,,,ba,,ik kak!" Jawab Risya dengan ketakutan
Lalu Risya dengan tangan bergetar membuka tas dan mencari ponselnya, Setelah ketemu Risya mencari nomer papa mertuanya. Kemudian Risya langsung menelfon begitu ketemu
Tuuuuuttttttt Tuuuuuttttttt Tuuuuuttttttt
Beberapa saat tidak ada jawaban dari papa Dave, mungkin saja Dave sudah tidur. Karena tidak ada jawaban dari papa Dave, Risya menghubungi papanya Galang, namun ternyata hasilnya sama, papa Galang tidak menjawab telfonnya.
"Kak,,, mereka gak jawab telfon,,, jadi kita harus gimana?!" ucap Risya dengan perasaan takut.
Caka berfikir dengan cepat langkah apa yang harus dia lakukan saat itu. Caka menduga didalam mobil itu pasti ada banyak orang dan tidak mungkin Caka bisa melawan jika jumlah mereka cukup banyak. Caka melihat sekeliling tempat itu ternyata ada jalan pintas yang membuatnya bisa lebih cepat sampai kerumah papanya. Kemudian Caka mengambil jalan itu dan akan melaju kerumah papanya
"Kamu tenang! kita akan segera sampai dirumah papa!" Jawab Caka
Sssssrreeeeeettttttttt
Mobil hitam itu menyerempet mobil Caka dan membuatnya memepet di pinggiran jalan. Caka tidak sedikitpun menghentikan mobilnya, meski dia tau pasti jika mobilnya sudah pasti lecet akibat di serempet oleh mobil di sampingnya. Jalanan nampak sepi dan kedua mobil itu terus beriringan dengan saling merapat.
Dari mobil hitam itu, turunlah kaca mobil mereka bagian penumpang dan dapat dilihat oleh Caka dan Risya, seorang pria menggedor kaca mobil Caka dengan sangat kuat.
"Kak,,,, gimana ini??!!! aku takut!!!" Ucap Risya yang sudah bergetar karena sangat takut.
Caka diam dan kembali menginjak gas dan menambah kecepatan laju mobilnya.
Sreeeeeeettttttttt Taaarrrrrrrrrr!!
Caka tidak peduli jika mobilnya menabrak kaca spion mobil hitam itu dan terus melaju dengan kecepatan maksimal dan membuat mobil hitam itu sedikit tertinggal di belakang.
Tiiinnnnnn!!
Caka Langsung mengklakson panjang saat sudah hampir sampai di rumah keluarga Herlambang. Tidak membutuhkan waktu lama, Gerbang rumah besar itupun terbuka lebar dengan cepat dan mobil Caka langsung masuk kedalam gerbang.
"Cepat tutup kembali!!" Perintah Caka kepada para penjaga rumah keluarga Herlambang.
Dengan cepat mereka pun kembali menutup gerbang tinggi itu dan menutup akses bagi orang lain.
Ciiiittttttttttttttt!!
Caka mengerem mobilnya dan menabrak pot bunga di halaman depan.
"Alhamdulillah kita selamat!" Ucap Caka dengan nafas lega.
"Hm hmm" Risya langsung mual-mual terasa ingin muntah akibat Caka melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
Dengan cepat Risya membuka pintu dan keluar dari mobil lalu memuntahkan semua isi perutnya. Caka pun tidak ingin diam begitu saja, dia langsung keluar dan menghampiri istrinya
"Maaf ya sayang,,," ucap Caka saat memijiti pundak Risya
"Gak papa kak" Ucap Risya
Kemudian Caka mengambil tissue dari dalam mobil dan memberikan nya kepada Risya. Risya segera membersihkan mulutnya dan badannya sudah sangat lemas.
"Ada apa ini ka?!" Ucap papa Dave yang menghampiri mereka saat mendengar klakson panjang masuk kedalam halaman rumahnya dan melihat ternyata itu ulah putranya
"Kami dikejar orang pa! papa kemana sih, di telfon gak di angkat?!" Tanya Caka sedikit kesal kepada papanya
"Papa di ruang kerja, mama ada dikamar adikmu, dikejar orang?! siapa" ucap papa
"Aku juga tidak tau pa, yang jelas mereka mengejar kami dan mobilku sepertinya rusak parah" ucap Caka
"Aku bawa Risya kedalam dulu ya pa" ucap Caka yang kemudian merengkuh pinggang Risya dan mengajaknya masuk kedalam rumah papanya.
Kemudian papa Dave memeriksa mobil Caka dan dilihatnya bagian samping terdapat kerusakan yang cukup parah.
"Tuan,,, ini sepertinya di serempet mobil dan kacanya retak berarti di gedor dari luar"
"Kamu benar! jangan buang waktu, cepat sebar orang-orang kita untuk menyelidiki kasus ini! jangan biarkan mereka lepas begitu saja" ucap mama Dave
"Baik tuan"
Risya dan Caka masuk kedalam rumah dan terlihat rumah besar itu terlihat sepi, Lalu Caka mengajak Risya menuju ke kamarnya. Inilah pertama kalinya Risya memasuki kamar Caka.
"Kamu duduk dulu moy, aku ambilkan baju ganti" ucap Caka yang kemudian berjalan menuju ke lemari pakaiannya dan mencari pakaian ganti untuk Risya.
Sementara Risya melihat kamar Caka yang begitu luas, kamar khas seorang pria, dengan aroma segar menyeruak di dalam ruangan itu. Kemudian Risya duduk di tepian tempat tidur dan merasakan empuknya tempat tidur Caka.
"Kamarnya sangat luas,,, bahkan sangat luas dibandingkan kamarku" ucap Risya lirih
"Ini juga kamarmu Moy,,,," sahut Caka saat menghampiri Risya dan memberikan kaos kepada Risya
"Bener-bener anak sultan! bahkan kamar ini muat untuk orang 1 RT" ucap Risya dan Caka terkekeh
"Cepatlah ganti baju, aku akan membuatkan ku teh hangat" ucap Caka sembari mengusap sayang pipi Risya
"Makasih kak" ucap Risya dengan malu-malu
Caka tersenyum lalu pergi meninggalkan Risya yang akan berganti baju.
Beberapa saat kemudian Caka sudah kembali kedalam kamar dengan membawa segelas teh hangat untuk Risya dan dilihatnya Risya sudah berganti pakaian
"Minumlah" ucap Caka
__ADS_1
Kemudian Risya mengambil gelas itu lalu meminum teh hangat buatan Caka, tidak membutuhkan waktu lama, Risya sudah menghabiskan tehnya
"Kami jangan takut lagi, sekarang kita sudah aman, dan kata papa, papa sudah mengirimkan orang-orangnya untuk mengurus masalah ini" ucap Caka saat menatap Risya
"Iya kak, Aku sudah lebih tenang sekarang, tadi aku sangat takut jika sampai terjadi hal buruk kepada kita. Mereka siapa ya kak?" jawab Risya
"Aku juga belum tau,,,, kita istirahat saja yuk" Jawab Caka dan kemudian Risya mengangguk
Lalu Risya dan Caka merebahkan dirinya diatas tempat tidur Caka yang empuk, sangat empuk dengan selimut lembut yang hangat. Semakin hangat saat Caka memeluk Risya,
"Sayang,,,, apa,,,, malam ini aku dapet jatah?" tanya Caka
"Kak Caka pengen?" tanya Risya malu-malu
"Pengen lah,,, udah nahan-nahan tau! lama dia gak disayang-sayang, rindu berat!" ucap Caka mencolek pipi Risya
"Aku,,,, juga rindu" ucap Risya sangat lirih namun masih bisa Caka dengar dengan jelas.
"Aaahhhh senangnyaaaaaaa!" Jawab Caka yang kemudian melonggarkan pelukannya dan menatap Risya yang tersenyum kepadanya
Saat Caka sudah akan mendekat, Risya menahan Caka dengan tiba-tiba
"Lampunya matiin dulu iiihh!! malu!" ucap Risya
"Hehe,,, baiklah" ucap Caka yang kemudian bangkit dan mematikan lampu utama dilamarnya dan menyisakan lampu tidur remang-remang
Secepat kilat Caka kembali ke tempat tidur dan sudah siap akan bertempur malam ini bersama Risya. Risya pun sudah mempersiapkan diri sebelumnya, Risya juga sangat rindu, benar-benar rindu sentuhan Caka yang membuatnya mabuk-semabuknya, membuatnya bisa terbang melayang dan menikmati manisnya cinta.
Keduanya saling membuai, dan melepas perasaan rindu dihati masing-masing setelah berhari-hari menahan rasa itu....
Malam semakin larut, dan malam semakin hangat,,,,,,,,
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,
Mampir ke Novel baru uni yukkk,,, Judulnya SKANDAL CINTA. Mampir yahhhh😍
...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍......
...❤️ Terima kasih sudah mampir,...
__ADS_1
...Semoga Suka❤️...