Pura Pura Jatuh Cinta

Pura Pura Jatuh Cinta
Kehilangan


__ADS_3

"Jatuh Cinta?!" ucap Risya lirih


"Iya moy,,, aku sudah jatuh cinta padamu!" ucap Caka saat menyentuh Tengkuk Risya dengan tatapannya meyakinkan.


"Sejak kapan?!" tanya Risya takut-takut


"Kalau kamu tanya sejak kapan, aku tidak bisa menjawab, perasaan itu hadir tanpa aku sadari. Aku hanya menginginkan mu bukan wanita yang lain" ucap Caka menatap Risya dengan tatapan cinta


"Apa,,, kamu memiliki perasaaan yang sama padaku?!" tanya Caka


Deg!


Jantung Caka berdetak cepat tak karuan, rasanya sesak dengan pertanyaan Caka dan juga posisinya sudah sangat dekat membuat Risya sesak nafas.


"Aku,,, tidak tahu kak, aku bingung dengan perasaanku" ucap Risya dengan deg-degan


"Apa yang kamu rasa saat kita sedang bersama?!" tanya Caka meminta kepastian Risya


"Aku,,, merasa sesak napas!" jawab Risya dengan wajah memerah. Kemudian Caka menarik Risya dan kembali mencium nya, namun kali ini Caka Melakukan dengan sangat lembut, membuat Risya merasakan perasaan cintanya. Risya tidak menolak, dieratkannya genggaman tangan Risya pada kaos Caka, dan dipejamkan matanya saat dirinya merasakan sentuhan bibir Caka menyusuri jalanan mulus tanpa hambatan, hingga tanpa Risya sadar, Caka sudah kembali membaringkan Risya dan menguasai nya


"Kak,,,,,," ucap Risya dengan nada bergetar


Caka melepaskan Risya dan kembali keatas untuk menatap istrinya


"Ada apa?!" tanya Caka


"Bukan kah dulu saat kak Caka akan menikahi ku hanya karena menginginkan perusahaan papa Dave?" tanya Risya dengan nafas memburu dan tak kalah memburu dengan Caka yang saat itu hasrat nya tertahan


"Iya, dulu salah satu alasanku menikahi mu karena aku menginginkan perusahaan papa, tapi,,, seiring berjalannya waktu kita bersama, aku tidak ingin jauh darimu, dan aku,, ingin menua bersama mu" jawab Caka


"Benarkah?" tanya Risya meyakinkan hatinya lagi


"Percaya lah sayang,, aku hanya menginginkan dirimu" ucap Caka


"Aku,,, masih ragu dengan perasaan ku kak"Jawab Risya menunduk


"Aku akan menunggumu sampai kamu benar-benar menyadari jika kamu juga mencintai ku!" ucap Caka saat mengangkat dagu Risya lalu kembali memberikan rasa manisnya.


Caka tidak peduli saat ini Risya belum menyadari perasaannya, namun Caka memiliki keyakinan jika Risya juga memiliki rasa yang sama pada dirinya, tinggal Caka harus sedikit lebih keras lagi berusaha untuk meyakinkan perasaan istrinya.

__ADS_1


Risya menggelora disaat Caka terus-terusan menyentuh nya memanjakannya dan memberikan rasa yang luar biasa dirasakan Risya. Saat permainan sudah hampir mencapai puncaknya, tiba-tiba Risya merintih kesakitan pada perutnya


"Ahhhh sakit kak,,,," ucap Risya meringis kesakitan dengan mendorong Caka


"Kamu,,,, kenapa moy?!" tanya Caka yang langsung down dan cemas melihat istrinya merasakan kesakitan


"Perut Risya sakit kak,,,, ahh sakitt banget" ucap Risya memegangi perutnya


Dengan cepat Caka mengambil pakaian risya dan juga dirinya, setelah Caka mengenakan pakaiannya, Caka membantu Risya mengenakan pakaiannya juga. Setelah Risya berpakaian lengkap Caka langsung menggendong Risya dan membawanya turun kebawah


"Aden mau kemana?!" tanya bik asih


"Kerumah sakit! Risya sakit perut" jawab Caka berlalu pergi ke depan rumah.


Lalu Caka membuka pintu mobil dan membuka kan pintu untuk Risya, setelah itu Caka masuk kedalam dan langsung tancap gas menuju ke rumah sakit milik keluarga nya.


"Kamu tahan yah sayang!" ucap Caka saat satu tangannya menyetir dan satunya lagi menyentuh kepala Risya.


Risya benar-benar merasakan sakit yang luar biasa sampai melilit. Caka pun mengendarai mobilnya dengan begitu cepat saat itu.


Beberapa menit kemudian Caka sudah sampai di depan rumah sakit Herlambang, suster langsung membawa Risya ke IGD dengan cepat. Lalu Caka hanya bisa menunggu Risya di depan ruangan sementara dokter tengah memeriksa kondisi Risya. Tak lupa Caka menghubungi mama Debby yang saat itu ternyata juga berada di rumah sakit itu. Tidak menunggu lama mama Debby sudah menghampiri Caka


"Bagai mana kondisi Risya?!" tanya mama dengan khawatir


"Kok bisa sih Risya sampai sakit perut gitu? salah makan?!" tanya mama penuh selidik


"Tadi,,, kami sempat main ma, dan Risya langsung mengeluh sakit" jawab Caka dengan pelan


"Kamu main kasar?" tanya mama Debby dengan kesal


"Enggak ma! beneran aku pelan-pelan!" jawab Caka


Ceklekkkk


Dokter keluar setelah selesai memeriksa kondisi Risya


"Bagaimana kondisi istri saya dokter Rini?!" tanya Caka


"Mas Caka, Bu Debby,,,, meski berat tapi saya harus mengatakan yang sebenarnya. Mbak Risya saat ini tengah mengandung dan baru memasuki 3 Minggu kehamilan" jawab dokter rini

__ADS_1


"Hamil?!" ucap Caka yang memotong pembicaraan dokter sangking kagetnya


"Iya mas, tapi kondisi janinnya sangat lemah, seperti nya mbak Risya terlalu banyak fikiran dan kelelahan sehingga terjadi pendarahan dan dengan terpaksa kami langsung mengambil tindakan karena janin itu tidak bisa di selamat lagi" jawab Dokter dengan pelan


Deg!


Jantung Caka serasa diremas-remas mendengar ucapan dokter saat itu, tiba-tiba tubuhnya lemas dan langsung ambruk terduduk di lantai.


"Caka??" ucap mama Debby saat melihat putranya ambruk di samping nya


"Jadi,,, Risya keguguran ma?!" tanya Caka kepada mama Debby


"Kamu,,, yang sabar ya ka" ucap mama Debby saat memeluk putranya dari samping.


Caka benar-benar merasa bersalah dengan apa yang terjadi pada Risya. Baru saja ingin bahagia mendengar kehamilan Risya, tapi mereka harus menelan berita pahit karena harus kehilangan calon bayi mereka. Caka terlihat sangat kehilangan dan sedih yang mendalam saat itu.


"Dokter Rini, apa Dokter sudah menyelesaikan semuanya?!" tanya mama Debby


"Sudah Bu, dan kondisi mbak Risya saat ini masih pingsan karena efek obat yang kami berikan. Mungkin sebentar lagi suster akan memindahkan mbak Risya ke ruangan rawat inap" jawab dokter


"Baiklah, lakukan yang terbaik pada mantu saya!" perintah mama Debby


"Baik Bu"


Kemudian Dokter Rini kembali masuk kedalam ruangan sementara mama Debby membantu Caka bangun dan duduk di kursi tunggu. Caka benar-benar terpukul dengan kabar kehilangan ini. Rasanya dia tidak akan sanggup menjelaskan pada Risya nantinya.


"Mama tau, kamu pasti sangat kehilangan ka, tapi,,, kamu tidak boleh berlarut-larut sedih, karena bagaimanapun kamu harus kuat dan menguatkan istrimu. Jika dia tau yang sebenarnya, pasti Risya akan sangat-sangat terpukul dengan berita ini ka. Tugas kamu adalah,,, menghibur dia ka. Risya sangat membutuhkan kamu saat ini" ucap mama dengan mengusap bahu Caka


Mata Caka terlihat sembab, meski tidak terdengar Caka menangis, tapi dari matanya tidak bisa di bohongi jika Caka saat itu tengah menangis meski disembunyikan dari mama Debby. Kemudian Caka beranjak dan mencuci wajahnya di westafel yang tak jauh dari tempatnya tadi.


Tak lama kemudian Suster sudah keluar dari ruangan dengan membawa Risya yang masih terbaring lemah diatas bed rumah sakit. Lalu Caka dan mama Debby mengikuti kemana suster membawa Risya.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung,,,,,,,,,


Malam nanti akan ada Novel baru uni yang bakal lounching, Judulnya SKANDAL CINTA. Mampir yahhhh😍


__ADS_2