Pura Pura Jatuh Cinta

Pura Pura Jatuh Cinta
Pilihan Calon Mantu


__ADS_3

Hari berikutnya,,,,,


Pagi itu, Caka sudah bersiap untuk pulang ke Indonesia setelah menyelesaikan pekerjaannya di Jepang. Caka menarik kopernya dan melangkah keluar dari apartemen nya. Sesaat langkah Caka terhenti saat menoleh ke samping dan melihat apartemen yang di tempati Risya. Antara ingin menemui Risya atau tidak membuat Caka merasa galau sendiri.


"Ah, sudahlah! untuk apa aku berpamitan! toh dia tidak ingin bertemu aku lagi!" ucap Caka.


Lalu Caka menarik kopernya lagi dan menuju ke lift dan segera turun kebawah. Setelah kepergian Caka, seorang OB datang untuk membersihkan kamar yang sempat di tempati Caka.


Risya keluar dari kamarnya dengan sudah siap untuk ke kampus pagi ini. Lalu Risya berjalan menuju ke lift, dan langkahnya terhenti saat melihat OB tengah membuang sampah dari dalam kamar Caka.


"Ohh dia sudah pergi!" ucap Risya yang kemudian masuk kedalam lift


"Jadi sepi ya, gak ada yang diajak berantem!" batin Risya yang kemudian tertawa sendiri ketika mengingat bagaimana tidak akurnya Risya dan Caka.


Ting!


Pintu lift terbuka dan Risya melangkah keluar dari lift. Dia berjalan keluar dan akan menuju ke kampus.


Sementara itu taksi yang ditumpangi Caka baru saja akan jalan. Caka melihat Risya berjalan melewati taksi yang ditumpanginya


"Risya?!" ucap Caka saat melihat Risya berjalan melewati taksi yang di tumpangi


"Stop sir!" ucap Caka yang kemudian supir itu menghentikan laju mobilnya.


"Please wait!" Kemudian Caka membuka pintu mobil dan keluar untuk menemui Risya.


Caka melangkah panjang dan mencengkram lengan Risya lalu menariknya. Sontak saja Risya kaget dan terhuyun jatuh namun menabrak dada bidang milik seseorang


"Risya"


Risya mendongak dan melihat siapa yang berani menariknya hingga membuatnya hampir terjatuh


"Dimas?!" ucap Risya kaget


Keduanya saling bertatapan dengan Caka masih memeluk Risya saat itu. Beberapa saat Risya baru sadar jika keduanya terlalu dekat dan bahkan Risya dapat merasakan eratnya tangan Caka pada Pinggangnya.


"Lepasin aku mesum!!! enak aja main peluk anak gadis orang!!!" Hardik Risya yang kemudian mendorong Caka dengan sekuat tenaganya.


"Maaf aku hanya,,,"


"Apa?! memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan?! lagian ngapain sih narik-narik aku?! ngeselin banget jadi Cowok!" sarkas Risya yang merasa risih ketika mengingat bagaimana Caka memeluknya


"Aku gak sengaja Ris! Lagian aku cuma pengen berhentiin kamu" jawab Caka


"Kan bisa panggil aja! gak pake peluk-peluk!!aku bisa gatel-gatel tau gak!" ucap Risya dengan jutek


"Aku sudah mandi Ris!" jawab Caka

__ADS_1


"Terserah! ngapain berhentiin aku hah?!" tanya Risya


"Aku mau pulang, kamu gak mau anterin aku ke bandara?" tanya Caka


"Hah?! aku gak salah denger?! kamu bilang nganterin kamu ke bandara?! OGAH! aku ada kuliah, gak bisa kemana-mana" jawab Risya


"Yakin?! aku yakin kamu bakal kangen sama aku!" ucap Caka yang sengaja membuat Risya kesal


" Dih! Gak bakal aku kangen sama pria mesum kayak kamu!! pergilah, aku sudah males lihat kamu! bye!" ucap Risya yang kemudian berlalu meninggalkan Caka


"Awas kalau kamu rindu!!" ucap Caka dari kejauhan


Risya hanya menoleh kebelakang dan mengibaskan tangannya seperti menyuruh pergi


Caka hanya tersenyum, lalu dia kembali masuk kedalam taksi lalu pergi meninggalkan apartemen nya. Sementara Risya mengambil jalan lain untuk segera sampai di kampusnya.


"Ngeselin banget sih tuh cowok! beraninya meluk-meluk aku! cuma dia cowok kurang ajar yang berani nyentuh aku!! emangnya aku cewek apaan?! hiiii aku gak bisa bayangin gimana kalau sampai dia punya istri, mungkin istrinya gak boleh keluar kamar berhari-hari!!! hahahaha oh serem banget omonganku! jauh banget ngelanturnya!" ucap Risya dengan bergidik sendiri ketika membayangkan apa yang di ucapkan nya barusan.


Sesampainya di bandara, Caka segera masuk ke bandara dan memperoses kepulangannya ke Indonesia. Sementara Risya sudah berada di kelas dan tengah mengikuti arahan dosen penelitian untuk penelitiannya nanti.


**


6 Jam kemudian,,,,


Caka sudah tiba di bandara, Kemudian dia segera pulang kerumah untuk beristirahat sejenak melepas lelahnya setelah perjalanan yang cukup jauh. Meski lumayan jauh namun setidaknya Caka cukup senang karena pagi tadi sudah sempat membuat Risya marah kepadanya. Ntah kenapa melihat Risya marah membuatnya begitu senang.


Sesampainya dirumah,,,,


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam,,,, kak Cakaaaaaa" teriak Arin yang langsung menghampiri kakaknya dan memeluknya erat. Caka tau pasti kenapa adiknya begitu karena itu hal yang biasa dia lakukan ketika Caka baru sampai dirumah setelah perjalanan dari luar negeri.


"Hay,,, kamu sudah pulang sekolah? tumben? atau jangan jangan kamu bolos?!" tanya Caka kepada adiknya


"Haisss,,, aku pulang lebih awal karena guru sedang ada rapat! mana oleh-oleh untukku?!" tanya Arin


"Sudah kuduga! itu di paper bag silver, yang marun punya mama" jawab Caka


"Terima kasihhhhhh kakakkuu sayangggggg" ucap Arin yang langsung melepaskan pelukannya dan berlari mengambil paperbag yang diletakkan pelayan di meja tengah


"Mama mana?" tanya Caka


"Mama ke rumah sakit sama papa, katanya ada rapat! iiihhhhhh mantelnya cantikkkk iiiihhhh sukaaaaa!!! tumben selera kakak bagus!!!" ucap Arin yang langsung mencoba mantelnya


"Haha!"


"Cantik gak?? cantik gakk??" tanya Arin kepada kakaknya

__ADS_1


"Iya iya cantik! sudah kakak mau ke atas! itu kau simpan punya mama! nanti berikan kalau mama sudah pulang!" ucap Caka


"Siap boss!!! jawab Arin dengan semangat


Belum Caka naik keatas, mama Debby dan papa Dave sudah masuk kedalam rumah


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam mama,,, ma ini oleh-oleh dari kakak! iiihh baguss banget ma mantel Arin" ucap Arin


Debby membuka paperbag yang di berikan Arin dan melihat isinya


"Tumben ka, kamu bisa pilih barang bagus!" ucap mama Debby dan Caka menoleh ke bawah


"Pilihan calon mantu!" jawab Caka asal yang kemudian menaiki anak tangga


"Calon mantu?!" semua orang menjawab bersamaan


"Mama gak mau mantu lain ya ka! mama maunya anaknya Tante Gadis!!" Sarkas mama Debby


"Caka gak mau!!!! Caka bisa pilih sendiri!!" Sahut Caka yang langsung menghilang dari pandangan


"Sudahlah maaa,,, kalau Caka gak mau jangan di paksa! biar dia pilih pilihannya sendiri" ucap Dave menasehati istrinya


"Iya mama nih! kayak jaman Siti Nurbaya aja! awas aja kalau Arin di jodohin juga sama anaknya temen mama! ohhh Arin juga gak mau!" ucap Arin berjalan meninggalkan mama dan papanya


"Heh! kamu itu masih kecil! gak boleh mikir jodoh-jodohan!" sarkas papa


"Lahh siapa tau mama udah siapin calon suami Arin dari Arin masih dalam kandungan, kayak kak Caka!" Ucap Arin yang hampir sampai di kamarnya


Debby dan Dave terdiam dan keduanya hanya lempar pandangan ketika mendengar ucapan si bungsu Arin.


"Kedua anak kita benar-benar mirip kamu yank sifatnya!" ucap Dave


"Mana ada?! yang ada mirip kamu mas!" ucap Debby


"Kamu!" ucap Debby


"Kamu!" jawab Dave gak mau kalah


"Ya sudah mirip kita berdua!" ucap Debby yang kemudian pergi meninggalkan Dave. Dave pun tidak mau ditinggal sendiri, lalu dia membuntuti istrinya masuk kedalam kamar mereka.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung,,,,,,


__ADS_2