
Sinar mentari pagi masuk kedalam kamar dengan hembusan angin laut yang membuat siapa saja pasti akan membuka mata. Sayup-sayup Risya membuka mata dan pandangan nya lurus bebas kedepan menatap birunya air laut yang terpampang begitu nyata.
"Eemmmm" Risya mencoba untuk bangkit setelah kembali merefresh tubuhnya yang terasa sudah sangat remuk karena Caka tak henti-hentinya membuat Risya kelelahan setiap saat.
Tanpa terasa sudah lebih dari seminggu, Risya dan Caka menghabiskan waktu berdua ditempat pengasingan itu. Ya,,, disebut pengasingan karena di tempat itu sangat sepi, bahkan terlihat hanya mereka berdua. Meski sebenarnya ada beberapa orang yang berjaga di pulau itu dari kejauhan dan mempersiapkan segala keperluan Caka dan Risya selama di pulau itu.
Risya meraba disamping tempat tidurnya, namun tidak menemukan sang pujaan hati. Lalu dia duduk dan mengedarkan pandangannya ke segala arah.
"Kak Caka kemana sih?" ucap Risya dengan suara serak, bahkan rasanya suaranya sudah habis karena jeritan tak terhenti saat bersama Caka.
Buuurrrrrrrrrrrrrr
Risya mendengar suara seseorang tengah menceburkan dirinya didalam kolam renang yang ada di samping tempat itu, lalu Risya beranjak dan mengambil dasternya kemudian memakainya. Setelah itu Risya berjalan keluar dan melihat Caka yang tengah berenang santai sembari menikmati mentari pagi.
Saat sudah menepi, Caka melihat Risya yang berdiri didepan pintu sembari menatap kearahnya
"Pagi my wife" sapa Caka saat melihat istrinya yang masih dengan rambut berantakan
"Pagi,,," jawab Risya yang kemudian menghampiri Caka lalu duduk di tepian kolam dengan menceburkan kakinya saja.
Risya tidak perlu khawatir akan dilihat orang lain selain Caka, karena mereka-mereka yang berjaga di pulau itu tidak akan berani mendekat jika Caka tidak menyuruh mereka. Kemudian Caka berjalan menghampiri istrinya dan menumpuk wajahnya diatas paha istrinya. Risya hanya tersenyum kemudian mengusap lembut janggut suaminya
"Apa tidurmu nyenyak?" tanya Caka
"Apa kak Caka bisa membiarkanku tidur nyenyak?" tanya Risya balik dan Caka terkekeh
"Ahhh!! tidak mungkin bisa sayang,,,, ini terlalu indah untuk dilewatkan" ucap Caka yang kemudian mencium perut Risya
"Sudah tau berarti jawabannya" sahut Risya
"Ikut berenang yuk?" ucap Caka
Belum sempat Risya menjawab, Caka sudah lebih dulu menarik Risya dan menjatuhkannya kedalam kolam, hingga dasternya mengembang keatas begitu saja
"Kaaaak Caka!!!" teriak Risya kaget dan Caka hanya terkekeh melihat daster bunga-bunga Risya ngambang diatas kolam
"Iihhhh aku kan belum ganti baju!! mana gak pake apa-apa lagi!" ucap Risya begitu kesal dengan kelakuan Caka Yang seenak perutnya
"Benarkah?!" ucap Caka yang kemudian menyelam dan benar saja apa yang dia temukan
Tak lama Caka kembali muncul dan terkekeh melihat wajah istrinya yang sudah merah padam begitu
"Keterlaluan" ucap Risya dengan sangat malu
Seperdetik kemudian kekesalan Risya menguap begitu saja, saat Caka sudah membuat Risya kembali terlena. Sebuah kesalahan besar bagi Risya yang sudah membangunkan macan tidur.
"Kak!! aku,,, sangat lelah!" ucap Risya yang sudah lemas dan jika saja tangan Caka tidak menahannya, mungkin Risya sudah tenggelam didasar kolam karena sudah sangat lemas hanya karena buaian Caka
__ADS_1
"Kita belum pernah kan coba di tempat begini?" ucap Caka
"Aku,,, benar-benar lelah,,,, apa masih kurang dari semalam bahkan setiap saat dalam seminggu lebih ini kita melakukan nya?! aku takut jika kak Caka akan bosan padaku" ucap Risya yang sudah mengalungkan tangannya pada leher Caka karena sudah tidak kuat menahan dirinya yang sudah lemas
"Aku tidak akan pernah bosan sayang!! everything about you has become an addiction to me!" bisik Caka dan membuat Risya semakin meremang
Risya tidak sanggup lagi berkata, karena percuma jika suaminya sudah berkata A maka tidak akan terjadi B! jika Caka ingin sekarang, maka Risya tidak akan sanggup menolak. Sedikit saja Caka membuainya, Risya langsung terhanyut kedalamnya tanpa bisa menolak.
Setelah cukup lama mereka berada didalam kolam renang, Caka mengangkat Risya dan membawanya masuk kedalam kamar mereka. Perlahan tapi pasti, Caka menurunkan Risya didalam kamar mandi untuk membersihkan diri mereka. Terlihat dari wajah Risya sudah sangat lelah, bahkan kulitnya sudah terlihat pucat. Setelah membilas dengan air hangat dan menjalankan mandi wajib, setelah itu memakaikan Risya jubah mandi, Caka memapah Risya sampai di tempat tidur mereka.
"Kamu tunggu disini, aku ambilkan pakaian ganti" ucap Caka dan Risya hanya mengangguk pasrah.
.
Kemudian Caka mengambil pakaian ganti dan Setelah mereka bergantian pakaian, Risya merebahkan dirinya diatas tempat tidur
"Kamu mau makan apa?" tanya Caka
"Apa aja kak,,," jawab Risya
Caka tersenyum lalu mengangkat gagang telfon dan menghubungi penjaga pulau untuk mengantarkan sarapan mereka. Tidak membutuhkan waktu yang lama, penjaga itu sudah membawakan berbagai macam makanan didalam nampan dorong dan diletakkan didepan kamar Caka. Tidak lupa penjaga itu menekan bel sebagai tanda makanan sudah berada di depan.
Dengan cepat Caka membuka pintu dan mengambil nampan dorong itu dan membawanya masuk kedalam kamarnya. Caka menata berbagai makanan diatas meja, lalu dia mengajak Risya untuk sarapan bersama
Risya duduk lalu mengambilkan makanan untuk Caka
"Udang, sama capcainya aja" jawab Caka
Kemudian Risya mengambilkan udang dan juga sayur yang diminta Caka. Setelah itu barulah Risya mengambil untuk dirinya sendiri.
Risya begitu lahap menikmati makanannya, seperti orang kelaparan berhari-hari Risya terlihat begitu cepat menghabiskan makanan dan kemudian menambah lagi makanan di piringnya.
"Pelan-pelan sayang makannya" ucap Caka dan Risya hanya mengangguk
Belum sampai habis, makanan dimulutnya, Risya langsung menutup mulut dan berlari kedalam kamar mandi. Caka tidak tinggal diam, ia langsung menyusul Risya kekamar mandi.
Ternyata Risya memuntahkan semua makannya yang baru saja dimakannya tanpa tersisa. Rasanya berubah pahit, bahkan Risya jadi terkulai lemas setelah membersihkan bekas muntahan nya
"Kamu kenapa sayang?!" tanya Caka yang jadi khawatir melihat istrinya lemas dan wajahnya sangat pucat
"Mulutku pahit banget kak!" jawab Risya yang sudah terduduk di lantai
"Masuk angin? atau,,,, jangan-jangan kamu hamil?!" tanya Caka
"Tidak mungkin secepat itu aku hamil lagi" jawab Risya
Kemudian Caka mengambil tissue dan membersihkan mulutnya Risya, setelah itu Caka menggendong Risya menuju ke tempat tidur mereka
__ADS_1
"Kita tidak akan pernah tau, setiap malam setelah kita melakukan nya, aku selalu berdoa agar mereka berenang gesit! siapa tahu kan kamu hamil" ucap Caka
Kemudian Caka menurunkan Risya diatas tempat tidurnya dan menarik selimutnya. Caka mengusap wajah Risya perlahan dan memandangi wajah pucat Risya dengan senyuman.
Caka membuka laci di nakas dan mengambil tespack dari sana
"Nanti kalau udah mendingan, kita tes lagi yah,,, aku mau beresin meja makan dulu" ucap Caka dan Risya mengangguk.
Kemudian Caka mengecup kening Risya lalu pergi meninggalkan nya. Caka membersihkan meja makan dan membawa nampan dorong itu keluar dari kamarnya. Sementara Risya yang penasaran akhirnya bangun lalu membawa tespack itu kedalam kamar mandi untuk memastikan semuanya.
"Apa benar aku bisa hamil secepat itu?!' ucap Risya penasaran
Kemudian Risya melakukan tes kehamilan sendiri didalam kamar mandi, dan benar saja setelah menunggu beberapa saat tespack itu memunculkan garis 2 merah meski satunya masih terlihat malu-malu, namun sudah terlihat disana garis dua itu. Risya menutup mulutnya seakan tidak percaya,
"Benar-benar gesit sekali benih kak Caka!" ucap Risya yang sulit menjelaskan bagaimana lagi perasaannya.
Setelah membersihkan dirinya, Risya keluar dan melihat Caka sudah berdiri didepan pintu kamar mandi dengan tersenyum. Risya tidak berkata apa-apa dan langsung saja memeluk Caka dengan perasaan yang sulit diungkapkan.
Caka pun membalas pelukan Risya dengan sangat erat karena sangking bahagianya. Tidak perlu Risya berkata, Caka sudah tau jawabannya dari semua yang di tampakkan Risya saat itu
"Aku janji akan menjagamu dan dia dengan baik! aku janji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama!" ucap Caka dan Risya hanya mampu mengangguk.
Risya dan Caka saling melepaskan pelukan mereka, tatapan mereka kembali bertemu, tanpa terasa air mata kebahagiaan menetes begitu saja meski tidak ada yang bicara namun kedua hati mereka sudah mewakilinya.
"Kita pulang sekarang ya" ucap Caka dan Risya mengangguk
Kemudian Caka mendudukkan Risya di tempat tidur mereka, sementara Caka membereskan semua pakaian mereka dan bersiap untuk kembali kerumah. Caka menghubungi orangnya untuk mempersiapkan helikopter yang akan mengantar mereka kembali kerumah. Caka berjanji akan benar-benar protektif terhadap istrinya dan juga calon anak mereka berdua.
Tidak lama kemudian helikopter sudah siap, dan Caka mengajak risya segera masuk kedalamnya. Tak henti-hentinya Caka mengecup tangan Risya sepanjang perjalanan mereka. Terlalu bahagia hingga meluap-luap tidak tertampung lagi.
"Terimakasih sudah hadir disini" ucap Caka saat mengusap lembut perut Risya
Risya tersenyum dan mengusap lembut rambut pendek suaminya. Risya benar-benar merasa dicintai, dihargai, di inginkan dengan semua perlakuan Caka yang mungkin terlihat menyebalkan karena ke mesuman Caka, namun semua itu memiliki arti tersendiri bagi Risya. Caka bukanlah seseorang yang pandai bermain kata, lebih tepatnya dia bukan tipe pria romantis tapi lebih senang langsung mengungkapkan dengan perbuatan, dan Caka begitu sangat bahagia karena dapat memenangkan hati Risya secara utuh.
Meski awal pertemuan mereka tidak mengenakkan, dan hubungan mereka berawal dari kepura-puraan, namun keduanya malah terjebak dalam permainan yang mereka mainkan sendiri, hingga pada akhirnya mereka tidak ingin terlepas dan ingin selalu bersama membagi rasa yang ada. Cinta itu memang unik, hadir begitu saja tanpa diundang. Mereka sudah membuktikan bahwa jangan pernah bermain-main dengan cinta jika kalian takut terhanyut kedalam pusaran api gairah.
...THE END...
..._________...
Terima kasih kepada semua readers yang udah setia membaca dan mengikuti cerita ini dari awal sampai akhir. Semoga ada hal positif yang bisa di ambil dari cerita ini dan hal yang buruk dibuang jauh-jauh saja yah.
Salam hangat untuk semua, Jangan lupa mampir di cerita uni yang lainnya yah. Klik aja di profil uni, maka banyak cerita-cerita seru yang sudah ending maupun ada yang masih ongoing. Yang terbaru ada SKANDAL CINTA dan AKU BUKAN AYAM KAMPUS, boleh mampir kalau penasaran hehe
Tetap semangat dan jaga kesehatan yah semua
Uni Ramadhani
__ADS_1
Follow IG : @Uniramadhani.id ❤️