Pura Pura Jatuh Cinta

Pura Pura Jatuh Cinta
Terlihat Menggoda


__ADS_3

Risya diseret keluar oleh mama Gadis, sedikit pun mama Gadis tidak melepas gandengan tangannya pada putrinya dengan sangat erat nya. Sementara Risya seperti ogah-ogahan keluar dari kamarnya apalagi harus bertemu dengan suaminya yang sangat tidak diharapkannya.


"Senyum Risya!" bisik mama Gadis dengan penekanan pada genggaman tangannya


Risya tersenyum namun terlihat sangat tidak enak, lalu keduanya memasuki ruang depan dan Mama mengantarkan putrinya didekat Caka.


Caka yang sempat kaget bahkan tak berkedip sedikitpun ketika melihat Risya sangat berbeda malam ini. Caka hampir tidak mengenali Risya jika saja papa Dave tidak menyenggol dan menyadarkannya jika itu memang benar adalah istrinya.


"Ini beneran si Judes Risya? atau bidadari?!" batin Caka melirik kearah Risya yang sama sekali dia tidak menoleh pada Caka.


"Baiklah,, sekarang silahkan bergantian menandatangani buku nikah kalian" ucap penghulu


Kemudian Caka mengambil pena dan menandatangani buku nikah suami. Bergantian dengan Risya dan setelah itu buku nikah istri.


"Jadi sekarang kalian berdua sudah sah menjadi suami istri di mata hukum dan agama. Semoga Allah memberkahi pernikahan kalian, sakinah, mawadah, warrahmah. Aamiin,,, silahkan bergantian memasangkan cincin pernikahan" ucap pak penghulu


Caka dan Risya saling berhadapan, tatapan mereka sempat bertemu dan terjadilah kikuk diantara keduanya. Lalu Caka mengambil cincin dan meraih tangan Risya yang lentik dan memasangkan cincin pernikahan dijari manisnya. Setelah itu bergantian dengan Risya yang mengambil cincin lalu memasangkan dijari manis Caka dengan cepat.


"Cium tangan suamimu, nak Risya" ucap penghulu


Dengan sangat terpaksa Risya mencium tangan Caka Sementara Caka menyentuh kepala Risya dan diam-diam sejenak dia berdoa didalam hatinya. Setelah selesai, Keduanya lalu sungkeman kepada keluarga bergantian dan terjadilah haru biru Isak tangis bahagia diruangan itu.


"Mama pasti seneng banget kan, aku nikah sama dia!" ucap Risya dengan menangis sekaligus kesal


"Iyaaa mama seneng" jawab Gadis yang juga menangis tapi terkekeh melihat putrinya yang masih saja tidak terima jika dirinya sudah menikah dengan Caka


"Kamu jadi istri yang baik ya! nurut sama suami! jadi ibu dan anak yang baik!" ucap mama Gadis dan Risya tidak menjawab dengan terus menangis

__ADS_1


Acara sungkeman selesai, kemudian dilanjutkan makan malam bersama dan juga foto-foto bersama pengantin. Caka dan Risya di dudukkan pada pelaminan kecil yang sudah disiapkan oleh Rasya untuk mengabadikan momen bersejarah mereka. Meski tidak terlalu mewah seperti pelaminan pengantin biasanya, tapi cukup apik dan juga elegan. Kedua pengantin duduk bersama tanpa ada yang bicara dan juga duduk dalam jarak yang renggang.


"Kak Caka,,, Arin mau foto dong" ucap Arin saat menghampiri kakak dan kakak iparnya


"Boleh" jawab Caka


"Selfi aja yahh kak Risya" ucap Arin


Risya hanya tersenyum kaku ketika Arin mengajaknya foto bersama. Arin berada didepan lalu ada Caka dan dibelakang nya ada Risya


"iihhh kok jauhan, kak Risya gak kelihatan cantiknya, dempetan dong kak,,," ucap Arin


Caka menoleh kearah Risya dan keduanya terlihat sangat tegang. Caka memberanikan diri merangkul pundak Risya dan membuatnya semakin merapat kepadanya, yang terjadi malah keduanya saling pandang karena Risya kaget Caka merangkul pundaknya, sementara Arin sudah tersenyum manis didepan camera.


Beberapa kali jepretan hasilnya sama, hanya Arin yang berganti-ganti gaya. Setelah Arin selesai bergantian dengan keluarga lainnya,


Saat foto keluarga, mau tidak mau keduanya saling merapat dan Risya merangkul lengan Caka namun tidak ingin melihat kearahnya. Meski sangat terpaksa, namun keduanya juuga tidak bisa menolak permintaan keluarga. 1 jam lebih kedua pengantin melayani foto bersama hingga kaki Risya terasa sangat sakit, Risya tidak terbiasa menggunakan heels meski tidak terlalu tinggi, tapi cukup membuat kakinya pegal dan juga sakit.


"Kenapa gak disusulin? adik ipar?!" tanya Rasya saat menegur adik iparnya


"Hehe,,, nanti aja kak, aku belum ngantuk" jawab Caka yang kemudian melepas jasnya lalu dasi dan juga kancing kemejanya. Caka menggulung lengan kemejanya agar lebih pendek, kemudian dia berbincang bersama Rasya di ruang tamu.


Sementara itu, Risya didalam kamar sudah melepaskan hiasan pengantin yang menempel di kepalanya, Setelah itu dengan cepat Risya mengganti pakaiannya dikamar mandi dan membersihkan makeup yang menempel diwajahnya. Tidak menunggu lama, Risya sudah menjadi Risya yang biasanya, lalu dia mengambil hijab dan memakainya.


"Udah jam 11, mending aku tidur aja! sebelum si mesum itu masuk kamar!!" ucap Risya


Lalu Risya membaringkan dirinya diatas tempat tidurnya yang tidak terlalu besar. Dia mengambil posisi di tengah-tengah dan di pinggir nya dipenuhi guling kanan dan kiri sehingga tidak ada tempat lagi untuk orang naik ke tempat tidurnya. Kemudian Risya mematikan lampu utama dan menyisakan lampu tidur, setelah itu Risya memejamkan matanya dengan cepat hingga tidak menunggu lama dirinya sudah tertidur.

__ADS_1


Sementara itu,,,


Caka melihat jam dinding menunjukkan pukul 23.15 WIB, tanpa terasa dia berbincang bersama Rasya sampai selarut itu, lalu Caka pamit lebih dulu kepada kakak iparnya untuk beristirahat. Begitu juga Rasya yang akan beristirahat ke kamarnya sendiri.


Perlahan Caka masuk kekamar Risya, dilihatnya kamar itu remang-remang, dan Caka meletakkan jas dan perlengkapan lainnya diatas sofa panjang Risya. Caka melangkah pelan mendekati kearah tempat tidur dan disana terlihat Risya sudah tertidur dengan sangat pulas


"Ternyata dia sudah tidur" ucap Caka dengan tersenyum kecil


Lalu Caka melepas kemejanya dan menyisakan kaos oblong putih miliknya. Setelah itu Caka bermaksud mengambil bantal di sebelah Risya namun fokusnya terpecah ketika melihat bibir ranum Risya yang terlihat menggoda Caka.


Caka menarik perlahan satu bantal untuknya, sementara Caka benar-benar tidak bisa berpaling ketika melihat bibir ranum Risya yang terlihat sangat penuh. Tenggorokan Caka terasa kering dan dia sangat sulit menelan salivahnya sendiri, Lalu perlahan tapi pasti Caka menyentuh bibir Risya dengan jarinya, menyusuri setiap sudutnya dengan perlahan. Saat Risya beralih posisi, dengan cepat Caka beranjak dan memilih meninggalkan Risya sebelum ketahuan.


Kemudian Caka membaringkan tubuhnya diatas sofa yang tidak terlalu kecil baginya, mana lagi kakinya harus tergantung karena lebih panjang dari sofa itu.


"Risya benar-benar menyiksaku!" ucap Caka yang merasa kesulitan untuk tidur


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,


...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍...

__ADS_1


...❤️ Terima kasih sudah mampir,...


...Semoga Suka❤️...


__ADS_2