Pura Pura Jatuh Cinta

Pura Pura Jatuh Cinta
First Kiss


__ADS_3

Risya dengan cepat mengambil jas lab dan berlarian menuju ke lab untuk menemui ibu Susi. Saat Risya sampai di lab dia langsung menghampiri ibu Susi dan memulai pengujian pada obat yang di produksi perusahaan Surya Farma.


"Wajah mu kepada merah gitu Ris?!" tanya ibu Susi


"Oh,,, tadi Risya larian Bu ke sini,, takut telat" jawab Risya


"Ouhh,,, ya sudah kita lanjut aja" ucap ibu Susi. Pengujian terus berlanjut dan Risya mencoba hanya fokus pada penelitiannya. Hingga tanpa terasa Risya sudah menghabiskan waktunya 2 jam lebih melakukan pengujian disana. Risya melihat jam kecil di tangannya sudah hampir menunjukkan pukul 10, Risya baru ingat jika Caka mengajaknya ke panti asuhan pagi ini.


"Bu,, saya izin sebentar ya Bu, tadi pak Caka mengajak saya ke panti asuhan" ucap Risya


"Ohh baiklah,, apa sudah selesai rekapan kamu?!" tanya ibu Susi


"Sudah Bu, tinggal di rapiin aja nanti" jawab Risya


"Ya sudah kalau gitu" jawab Bu Susi


Lalu Risya keluar dari lab dan keruangan ibu Susi untuk mengambil ponselnya. Ternyata Caka sudah mengirimkan pesan kepadanya


_Mesum_


Aku tunggu didepan kantor, Sekarang!_


"Wah gawat, dia pasti ngomel!!" ucap Risya yang kemudian segera berlari keluar kantor dan benar saja mobil Caka sudah menunggu di depan jalanan kantor, lalu Risya buru-buru masuk kedalam mobilnya


"Maaf telat" ucap Risya saat masuk kedalam dan melihat wajah Bete sang suami


"Lama banget sih! sampe karatan aku nunggunya!" sarkas Caka


"Aku baru keluar dari lab, ya kalau kamu gak mau nunggu aku, berangkat aja sendiri!" Jawab Risya yang kemudian melepas kancing jasnya


"Kamu mau ngapain lepas baju?!" tanya Caka kaget


"CUMA BUKA JAS LAB! BUKAN BUKA BAJU!! Hardik Risya dan Caka terkekeh dan menjalankan mobilnya


Lalu Risya melipat jasnya dan melempar ke bangku belakang.


"Pake seat belt mu!" ucap Caka


Risya menarik seat belt dan memasangkan untuk dirinya sendiri.


Klik


Mobil terus melaju ke panti asuhan yang sering Caka kunjungi. Setiap hari Jumat Caka mengagendakan untuk berkunjung ke beberapa panti asuhan untuk memberikan bantuan. Sejak Caka memimpin perusahaan papanya, Caka menambahkan agenda itu setiap minggunya dan dia memilih menjadi donatur di beberapa panti asuhan yang menurutnya sangat perlu di bantu.


Beberapa menit kemudian mobil Caka sudah memasuki halaman panti dan disana terlihat banyak anak-anak yang tengah bermain di halaman dan ada juga mobil perusahaan yang tengah menurunkan sembako.


"Ayo turun" ucap Caka


Kemudian Risya akan turun dan dia selalu lupa melepas seat beltnya. Caka pun dibuat gemas dengan pelupanya Risya


"Ini dipelas dulu Risya!!" sarkas Caka saat menekan kepala seat belt dan hampir saja mengenai wajah Risya

__ADS_1


klik


"Upps sorry!" ucap Caka yang langsung refleks menyentuh wajah Risya karena khawatir


Risya kaget bukan main, dirinya jadi gugup dan wajahnya memerah saat itu.


"Aku gak papa!!" ucap Risya yang kemudian melepaskan tangan Caka dari wajahnya.


Kemudian Risya buru-buru turun sebelum Caka mendengar detak jantungnya yang terasa akan terdengar kuat dari luar. Lalu Caka ikut turun dan menghampiri anak-anak panti


"Assalamualaikum" ucap Caka


"Wa'alaikumsalam,,, kak Caka" teriak anak-anak panti yang kemudian berlarian menghampiri Caka dan bergantian menyalami Caka dan juga Risya


Anak-anak terlihat sangat senang dengan kehadiran Caka pagi itu. Kemudian ibu panti mempersilahkan Caka dan juga para timnya untuk masuk kedalam termasuk Risya. Setelah cukup berbicara mereka memilih untuk bermain di luar bersama.


"Kak,,, kita main ayunan yukk" ucap seorang anak perempuan kepada Risya


"Boleh,,," jawab Risya


Lalu dan beberapa anak perempuan lainnya bermain ayunan. Mereka terlihat senang karena sikap baik Risya terhadap mereka. Diam-diam Caka memperhatikan Risya dari kejauhan saat menemani beberapa anak laki-laki bermain kelereng.


Lalu Risya duduk di ayunan dan seorang anak memberikan hiasan bunga untuk Risya


"Kak Risya pake ini mau gak??"


"Boleh" jawab Risya


Lalu anak perempuan itu meletakkan hiasan bunga itu diatas kepala Risya


"Terima kasih" jawab Risya dengan senyum manisnya.


Ternyata Caka sudah berada di belakang Risya dan langsung menghampiri mereka.


"Kak Caka,,, kak Risya cantik kan??!" tanya anak-anak


Risya terlihat malu saat Caka menatapnya dengan senyum manisnya


"Cantik" jawab Caka


"Cieeeee kak Caka" Goda anak-anak


"Kalian gak boleh cie-ciein orang dewasa" ucap Risya


"Kak Caka cocok sama kak Risya, sama-sama baik,,, satunya ganteng, satunya cantik" ucap anak-anak bersahutan


"Hahaha,,, kalian sangat lucu,,, sudah kita bermain lagi yukk" ucap Risya mengalihkan pembicaraan. Sementara Caka tersenyum kecil saat melihat rona merah dipipi Risya terlihat jelas karena Risya tidak menggunakan blush on


Tak lama kemudian Caka berpamitan kepada mereka, dan harus segera kembali ke kantor. Meski mereka tidak ingin berpisah, namun mereka tidak bisa mencegah Caka untuk pergi. Setelah berpamitan Caka dan Risya masuk kedalam mobil dan bergerak meninggalkan panti asuhan


"Aku benar-benar gak habis fikir, pria mesum ini ternyata memiliki hati yang sangat baik. Bahkan dia mau berbagi dengan orang-orang yang membutuhkan. Pantas saja perusahaan nya sebesar itu, ibadah rajin, sedekah apalagi, Tapi kenapa dia terlihat menyebalkan ketika bersamaku?!mesum gak ketulungan! apalagi omongannya berbeda jauh dengan apa yang aku lihat tadi" Batin Risya mengagumi kebaikan Caka.

__ADS_1


Caka melirik kearah Risya yang seperti tengah berbicara sendiri. Kemudian Caka menghentikan mobilnya di salah satu restoran


"Kita makan siang dulu" ucap Caka


Risya tak menjawab dan langsung membuka pintu


Klik


"Seat belt nya di buka dulu Risyaa!" ucap Caka yang kemudian mengembalikan pelan-pelan seat belt agar tidak mengenai Risya nanti


Risya terlihat gugup saat melihat Caka sedekat itu, bahkan tinggal beberapa centi lagi kedua bibir mereka sudah saling menyatu.


"Maaf aku lupa,,," jawab Risya yang langsung terdiam saat Caka mencium pipinya lagi


Risya menoleh kearah caka karena kaget dan malah bibir mereka menyatu saat itu. Hanya saling menempel dan keduanya terdiam sesaat. Lalu Caka sedikit menceecap bibir atas Risya yang sedikit terbuka, dengan cepat Risya mendorong Caka untuk menjauh dari dirinya dan dia segera turun dari mobil


Caka memegangi bibirnya sendiri dan tersenyum kecil ketika mengingat bibirnya sempat merasakan bibir manis Risya yang terus-menerus mengganggu pikiran nya. Kemudian Caka segera turun dari mobil dan menyusul Risya, karena mereka akan makan siang bersama.


Caka mengajak Risya di salah satu meja makan, kemudian mereka memesan makanan kepada pelayan. Terlihat keduanya jadi kikuk karena hal tadi saat di mobil. Tak lama kemudian ponsel Caka berdering dan dilihatnya Mama Debby menelfon nya


"Hallo ma,, assalamualaikum" ucap Caka


"Caka lagi diluar" jawab Caka


"Iya sama Risya" jawab Caka


"Baiklah,, Setelah makan siang kami kesana,,, wa'alaikumsalam" jawab Caka


Kemudian Caka menyimpan ponselnya setelah selesai di telfon mamanya


"Mama meminta kita ke perumahan Taman Indah Sakura setelah ini" ucap Caka memecah kebisuan diantara mereka


"Iya" jawab Risya yang hanya fokus pada makanan yang sudah terhidang diatas meja.


Caka tersenyum didalam hati ketika melihat cara Risya menutupi rasa malu dan juga gugupnya,


"Dia,,, bukanlah gadis yang pandai menyembunyikan rasa malu dan gugupnya" batin Caka


Lalu dia ikut makan dan setelah itu bersiap menemui mamanya bersama Risya.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,


......Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍......

__ADS_1


...❤️ Terima kasih sudah mampir,...


...Semoga Suka❤️...


__ADS_2