Pura Pura Jatuh Cinta

Pura Pura Jatuh Cinta
AKU CEMBURU MOY


__ADS_3

Mode🔞


Caka terlihat begitu tidak senang saat melihat Risya mendapatkan buket bunga mawar merah dari pria lain. Kemudian Caka merebut buket bunga itu dan membuangnya di kotak sampah dan membuat Risya terkaget


"Kak Caka,,, kok bunga nya di buang?? kan sayang!" ucap risya kaget


"Kamu gak perlu menerima bunga dari orang lain!! aku sanggup memberikan mu bunga sebanyak yang kamu inginkan! 1 truk? 2 truk? atau setaman bunga mawar?!" Sarkas Caka dengan rasa Cemburu meledak-ledak


"Apaan sih kak?! cuma bunga doang! lagian itu kan dari temen aku! aku tau kak Caka banyak uang, bisa membeli apapun yang Kak Caka inginkan! tapi,,,,,," ucap Risya belum selesai Caka sudah memepet nya hingga Risya terbaring diatas sofa dan Caka menatapnya dengan tatapan tajam sulit diartikan


"Tapi apa?! kau sudah punya suami, dan tidak sepantasnya kamu menerima hadiah dari pria lain!!!" Sarkas Caka


"Kak Caka cemburu?!" Sarkas Risya


Caka terdiam sesaat ketika Risya mengatakan jika dirinya cemburu.


"Cemburu?!" batin Caka


Caka mendorong Caka agar menjauh dari dirinya, namun sepertinya Caka enggan melepaskan Risya dan semakin memepet nya


"Kalau aku cemburu, memang kenapa?!" tanya Caka


",,, Ke,,napa harus cemburu? memangnya kak Caka punya perasaan pada,,,,,,,,?!" tanya Risya dengan gugup


Caka tidak menjawab dengan kata-kata dan langsung membungkam Risya dengan kecupan manisnya, Caka memejamkan matanya dan semakin memperdalamnya. Risya pun kini juga ikut memejamkan mata dan merasakan manisnya rasa yang Caka berikan


"AKU CEMBURU MOY!!" ucap Caka saat melepas Risya dan membiarkannya menghirup udara bebas


Risya dan Caka saling menatap saling menyelami perasaan masing-masing. Risya sangat takut jika Caka hanya mempermainkan perasaan nya.


"Ke,,Napa?" tanya Risya memberanikan diri


"Karena aku,,,," Belum Caka selesai mengatakan, ponselnya berdering dan mengalihkan perhatian keduanya.


Lalu Caka bangkit dan mengambil ponselnya, dilihatnya Axel yang menelfonnya. Kemudian Caka mengangkat telfon itu sementara Risya langsung duduk terdiam dan menyelami perasaannya sendiri.


"Hallo"


***********


"Malam ini aku akan kembali ke Indonesia" jawab Caka

__ADS_1


***********


"Hmm,,,, baiklah, siapkan tiket pesawat untuk 2 orang sekarang!" ucap Caka


Setelah mengatakan hal itu, Caka mematikan sambungan teleponnya dan menghampiri Risya


yang masih duduk termenung di sofa


"Moy,,, kita beres-beres sekarang, kita gak jadi pulang malem, karena ada sedikit masalah di kantor" ucap Caka


"Iya" jawab Risya yang kemudian dia beranjak dan menuju ke kamarnya.


Kemudian Risya dan Caka membereskan barang-barang nya yang akan di bawa, setelah itu keduanya bersiap untuk pergi, namun sebelumnya Caka dan Risya menjalankan ibadah Zuhur dan makan siang bersama terlebih dulu. Tidak ada bahasan lain yang mereka katakan, keduanya masih diam dan memendam perasaan masing-masing. Setelah semuanya selesai, keduanya langsung menuju ke bandara.


Sepanjang perjalanan Caka lebih banyak diam dari biasanya, sesekali Risya melirik kearah Caka dan melihatnya seperti orang yang tengah dilanda masalah. Ingin bertanya tapi takut Caka marah, namun meski Caka tidak banyak bicara, sepanjang perjalanan menuju ke Indonesia Caka tidak pernah lepas mengenggam erat tangan Risya.


"Maaf aku belum bisa mengatakan bagaimana perasaan ku padamu moy, tapi,,,, aku sangat menyayangimu" batin Caka saat menatap Risya yang tengah tertidur dengan bersenderan di bahu nya.


Beberapa jam kemudian,,,,,,


Pesawat yang di tumpangi Risya dan Caka sudah mendarat dengan selamat di bandara. Kemudian Caka mengajak Risya untuk segera turun dari pesawat dan mengambil koper mereka. Setelah itu keduanya keluar dari bandara dan didepan sudah ada Axel yang menjemput kedatangan mereka.


"Apa kita langsung ke kantor?!" tanya Axel Ketika mereka sudah berada didalam mobil


"Iya gak papa" jawab Risya


"Baiklah,,, kita langsung ke kantor" ucap Caka


Axel mengendarai mobilnya menuju ke kantor Caka karena ada hal penting yang harus segera Caka selesai malam ini juga. Sementara Risya tidak mempermasalahkan jika mereka tidak langsung pulang kerumah.


Sampai nya di kantor, ketiganya langsung menuju ke ruangan Caka, suasana kantor terlihat sangat sepi karena kondisi malam dan semua karyawan pasti sudah pulang tinggal scurity yang berjaga di depan kantor.


"Moy, kamu istirahat saja didalam kamar itu" ucap Caka kepada Risya saat mereka berada didalam ruangan Caka


"Baiklah" jawab Risya


Lalu Risya berjalan menuju satu ruangan yang di tunjukkan oleh Caka, dia membuka pintu ruangan itu dan masuk kedalamnya. Saat Risya sudah masuk, risya melihat sebuah kamar dengan ukiran besar, sebesar kamarnya lengkap dengan tempat tidur king size dan terdapat barang-barang yang cukup lengkap layaknya sebuah kamar tidur seseorang. Risya pun melihat foto pernikahan nya bersama Caka terpasang di dinding kamar itu dengan ukuran cukup besar seperti yang ada di dalam kamarnya dirumah baru.


"Bener-bener anak sultan!! pantes saja dia betah di kantor bahkan sampai menginap, jika ternyata disini sudah seperti kamar dirumah!" ucap Risya saat melihat segala sudut kamar itu.


Lalu Risya meletakkan tas nya dan juga hijabnya, setelah itu Risya merebahkan dirinya diatas tempat tidur yang empuk sembari memainkan ponselnya. Karena sangking lelahnya di perjalanan, tanpa terasa Risya sudah tertidur pulas.

__ADS_1


Pekerjaan Caka sudah selesai, lalu Caka dan Axel membereskan berkas-berkas laporan yang berada diatas meja kerja Caka. Caka melihat jam sudah menunjukkan pukul 22.30 WIB


"Ka,,, apa kita pulang sekarang?!" tanya Axel


"Iya, tapi aku lihat dulu Risya" jawab Caka yang kemudian berjalan menuju ke privat roomnya. Saat Caka masuk kedalam, dilihatnya Risya sudah tergolek dengan nafas yang sudah teratur menandakan Risya sudah cukup lama tertidur.


Kemudian Caka keluar dari privat roomnya dan menemui Axel


"Sepertinya aku akan menginap disini bersama dia, dia sudah tidur lebih dulu dan aku tidak ingin mengganggunya" ucap Caka


"Baiklah, kalau begitu aku pulang duluan. Apa koper kalian dibawa kesini?!"


"Tolong koperku bawa pulang saja, disini juga sudah ada baju ganti untuk besok" ucap Caka


"Ya sudah kalau begitu" Kemudian Axel pamit pulang,


Setelah Axel pergi, Caka mengunci pintu ruangannya dan berjalan menuju private room nya. Lalu Caka mengganti kan pakaian Risya dengan pakaian tidur yang sudah di siapkan Caka didalam walk in closed miliknya. Semua sudah sangat lengkap disana. Setelah itu Caka ikut merebahkan dirinya di samping Risya.


"Kamu sampai ketiduran menunggu ku" ucap Caka saat mengusap wajah Risya dengan lembut


Risya hanya menggeliat kecil dan memeluk Caka seperti guling nya. Caka hanya terkekeh melihat kaki Risya menjepit dirinya dan membuat nya tidak bisa bergerak. Lalu Caka mendarat kan kecupan gemasnya dibibir mungil Risya dan membuat Risya terbangun. Risya mengerjapkan beberapa kali matanya saat melihat Caka begitu dekat dengannya


"Tidur lah,,, hari sudah malam" ucap Caka yang kemudian kembali mendarat kan kecupan manisnya


"Apa aku tertidur?!" tanya Risya masih belum sadar


"Hm,,, kita menginap di kantor karena hari sudah malam" jawab Caka saat menatap Risya


Mata Risya kembali segar karena terbangun dari tidurnya, rasanya kantuknya sudah hilang seketika.


"Tidurlah Moy,,,!! atau kamu mau merasakan goyang dumang kita?!" Ucap Caka dengan menggoda Risya


"Tidak!!!!!! aku akan tidur kembali!!" jawab Risya yang kemudian memaksa memejamkan matanya.


Caka hanya terkekeh lalu menarik Risya kedalam dekapannya. Risya pun dapat merasakan debaran jantung Caka saat Risya menyentuh dada Caka yang tidak mengenakan pakaian atasnya. Caka memang tidak pernah memakai pakaian atas saat dia akan tidur, baginya terasa panas, padahal AC di kamar tidak pernah mati. Menyentuh dada bidang itu pun sudah menyetrum jiwa dan raga Risya saat itu.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung,,,,,,,,,


__ADS_2