Pura Pura Jatuh Cinta

Pura Pura Jatuh Cinta
Tidak Bisa Berjalan


__ADS_3

Caka terbangun dari tidurnya, saat membuka mata, dilihatnya Risya masih tertidur pulas dan memeluknya dengan sangat erat. Caka tersenyum lalu mengecup Risya sekilas dan setelah itu melepaskan tangan Risya perlahan. Caka merasa sangat lapar setelah pergulatan panas mereka yang cukup menguras energi namun sangat mengasyikkan bahkan membuatnya ketagihan.


Kemudian Caka berganti pakaian dan pergi keluar untuk membeli makanan untuk dirinya dan juga Risya nanti.


Beberapa saat setelah kepergian Caka, Risya terbangun dan meraba di sampingnya hanya ada guling. Risya mengedarkan pandangannya namun tidak melihat keberadaan Caka saat itu


"Kak,,,, Kak Caka,,,," panggil Risya dengan suara lengket khas bangun tidur.


Risya perlahan duduk dan memijiti bahu dan punggungnya yang serasa sudah patah. Belum lagi rasa nyeri masih sangat terasa dan membuatnya takut-takut ingin turun


"Kak Cakaaaaaa" panggil Risya ketiga kali


"Kemana sih dia??" ucap Risya yang kemudian mengambil ponselnya dan akan menelfon Caka. Namun deringnya sangat jelas dan Risya melihat ponsel Caka ada di atas meja riasnya.


Klik


"Assalamualaikum" ucap Caka lirih dikira Risya belum bangun


Caka masuk kedalam dan melihat Risya yang sudah duduk di tempat tidur mereka


"Sudah bangun?!" tanya Caka menyapa Risya


"Darimana?" tanya Risya


"Cari makan,,, pasti kamu lapar" jawab Caka yang kemudian ke dapur dan menata makanan diatas nampan lalu membawanya dan memberikan nya kepada Risya


"Ini makan dulu,,, aku beliin es Milo kesukaanmu" ucap Caka saat memberikan makanan untuk Risya


"Makasih" jawab Risya yang kemudian menikmati makanan yang ada di hadapannya. Caka pun juga ikut makan bersama Risya saat itu


"Kok tau aku suka es Milo?!" tanya Risya


"Mama Gadis" jawab Caka


"Ouh!!" sahut Risya


"Gimana rasanya tadi?!" tanya Caka sangat usil dan langsung membuat Risya tersedak

__ADS_1


Uhuuukkkkk uhuuuukkkkkkkk


Buru-buru Risya mengambil esnya dan meminumnya


"Jahat banget sih!!! orang lagi makan ditanya kayak gituan!!!" Sarkas Risya namun Caka hanya terkekeh


"Maaf, kan penasaran" jawab Caka


Wajah Risya memerah, pertanyaan Caka membuatnya kembali mengingat moment panas yang baru pertama kali itu Risya rasakan. Bahkan Risya berfikir tidak akan pernah melupakan bagaimana rasa sakitnya.


"Masih sakit?!" tanya Caka dan Risya mengangguk pelan


"Lama-lama kalau sering main, gak akan sakit lagi,,," ucap Caka dan membuat Risya membola


"Cie,,, mantan perawan!! katanya gak mau di perawaanin aku!! tapi,,,," belum Caka selesai bicara, Risya sudah menyumpel mulutnya dengan potongan ayam hingga penuh.


"Itu mulut pernah di sekolahin gak sih?! kalau ngomong gak pernah pake saringan!!!" Ucap Risya dengan kesal namun Caka hanya terkekeh dan menghabiskan apa yang ada di mulut nya.


Beberapa saat keduanya sudah selesai makan, lalu Caka membereskan semuanya sementara Risya hanya duduk di tempat tidur dan memainkan ponselnya Mau bagaimana lagi, turun saja rasanya sangat tidak mungkin. Setelah Caka selesai membereskan dapur, dia pun menghampiri Risya dan langsung meletakkan kepalanya di pangkuan Risya. Risya sempat kaget, namun setelahnya tidak heran lagi dengan tingkah Caka yang sering membuatnya spot jantung dadakan. Caka memejamkan mata dan merasakan sensasi dari istrinya, sementara Risya dibuat sesak nafas jika terus-terusan disuguhkan dengan pemandangan indah didepannya. Risya berusaha fokus pada ponselnya


"Kamu tau, aku sudah menghubungi kepala pusat penelitian di kampusmu. Aku bilang kamu izin sakit 5 hari" ucap Caka dengan masih menurut mata dan tersenyum


"Aku bilang kalau kamu kelelehan saat penelitian sampe drop. Yahh gak mungkin dong aku bilang kalau kamu gak bisa jalan karena baru di perawaanin suamimu!" ucap Cak dengan terkekeh


"Dasar Mesum!!" sarkas Risya dengan mencubit hidung mancung Caka bak prosotan anak TK


"Hahahahahah biar mesum kamu suka kannnnnnn???! ngaku aja dehhhhhhh!!" Goda Caka dengan mencium perut Risya


"Pekerjaan mu sudah selesai?!"tanya Risya mencoba mengalihkan pembicaraan


"Udah dong,,, kalau belum selesai aku gak akn sampai disini,,," jawab Caka


"Kak, tolong ambilin bajuku,,, masak aku pake kayak gini sih?!" ucap Risya


Caka membuka mata dan menatap Risya yang ada diatas wajahnya


"Gak papa pake ini aja,,, kalau pake baju repot lepasinnya! kalau ini kan mudah, tinggal sreeeeeeettttttttt!!!! lepas deh talinya!!" ucap Caka dengan langsung menarik tali bathrobe Risya dan membuat bathrobe itu terbuka lebar, Caka langsung terbangun dan menatap Risya dengan tatapan lapar

__ADS_1


"Iiiihhhh mesumm bangett sih!!!! aku capekkkk!!! gak mau main lagi!!!" ucap Risya mencoba menutupi dirinya namun Caka malah terus menarik. Caka menarik kaki jenjang Risya dan membuatnya berada dibawah Caka saat ini


"Tapi,,, dia sudah bangun,,, pengen lagi" ucap Caka


"Please,,, aku mohon,,, udahan yah ,,,yah,,,, " ucap Risya memelas


"Kamu hanya tinggal menikmatinya saja Risyaaaaaaaa" ucap Caka yang kemudian sudah menghujani Risya dengan sentuhan-sentuhan lembutnya.


Risya tidak berkutik karena Caka sangat tau bagaimana membuat Risya menyerah dan mengikuti permainannya. Keduanya kembali memadu kasih, menyatukan jiwa dan raga melebur menjadi satu. Risya benar-benar tidak mengerti kenapa dirinya begitu pasrah dan malah menyukainya sekarang. Tidak peduli panas dan hujan, pagi, siang dan malam, Caka terus menabur benih. Menikmati bulan madu yang benar-benar manis mengalahkan madu, dan mententramkan jiwa dan raga.


"Apa mungkin,, penyakit mesum itu bisa menular?!" ucap Risya lirih disisa-sisa tenaganya


"Bisa" jawab Caka dengan tersenyum kecil


"Sepertinya aku sudah tertular dan harus di suntik Vaksin!" ucap Risya dan malah membuat Caka terkekeh dan mencubit hidung istrinya


"Mana ada vaksin mesum?! Obatnya cuma satu!" ucap Caka


"Apa?!" tanya Risya


"Disalurkan!" jawab Caka yang kemudian mengecup bibir Risya singkat sebelum dia akan beranjak.


Kemudian Caka kembali menggendong Risya dan membawanya ke kamar mandi. Keduanya berendam dan melakukan pijatan-pijatan refleksi agar syaraf-syaraf nya kembali normal. Setelah cukup lama berendam, keduanya membersihkan diri lalu bersiap untuk menjalankan ibadah Zuhur dan Risya hanya bisa sholat dalam keadaan duduk saat itu.


"Kak Caka benar-benar tega membuatku seperti ini" batin Risya meratapi dirinya sendiri yang dibuatnya tidak bisa berjalan


.


.


.


Bersambung,,,,,,


...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍......


...❤️ Terima kasih sudah mampir,...

__ADS_1


...Semoga Suka❤️...


__ADS_2