Pura Pura Jatuh Cinta

Pura Pura Jatuh Cinta
Perginya Risya


__ADS_3

Risya masih terlihat fokus pada layar laptop miliknya dan merevisi tesisnya, sementara Caka beranjak dan akan pergi ke ruang rapat.


"Moy"


"Ada apa kak?!" Tanya Risya menghentikan ketikan nya dan menoleh kearah Caka


"Aku akan pergi ke ruang rapat Sebentar, kamu gak papa kan disini sendiri?!" Tanya Caka saat duduk di samping Risya


"Ouh,,, pergi lah, aku gak masalah sendiri disini" jawab Risya


"Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu" ucap Caka yang kemudian mengecup pipi Risya lalu beranjak meninggalkan nya. Risya hanya mampu terpaku melihat Caka yang berjalan pergi meninggalkannya.


Setelah kepergian Caka, Risya kembali fokus pada layar laptopnya.


"Sandra, selama aku rapat,,, jangan biarkan orang lain masuk kedalam ruangan ku!" Ucap Caka dengan nada perintah


"Baik tuan" jawab Sandra


Kemudian Caka melanjutkan langkahnya menuju ke ruang rapat, sementara Sandra tersenyum licik saat tau didalam hanya ada Risya sendiri didalam ruangan itu. Melihat Caka sudah tidak terlihat lagi, Sandra beranjak masuk kedalam ruangan Caka dan melihat Risya yang tengah duduk di sofa tamu dengan menghadap pada laptop nya. Risya menoleh ke pintu saat mendengar pintu terbuka, seketika Risya menghentikan jari jemarinya yang tadi sempat mengetikkan beberapa kata.


"Ada apa kamu kemari?!" Tanya Risya


Sandra duduk di sofa depan Risya dan menatapnya datar


"Aku hanya ingin tanya, apa benar kamu menginap disini bersama tuan Caka?!" Tanya Sandra


"Memangnya kenapa?!" Tanya Risya


"Hmm,,, ternyata kamu sama dengan wanita-wanita yang dulu sering datang kekantor ini dan menyerahkan dirinya pada tuan!" Ucap Sandra


"Maksud kamu apa?" Tanya Risya


"Kasihan yah! Sungguh kasihan, pasti tuan akan meninggalkan mu seperti wanita-wanita itu! Habis manis sepah dibuang! Aku sudah lama bekerja disini dan aku sering melihat tuan Caka bersama wanita-wanita sebelum kamu ada!! Tapi semua tidak bertahan lama dan setelah tuan mendapatkan apa yang diinginkannya, maka siap-siap saja kamu juga akan dibuang seperti mereka!" Ucap Sandra dengan sinis


"Kamu pikir aku sama seperti mereka hah?!" Sarkas Risya


"Hahaha,,,, tentu sama!! Apa tuan Mencintaimu?! Apa tuan pernah mengatakan cinta padamu?! Ingat baik-baik ucapan ku Risya, Setelah tuan mendapatkan apa yang diinginkannya maka siap-siap saja kamu akan ditendang dari hidupnya!!!" Ucap Sandra yang kemudian beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan Risya sendiri


Risya menggenggam erat tangan dengan perasaan campur aduk. Risya mengingat kembali alasan kenapa Caka menikahinya dan itu karena Caka menginginkan perusahaan papanya dan sampai detik ini Caka tidak pernah menyatakan cintanya meski mereka sering menghabiskan waktu intim bersama. Ketakutan pun merasuk kedalam hati Risya saat itu.


"Apa benar yang dikatakan Sandra?! Apa benar kak Caka sering membawa wanita menginap di tempat ini?!,, Tapi,,,, dikamar itu terdapat banyak pakaian wanita!!! Tidak,,! Aku tidak boleh percaya begitu saja sebelum aku mengetahui semua kebenaran nya!!" Batin Risya berperang saat itu.


Risya mencoba menghilangkan pikiran buruk yang merasuki nya, mencoba mengalihkan pada layar laptop nya namun semua percuma karena fokus Risya sudah pecah berantakan akibat ucapan Sandra. Kemudian Risya mematikan laptop nya dan beranjak dari tempat duduknya lalu keluar dari ruangan Caka. Saat keluar Risya melihat meja kerja Sandra kosong, lalu Risya berjalan keluar meninggalkan ruangan Caka

__ADS_1


"Bagussss,,, sepertinya dia sudah kemakan ucapanku!! Sekarang, tinggal menyebarkan gosip murahan kepada semua orang!! Salah siapa berani mendekati calon suamiku!! Maka kamu harus terima akibatnya!!" Ucap Sandra saat melihat kepergian Risya dari balik dinding tak jauh dari meja kerjanya.


Risya keluar dari kantor Caka tanpa arah dan tujuan, dia berjalan menyusuri trotoar jalan tanpa peduli panas yang menerpa dirinya. Rasanya hatinya lebih panas dibandingkan sengatan panas matahari saat itu.


Tiiinnnnnn!!!


Sebuah klakson mobil menghentikan langkah Risya dan membuat nya menoleh kesamping


"Risya?!"


"Alvin?!"


Alvin menghentikan mobilnya dan keluar menghampiri Risya


"Kamu ngapain jalan panas-panasan gini?!" Tanya Alvin


"Aku,,,,aku hanya ingin berolahraga" jawab Risya mencari alasan


"Siang-siang gini? Apa kamu lagi ada masalah?!" Tanya Alvin


"Emm enggak,,, aku hanya ingin berjalan saja" jawab Risya


"Mau ikut aku?" Tanya Alvin


"Ke kedai es cream milik temanku, dia baru buka cabang dan hari ini peresmian nya" ucap Alvin


"Emm,,, boleh" jawab Risya


Lalu Risya masuk kedalam mobil Alvin dan ikut pergi bersama nya. Setidaknya Risya ingin menenangkan dirinya sejenak dan melepas kepenatan didalam hatinya. Sepanjang perjalanan Risya hanya memilih diam dan hanya sesekali menjawab pertanyaan Alvin dengan singkat.


Sementara itu,,,,,


Caka baru saja selesai dari rapatnya, kemudian Caka berjalan bersama Axel menuju keruangannya. Saat sampai diruangan, Caka tidak melihat Risya diruangannya,


"Moy,,,," ucap Caka berjalan cepat mencari keberadaan Risya, di privat room tidak ada, ditoilet juga tidak ada. Laptop dan ponselnya juga ditinggal Risya di sofa tamu.


"Kamu kemana moy?!" Ucap Caka dengan perasaan cemas


Lalu Caka Keluar dan menanyai Sandra


"Kemana perginya Risya?!" Tanya Caka


"Saya tidak tau tuan, Saya tadi hanya sempat pergi ke toilet Sebentar dan setelah itu saya masuk kedalam tapi Risya sudah tidak ada" jawab Sandra berbohong

__ADS_1


"Axel, cepat kerahkan orang-orang kita untuk mencari keberadaan Risya!" Perintah Caka


"Oke!" Jawab Axel yang kemudian pergi meninggalkan Caka dan Sandra


"Tuan mau kemana?!" Tanya Sandra


"Pergi mencari Risya!" Jawab Caka yang kemudian berlari menuju ke lift dan akan turun tangan juga mencari istri nya yang hilang dan Caka sama sekali tidak mencurigai Sandra saat itu.


"Kenapa sih tuan harus khawatir dengan dia!! Apa coba lebihnya dia!! Cantikan juga aku!! Sempurna juga aku!! Kenapa tuan tidak pernah membuka matanya jika ada wanita cantik ini yang siap untuk menjadi pendamping hidupnya!!!" Batin Sandra dengan kesal karena melihat Caka malah khawatir terhadap Risya yang hilang.


Sementara itu Risya sudah berada di kedai es cream bersama Alvin. Konsep kedai itu cukup unik dan bukan hanya beraneka ragam rasa es cream yang di jual, namun juga kue-kue manis sebagai pelengkap juga cukup banyak dan terlihat sangat enak-enak.


"Hallo Vin,,,,, makasih lohhh udah sempetin dateng" ucap seorang wanita yang menghampiri mereka berdua dan menyapa Alvin dengan ramah


"Iyah,,, Oh iya,,, kenalin ini Risya temen kuliahku di Jepang, dan Risya ini Monica temen ku pemilik kedai ini" ucap Alvin


Kemudian Risya dan Monica berkenalan, terlihat Monica meniti penampilan Risya dari atas kebawah tanpa melepas pandangnya sedikitpun


"Hanya teman?!" Tanya Monica dengan renyah


"Iya" jawab Risya dan monic mengangguk-angguk dengan tersenyum


Lalu seorang pelayan menghampiri mereka dan memberikan buku menu, Risya melihat-lihat menu yang di tawarkan kedai itu sementara Monica berbicang hangat bersama Alvin. Melihat es cream berbagai rasa varian, membuat Risya tiba-tiba kalap dan ingin mencicipi semua rasa. Lalu Risya memesan es cream yang dia inginkan kepada pelayan


Beberapa menit kemudian pelayan membawakan pesanan Risya dan meletakkan didepan mejanya.


"Ris,,,, kamu mau menghabiskan es cream sebanyak itu?" Tanya Alvin


"Iya" jawab Risya singkat dan tersenyum datar dan Alvin hanya melihat nya dengan heran.


"Pantas saja pipinya melar gitu, makannya saja sebanyak itu!!" Batin Monica


Risya tidak memperdulikan pandangan Alvin ataupun Monica, Risya hanya ingin fokus pada 4 porsi es cream yang ada di depan matanya.


"Emm,,, rasanya sangat enakkkkkk!!!" Batin Risya saat menikmati eskrimnya.


Sementara di tempat lain, Caka dan orang-orang nya terus mencari keberadaan Risya yang menghilang saat itu.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung,,,,,,,


__ADS_2