
Warning dulu ah!!! 🔞
Setelah sholat isya, Risya kembali berkutik pada tugas penelitian. Seakan benar-benar ingin cepat menyelesaikan semuanya, Risya harus ekstra kerja keras. Karena bagaimanapun hasil kelulusannya nanti juga dipengaruhi dari hasil penelitian nya. Sementara Caka saat ini berada di ruang baca dan tengah memeriksa laporan yang dibawakan Asissten nya sore tadi. Keduanya sama-sama sibuk dengan pekerjaan masing-masing tanpa saling mengganggu.
Hingga tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 WIB, Risya sudah tidak kuat lagi menahan kantuknya dan akhirnya tertidur didepan laptop dengan bersenderan di sofa panjangnya. Sementara Caka sudah membereskan pekerjaan dan akan bersiap untuk tidur. Caka melihat jam sudah malam, dia mengira Risya pasti sudah tidur jam segitu.
Caka masuk kedalam kamarnya, dan melihat dari kejauhan tempat tidur itu masih rapi dan tidak ada Risya disana. Saat Caka melangkah semakin maju, dia melihat ke samping dan disana ada Risya yang sudah tertidur didepan laptop
"Dasar Maemunah! malah tidur didepan laptop" ucap Caka yang kemudian mendekati Risya
Lalu Caka mengsave ketikan Risya setelah itu mematikan laptopnya. Caka mengambil buku yang di peluknya lalu mengangkatnya keatas tempat tidur. Tidak sulit bagi Caka jika hanya menggendong Risya yang paling beratnya hanya 47Kg dengan tingginya 158cm dibandingkan Caka yang tingginya 175cm dengan berat tidak sampai 70kg. Kemudian Caka menurunkan Risya diatas tempat tidur mereka dengan perlahan agar dia tidak terbangun. Setelah itu Caka mematikan lampu utama menyisakan lampu tidur dan membuat suasana kamar itu jadi tamaran.
Caka membaringkan dirinya di samping Risya, lalu dia menoleh dan melihat Risya yang tertidur pulas dengan sedikit senyum di wajahnya. Caka mendekat dan meniti setiap lekuk wajah Risya tanpa melewatkan sedikitpun
"Kalau tidur gini,,, lihatnya Adem,,,cantik lagi" ucap Caka dengan dia tersenyum sendiri.
Tangannya yang jahil mulai beraksi, ditoelnya pipi Risya dan dimainkan poni lucu miliknya. Setelah itu tangannya turun mengusap perlahan bibir mungil nanpenuh milik Risya dan membuatnya ingin sekali mengigitnya. Sementara Risya saat ini tengah berada di Padang rumput dengan dipenuhi bunga-bunga nan indah. Begitu menenangkan dan menyejukkan hati.
Caka tergoda dan akhirnya mengecup lembut bibir istrinya, semakin lama Caka malah lebih memperdalamnya, menikmati setiap sudutnya. Sementara Risya tengah bermain bersama moymoy kucing gemulnya dulu yang sempat dirawat, namun na'as kucing itu hilang diambil orang.
"Moy,,, moymoy sayang,,,,kau kembali?!" ucap Risya didalam mimpinya.
Moymoy dialam nyata tengah menyelusuri jalanan mulus tanpa hambatan, meneguk manisnya madu dan berlarian diantara lembah gunung-gunung dengan lincahnya.
"Moyy,, geli moy,,," Rancau Risya saat merasakan moymoy menjilati wajahnya seperti biasanya, Risya benar-benar geli dan gelinya sangat menggelitik
"Ahhh moyy jangan digigit!!! sakit,,," ucap Risya didalam mimpinya
Moymoy jantan tidak bisa berhenti malah semakin menggila saat mendengar suara-suara manja memacu hasrat nya.
__ADS_1
"iiihhhhhh,,,,,,Kan udah di bilang sakit moy!!! jangan digigit!!" ucap Risya sedikit kesal saat moymoy didalam mimpinya tengah mengigit tangannya
Caka memegang telinganya yang memerah akibat Risya menjewer telinga nya.
"Siapa sih moy!! moy!!!" sarkas Caka didalam hatinya.
Risya sepertinya kehilangan moymoy dan mengejarnya hingga Risya dapat menangkap nya lagi lalu memeluknya. Dalam dunia nyata Risya pun tengah menenggelamkan Caka didalam lembah dekapannya. Caka mengumpat kala dirinya tidak bisa lagi menahan hasrat nya.
"Moy,,, moy,,,moy,,,moy " Risya menjambak Jambak rambut Caka,
"Moyy,,, mommy mau pipis,,, geli moy!" ucap Risya dengan manjanya
"Tuh kann mommy ngompol!" ucap Risya dan malah membuat Caka terkekeh
Risya terbangun saat merasa dirinya benar benar mengompol, saat Risya membuka mata dia langsung menjerit saat melihat Caka berada atas perutnya
"Aaaaaaaaa!!!!!" teriak Risya yang langsung menendang Caka hingga terjungkal
"HEH!!! MESUMM!!! APA YANG KAU LAKUKAN HAH?!" Hardik Risya kaget bukan main saat melihat dirinya tidak mengenakan pakaian dengan benar, piyamanya sudah terbuka sangat lebar dan polos begitu saja. Buru-buru Risya menarik selimut dengan ketakutan
"Sableng!!! apa yang kau lakukan tadi!!" Sarkas Risya
Caka masih tidak menjawab dan masih merasakan sakit yang luar biasa saat itu. Tanpa menunggu jawaban Caka Risya menarik selimut dan membawanya ke kamar mandi. Sementara Caka berusaha berdiri dengan tertatih
"Dasar Maemunah!! kalau sampe aset ku rusak, lihat saja nanti!!" ucap Caka dengan ringisnya
Sementara Risya masih berada di dalam kamar mandi, wajahnya memerah saat melihat dirinya mengenakan baju tidur terbuka dengan celananya yang sudah basah.
"Kok aku beneran ngompol?! tapi,,, kok lengket gini??" ucap Risya dengan bingung. Risya kembali bergidik jika membayangkan apa yang dilakukan Caka terhadapnya.
__ADS_1
"Perasaan tadi aku mimpi sama moymoy, tapi kenapa malah jadinya kucing garong!!! mengesalkan!!" Sarkas Risya saat melihat dirinya bahkan terlihat sangat mengerikan meski tidak ada tanda apapun yang di tinggalkan Caka namun masih jelas apa yang dilihat Risya saat tatapan mereka bertemu sungguh menjijikkan baginya.
Kemudian Risya menghidupkan shower dan membersihkan dirinya sebersih-bersihnya
"Benar-benar menjijikkan!!" ucap Risya sembari menggosok-gosok dirinya dengan kuat.
Beberapa saat kemudian Risya keluar dengan mengenakan bathrobe putihnya dan menatap Caka dengan penuh kemarahan.
"Heh! Maemunah! gara-gara kamu, aset ku sakit!!" ucap Caka saat melihat Risya keluar dari kamar mandi
"Sukur!!!! itu hukuman buat orang mesum kayak kamu!!" Sarkas Risya yang kemudian mengambil pakaian ganti, lalu Caka menghampirinya dan menarik tangannya
"Lepasin mesum!!! atau gak aku tendang lagi itu mu!!" ucap Risya dengan menatap kebawah dan membuat Caka menciut Lalu melepaskan Risya
"Awas kamu ya!!! lihat aja kalau punya ku sudah sembuh, aku akan buat kamu gak bisa jalan seminggu!!" ancam Caka
"Aku tendang lagi aja nanti!! weeekkk!" jawab Risya yang kemudian menghilang kedalam kamar mandi
Kemudian Caka membaringkan dirinya diatas tempat tidur dengan harapan junior nya segera sembuh. Sungguh begitu sakit tendangan Risya yang dia rasakan. Sementara Risya yang sudah keluar dari kamar mandi lebih memilih mengambil bantal dan selimut lain lalu tidur di sofa besar yang ada di kamar itu. Caka hanya melirik tanpa bicara dan akhirnya mereka tidur terpisah malam ini.
.
.
.
Bersambung.....
...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍......
__ADS_1
...❤️ Terima kasih sudah mampir,...
...Semoga Suka❤️...