
Warning dulu ahhh🔞
Hari-hari berikutnya,,,,
Risya baru sampai di apartemen nya Setelah berbelanja kebutuhan makanannya. Lalu Risya menata bahan-bahan makanan didalam kulkas dan setelah itu Risya membersihkan dirinya dan akan segera beristirahat malam, melepas lelah setelah seharian beraktivitas di kampus.
Risya mengganti pakaiannya dengan kimono tidur dan tak lupa sebelum tidur, Risya memakai skincare miliknya, lalu dia merebahkan dirinya diatas tempat tidur. Sebelum tidur Risya membuka ponselnya dan melihat pesan singkat dari Caka
_Kak Caka_
Kangen kamu Moy :*
Risya tersenyum kecil saat membaca pesan singkat dari Caka, tanpa ingin membalasnya. Lalu Risya mematikan ponselnya, setelah itu lampu utama dan menyisakan lampu tidurnya. Kemudian Risya berdoa dan memejamkan mata berharap dirinya segera tertidur.
Beberapa jam kemudian,,,,
Caka dalam perjalanan menuju ke apartemen Risya Setelah pertemuan nya dengan salah satu kolega nya yang berada di Jepang juga. Caka melihat jam di tangannya sudah menunjukkan pukul 22.00
"Semoga saja Moymoy belum tidur" batin Caka
Tidak membutuhkan waktu yang lama, taksi yang di tumpangi Caka sudah sampai didepan apartemen. Setelah membayar ongkos taksi, Caka keluar dan mengambil koper kecil nya lalu menuju ke unit apartemen Risya.
Sampainya didepan unit apartemen Risya, Caka menekan bel namun tidak ada Jawaban apapun. Caka menduga pasti risya sudah tertidur. Lalu Caka menekan password kamar Risya dan pintu itu terbuka lebar
Klik
Caka melihat ruangan kecil itu sudah remang-remang, lalu dia masuk dan menarik kopernya kedalam. Caka melangkah menuju ke kamar Risya dan dilihatnya ternyata benar, sosok wanita yang sangat dirindukan nya ternyata sudah tertidur pulas diatas tempat tidurnya. Kemudian Caka melepas jaket dan celana panjangnya menyisakan kaos pendek dan juga celana pendeknya. Setelah itu Caka menyusul Risya berbaring diatas tempat tidurnya.
Diusapnya perlahan wajah cantik Risya, Caka menikmati setiap lekuk wajah istrinya yang begitu ia rindukan. Di singkirkan ya anak-anak rambut yang menutupi wajah Risya lalu di kecupnya perlahan pipi gembul Risya dan membuat Risya terbangun karena merasakan geli, sesuatu menggelikan menyentuh pipinya. Perlahan Risya membuka mata dan alangkah terkejutnya Risya saat menatap mata seseorang yang saat ini sangat dekat padanya.
Risya tengah mengumpulkan nyawanya yang belum sepenuhnya terkumpul, dirinya sedikit pangling melihat pria yang saat ini berada diatasnya, sangat mirip dengan Caka, namun diwajahnya terdapat kumis tipis dan juga jambang tipis yang menggelitik Risya sampai terbangun. Pria itu tersenyum dan memanggil Risya
"Kebangun ya moy?" ucap Caka dengan senyum manisnya
"Kak Caka??" ucap Risya baru benar-benar sadar jika itu adalah suaminya
Caka menunduk dan langsung mencium bibir Risya dengan sangat lembut, Caka menyalurkan rasa rindu yang sudah meluap-luap tak tertahan lagi setelah berhari-hari bahkan sudah berminggu-minggu tidak bertemu dengan pujaan hatinya.
__ADS_1
Keduanya saling membalas, saling memperdalamnya hingga Caka dengan sekali tarik kimono risya langsung terlepas dan memperlihatkan pemandangan indah yang begitu dirindukan nya. Caka bermain-main di perbukitan dan ingin berlama-lama bermain di Padang rumput yang begitu menyejukkan hati.
Setumpuk kerinduan kini meleleh bagaikan lahar panas gunung berapi yang sudah memuntahkan segala rasa rindu yang terpendam didalam hati keduanya.
"Aku merindukanmu moy" ucap Caka disela-sela buaiannya terhadap istrinya
"Aku,,,, juga,,,,,,," jawab Risya dengan terbata saat merasakan sesasi menggelitik ketika merasakan jambang tipis Caka mengelitik dirinya
Caka tersenyum penuh kemenangan saat melihat istrinya sudah dipenuhi kabut hasrat yang tak kalah membara dari dirinya. Caka bisa merasakan rindu yang saat ini dirasakan Risya sama besarnya dengan dirinya. Setelah cukup lama mereka saling membuai dan merasa, akhirnya Caka menikmati hidangan utama dan membawa Risya berlayar kedalam lautan cinta yang sangat dalam. Risya pun sudah tidak sepolos waktu itu, kini dirinya sudah bisa mengimbangi Caka agar perahu mereka tidak oleng dan dapat berlayar semakin jauh. Kedua anak manusia itu pun benar-benar melepas rindu mereka malam ini,,,,,,,,,
2 jam berlalu,,,,
Risya sudah tergolek lemas didalam pelukan Caka. Dengan sisa-sisa tenaga, Risya menatap Caka yang saat ini juga tengah menatapnya. Caka tersenyum dan Risya membalasnya dengan senyuman kecilnya.
"Kapan kak Caka sampai? kenapa tidak memberitahuku?" tanya Risya
"Tadi sore, tapi aku bertemu dengan kolegaku dulu sebelum kemari. Jika aku beritahu bukan kejutan namanya" ucap Caka saat menyentuh wajah Risya dengan lembut
"Aku hampir tidak mengenali mu karena kumis dan jambang ini" ucap Risya saat menyentuh geli jambang Caka yang tipis dan Caka terkekeh
"Bukannya terlihat tambah macho?!" tanya Caka
Caka mengecup kilas bibir Risya lalu melepaskan nya..
"Tunggu sebentar" ucap Caka yang kemudian turun dari tempat tidur dengan mengenakan celana pendek nya. Lalu Caka mengambil sesuatu dari dalam kopernya dan membawa kembali ke tempat tidur, sementara Risya sudah duduk dengan hanya berselimut saja
Kemudian Caka memberikan kotak kecil beludru berwarna biru kepada Risya
"Apa ini kak?" tanya Risya
"Bukalah" jawab Caka
Lalu Risya membuka kotak itu, yang Risya kira adalah cincin, namun ternyata sebuah kalung liontin kecil berbentuk hati yang terlihat sangat cantik. Risya kaget dan terkagum-kagum melihat kecantikan kalung itu.
"Ini,,,,,"
"Iya,,, ini untuk kamu moy. Aku pake kan ya?" tanya Caka dan Risya mengangguk
__ADS_1
Lalu Caka mengambil kalung itu dan memasangkan pada leher Risya yang terlihat polos. Risya terlihat sangat senang ketika mendapat hadiah dari Caka secantik itu.
"Cantik,,, terima kasih kak" ucap Risya saat melihat kalung itu sudah terpasang, Risya memegangi kalung itu dengan senyum yang seakan tidak bisa luntur
"Iya,, sama-sama" jawab Caka dengan bahagia karena Risya mau menerima hadiah yang di berikan nya. Lalu Risya berhambur memeluk Caka karena sangking senangnya.
"Ini dalam rangka apa kak? aku gak ulang tahun" ucap Risya saat masih berada didalam pelukan Caka
"Memangnya harus pake dalam rangka apa yah kalau memberikan hadiah?" tanya balik Caka
"Yah siapa tau,,,," jawab Risya
"Emm,,, gak dalam rangka apa-apa aku hanya ingin memberikan hadiah kecil untukmu" jawab Caka saat mengusap punggung Risya yang polos
Risya jadi senyum-senyum sendiri saat melihat bandul kalung itu terlihat sangat cantik dan begitu mengagumkan. Kemudian Caka merenggangkan pelukan mereka dan tanpa disadari Risya selimut itu sudah turun kebawah
"Moy, kamu membangunkan dia lagi!!!" ucap Caka saat matanya melihat sesuatu yang indah didepan matanya
Buru-buru Risya menarik selimut itu kembali dengan wajah memerah nya.
"Kenapa ditutupi? aku mau lagi moy,,, aku masih rindu" ucap Caka saat menarik kembali selimut Risya namun ditahan Risya
"Emm,,, tapi,,,," ucap Risya bingung mau berkata apa
Lalu Caka menarik Risya dan membuat mereka berbaring kembali diatas tempat tidur. Caka membelai rambut Risya perlahan membuat gelayeran-gelayeran yang kembali menyerang Risya
"Kamu capek?" tanya Caka dan Risya mengangguk pelan.
"Ya sudah,,, kita tidur sekarang" ucap Caka yang kemudian membawa Risya kedalam dekapannya.
Risya menenggelamkan wajahnya kedalam pelukan Caka, meski sebenarnya Risya tidak enak menolak permintaan suaminya. Namun jujur dirasa Risya sudah sangat lelah setelah pertempuran mereka 2 jam yang lalu.
Kini Caka dan Risya sudah berlayar kedalam alam mimpi yang indah.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung,,,,,,,,