
WARNING 🔞😍
Malam menjelang,,,,
Risya berada didepan laptop dan tengah mempersiapkan slide untuknya besok melakukan simulasi sidang bersama pembimbing nya. Sedikit pun Risya tidak ingin ada hal yang tertinggal bahkan dia harus bersiap untuk menjawab berbagai pertanyaan dosen pembimbing nya. Saat sedang fokusnya, ponsel Risya berdering dan dilihatnya panggilan video dari Caka.
"Ngapain sih pake Video Call?! ganggu aja deh!!!" Sarkas Risya yang kemudian menjawabnya juga tentunya dengan wajah yang masam. Caka sedikit syok ketika melihat istrinya yang hanya mengenakan tank top hitam tanpa mengenakan bra dan Risya tanpa sadar dengan apa yang dirinya pakai sekarang
"Ada apa?!" nada judes Risya membuyarkan fikiran liar Caka terhadap istrinya. Terlihat Caka masih mengenakan kemejanya meski sangat berantakan tapi tidak mengurangi sedikitpun kadar ketampanan nya
"Kangen" jawab Caka dengan cengir kudanya
"Preeett!!! udah yah, aku sibuk banget!! lagi kejer deadline nih!" ucap Risya yang tidak tahan jika terus melihat wajah Caka. Rasanya Jiwanya meronta-ronta ingin dipeluk
"Sebentar kali!! baru juga nelfon! sibuk apa sih?!" tanya Caka
"Nih lihat sendiri!!" jawab Risya dengan membalikkan camera depan nya menjadi camera belakang dan Caka bisa melihat slide persentasi Risya
"Ohhh,,,,," jawab Caka
"Kamu belum pulang?!" tanya Risya penasaran
"Belum, anak-anak juga belum pulang. Kenapa? kangen ya?!" ejek Caka dan membuat wajah sinis Risya muncul
"Banyak ruginya aku kangen sama kamu!! udah yah,,, masih banyak nih yang mau aku buat! bye!! assalamualaikum" ucap Risya
"Wa'alaikumsalam" klik
Risya mematikan sambungan video call itu dan meletakkan ponselnya di sampingnya. Saat dia menunduk Risya baru sadar dengan apa yang di pakai nya sekarang
"Astagfirullah!!!! dasar mesum!!! pantes aja matanya melotot!!! bener-bener menang banyak tuh kucing garong!!! aku juga oon banget pake lupa ganti baju!!! Aaarrrggghhhh!!!!!" sarkas Risya pada dirinya sendiri.
Sementara Caka bersiap untuk penerbangan malam ini ke Jepang.
****
Pagi sudah menjelang,,,
Dengan persiapan yang sudah matang, Risya akan bersiap ke kampus pagi ini dan bertemu dengan dosen pembimbing nya untuk simulasi sidang sebelum dia sidang sungguhan nantinya. Risya sudah meninggalkan masalah pribadinya dan memfokuskan pada hasil penelitian nya yang sudah di selesaikan dengan waktu yang cepat dari prediksi nya.
Saat Risya akan berangkat, terdengar suara bel berbunyi yang di yakini Risya adalah petugas kebersihan yang biasa datang pagi-pagi untuk membersihkan ruangannya. Lalu Risya membuka pintu sambil menenteng tas laptop miliknya
Klik
Alangkah terkejutnya Risya saat melihat wajah menjengkelkan Caka saat ini berada di hadapannya. Caka menyengir kuda sembari melepas kacamata hitamnya
__ADS_1
"Assalamualaikum istri?!" ucap Caka yang kemudian nyelonong masuk kedalam
"Wa'alaikumsalam" Risya masih tidak percaya jika yang dilihatnya adalah suami sablengnya dan bukan hantu. Sampai Risya melihat dari belakang apa dia berjalan memijak lantai atau terbang tidak menyentuh lantai
"Hey istri,, suamimu baru sampai,,, kau malah mau pergi" ucap Caka meletakkan kopernya di dekat ranjang Risya dan dia membaringkan dirinya. Meski sebenarnya Caka sudah sampai dan sempat beristirahat di hotel temannya yang kebetulan juga sedang berada di Jepang.
Risya meletakkan tas ransel dan juga tas laptop nya diatas meja lalu menghampiri Caka
"Kenapa kau kemari?!" tanya Risya dengan ketus
"Aku? kesini??? jelas aku merindukan istri??" jawab Caka yang kemudian duduk kembali dan menarik Risya hingga duduk di pangkuannya
"Kamu mau ke kampus?!" tanya Caka
"Iya, hari ini ada simulasi sidang" jawab Risya yang ingin segera turun dari pangkuan caka
"Tapi,,,, sayang aku pengennya kamu tetep disini!!!" ucap Caka yang kemudian mendorong Risya hingga jatuh ketempat tidur dan Caka sudah mengungkung Risya dibawahnya
"Heh sableng!!! lepasin aku!!! aku mau ke kampus!!! aku bisa telattttt!!!!" teriak Risya
"Apanya yang telat?! ini masih sangat pagi!!! bahkan kamu belum mencium ku!!" ucap Caka dengan tengilnya
"Ngeselin!!!! emmm,,,," Risya sudah tak bisa lagi berbicara ketika Caka sudah membungkam dengan kecupan beruntun. Risya berontak namun Caka langsung menarik kedua tangan Risya keatas kepalanya
"Aaahhh!!! gilaaa!!! berhenti menyentuhkuuu!!!" teriak Risya saat tangan Caka dengan seenaknya memainkan titik sensitif nya sementara Caka semakin dibuat gemas oleh penolakan-penolakan Risya.
"Aku akan melakukan sekarang,,,, kamu tahan yah,,, sakitnya sebentar kok" ucap Caka saat berbisik ditelinga Risya
Risya tidak mampu lagi menjawab dan hanya mengigit bibir bawahnya saat merasakan benda keras tengah bermain-main dibawah sana
"Buka matamu" ucap Caka dan Risya membuka matanya
"Aaaaaaa!!!!" Risya menjerit sejadi-jadinya ketika melihat Caka sepolos dirinya. Bahkan Risya bisa melihat dengan jelas junior Caka yang tidak pernah di bayangkan Risya sebelumnya
"Itu,,,,,, itu kecilin aja!!! mana muat!!!" teriak Risya ketakutan lalu menarik selimut dan menutupi dirinya
"Bahahahaha!!!! kau benar-benar gila!! harusnya kau bangga jika milik suaminya itu besar dan gagah!!" ucap Caka yang kemudian menarik selimut Risya namun Risya menahannya dengan sangat kuat
"MESUMMMMM!!!! AKU GAK MAUUUU!!!!!" Teriak Risya yang terus mempertahankan selimut nya
Caka tidak ingin kalah, karena sudah kepalang tanggung, akhirnya Caka membuka selimut itu dan masuk dari bawah
"Upssss kamu gak akan bisa lari lagi!!" ucap Caka yang sudah berada diatas Risya
"Sumpah!!! aku takut!!! aku bener-bener belum siap ka!!" ucap Risya yang sudah merasa spot jantung
__ADS_1
"Menurut lah,,, aku yakin setelah ini kau akan minta lagi" ucap Caka mengusap peluh keringat Risya yang sudah sebesar biji jagung
Seperti nya Caka sudah menyihir Risya hingga membuatnya diam. Sentuhan-sentuhan Caka kembali dirasakan Risya dan membuatnya kembali akan melayang.
"The pain is only for a while, after that it will feel good baby" bisik Caka saat akan lepas landasan
Risya benar-benar tidak bisa berkata lagi dan hanya bisa mencakar punggung Caka saat dia merasakan sesuatu memaksa masuk dengan bersusah payah, dan setelah beberapa kali mencoba, Risya merasa bagian kulitnya terasa sudah terkoyakkan, bahkan Risya menangis karena menahan sakitnya.
" Are you okey?!" tanya Caka sedikit khawatir ketika melihat Risya menangis dibawahnya
"Kalau aku bilang sakit, apa kau akan melepaskan ku?!" tanya Risya dengan sisa-sisa tanggisnya
"Enggak" jawab Caka
"Suami gila!!!" Sarkas Risya dengan memukul bahu Caka
Caka hanya membalas senyum mesum lalu melancarkan semua serangannya. Risya pun lambat laun sudah bisa mengikuti pergerakan Caka dan keduanya kini sudah melupakan dunia disekitarnya. Hanya ingin menghabiskan waktu berdua. Bahkan Risya ntah sudah beberapa kali dibuat meledak ke angkasa oleh suaminya. Hingga akhirnya Risya sudah tidak kuat lagi dan tenaganya benar-benar habis terkuras, sebelum mengakhiri Caka menembakkan ribuan bahkan jutaan kecebong miliknya pada tempat yang seharusnya, Setelah itu Caka ambruk di samping Risya.
Sayup-sayup Risya melihat Caka yang masih mengatur nafasnya. Ingin sekali mengatai suaminya, tapi dirinya sudah tidak kuat lagi
"Cie,, mantan perawan!" sindir Caka yang tersenyum tengil pada istrinya
"Kurang ajr!!! sarkas Risya didalam hati
Lalu Caka bangkit dan melihat Risya yang sudah tidak mungkin lagi berdiri, bahkan Caka sedikit kasihan melihat milik istrinya yang terlihat sangat bengkak. Kemudian Caka menggendong Risya dan membawanya kekamar mandi
Sampai dikamar mandi Caka membersihkan dirinya dan juga istrinya. Sementara Risya hanya duduk di Closet dan membiarkan Caka membersihkan dirinya. Setelah itu mereka mengenakan bathrobe lalu Caka menggendong Risya keluar dari kamar mandi. Risya benar-benar dibuat tidak bisa berjalan saat itu.
"Kau duduk disini, aku akan mengganti spreinya" ucap Caka yang kemudian menarik sprei yang terdapat bercak darah, lalu menggantinya dengan yang baru, setelah itu Caka memindahkan Risya ke tempat tidur mereka.
Risya sungguh tidak kuat lagi, dan akhirnya dia tertidur. Lalu Caka mengambil ponsel nya dan menghubungi kepala pusat penelitian untuk mengabarkan Risya tidak bisa ikut simulasi sidang karena sedang sakit. Setelah memberi kabar itu Caka ikut merebahkan dirinya di samping Risya dengan memeluknya sangat erat
"Terima kasih karena sudah menjaganya untukku" ucap Caka dengan mengecup kening Risya lalu ikut tidur bersamanya. Risya pun hanya menggeliat kecil lalu merapat dirinya mencari kenyamanan dan akhirnya mereka berdua pun tertidur,,,,,
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,,
...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍......
...❤️ Terima kasih sudah mampir,...
__ADS_1
...Semoga Suka❤️...
Beberapa hari ini uni dan keluarga lagi demam, jadi gak bisa update serentak kayak biasanya. Mohon doa nya yahh semuanya🥺🙏