
Caka mempercepat laju kendaraan nya hingga menyalip mobil Risya yang berada di sampingnya.
Ciiiiiiitttttttttttttt
Risya mengerem mobilnya dengan maksimal saat melihat sebuah mobil menyalip dan berhenti didepan mobilnya saat jalanan sepi.
"Astagfirullah!!!! gila yahhh tuh orang!!!" ucap Risya begitu kesal saat merasa ada orang mengganggu perjalanannya.
Lalu Risya keluar dari mobilnya dan berjalan dengan penuh emosi menghampiri mobil didepannya
Dug
Dug
Dug
Risya menggedor kaca mobil Caka dengan kuat. Kemudian Caka membuka pintu mobil dan membuat Risya mundur beberapa langkah
"Hai Judes" sapa Caka dengan senyum sok gantengnya
"Dimas?!" batin Risya
"Heh mesum!!! kurang kerjaan banget sih kamu! Seneng banget bikin orang emosi!!" Sarkas Risya
"Eiitsss jangan marah,,, nanti cepet tua!" ejek Caka
"Aku gak peduli! bener-bener ya!! seneng banget ganggu hidup orang!" Sarkas Risya
"Aku gak ada niat buat ganggu kamu, Cuma tadi aku lihat kamu pas di lampu merah. Yahh aku cuma mastiin aja penglihatan ku itu gak salah" ucap Caka dengan santai
"Sekarang udah jelas kan?! udah minggirin mobilmu, aku mau lewat!!" Sarkas Risya yang kemudian berjalan menjauh dari Caka.
Namun Caka tidak ingin segera pergi dan hanya menatap kepergian Risya yang masuk kedalam mobilnya
"Mesum!!! minggirin mobilmu!!!" Hardik Risya
Caka berjalan menghampiri mobil Risya lalu berjongkok dan mengempeskan ban depan mobil Risya saat itu
"Astagfirullah!!!!! mesummm!! gila!!!! iihhhhh ngeselin bangettt sih!!!" ucap Risya saat keluar dan melihat ban mobilnya kempes Sementara Caka hanya terkekeh melihat Risya marah
"Kamu mau kemana? ayo aku antar" ucap Caka
"Ogah!" ucap Risya
Semakin di tolak semakin membuat Caka gemas. Lalu Caka menarik lengan Risya dan menyeretnya menuju ke mobilnya. Caka pun tidak peduli bagaimana Risya berontak dan minta dilepaskan.
"Masuk" ucap Caka
"Gak!" jawab Risya
"Kamu masuk sekarang atau aku akan menggendongmu masuk kedalam mobilku!" sarkas Caka
"Terus mobil mamaku gimana?!" Hardik Risya
Caka mengambil ponselnya lalu menelfon bengkel langganannya untuk mengurus mobil Risya.
__ADS_1
"Gus, tolong urus mobil Honda jazz yang ada di pinggir jalan Merdeka, depan mini market kempes" ucap Caka
"Baik Bosss"
Setelah selesai menelfon, Caka membuka pintu mobilnya untuk Risya
"Dasar pemaksa!" Sarkas Risya yang kemudian masuk kedalam mobil Caka
Caka hanya tersenyum kecil lalu berlarian ke arah kemudi dan menjalankan mobilnya meninggalkan tepat itu. Risya sungguh sangat kesal dengan sikap Caka yang semena-mena, namun mau bagaimana lagi, mobilnya kempes dan bengkel di tempat sepi itu cukup jauh.
"Kita mau kemana?!" tanya Risya
"Nanti kamu juga tau" ucap Caka
Caka terus melajukan mobilnya menuju ke sebuah cafe yang buka 24jam dan setelah sampai, Caka memarkirkan mobilnya di parkiran
"Ayo turun" ucap Caka
Risya tidak menolak, dia pun mengikuti Caka turun dari mobil dan masuk kedalam cafe.
"Ngapain sih kesini?! aku banyak kerjaan!" ucap Risya
"Temani aku ngopi sebentar" jawab Caka
"Ish! memangnya kamu siapaku?! ngomong aja kalau kamu kangen kan sama aku?!" sarkas Risya
"Emang iya! ada yang salah?!" jawab Caka yang kemudian memesan cappucino dan makanan untuk mereka
"Bahahahahaha! bener-bener gila!" ucap Risya yang tertawa saat Caka mengakui jika dirinya kangen kepada Risya sementara Caka hanya melihat bagaimana Risya menertawainya
"Hahaha " tawa Risya langsung luntur ketika melihat bagaimana tajamnya Caka menatapnya
"Udah aku mau pulang!" ucap Risya berdiri dan di tarik lengannya oleh Caka membuatnya duduk kembali
"Kapan kamu sampai di Indonesia?! tanya Caka
"Kenapa nanya? gak penting juga gak buat kamu?!" ucap Risya
"Jawab Risya!" ucap Caka
"Kemarin malam!" jawab Risya dengan jutek
"Kenapa gak bales pesanku?!" tanya Caka
"Yaaa terserah akuu dong Mas! mau bales kek! enggak kek! yaaa itu terserah aku dong!" ucap Risya dengan kesal
Caka tidak menjawab apapun dan hanya terus menatap Risya yang berkata panjang kali lebar dengan wajah kesal terhadapnya.
"Kamu kalau cuma diem aja, mending aku pulang!" Sarkas Risya saat melihat Caka terus menatapnya dan membuatnya semakin gugup tak karuan
"Kalau kamu bicara terus, akan ku luumatt bibirmu itu!" hardik Caka dan langsung membuat Risya terdiam
"Dasar gila! Bukan saja kelakuanmu yang mesum! Tapi otakmu juga mesum!!! " Sarkas Risya
Tak lama datanglah pelayan membawakan pesanan Caka.
__ADS_1
"Makanlah" ucap Caka
Risya yang cemberut tidak ingin menggubris ucapan Caka saat itu.
"Ris,, kamu masih inget kan, kamu punya hutang padaku!" Ucap Caka sembari memakan kentang goreng
"Hutang apa?!" tanya Risya
"Jangan pura-pura lupa! Kamu sudah menjual namaku sebagai calon suamimu!" Sarkas Caka
"CK! Masih diinget aja sih! Lagian aku udah minta maaf kan?!" Sarkas Risya
"itu tetap hutang Risya! Dan harus kau bayar!" Sarkas Caka
"Bayar pake apa coba?!' tanya Risya bingung
"Nanti malam kamu ikut aku ketemu keluargaku dan keluarga gadis yang akan di jodohkan denganku! Sama sepertimu, kau harus mau menjadi kekasih pura-pura ku di hadapan mereka!" Ucap Caka
"Apa?! Gak mau!! Nanti malam aku ada acara keluarga! Dan gak bisa di ganggu! Ini juga penting bagiku! Aku mau putusin perjodohanku dengan pria yang gak aku kenal!" Sarkas Risya
Sejenak Caka terdiam dan berfikir sesuatu
"Begini saja, kau bantu aku, dan setelah itu aku akan bantu kamu! Bagaimana?!" Tanya Caka
"Bantu gimana sih?!" Tanya Risya
"Ya,,,Kita pura-pura jatuh cinta, terus kita berperan seperti pasangan pada umumnya" jawab Caka
"Bahahahaha,,,,, Ogah! Kamu kira kita ini artis?! La kalau orang tuamu langsung menyuruh kita menikah bagaimana?!" Tanya Risya
"Ya tinggal nikah!" Jawab Caka enteng
"Ogah!!! Aku gak mau nikah sama kamu! Orang mesum gak ketulungan gitu!! Iiiihh amit-amit!!" Jawab Risya
"Aku juga gak mau nikah sama kamu! Cerewet! Judes! Banyak makan!. Tapi aku punya rencana lain, jika mereka nanti menyuruh kita menikah, yah ulur-ulur aja dan nanti tinggal bilang kita udah putus kalau kita sudah menemukan pasangan masing-masing. Bagaimana?!" Tanya Caka
Risya masih terdiam, memikirkan semua rencana dari Caka. Jika dipikir-pikir oleh Risya, ide Caka tidak terlalu buruk untuk dicoba, toh mereka hanya berpura-pura saja.
"Hmm,,, idenya gak terlalu buruk! dan sepertinya gak ada yang dirugikan!" batin Risya
"Bagaimana?!" tanya Caka
"Oke, aku setuju! tapi inget ya,,, kamu gak boleh pegang-pegang aku! awas aja kalau sampai kamu kayak di film-film atau di novel-novel yang memanfaatkan keadaan!" Sarkas Risya
"OKE DEAL!!" Sahut Caka
Setelah keduanya sepakat, Risya meminta Caka untuk mengantarkannya kembali ke mobilnya, karena jam mengajar mama Gadis sudah hampir selesai. Caka pun tidak menghalangi Risya dan langsung mengantarkan Risya ke bengkel langganannya tempat mobil mama gadis di perbaiki.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung,,,,,,,,