
Di hari berikutnya,,,,,,
Pagi itu Caka sudah bersiap untuk ke kantor, tentunya setelah selesai sarapan bersama keluarga nya. Kemudian Caka pamit kepada papa dan mamanya untuk segera berangkat, karena pagi ini dia akan menghadiri rapat bulanan di kantor miliknya.
"Caka berangkat ya ma,,, pa" ucap Caka yang kemudian mengecup pipi mamanya
"Kamu hati-hati" ucap mama
"Iya,, Assalamualaikum" ucap Caka
"Wa'alaikumsalam" jawab mama dan papa
Arin yang tengah menghabiskan susunya, segera bangkit dan ikut berpamitan kepada papa dan mamanya.
"Mama,, papa Arin berangkat ya!! mau nebeng kak Caka Assalamualaikum" ucap Arin mencium tangan papa dan mama lalu mengecup kedua pipi mereka bergantian
"Wa'alaikumsalam" jawab papa dan mama
Sebelum Arin pergi, masih sempat-sempatnya dia mengambil buah apel dan jeruk lalu membawanya berlarian kedepan.
"Kak Cakaaaaaa,,, Arin ikut!" teriak Arin mengejar kakaknya
"Anak itu!" ucap Debby menggeleng-geleng melihat kelakuan Arin yang tak jauh dari kakaknya. Sementara Dave hanya terkekeh melihat istrinya yang heran melihat kedua anak mereka tidak ada yang kalem sedikitpun.
Arin masuk kedalam mobil Caka dengan cepat dan langsung memasang sabuk pengaman
"Eh, ngapain kamu disitu!"
"Ahh kakak!! Arin kan pengen di anterin ke sekolah sama kakak! sekali ajaaa!"
"Dih ni anak! bikin repot aja! bisa-bisa kakak telat Dateng ke rapat!"
"Makanya ngebutttt! yuk berangkat!" ucap Arin yang kemudian tidak memperdulikan kakak ya lagi.
Lalu Caka menjalankan mobilnya menuju ke sekolah Arin lebih dulu sebelum ke kantornya. Arin membuka buku pelajarannya sembari menikmati buah apel yang di bawanya tadi.
"Kak! beneran kakak udah punya calon istri?!" tanya Arin
"Udah deh! anak kecil gak usah kepo!"
__ADS_1
"Dih si kakak!! Arin penasaran tau!! cewek mana sih yang sudah buat hati kak Caka luluh?! apa diaaaa cantik?"
"Pasti, kalau ganteng kakak ogah!"
"Hahahahaa!!! kakak ketemu dimana?"
"Berisik! kalau kamu ngomong lagi, kakak turunin di sini!!" ancam Caka yang kemudian Arin langsung diam
Beberapa saat kemudian mobil Caka sudah sampai didepan sekolahan Arin. Lalu Arin keluar dari mobil kakaknya.
Tok Tok Tok
Arin mengetuk kaca mobil kakaknya
"Apa lagi sih?!" tanya Caka saat menurunkan kaca mobilnya
"Kak minta uang jajan dong, Arin lupa minta mama, gara-gara ngejer kakak tadi" ucap Arin dengan wajah memelas
Caka menghela nafas kasar lalu mengeluarkan dompetnya dan mengambil selembar kertas pink lalu memberikan kepada adiknya
"Nih,,, sama buat ongkos balik" ucap Caka
"Makasihh kakak kuu Sayanggggg!" ucap Arin saat menerima uang seratus ribu dari kakaknya.
Arin menoleh dan melihat seorang guru muda menegurnya
"Ibu Dessy,, selamat pagi Bu" ucap Arin dengan sopan
"Pagi,,, dianter siapa?!" tanya Dessy saat melihat pria ganteng yang tengah berbincang akrab dengan Arin muridnya
"Oh,, dengan kakak saya Bu,," jawab Arin
"Kakak berangkat dulu, Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam" jawab Arin
Caka langsung kabur saat melihat guru Arin akan mendekat kearah mereka. Caka malas meladeni wanita yang terlihat seperti memuja nya, mungkin dia lebih senang dengan sosok gadis yang galak dan judes seperti Risya.
Setelah kepergian Caka, Ibu Dessy banyak menanyakan soal Caka kepada Arin. Namun sepertinya Arin juga tidak suka ketika ibu Dessy seperti akan mendekati kakak nya. Dari gelegat nya terlihat ibu Dessy hanya ingin kemewahan yang mereka miliki
__ADS_1
Sementara itu, di negara lain,,,,
Risya Sudah bersiap untuk ke kampusnya pagi ini, Rencananya Risya akan mengikuti pengarahan terakhir dalam penelitian sebelum dia kembali ke Indonesia. Saat Risya akan keluar dia melihat mantel coklat susu yang tergantung didepan lemari pakaiannya. Risya mendekat dan memegang mantel itu. Disentuhnya kain mantelnya dengan lembut sembari mengingat kelakukan Caka yang terus saja mengganggunya.
"Kenapa aku jadi keinget si mesum terus sih?! haha bisa-,bisa aku beneran rindu berantem sama dia!,,,, ahh sudahlah, apa yang sedang aku pikirkan! sadar Risya!!!! sadar!!! dia bukan tipe mu!!!" ucap Risya sendiri lalu di ambilnya mantel itu dan di kenakannya, kebetulan saat ini diluar tengah hujan lebat dan cuacanya sangat dingin.
Setelah memakainya, Risya berjalan keluar dan segera berangkat ke kampus karena taksi sudah menunggunya di bawah.
Kembali di Indonesia,,,,,
Caka sudah berada di ruang rapat bersama kepala Devisi, dan saat ini dia sedang mendengarkan pemaparan dari beberapa Devisi di perusahaannya. Pandangan Caka memang terarah pada layar proyektor, namun pikirannya melayang ke Jepang. Sejak semalam, Caka masih terus memikirkan gadis judes yang mengacaukan pikirannya beberapa hari lalu.
"Bagaimana pak Caka?" tanya kepala Devisi pemasaran
Semua orang menatap kearah Caka yang hanya diam dengan senyum-senyum sendiri. Sampai dia tidak mendengar panggilan dari Devisi pemasaran
"Pak Caka?"
Asisstent Caka menyenggol lengan Caka dan membuat Caka langsung tersadar
"Eh iya bagaimana tadi?" jawab Caka dengan kaget
Semua orang di ruangan itu ingin sekali tertawa namun mereka mati-matian menahan karena takut dipecat oleh boss mereka
"Saya sudah menjelaskan ke bapak soal strategi pemasaran kita kedepannya"
"Oh baiklah nanti saya akan tinjau lagi" jawab Caka
Caka jadi merasa tidak enak kepada semua yang ada di ruangan itu, bisa-bisanya disaat sedang fokus rapat, Caka malah melamun dan tidak memperhatikan pemaparan dari pegawainya.
Setelah selesai rapat, Caka kembali keruangannya dan memeriksa kembali semua laporan yang sudah dipaparkan oleh para kepala Devisi di kantornya.
"Ini namanya kerja dua kali!!! semua ini gara-gara mikirin judes!! Ahh sial!!!" umpat Caka pada dirinya sendiri.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung,,,,,,,