Pura-pura Lugu Padahal Pemuas Nafsu

Pura-pura Lugu Padahal Pemuas Nafsu
Malam Reuni


__ADS_3

Suasana Ballroom di salah satu Hotel ternama terlihat begitu ramai. Dekorasi mewah dengan sajian yang menggugah tersedia melimpah di buffet prasmanan. Malam itu tengah diadakan acara reuni akbar dari salah satu sekolah bonafit yang ada di Jakarta. Rata-rata yang hadir disana adalah Pengusaha muda, dan tidak sedikit yang berprofesi sebagai Dokter, Pengacara, bahkan Musisi.


Mantan para pelajar berseragam abu-abu itu jelas terlihat berbeda. Bagaimana tidak? Setelah bertahun-tahun lamanya terhitung dari kelulusan, mereka kembali bersua. Tidak sedikit yang bertegur sapa untuk lanjut pada hubungan bisnis atau sekedar CLBK (Cinta Lama Belum Kelar).


Di sudut lain, tepatnya pada balkon Hotel itu berada. Tampak seorang wanita dengan balutan gaun hitam panjang yang begitu pas ditubuhnya yang molek, wanita bersurai hitam panjang itu berdiri seorang diri.


Kedua mata bulatnya sedang menatap ke arah dalam ruangan yang dipenuhi banyak alumni seperti dirinya. Akan tetapi pandangan Quenby hanya tertuju pada sosok pria yang terlihat asik bercengkerama dengan teman-teman seangkatan lelaki itu yang Quenby kenal sebagai para mantan Kakak kelasnya.


Ingin sekali Quenby melangkah mendekati sosok pria berpunggung lebar disana. Namun sayang, nyalinya tidak sebesar itu untuk bertegur sapa. Bagaimana jika sosok familiar yang selama ini menjadi pusat fantasinya itu ternyata lupa padanya. Ah, wanita itu belum siap menanggung malu.


Seperti sebuah magnet. Tiba-tiba saja sosok lelaki yang dia perhatikan sedari tadi menoleh ke arahnya dan kini memicingkan matanya. Kemudian dengan senyum yang mulai terukir, lelaki berkemeja hitam itu berjalan mendekati Quenby.


Deg! Deg!


Jantung Quenby berdegub kencang saat melihat sosok gagah dan rupawan itu semakin memangkas jarak. Langkah dan tatapan dari mata lelaki itu bagaikan mata elang yang sedang membusur mangsa.


"Kamu ... Quenby?


Bariton suara pria itu menggelitik telinga Quenby. Dia senang bahwa lelaki itu ternyata masih mengingatnya. Padahal sudah 12 tahun berlalu dari acara malam kelulusan.


"Jangan bilang kamu lupa?" Lelaki itu menampakkan wajah kecewanya saat Quenby tak merespon sama sekali.


Tentu saja Qeunby tidak lupa. Lelaki itu adakah tujuannya datang ke acara ini. "Qeunby cuma ragu. Tapi ternyata benar Kak Jonas," ujarnya riang.


"Aku senang kamu mengingat namaku. Kamu semakin bertambah cantik," puji Jonas dengan senyum tulus.


Tak sia-sia Quenby berpenampilan seperti malam ini. Walaupun gaun hitam panjang yang dikenakannya terlihat ketat, akan tetapi bisa dikategorikan sopan, sebab tak ada belahan tinggi yang memperlihatkan bagian tubuh sintalnya. Qeunby pun hanya memoles wajahnya dengan natural. Cukup bagian mata bulat dan bibir terbelahnya saja yang dia tonjolkan.

__ADS_1


"Terimakasih Kak," sahut Qeunby dengan senyum khas gadis desa andalannya. "Quenby hampir tidak mengenali Kakak, tadi. Soalnya penampilan Kakak jauh berbeda." ujar Quenby yang memang sempat ragu diawal melihat sosok lelaki bernama Jonas itu.


Jonas tersenyum hangat mendengar penuturan wanita cantik didepannya. Dia tidak menyangka menemukan wanita ini dengan mudah di antara lautan Alumni yang hadir.


Dialah Quenby Agatha. Gadis pendiam dengan senyum manis itu masihlah sama menurut Jonas. Masih terlihat lugu dan lebih suka menyendiri. Namun, pesona adik kelasnya itu bukan main-main sedari dulu. Bahkan mantan adik kelasnya itu kini memancarkan aura pengikat yang lebih kuat dibanding dulu saat masih menjadi murid SMA.


Tentu saja hal itulah yang membuat Jonas akhirnya nekat mengambil keperaw*nan gadis bermata madu itu ketika usianya masih 17 tahun. Dan Jonas tidak melakukan pemaksaan, Akan tetapi dirinya berhasil merayu sang adik kelasnya untuk memberikannya secara sukarela.


"Bagaimana kabarmu?" tanya Jonas.


"Sekarang menjadi baik," sahut Qeunby yang membuat Jonas mengerutkan keningnya.


"Jadi sebelumnya tidak baik-baik saja?" Jonas serius dengan pertanyaannya.


"Bertemu dengan Kakak malam ini, membuat Qeunby senang," ujar Qeunby.


Bagaimana tidak senang jika sosok yang sering dia impian akhirnya muncul dihadapannya. Terlebih Quenby yakin, bahwa sosok ini adalah bala bantuan yang dikirim Tuhan atas doanya.


"Apa ada hal baik dari seorang lelaki lajang yang--"


"Hai, Bro! Aku mencarimu dari tadi"


Ucapan Jonas terpenggal oleh suara seorang Pria yang datang mendekatinya.


Jonas menoleh. Dan dia melihat teman kerjanya menghampiri. "Ah, Ndrew. Kenalkan, dia adik kelasku dulu" Jonas tanpa kikuk mengenalkan lelaki bernama Endrew pada Quen yang terlihat menyelidik.


"Dia bukan bagian dari sekolah kita," jelas Jonas yang dia yakini bahwa Quen merasa asing dengan temannya. "Dia teman kerjaku. Aku memintanya ikut datang ke acara ini," jelasnya yang membuat Quenby mengangguk paham.

__ADS_1


"Panggil aku Endrew" Sosok lelaki dengan penampilan metroseksual itu mengulurkan tangannya ke arah Quen.


"Quenby," sambutnya dengan membalas uluran tangan lelaki itu yang terbilang halus untuk seorang pria.


"Ayo, kita sudah ditunggu," bisik Endrew yang masih terdengar ditelinga Quenby.


"Ah, aku minta maaf, Quen. Setelah ini aku ada acara dengan teman-teman kantorku," Jonas terlihat menyesal setelah melihat jam ditangannya.


Tapi mau bagaimana lagi, janjian dengan teman-teman kerjanya malam ini sudah di agendakan jauh sebelum undangan resmi reuni sekolah mereka terkirim. Jonas pun tidak bisa berbuat banyak.


"Ya, tidak apa-apa. Acara ini pun cukup membosankan, bukan?" Quen tersenyum kecut. Dan tentu saja ada makna lain dari kalimatnya ini. Quen mengatakan secara halus agar Jonas mau membawanya. Begitulah makna terpendam dari apa yang Quen katakan barusan.


Mendengar ucapan dari wanita didepannya, Jonas segera menyerahkan sebuah kartu nama. "Hubungi aku besok. Aku masih ingin banyak mendengar tentang kehidupanmu,"


Jonas berkata jujur, dia memang penasaran dengan kehidupan wanita itu selama 12 tahun tak bertemu. Dan tentu saja ini adalah alasan kenapa Jonas mau hadir dalam acara seperti ini.


Mempertemukan dua orang yang memiliki kisah belum usai adalah salah satu tujuan bagi mereka yang datang ke acara-acara seperti halnya reuni 'kan?!


"Baiklah. Quenby janji akan menghubungi Kakak besok. Quenby akan simpan nomor ponsel Kakak." Quen berusaha menahan senyum bahagianya saat mendapatkan nomor kontak lelaki itu.


"Sure! Itu yang aku harapkan," Setelah mengatakan itu, Jonas mengecup pipi Quen dengan lembut. "Aku tunggu telponmu, bye!"


Setelah mengatakan perpisahan yang diakhiri dengan kecupan bak anak puber, Jonas pun pergi bersama temannya yang bernama Endrew. Dan meninggalkan Quen sendirian di balkon atas dengan senyum getir.


Setelah melihat punggung lebar Kakak kelasnya menghilang, Quenby menyentuh pipinya yang tadi dikecup. Ada sensasi beda yang dia rasakan saat kecupan itu jatuh pada pipi kananya.


Apakah lelaki tadi sudah tak punya rasa padanya?

__ADS_1


Ataukah kini sosok Qeunby sama dimata pria itu, hanya sebatas mantan adik kelas biasa.


TBC


__ADS_2