
Pukul 1 dini hari, Quenby gelisah dalam tidurnya. Wanita itu membolak-balikkan posisi tidurnya ke kanan dan kekiri sambil menggumamkan kalimat yang tidak begitu jelas.
Kontan Jonas yang merasakan pergerakan dari Istrinya langsung membeliak dan langsung menggulingkan tubuhnya ke arah pinggir bak anggota militer yang sedang berlatih. Dan ...
Bugh!
Tubuh lelaki itu terjatuh lumayan keras ke atas lantai yang dilapisi karpet bulu. Sedikit meringis dalam posisi tertelungkup, Jonas pun menahan napas karena khawatir aksi menyelinapnya diketahui sang istri.
5 detik ...
Tak ada pergerakan dari atas ranjang, Jonas pun perlahan mengintip ke arah dimana istrinya masih terlelap.
Merasa lega karena sang istri ternyata hanya mengigau, Jonas pun bangun untuk duduk di pinggir ranjang sambil memperhatikan wajah Qeunby.
'Kali ini siapa yang mengganggu mimpi kamu Qeun. Apakah, Aku?'Jonas berkata dalam hati.
Dia takut jika dalam tidur istrinya, Jonas adalah pelaku utama dalam drama mimpi buruk yang membuat wanita itu gelisah.
Ingin rasanya Jonas kembali berbaring didekat sang istri, tetapi Jonas juga harus tau diri, karena masih banyak hal yang belum dia selesaikan. Tapi dia berjanji, bahwa segala sesuatu yang belum selesai pada masa lalunya, harus segera dia akhiri. Barulah setelah itu Jonas siap untuk bertemu dengan Qeunby dan memulai segala sesuatunya dari hati.
Maka dengan langkah berat, Jonas pun mengakhiri menatap wajah sang istri untuk undur diri dari hadapan wanita itu. Dan tanpa Jonas tau, sebenarnya Quenby telah menyadari keberadaannya.
...----------------...
Jonas berjalan dengan langkah tegap serta tatapan dingin sepanjang jalan menuju ke tempat pertemuan.
Dibelakangnya berjalan seorang pria dengan postur tubuh yang sama dengan pakaian serba hitam. Dia adalah, Samie, orang kepercayaan Jonas selama ini.
Pintu ruangan dibuka oleh seorang Pelayan wanita yang bekerja di tempat itu. Jonas sengaja meminta Karin--sekretarisnya untuk mereservasi restoran itu sebagai tempat pertemuan pribadi.
Melangkah kedalam, Jonas mendapati seorang wanita yang sudah terlebih dulu menunggunya. Dia adalah Marsa Briana. Mantan kekasih lelaki itu yang kini kembali menjadi bayangan dihidupnya dan memaksa masuk dengan cara licik. Tentu saja dia tidak datang sendiri, wanita itu ditemani seorang lelaki yang pernah Jonas hantam sampai tak sadarkan diri.
"Kukira kau masih dalam penyembuhan, Ndrew!" kata Jonas penuh dengan tatapan remeh.
__ADS_1
Setelah kekacauan di Villa milik orangtua Jonas. Lelaki bernama lengkap Endrew White itu tidak lagi menampakkan batang hidungnya. Justru surat pengunduran dirilah yang Jonas dapatkan dari pria didepannya.
Endrew tersenyum kecut mendengar kalimat penuh sindiran itu. "Ya. Berkatmu!" sahut Endrew tak kalah sarkas.
Tanpa tertarik dengan obrolan memalukan itu. Briana menyela untuk bertanya pada Jonas, "Apakah wanita itu tau tentang pertemuan kita?"
"Justru istriku yang meminta untuk menemuimu langsung agar drama yang kau buat segera berakhir!" tukas Jonas dengan tatapan dingin.
Apa yang Jonas katakan benar adanya. Sebab secara tak langsung Quenby meminta pria itu untuk menyelesaikan masalalunya.
Jonas memang membutuhkan waktu yang cukup lama serta alot untuk melakukan penyelidikan itu. Dan berkat kerja keras orang suruhannya, akhirnya sebuah fakta baru terungkap.
Awalnya Jonas menyewa jasa Samie hanya untuk mencaritau dimana keberadaan Briana setelah kecelakaan itu terjadi. Alih-alih hilang jejak, nyatanya nama Marsa Briana tidaklah pernah ada, alias palsu. Dan kenyataan itu baru dia ketahui dua hari yang lalu.
"Sam," Samie yang mengerti ucapan Bos nya langsung menyodorkan sebuah map coklat ke atas meja.
"Apa ini?" tanya Briana, tatapannya mengarah pada amplop besar dihadapannya.
"Kau akan tau setelah membukanya," sahut Jonas.
Beberapa lembar berisikan dua profil yang salah satunya adalah foto dirinya dan juga foto Endrew dilembar lainnya. Tidak hanya itu saja. Data lain yang lebih mencengangkan adalah banyaknya foto yang memperlihatkan dirinya dan Endrew dimasalalu. Dan juga ...
Dengan tangan bergetar serta mata membeliak, Briana menoleh ke arah Endrew dengan tatapan tak percaya.
"Kalian memang pasangan yang serasi! Sama-sama penipu ... dan tak bermoral!" desis Jonas dengan senyum sinisnya.
Endrew mengepalkan tangan dan mengeraskan rahangnya. Dia pikir lelaki dihadapannya ini tidak akan menyelidiki dirinya. Walau terkesan lama, nyatanya Jonas berhasil membuka kedok yang sudah lama mereka tutupi. Endrew dan Briana adalah Kakak beradik beda ibu, yang menjalin hubungan kekasih.
"Kau mengumpankan adikmu untuk mendekatiku agar bisa hidup berfoya-foya, heh?!" Jonas menatap jijik ke arah Endrew yang sedang menatap benci.
"Dan kau!" Kini tatapan Jonas menusuk ke arah Briana yang terlihat menciut. "Mengaku-ngaku anak yang kau kandung adalah darah dagingku! Bukankah seharusnya dia yang bertanggung jawab?! Menjijikan!" tukas Jonas pada dua sejoli tak tahu malu didepannya.
"Kau tetap tidak akan bisa mendapatkan Heru Wijaya sebagai Investor di Perusahaanmu, Jonas!" ancam Briana dengan suara bergetar.
__ADS_1
Begitukah jika maling sudah tertangkap?
Segala sesuatu akan dijadikan sebagai tameng.
"Aku tau, Tuan Heru mungkin tidak akan terpengaruh dengan fakta menjijikan ini. Dan aku juga tidak berniat memberitahukannya, karena ini tidak ada sangkut pautnya dengan bisnis. Tapi ...,"
Briana menelan saliva saat Jonas menjeda ucapannya.
"Jika kalian berani mengusik keluargaku, maka aku tidak akan segan lagi untuk mengumbar aib kalian. Terutama kondisi Ibumu, Ndrew. Jangan sampai dia semakin tidak waras dengan kelakuan anak lelakinya, yang telah menghamili anak dari wanita selingkuh suaminya!" ancam Jonas.
...----------------...
|"Apa kamu yakin dengan keputusan ini, Sayang?"|
Wajah khawatir Luisa terpampang pada layar ponsel milik Qeunby.
"Quenby butuh waktu, Mom. Quenby tidak bisa jika Kak Jonas diam-diam seperti semalam. Qeunby hanya ingin sendiri dulu," Quenby memohon pada Ibu Mertuanya.
Setelah kedatangan Jonas yang diam-diam masuk dan menyelinap ikut tidur disebelahnya, Qeunby semakin merasa benci dengan pria itu. Apalagi sampai detik ini suaminya itu tidak berkata sepatahkatapun pada Quenby. Membuat wanita yang tengah hamil muda itu merasa tidak dihargai.
Mungkin dengan menjauh dari lingkup keluarga Sagala, Quenby bisa berpikir lebih jernih. Dia tidak mau Jonas memperhatikannya diam-diam. Quenby merasa seperti tawanan.
|"Baiklah, Sayang. Mommy izinkan. Tapi biarkan Mommy yang pilihkan tempatnya. Dan biarkan Sara yang tetap menjaga kamu,"|
Qeunby tampak ragu dengan keputusan Ibu Mertuanya itu. Bukankah itu sama saja masih dalam pantauan keluarga Sagala?
Bagaimana jika Jonas kembali diam-diam masuk ketempatnya. Qeunby belum siap bertemu pria itu.
|"Mommy janji akan merahasiakan ini dari Jonas. Dan Mommy pastikan tidak ada yang membocorkan keberadaanmu. Asalkan niat kamu hanya untuk menenangkan diri!"|
Akhirnya Quenby pun mengangguk. Dia akan percaya dan menyerahkan semuanya pada Ibu Mertuanya. Lagipula Qeunby dalam kondisi yang masih harus bergantung pada orang lain untuk melanjutkan hidupnya.
Semoga ini adalah keputusan tepat untuk dirinya dan juga Jonas, agar sama-sama bisa menelaah perasaan masing-masing.
__ADS_1
TBC