Pura-pura Lugu Padahal Pemuas Nafsu

Pura-pura Lugu Padahal Pemuas Nafsu
54


__ADS_3

"Memangnya, Kakak punya rasa cinta sama Qeunby?"


Jonas seketika teringat dengan ucapan Mommy Luisa yang mengatakan bahwa perempuan butuh kepastian melalui kata untuk sebuah pengakuan.


Dia juga pernah beberapa kali mendengar sang ayah mengatakan kalimat sakti itu pada Ibunya. Namun Jonas merasa geli saja mendengarnya.


Apakah masih perlu mengatakan hal itu ketika pengucapan janji suci di hadapan Tuhan maknanya lebih dalam dari sekedar kata 'Aku mencintaimu'.


Ya. Mungkin perempuan butuh validasi untuk menjaga keharmonisan. Oleh sebab itu kalimat pengutaraan seperti 'I love you' sangatlah penting bagi wanita didepannya.


Jonas membawa jemari-jemari Quenby untuk dia bawa kedepan bibirnya. Masih dengan saling menatap, Jonas pun mengecup punggung tangan sang istri dengan dalam.


"Menurut kamu ... apa alasanku dulu memilihmu untuk mengakhiri status perjakaku?" tanya Jonas dengan tatapan sayu. Lelaki itu sedang membahas kisah mereka saat masih berstatus sebagai pelajar SMA.


Qeunby menelan salivanya perlahan agar tidak terdengar oleh sang suami yang sangat dekat jaraknya. "Mungkin karena pacar-pacar Kakak ingin memberikannya saat kalian menikah. Makanya, Kakak memilih Quenby karena Kakak sudah tidak kuat menahannya," tebak Quenby.


Jonas terperangah dengan pemikiran istrinya yang teramat positif sekaligus terdengar ironis secara bersamaan itu. Bukankah dengan kata lain istrinya mengatakan bahwa dirinya sendiri seorang perempuan gampangan.


Mungkin jika sang istri mengetahui fakta seliar apa para mantan pacarnya dulu, Jonas pastikan Qeunby akan mengutuk jajaran wanita yang rata-rata adalah Kakak kelasnya itu.


Dan Alasan Jonas memacari para Kakak kelasnya dulu karena dia tidak mau menjalani pacaran lama-lama. Karena setelah lulus, dipastikan para mantannya itu keluar dengan sendirinya dari sekolah dan menjalani kehidupan dewasa sebagai Mahasiswa yang lebih menantang.


Katakanlah Istrinya benar-benar naif. Dan Jonas semakin gemas dibuatnya. "Kamu sungguh berpikiran seperti itu tentang mereka?" tanya Jonas.


"Memangnya salah?" sahut Quenby dengan wajah polos.


Salah besar. Justru para mantan pacarnya lah yang nekat meminta Jonas meniduri mereka. Walaupun Jonas bengal dan nakal. Tapi dia tidak sembarangan mengiyakan tidur dengan banyak perempuan saat masih menjadi murid Sekolah Menengah Atas. Apalagi dia belum pernah melakukannya sama sekali. Kecuali hanya sedikit re mas dan cium. Itu saja dan tidak lebih.


Jonas mengangkat sebelah alisnya. Lalu dia mengangguk mantap. "Sangat salah!" tegas Jonas.


Perkataan suaminya membuat Quenby mengerutkan dahinya. Melihat hal itu, Jonas mengusap dahi sang istri. Apalagi yang dipikirkan istrinya, pikir Jonas.


Kemudian Jonas melanjutkan. "Mereka justru sudah terbiasa melakukan itu," beritahunya.

__ADS_1


Qeunby langsung terperangah. "Oh ya? Lantas kenapa Kakak tidak melakukannya dengan mereka? Apa para mantan pacar Kakak yang tidak tertarik melakukannya dengan Kakak?" tanya Qeunby benar-benar penasaran. Jonas hanya membuang napas perlahan. Istrinya ini benar-benar!.


"Kamu masih ingat 'kan, saat aku bilang itu juga pengalaman pertamaku?" Qeunby mengangguk. Jelas dia masih ingat dan hampir tidak percaya saat lelaki itu begitu ahli dalam menyentuh titik sensitifnya. "Aku hanya mau melakukannya dengan seseorang yang pikirannya masih bersih." Jonas menjeda ucapannya saat melihat raut wajah polos istrinya. Qeunby tidak pernah bosan untuk dipandang.


Kemudian dia kembali berkata, "... karena dengan begitu, apa yang telah dilakukan untuk pertama kali, akan menjadi kenangan seumur hidup yang sulit dilupakan. Itu yang aku rasakan. Bagaimana dengan kamu?"


Quenby tersenyum menanggapi. Ada perasaan geli dan hangat yang menjalar di tubuh dan wajah wanita itu saat ucapan suaminya memang terbukti. Dulu Qeunby memang tidak mengerti soal 'begituan'. Dan ketika Jonas mengenalkannya pada kenikmatan yang dapat menerbangkannya ke langit, hal itu menjadi pengalaman yang tak terlupakan.


"Quenby pikir, Kakak tidak ingat dengan Qeunby,"


Jonas memajukan duduknya, sehingga wajah mereka semakin dekat dan hanya terjeda satu jengkal. "Kalau aku tidak ingat, mana mungkin aku mau datang ke acara Reuni itu hanya untuk mencarimu." Quenby baru tau tentang ini.


"Quenby pikir, Kakak hanya menganggap Quenby adik kelas biasa. Soalnya Kakak memutuskan pergi dengan Endrew ditengah-tengah acara."


Perkataan istrinya membuat Jonas tersenyum canggung. Seharusnya saat itu dia batalkan saja untuk mengikuti saran gila Endrew. Ah! Mengingat lelaki psiko itu Jonas jadi kesal.


"Tapi aku memberikan kartu namaku 'kan?" Jonas kembali mengingatkan.


"Hanya kartu nama, apa artinya? Seharusnya Kakak meminta nomor ponsel Qeunby. Dengan begitu, Qeunby akan percaya bahwa kedatangan Kakak memang untuk bertemu Qeunby." tukas wanita yang masih betah duduk di pangkuan suaminya.


"Jadi ... sebenarnya, Kakak cinta nggak sama Qeunby?"


Pertanyaan itu membuat Jonas menahan senyum. Dasar perempuan, pikir Jonas. Sudah banyak kalimat yang dia utarakan sejak pertemuan pertamanya, nyatanya pertanyaan itu belum selesai sampai terjawab sesuai dengan keinginannya.


"Apa akan ada perbedaan jika aku mengatakannya secara langsung?" Qeunby mengangguk mantap. "Jadi semua yang aku lakukan sampai detik ini belum cukup puas membuat kamu yakin?" Qeunby mengangguk lagi, dan kali ini lebih mantap dari sebelumnya.


Jonas meratapi dirinya. Wajar jika Qeunby tidak mudah mempercayainya. Tapi ada satu hal yang belum Jonas tunjukkan pada istrinya itu, mungkin nanti menunggu semua rampung, barulah dia akan mengajak istrinya melihat hunian baru yang sedang dia rencanakan untuk mereka.


"Apa sesulit itu untuk jujur dengan perasaan Kakak sendiri?" tanya Quenby yang sudah putus asa.


Jika memang perkataan seperti itu dapat membuat istrinya tenang, maka Jonas akan melakukannya. Tentu saja dengan caranya sendiri.


Jonas menatap manik madu istrinya dan berusaha masuk kedalam dunia wanita itu, kemudian tangan Jonas membelai wajah istrinya sambil berkata, "You are my happiness ...," Jemari panjang lelaki itu turun menyentuh bibir terbelah istrinya. "You are my world ...," Dengan posesif ibu jari lelaki itu mengusap secara sensual bibir istrinya yang terbuka sambil berbisik, "... and I want a lifetime with you, Quenby Agatha!"

__ADS_1


("Kamu adalah bahagiaku ... Kamu duniaku dan Aku ingin bersamamu selamanya, Qeunby Agatha!")


Jantung Qeunby berdebar mendapatkan perlakuan sensual dengan tatapan sayu dari lelaki didepannya. Bahkan kata demi kata yang diucapkan suaminya membuat perut Qeunby merasakan geli seolah ada ribuan kupu-kupu yang menari didalamnya. Quenby serasa melayang.


Bagaimana tidak?


Pertanyaan itu awalnya hanya untuk menguji suaminya saja. Namun ternyata, kalimat pengakuan yang diucapkan Jonas jauh melebihi ekspektasinya. Sebelumnya Qeunby tidak pernah berani membayangkan bahwa lelaki didepannya akan menganggap hubungan pernikahan mereka sampai sedalam itu.


Dan perkataan itu menyulut hasrat liar Qeunby yang sudah lama terpendam untuk disalurkan pada lelaki yang menjadi fantasinya selama ini.


Dengan impulsif Qeunby mengalungkan kedua tangannya pada tengkuk kekar sang suami secara posesif. Dengan gerakan sensual Quenby mulai mencium garis rahang suaminya dengan kecupan dalam. Jonas yang mendapati perlakuan manis berbalut sensualitas dari sikap istrinya pun berhasil terpancing.


"Boleh aku memintanya?" bisik Jonas ditengah luapan gairahnya.


Quenby yang melihat sorot mata sayu dari suaminya yang mendamba tak kuasa menolak. Maka dengan anggukan lemah Qeunby pun mengijinkannya.


Secara hati-hati Jonas pun mulai membaringkan tubuh sang istri diranjang. Dengan tatapan yang tak pernah lepas Jonas mulai mengecup titik-titik sensitif pada tubuh wanitanya. Sungguh, lelaki itu rindu bercinta dengan istrinya.


TBC


...****************...


Sambil nunggu Jonas beraksi dengan tongkat saktinya, baca kisah ini yuk!




Nama Author : Nuah


Judul Karya : Gadis Buruk Rupa Untuk Si BUTA


Untuk lengkapnya langsung cuss aja ya^^

__ADS_1


Makasih♡


__ADS_2