Pura-pura Lugu Padahal Pemuas Nafsu

Pura-pura Lugu Padahal Pemuas Nafsu
59


__ADS_3

Villa pribadi keluarga Sagala mulai dipenuhi kerabat dekat siang itu. Satu persatu keluarga dari pihak Luisa maupun Hermawan telah hadir untuk memenuhi kegiatan rutin bulanan yang diprakarsai oleh Istri kesayangan Tuan Besar Sagala.


Sesibuk apapun mereka, Mommy Luisa tetap meminta waktu satu hari saja di akhir bulan untuk berkumpul. Hanya untuk makan malam bersama.


Ada beberapa keluarga yang bertanya, kenapa sesekali mereka tidak mengadakan makan malam di Restoran atau menyewa tempat lain di luar Kota dan kalau perlu di Luar Negri. Bukan karena tidak mampu, membawa total keluarga yang hanya berjumlah tidak lebih dari 30 orang itu perkara kecil jika hanya sebatas Negara tetangga saja.


Jawaban Luisa mungkin terdengar egois bagi mereka yang menganggap wanita keturunan Indo-Jerman itu belum move on. Semua hal itu dikarenakan makam salah satu bayi kembarnya dikuburkan di halaman khusus yang terletak di ujung taman belakang.


"Namanya cantik, Kak. Joanne. Sama seperti nama Kak Jonas. Bermakna Tuhan Yang Maha Baik," ujar Qeunby sambil mengusap batu marmer Nisan kecil berwarna hitam didekatnya.


Sudah 31 tahun makam kembaran Jonas itu terpatri di tanah luas yang memang Hermawan siapkan. Dulu tanah selebar 1,5 hektar itu adalah lahan perkebunan. Hermawan sengaja membelinya untuk properti pribadi. Dari dulu pria berusia 58 tahun itu sangat suka dengan tempat-tempat strategis. Maka dari sanalah bisnis Bawera bermula.


"Jadi, alasan Mommy selalu mengadakan pertemuan disini, biar Kak Joanne tidak kesepian dan Mommy bisa mengunjunginya, begitu?"


Jonas mengangguk sambil berjalan dengan merengkuh pinggang istrinya. "Mommy merasa bersalah, karena selama mengandung aku dan Joanne, Mommy sibuk dengan urusan pekerjaan," ungkap Jonas. "Kondisi kehamilannya yang tidak merasakan mual sperti kebanyakan ibu hamil lainnya, membuat Mommy merasa bahwa dia mampu beraktivitas seperti biasa sampai menjelang persalinan. Tapi ternyata, Tuhan berkehendak lain."


Jonas berhenti melangkah, lalu memutar perlahan tubuh sang istri untuk berhadapan dengannya. "Sebab itu, Mommy tidak mau punya menantu perempuan yang sibuk berkarir. Mommy hanya ingin menantu yang memang mencurahkan segalanya untuk keluarga," ucap Jonas.


"Termasuk Jeny?" tanya Qeunby.


Jonas mengangguk mantap. "Tanpa terkecuali. Oleh karena itu, Mommy bekerja keras menemani Papi, agar anak cucunya kelak tinggal melanjutkan dan mengembangkan apa yang sudah mereka usahakan dengan penuh pengorbanan," kata Jonas dengan bangga.


...----------------...


Kandungan Quenby sudah memasuki usia 6 bulan. Semakin hari wanita itu terlihat lebih berisi. Aura cerah diwajah bulatnya memancarkan pesona para ibu hamil. Terlebih senyum mengembangnya yang kini lebih natural dan selalu terpatri. Membuat Qeunby terlihat jelas sangat bahagia dengan hidupnya kini.


Sore itu ditemani Lasri-- nama Asisten Rumah tangga di Kediamannya yang baru. Quenby sedang menyiapkan menu makan malam untuk suaminya.

__ADS_1


Setelah kepindahannya tiga bulan lalu ke Townhose yang masih dalam naungan Bawera, Quenby jadi lebih leluasa, sebab perumahan eksklusif itu sangat cocok untuk Quenby yang lumayan tertutup. Terlebih tidak ada bayang-bayang wanita lain di sudut rumah itu, seperti di Apartemen milik suaminya dulu.


Ah, mengenai Apartemen itu, Jonas tidak berniat menjualnya. Suaminya bilang, ada kenangan bersama dirinya saat mereka melakukan malam pertama diusia remaja. Entah itu hanya omong kosong atau hanya alasan suaminya saja. Qeunby tidak mau menanggapi dulu sementara waktu.


Creak!


Suara pintu kamar mandi terbuka, muncul sosok suaminya yang terlihat semakin mempesona. Kata orang, sejelek apapun rupanya, kalau sudah keramas, maka akan terlihat menawan.


Jonas berjalan mendekat ke arah istrinya yang sedang duduk bersandar sambil memangku sebuah majalah.


"Lagi baca apa, sih?" tanya Jonas penasaran. Dia duduk tepat disebelah istrinya.


"Pake baju dulu, Kak," kata Quenby sambil menunjuk pakaian tidur yang sudah dia siapkan. Pasalnya kini, sang suami hanya mengenakan handuk untuk melilit panggulnya saja. Qeunby 'kan jadi gemas melihatnya.


"Ngapain dipake, kalau sebentar lagi bakalan dilepas," goda Jonas sambil mengelus perut buncit istrinya dengan sayang.


"Qeunby pikir, Kakak cape," kata wanita hamil itu.


Selama kehamilannya yang semakin besar, Quenby merasakan gairah yang lebih menggebu dari biasanya. Bahkan saat menyambut suaminya pulang, Quenby sengaja berada didalam kamar hanya untuk memperlihatkan lingerie baru khusus wanita hamil, agar suaminya tetap senang.


Bukan tanpa alasan, suaminya itu pernah bilang, bahwa perut bumilnya terlihat lebih seksi saat mereka sedang bercinta. Jadi lah Quenby memesan banyak lingeri bumil yang bervariasi hanya untuk menyenangkan suaminya.


"Aku mana merasa cape, buru-buru pulang dari Kantor biar bisa lihat istriku yang makin montok." ujar Jonas. Qeunby langsung memukul bahu suaminya karena kata 'montok' itu terdengar memalukan ditelingan Qeunby.


"Mau di atas apa didepan?" desis Jonas yang hasratnya sudah di ubun-ubun.


Quenby melipat bibirnya, dia sangat suka posisi bercinta diusia kandungannya yang semakin besar. Walau harus lebih hati-hati saat melakukannya, justru hal itulah yang membuat momen percintaan di atas ranjang semakin mendebarkan.

__ADS_1


"Didepan aja," sahut Qeunby.


Jonas mengangguk senang. "Oke Beib, aku akan jadi Kusir yang lembut," goda Jonas kembali membelai perut istrinya.


Memulai sesi percintaan dimalam itu, Jonas me ***** bibir belah istrinya yang semerah delima. Aroma chery menguar dari bibir Qeunby. Jonas suka juga dengan rasanya yang manis.


"Papa nengok kalian lagi ya malam ini, jangan marah," bisik Jonas tepat di perut sang istri. Lalu mengecupnya beberapa kali.


Quenby sangat suka mendengar setiap kalimat yang dirapalkan suaminya sebelum mereka melakukan hubungan intim. Hal itu membuat Quenby semakin bersemangat dalam melayani sang suami di atas ranjang.


Dan kebahagiaan itu bertambah saat menyadari ada dua janin di dalam rahimnya. Saat kehamilannya memasuki bulan ke-3, Qeunby dan Jonas tidak sabar untuk mengetahui jenis kelamin dari calon anak mereka.


kedua mata Jonas dan Qeunby terlihat berkaca-kaca saat Dokter Monic memperlihatkan ada dua kantung janin di rahimnya. Dan kedua janin itu dinyatakan baik dan sehat. Tentu saja kabar itu langsung menyebar keseluruh keluarga dan disambut antusias.


Luisa sang Ibu Mertua adalah orang pertama yang diberitahu. Terlihat ada rasa khawatir saat mendengar kabar bahagia itu. Namun berkat Qeunby yang menurut dengan segala pengaturannya, maka Luisa cukup bisa merasa lega. Dia berharap bahwa semua akan baik-baik saja selamanya.


"Gimana, Sayang ... sakit nggak kalau segini? Ssh aah ...," tanya Jonas terengah-engah disela-sela momen bercinta mereka.


Lelaki itu takut jika hentakan dari posisi menungging itu membuat istrinya tidak nyaman.


"Eumh ... enggak, Kak, enak, Kok," sahut Quenby dengan desa han yang semakin membuat Jonas bersemangat.


Dari arah Jonas, Qeunby terlihat semakin seksi dengan punggung wanita itu yang terlihat berkeringat. Rambut hitam panjang milik istrinya sebagian menutupi punggung kecilnya, dan bagian lainnya menjuntai indah kesana kemari seiring goyangan yang Jonas lakukan.


"Kamu semakin seksi, Qeun. Aku nggak bisa membiarkan si Ryan-Ryan itu selalu ikut Ibunya saat periksa kamu, Sayang,"


Nah. Racauan inilah yang membuat mood Qeunby langsung turun. Karena mau tidak mau wajah mantan Kekasihnya muncul dalam benaknya disaat momen bercintanya hampir menuju akhir.

__ADS_1


TBC


__ADS_2