Pura-pura Lugu Padahal Pemuas Nafsu

Pura-pura Lugu Padahal Pemuas Nafsu
21


__ADS_3

Sepasang suami istri yang baru saja bergulat dengan panas terlihat berbaring diatas ranjang yang berantakan.


Lingerie yang dipakai sang istri sudah terlempar entah kemana, begitupun dengan pakaian suaminya, sudah sepenuh terlepas dari tubuh kekarnya.


Keduanya berbaring dengan tubuh polos yang ditutupi selimut tebal berbahan katun dengan warna putih yang terlihat kontras dengan warna kulit dari sepasang suami istri itu. Lengan kekar sang suami memeluk erat tubuh mungil istrinya dari belakang. Begitu lekat tanpa jarak.


Jonas mengecup puncak kepala istrinya, rambut Qeunby harum aroma bunga. Begitu lembut dan menenangkan.


"Bagaimana kamu bisa ada disini?"


Akhirnya Jonas menyuarakan rasa penasarannya.


"Harusnya kan, Quenby yang tanyakan itu. Kenapa Kak Jonas ada disini? Katanya ada kerjaan di luar Kota," gumam Quenby tanpa menoleh ke arah suaminya yang masih betah memeluknya.


Jantung Jonas tiba-tiba berdetak cepat, jelas dia sudah berbohong.


"Maaf Quen ... Aku tidak berani bertemu denganmu setelah kejadian waktu itu,"


Quenby membalikkan tubuhnya untuk menghadap ke arah suaminya. Kini tubuh bagian depan mereka saling menempel. Jonas merasakan benda empuk hangat yang menekan dada bidangnya. Dan itu menimbulkan sensasi aneh pada tubuh bawah Jonas.


"Kakak harusnya jujur juga sama Quenby. Bukan Endrew saja." Suara Quenby terdengar merajuk.


Jonas sedikit menunduk untuk menatap istrinya yang terlihat menyempil dalam pelukannya. "Aku janji, mulai sekarang akan menceritakan apapun padamu," Jonas mengecup kening istrinya.


"Apapun yang terjadi pada Kakak, Quenby akan menerimanya, asal Kakak jujur pada--Awh!"


Quenby memekik pelan saat telapak tangan Jonas menyentuh bagian wajahnya.


"Ini kenapa?" Jonas memperhatikan luka berbentuk garis pada pelipis sang istri.

__ADS_1


Quenby yang tersadar bahwa cushion yang dipakainya untuk menutupi luka tersebut telah luntur akibat keringat pergumulan mereka. Dia pun langsung menyentuh tangan suaminya dimana sedang memegang lukanya.


"Em ... ini ...,"


"Pipi kamu memar, Quen!" Jonas langsung duduk dan memperhatikan wajah lebam yang sudah terlihat samar. "Apa Mama kamu yang melakukan ini?" desak Jonas.


Pria itu sudah tau watak Mama tiri dari istrinya. Jonas ingat pertemuannya dengan Qeunby saat mereka berbicara di Coffe Shop saat lelaki itu mengutarakan niatnya untuk menikahi mantan adik kelasnya ini, wajah Quenby terlihat lebam jika diperhatikan dari dekat. Bedak atau apapun itu tidak mampu menutupi memarnya.


Dan yang kedua, saat dia mengunjungi wanita itu dirumahnya, wajah Quenby pun kembali memar. Jonas yang mengetahui kegiatan Quenby hanya berkutat pada Butik dan rumah saja pun jadi curiga, jika kekerasan yang didapat Quenby berasal didalam rumahnya sendiri.


Kecurigaan lelaki itu meruncing kala dia melihat bagaimana sang Mertua memperlakukan adik Quenby yang bernama Kirey--dengan amat lembut dan penuh kasih sayang. Dan sebuah kenyataan akhirnya terungkap, ternyata Quenby bukanlah anaknya, melainkan anak dari Istri kedua Tuan Agatha.


Quenby memegang selimut untuk menutupi tubuhnya saat dia bergerak duduk.


"Kak ...."


Jonas memegang wajah istrinya penuh kehati-hatian. "Aku sudah bilang tunggu aku, kenapa kamu memaksa pergi sendiri," wajah Jonas marahnya tersamarkan oleh raut kesedihan. Dia tak habis pikir dengan kelakuan Mama tiri dari istrinya.


"Kekerasan fisik seperti ini adalah tindakan kriminal. Ada pasalnya. Aku bisa saja menuntut Mama kamu atas apa yang udah dia lakukan. Aku nggak rela dia terus-menerus melakukan ini ke kamu. Kamu istriku, Quenby. Menantu keluarga Sagala!" Jonas terlihat emosi saat mengatakan itu. "Aku akan mendatangi Mama kamu untuk kasih peringatan!" tukasnya lagi.


...----------------...


Pagi itu Jonas mengendarai mobilnya sendiri dengan didampingi Quenby yang duduk disebelahnya. Mereka menginap satu malam di Villa milik Endrew setelah melakukan kegiatan pergulatan panas yang kembali terulang sampai pagi buta.


"Tubuhmu ada yang sakit?" Jonas berkata khawatir saat melihat istrinya yang sedari tadi meringis tak nyaman dengan duduknya.


Quenby menghela napas pelan, lalu menoleh ke arah suaminya dan berkata, "Kamu benar-benar mengerjaiku, Kak," gumamnya.


Jonas tertawa ringan melirik ke arah sang istri yang bersandar pasrah di punggung kursi mobil. "Maaf, Sayang," ujarnya riang.

__ADS_1


"Sebenarnya obat apa yang Kakak konsumsi? Efeknya benar-benar kuat. Quenby pikir saat Clara menceritakan apa yang terjadi pada Kakak, hanya bohong belaka. Nyatanya Kakak punya stamina yang luar binasa!" celoteh Quenby dengan ringisan geli.


Mendengar kalimat panjang lebar istrinya, Jonas tertawa geli. Lelaki itu juga terkejut dengan efek obat yang diberikan Dion--sahabatnya yang juga menjadi Dokter pribadinya. Tapi Jonas juga sangsi, bisa jadi obat itu hanya akan bekerja jika Quenby yang merangsangnya, tidak mungkin hanya suatu kebetulan, pikir Jonas.


"Yang terpenting Aku sudah kembali normal," sahut Jonas dengan senyum hangat.


"Jadi ... perjanjian yang Kakak bilang tanpa hubungan seksual karena alasan ini?" Jonas mengangguk mendengar perkataan istrinya. "Eum ... apa perjanjian itu tetap berlaku setelah Kakak sembuh?"


Jonas menoleh ke arah sang istri, kemudian tersenyum. "Jangan bercanda. Kita akan bicarakan semua nanti, oke?" Quenby mencebik mendengar penuturan suaminya. "Kita harus bicara sambil tatap mata. Sekarang aku sedang menyetir, nanti tidak fokus menjawab semua pertanyaanmu, Sayang" Quenby merasa hangat dengan sikap lembut Jonas.


Benar juga apa yang Jonas bilang, pembicaraan perihal pernikahan mereka ini harus dibicarakan dengan duduk berhadapan.


"Kak?"


"Hem?"


"Sepertinya, Pak Endrew membenci Quenby,"


Jonas menoleh sekilas ke arah sang istri. "Kenapa kamu bisa bilang begitu?" tanya Jonas.


Sebelum mereka pamit pulang, keduanya berbincang dengan Endrew dan Clara yang ternyata masih berada di Villa itu. Clara menceritakan semua pada Jonas dan juga Endrew tentang bagaimana Quenby bisa terlibat menjadi pengganti dari wanita penghibur yang sengaja disewa sahabat suaminya.


Selama perbincangan berlangsung, tatapan Endrew sangat menusuk. Quenby merasa bahwa lelaki itu menganggap Quenby sebagai gangguan.


"Apa, Pak Endrew kesal karena Quenby ikut campur dalam party yang dibuatnya?"


Jonas terdiam, dia mencerna apa yang istrinya ucapkan. Memang benar jika Endrew sangat menentang pernikahan yang Jonas lakukan dengan mantan adik kelasnya ini. Salah satu alasan Endrew mendampingi bahkan membantunya sembuh selama bertahun-tahun ini tidak lain karena suatu hal.


"Jangan lupakan Briana, Jo. Setelah kamu pulih, kamu harus bertanggung jawab pada sepupuku,"

__ADS_1


Kalimat Endrew seolah menarik ingatan Jonas pada kecelakaan beberapa tahun silam. Dia lupa, bahwa ada seorang wanita yang juga butuh tanggung jawabnya.


TBC


__ADS_2