
...BONEKA PSIKOPAT...
...(PART KHUSUS ENDREW DAN BRIANA)...
Endrew menenggak asal cairan beralkohol dengan kadar tinggi langsung dari botolnya. Lelaki itu duduk di sofa tunggal sambil menatap nanar ke arah Briana yang tertidur di atas ranjang tanpa sehelai benangpun. Pria berparas cantik itu habis menghukum adik tirinya karena kelalaiannya.
Setelah pertemuannya dengan Jonas beberapa waktu lalu. Endrew benar-benar murka, karena lelaki itu berhasil mengungkap identitas aslinya. Terlebih kondisi Ibu kandung dari Endrew yang berada di rumah sakit jiwa, telah diketahui oleh lelaki itu juga.
Sikap gila Endrew bermula dari perilaku sang Ayah kandungnya. Saat itu usia Endrew baru menginjak 16 tahun, ketika sosok lelaki yang menjadi ayahnya itu memperkenalkan seorang gadis yang lebih muda 1 tahun darinya sebagai adik dari lelaki itu. Dia adalah Stella yang kini lebih dikenal dengan nama Briana.
Endrew tau betul bahwa ayahnya memiliki istri lain selain Ibunya. Kondisi mental sang Ibu yang tidak waras membuat Ayah dari Endrew menikah lagi. Dan kini dengan terang-terangan membawa anak itu dan istri keduanya untuk tinggal bersama. Keputusan yang tidak bisa Endrew protes.
Bertahun-tahun Endrew menyembunyikan kebenciannya pada sang Ayah. Lelaki itu terus bersabar kala istri baru dari Ayahnya menempati rumah yang seharusnya menjadi milik Ibu kandung Endrew.
Sampai pada suatu ketika, Ayah Endrew meninggal dunia dikarenakan penyakit jantung setelah melihat dirinya meniduri adik tirinya sendiri saat Endrew masih duduk di bangku kelas 3 SMA.
Kematian sang Ayah bukanlah akhir dari kebencian Endrew pada sikap Ayahnya yang telah menelantarkan Ibu kandung Endrew. Dengan alasan sakit hati, Endrew pun melanjutkan balas dendam itu pada Ibu dari adik tirinya. Dan ditahun berikutnya, Ibu dari Briana gantung diri karena tidak kuat menanggung tekanan.
Menginjak kelulusan Briana dari SMA, lelaki itu membawa serta adik tirinya untuk tinggal di Australia. Mereka hidup satu atap di Apartemen milik Endrew dan juga berkuliah di universitas yang sama.
Hidup Endrew yang bergelimang harta setelah kepergian sang Ayah tidak pernah membuat dia berpuas diri. Akibat rasa sakit hati atas pengkhianatan sang Ayah pada Ibu Kandungnya membuat Endrew menjadi gelap mata.
Dan kegilaan Endrew semakin menjadi saat dia melihat sosok lelaki yang seumuran dengannya, akan tetapi hidup penuh kebahagiaan.
__ADS_1
Dia adalah Jonas Hermawan Sagala. Anak lelaki yang digadang-gadang sebagai penerus Bisnis dari Bawera Sagala. Lelaki yang hidup penuh kekayaan sama seperti dirinya. Namun yang membedakan mereka adalah kasih sayang serta keutuhan keluarga. Rasa iri dengki itu membuat Endrew nekat untuk menyeret Jonas kedalam lingkaran hidupnya yang hancur.
Dengan mengumpankan Briana untuk mendekati lelaki itu, akhirnya keinginannya terwujud. Jonas pun jatuh dalam pesona palsu sang adik tiri.
Sosok Stella yang Endrew ubah menjadi Marsa Briana tidak lain karena adik tirinya adalah sarana yang cocok untuk menjadi kaki dan tangan Endrew untuk memuaskan segala amarah yang dirasakan pria itu.
Tahun demi tahun berlalu, cukup sulit memancing Jonas untuk masuk lebih dalam pada jebakan yang Endrew buat. Hanya satu tujuan lelaki itu menyeret Jonas dalam lingkaran balas dendamnya. Semua karena dia ingin seorang Jonas Hermawan Sagala yang dikenal dengan kesempurnaan hidupnya ikut hancur seperti yang Endrew alami.
Pencapaian Endrew hampir berhasil kala dia menyuruh adik tirinya untuk meminta pertanggungjawaban atas kehamilan wanita itu pada Orangtua Jonas. Namun nahas, kecelakaan itu pun terjadi. Jonas dan Briana mengalami koma disaat yang bersamaan.
Aksi gila Endrew tak berhenti sampai sana. Mendengar kabar bahwa Briana mengalami keguguran dan kehilangan janin dari benihnya, membuat Endrew semakin menggila. Bukan penyesalan yang Endrew rasakan, melainkan rencana lain agar Jonas tetap berada pada kendalinya.
Lelaki itu bahkan turun tangan sendiri untuk membuat kehidupan Jonas seperti pada rencana awalnya. Hancur dan berantakan sama sepertinya.
Endrew semakin tertantang kala dia harus bermain peran sebagai seorang lelaki penyuka sesama jenis. Dan jujur saja, Endrew merasa hidupnya menjadi lebih tertantang dan menyenangkan.
Akan tetapi semua itu tidak bertahan lama, karena kedatangan wanita asing yang Jonas ceritakan itu ternyata adalah mantan adik kelasnya. Disanalah Endrew mulai terganggu karena permainan yang dia ciptakan bertahun-tahun lamanya menjadi hancur berantakan.
Quenby Agatha. Sosok wanita berparas lugu dengan sisi berbahaya. Endrew sudah bisa menilai itu dari saat dia bertemu dengan wanita yang akhirnya dipersunting Jonas. Dan gara-gara kehadiran wanita itu lah, semua permainan kesenangan yang dia ciptakan selama bertahun-tahun ini hanya menjadi angin lalu.
"Kau melakukannya lagi!"
Bentakan itu terlontar dari sosok wanita yang telah habis-habisan Endrew kerjai. Lelaki itu sengaja meminumkan obat perangsang pada sang adik tiri, sehingga permainan ranjang sedarah itu semakin buas tanpa kendali.
__ADS_1
Dialah Briana alias Stella, sang adik tiri yang tidak bisa apa-apa di dalam cengkraman Kakak tirinya.
"Kau membuat kesalahan fatal, Stel!" desis Endrew dengan tatapan menghujam.
Lalu lelaki itu berdiri dan berjalan mendekati Briana yang kini duduk sambil mengapit selimut untuk menutupi tubuh telanjangnya.
"Aku lelah! Dia tidak akan lagi jatuh dalam rencana kita, En!" kesah Briana dengan gurat putus asa.
"Jadi kau akan menyerah pada kesenangan yang sudah kita jalani?" desak Endrew sambil membelai rambut Briana yang berantakan.
"Aku takut dengan ancamannya," lirih Briana dengan wajah tertunduk. Mental wanita itu jelas tidak baik-baik saja.
Hidup belasan tahun dibawah tekanan lelaki gila membuat Briana hampir mengikuti jejak Ibu kandungnya untuk mati gantung diri. Namun mulut manis Endrew berhasil mencuci otaknya untuk masuk dalam permainan yang lelaki itu buat.
Terlalu banyak penderitaan yang wanita itu alami sampai detik ini. Harapannya untuk bebas hampir berhasil kala Jonas ingin bertunangan dengannya. Namun lagi-lagi sang Kakak tiri yang sakit jiwanya mengetahui niat asli Briana. Sehingga semua rencana sepihak yang wanita itu buat untuk kebebasannya gagal berantakan dan menjadi sia-sia.
"Baiklah! Lelaki itu memang sangat sulit dan menyusahkan. Kita bisa menyudahi permainan ini." Briana hampir tersenyum senang saat mendengar kalimat tenang yang seperti pembebasan baginya. "Tapi ...," Kalimat Endrew menggantung dengan tatapan yang sudah bisa wanita itu tebak.
Dalam sekejap, bulu kuduk disekujur tubuh Briana kembali berdiri kala melihat senyuman pria didepannya yang sudah lama tidak wanita itu dapati.
"Kita akan mencari Objek baru!"
TBC
__ADS_1