Pura-pura Lugu Padahal Pemuas Nafsu

Pura-pura Lugu Padahal Pemuas Nafsu
56


__ADS_3

"Dokter kandungan yang Dion sarankan bagus, Sayang. Beliau yang membantu persalinan Mommy saat Jeny lahir dulu. Apa nggak mau pindah penanganan? Lagi pula Dokter Erika bisa datang ke rumah untuk pemeriksaan," kata Jonas.


Keduanya kini sedang menunggu diruangan Dokter Monic.


"Tapi Dokter Monic yang disarankan Ibu Sara juga bagus, Kak," tukas Qeunby yang sudah merasa nyaman ditangani Ibu dari mantan Kekasihnya.


Cekreek!


Tiba-tiba saja perdebatan itu terhenti saat pintu ruangan terbuka. Hentakan suara langkah sepatu terdengar sayup, seiring sapaan pada sepasang suami istri yang tadi sempat memperdebatkan sesuatu.


"Selamat pagi,"


Jonas dan Qeunby menoleh pada sosok yang menyapa mereka dengan suara lembut.


'Loh, kok cowok. Katanya namanya Monic?' batin Jonas yang keheranan.


"Pagi, Mas ...,"


Mendengar istrinya memanggil 'mas' pada sosok lelaki yang berjalan menghampiri mereka, Jonas semakin memicingkan matanya.


"Mama masih memeriksa pasien yang baru melahirkan. Sebentar lagi datang. Mohon tunggu ya," beritahu Dokter itu. "Apa ini suami kamu, Queny?" tanya lelaki itu kemudian.


'Mama? Apalagi tadi, Queny? Hey siapa yang Loe panggil seenaknya! Emangnya bini Gue jenis buah mangga!' gerutu Jonas dalam benaknya. Dia benar-benar terganggu dengan panggilan-panggilan itu. Sangat sok akrab.


"Ah iya, Mas Ryan, kenalkan, ini suami Qeunby," ujar Qeunby mengenalkan Jonas.


Melihat Dokter itu yang masih berdiri sambil mengangkat tangannya Jonas pun ikut berdiri dan membalas jabatan tangan lelaki didepannya.


"Jonas Hermawan Sagala, Suami dan calon Ayah dari anak kami," kata Jonas dengan suara tegas.


Ryan menaikkan alisnya samar-samar. Ujung bibirnya berkedut tipis saat mendengar perkenalan yang sangat unik itu.

__ADS_1


"Saya, Ryan anak dari Dokter Monic dan pernah satu Almamater dengan Qeuny," sahut lelaki itu.


Ryan? Ah, seketika Jonas teringat. Ternyata pria ini yang memberikan kartu nama pada istrinya.


Jonas menoleh ke arah Qeunby untuk meminta penjelasan. "Ini Mas Ryan yang Senior Qeunby saat kuliah itu, Kak."


Jonas mengangguk dengan tenang. Mencoba memperlihatkan profesionalitasnya ditengah rasa penasarannya, yang dia yakin lelaki bernama Ryan itu pernah memiliki hubungan spesial dengan istrinya. Sebab panggilan 'Mama' pada Dokter yang akan menangani Istrinya itu memperlihatkan seberapa dekat lelaki itu serta keluarganya dengan Qeunby.


"Hidup Kamu nggak Jauh-jauh dari mantan Senior ya, Sayang," ujar Jonas terdengar sarkas disertai senyuman garing. "Saya juga mantan Senior dari Istri saya. Tapi saat kami masih SMA," beritahu Jonas dengan senyum mengejek yang samar-samar.


Jonas terdengar sedang menegaskan bahwa dia lah yang pertama kali menyandang status Kakak kelas dari Qeunby dan kini berakhir menyandang status suami satu-satunya dari istrinya itu.


Lelaki bernama Ryan itu mengangguk. "Ternyata Dunia Qeuny tidak jauh-jauh dari orang-orang seperti kita," tukas Ryan mencoba mengimbangi pembicaraan dengan suami dari mantan kekasihnya yang dia yakin seumuran dengannya.


Siapa yang tidak mengenal Penerus Bawera. Lelaki bernama lengkap Jonas Hermawan Sagala sempat melambung tinggi karena kasus kelainan seksual beberapa bulan lalu.


Ryan baru tau fakta itu setelah kedatangan mantan kekasihnya untuk periksa kandungan seminggu yang lalu. Kecurigaan bahwa wanita itu sedang berada dalam masalah membuat Ryan dengan berani mencaritahu apa yang terjadi. Dan fakta mengejutkan baru dia ketahui bahwa Qeunby adalah istri dari lelaki yang penuh dengan skandal itu.


Ryan pikir, Qeunby sudah milik orang lain sekarang. Dan dia tidak mau terlibat lebih jauh, kecuali jika terjadi sesuatu yang mengarah pada kekerasan pada wanita yang masih menempati hatinya, mungkin Ryan akan bergerak maju.


Ryan ingat terakhir kali saat dia meminta waktu untuk berbicara dengan wanita yang duduk bersebelahan dengan Putra dari Penerus Bawera tersebut.


Saat itu Ryan mengungkapkan rasa menyesalnya karena tidak memperjuangkan Quenby lebih gigih. Dan jawaban wanita itu membuat Ryan cukup tertohok.


Qeunby bilang, "Quenby menikah dengan lelaki yang tidak takut dengan semua perkataan Mama. Dia juga lelaki yang tidak perduli dengan status Quenby. Dan Quenby cukup nyaman dengan pernikahan ini."


Wanita yang pernah menjadi Kekasihnya mengucapkan kalimat itu dengan wajah yang tidak bisa Ryan tebak.


Ryan sudah tau jika Quenby adalah anak tiri dari perempuan yang disebut sebagai 'perusak rumah tangga orang lain'. Disebabkan itu pulalah Ryan tidak mengatakan yang sejujurnya tentang asal usul Quenby pada Ibu dan Keluarga besarnya.


Ryan takut mendapat penolakan keras jika mengatakan kebenaran itu. Namun ternyata, belum sempat dia memperjuangkan Quenby, Ryan malah sudah di tolak mentah-mentah oleh Ibu tiri dari wanita itu. Dan benar yang Qeunby katakan. Lelaki yang telah menikahinya adalah sosok pemberani dan juga gigih.

__ADS_1


Dan ketika melihat siapa pria yang menjadi 'Hero' bagi mantan Kekasihnya, ternyata sosok itu memiliki latar belakang yang tidak main-main. Ryan sudah kalah telak. Baik itu dari rasa keberanian, ataupun latar belakang silsilah keluarga.


...----------------...


Sepanjang jalan Jonas memandangi foto hasil usg dari calon anak mereka. Senyum yang menampilkan lesung pipi itu tidak pernah pudar. Jonas menaruh foto itu didepan dashboard mobil tepat dimana alat setir berputar.


"Habis ini mau kemana, Kak?" tanya Qeunby, wanita yang sudah genap hamil 4 minggu itu memecah keheningan.


Jonas menoleh sekilas pada sang istri yang duduk dengan tenang disebelah kemudi. "Setelah sampai kamu akan tau," sahut Jonas masih ingin merahasiakannya.


Setelah 20 menit perjalanan, akhirnya kendaraan yang Jonas bawa sudah memasuki jajaran Townhose di kawasan Kemang. Perumahan eksklusif yang hanya terisi beberapa unit bangunan mewah itu sengaja Jonas pilih karena sang istri adalah tipe yang menyukai keheningan.


Keluar dari pintu mobil yang dibukakan oleh suaminya, Qeunby tercengang.


"Apa ini, Kak?" Quenby bukan bertanya karena tidak tau apa yang dia lihat didepan matanya. Akan tetapi dia penasaran bagaimana sang suami memikirkan tempat semewah ini untuk ditinggali.


Tentu saja Qeunby bukan gadis bodoh yang tidak tau tujuan suaminya membawa dia ketempat itu. Quenby hanya merasa sang suami berlebihan saja untuk sebuah hunian yang akan ditempati oleh mereka berdua. Ya walaupun beberpa bulan lagi akan hadir penghuni baru, tetap saja ini terlalu besar. Dan juga mewah.


"Kamu suka?"


Pertanyaan bodoh macam itu. Jelas setiap istri akan suka jika disuruh tinggal ditempat se-eksklusif ini. Semoga Jonas menempatkan Asisten Rumah Tangga untuk membantu Qeunby bersih-bersih. Kalau tidak, bisa jadi dia malah disibukkan mengurus rumah itu sendirian.


"Nak Quenby?"


Suara lembut dari seorang wanita mengalihkan sepasang suami istri itu untuk menoleh pada dua sosok yang sedang berdiri tak jauh dari mereka. Quenby yang baru mengenal kedua orang tua tersebut beberapa hari lalu hanya bisa menganga tak percaya. Kebetulan macam apa ini, pikir Qeunby.


Jonas yang baru menyadari siapa sosok didepan mereka tentu saja menerbitkan senyum cerah. Lelaki itu tidak menyangka akan bertemu dengan orang yang beberapa hari ini sulit untuk dia temui. Maka dengan kepercayaan diri penuh, Jonas pun berkata,


"Tuan Heru?"


TBC

__ADS_1


__ADS_2