Pura-pura Lugu Padahal Pemuas Nafsu

Pura-pura Lugu Padahal Pemuas Nafsu
26


__ADS_3

Kedatangan Endrew hari ini membuat suasana hati Jonas menjadi buruk. Lelaki yang sudah berteman dengannya hampir 5 tahun itu mulai bersikap menyebalkan.


Jonas akui, sosok Endrew memang telah banyak membantunya. Terlebih saat dirinya mengalami kecelakaan beberapa tahun lalu yang hampir merenggut nyawanya. Namun, Jonas sadar dengan apa yang selama ini dilakukan Endrew, semata hanya karena memiliki niat lain. Alasan pria itu membantunya adalah karena Briana.


"Brengsek!" desis Jonas sambil menggusak rambutnya frustrasi. Bagaiaman bisa dia melupakan sosok wanita bernama Briana.


Begitu banyak hal yang Jonas pikirkan. Sampai tanpa sadar rutukan dari mulutnya itu terdengar oleh peserta rapat yang beranggotakan beberapa orang dari Tim Desain di Perusahaannya.


"Maaf, Pak Jonas. Apa ada yang Anda tidak setujui dari rancangan ini?" Seorang wanita berkacamata yang sedang melakukan presentasi bertanya dengan cemas.


Jonas memijat pelipisnya. Dia merasa sudah hilang kendali. "Kita lanjutkan nanti saja pembahasan ini. Dan aku harap kamu bisa merevisi rancanganmu Gina. Terutama pada bagian carport. Terlalu klasik untuk desain yang kamu buat," ujar Jonas yang diangguki wanita itu.


Kendati Jonas sedikit hilang fokus. Namun dia masih bisa memperhatikan secara menyeluruh hasil desain bangunan yang sedang di presentasikan oleh salah satu Tim Divisi yang dipercaya memegang proyek perumahan di Kalimantan itu.


Drrt! Drrrt!


Ponsel jonas bergetar, sebuah notifikasi pesan memunculkan sebaris nama yang dia tulis dengan nama Qeun disertai emotikon kepala wanita bermahkota.


Sebelum membuka pesan itu, perhatian Jonas kembali teralihkan pada orang-orang yang ada diruang rapat. "Terimakasih atas kerja keras kalian. Kita akan kembali membahas proyek ini dengan konsep yang lebih matang. " Lalu dia beralih menatap Sekertarisnya. "Jadwalkan kembali rapat ini." Perkataan Jonas diangguki sang sekretaris.


Setelahnya Jonas pun langsung melangkah keluar dari ruang rapat diikuti sekretarisnya.


Sesampainya di ruangan pria itu, Jonas menghempaskan tubuhnya untuk duduk di kursi kebesarannya. Dia kembali meraih ponselnya dan membuka notif pesan yang tertera nama sang Istri.


Qeun👸🏻


["Kalau Kakak lembur, kasih tau Quenby ya? Nanti Quenby antarkan makan malam,"]


Jonas tersenyum membaca deretan kalimat itu Biasanya memang dia lembur, karena proyek pembangunan di Kalimantan menguras banyak pikiran dan waktu.


"Aku akan makan malam dirumah," Setelah mengirimkan pesan itu, Jonas bergegas untuk pulang.


Penatnya jalanan Ibu Kota di jam pulang Kantor membuat lelaki yang duduk di kursi penumpang menyadarkan kepalanya untuk tidur sejenak. Hari ini terlalu banyak hal rumit yang mengisi kepalanya.


Sesampainya di Kawasan Apartemen, Jonas langsung menuju lantai dimana Unitnya berada.


Menempelkan keycard miliknya di pintu berbahan stainles, pintu itu pun segera terbuka setelah terdengar bunyi mesin otomatis.


"Selamat datang Kakak ...,"


Jonas terperangah menyaksikan sambutan hangat dari wanita didepannya. Dan hal itu mengingatkannya pada seseorang. Buru-buru dia tepis bayangan sosok masalalunya.

__ADS_1


Kini yang sedang dia hadapi adalah Istrinya yang dia nikahi didepan Tuhan. Walau pernikahannya baru berjalan hampir dua minggu, akan tetap apa yang dilakukan Quenby merupakan hal baru yang dia lihat. Mungkin karena beberapa waktu lalu keduanya tinggal dirumah orangtua jonas, sehingga sang istri tidak leluasa melakukan penyambutan semacam ini. Sungguh manis pikirnya.


"Kok malah diem aja, masuk dong, Kak." Ajak Quenby menarik lengan Jonas lalu mengambil alih jas dan tas kerja pria itu.


"Mau mandi dulu atau langsung makan?" Atau makan aku dulu? Perkataan mesum itu hanya ada di benak Quenby.


"Kalau begitu aku bersih-bersih dulu, gerah banget,"


Qeunby pun langsung mengiyakan dan mengikuti langkah Jonas menuju kamar mereka.


Melihat suaminya ingin membuka kemeja, Quenby lekas mendekat dan bergegas mengambil alih.


"Biar Quenby bukain, ya, Kak?" jemari lentik wanita itu mulai membuka satu persatu kancing kemeja Jonas.


"Tumben ... ada apa ini?" selidik Jonas saat memperhatikan sikap Quenby.


"Quenby lagi belajar jadi istri full time," segaris senyum terbit dari bibir terbelahnya yang di pulas warna salem.


"Biar jadi istri kesayangan?" tanya Jonas dengan tatapan jahil.


"Gitu deh ...,"


Kini seluruh kancing kemeja pria itu sudah terlepas, dan otomatis bagian abs pada perut lelaki itu terlihat. Membuat Quenby melirik gemas ke arahnya, ingin mengelus.


"Bukan permintaan sih, tapi Quen lebih menganggap sebagai pengarahan," katanya. Kini jemari Quenby beralih ke ikat pinggang suaminya.


Tap!


Jonas menahan gerakan Quenby sampai wanita itu mendongak. "Kalau kamu bukain bagian ini, bisa nggak makan malam kita," goda Jonas.


Mendengar perkataan suaminya, Quenby maju selangkah sampai tubuh mereka berhimpitan. "Mau Qeunby mandiin sekalian, Kak?" bisik wanita itu dengan tatapan menggoda.


Jonas yang merasa terpancing langsung menggendong tubuh istrinya sambil berbisik, "Seharusnya dari awal Kamu tawarkan ini,"


Hampir dua jam keduanya melakukan ritual mandi bersama. Quenby rela mandi untuk kedua kalinya demi sang suami. Akhirnya salah satu tips dari artikel online yang dia baca bisa ter-realisasikan.


Kini keduanya berada di ruang makan. Terlihat Quenby sedang memanaskan menu makan malam mereka yang sangat terlambat. Jonas menatap sendu punggung Quenby yang sudah berganti piyama tidur. Dan kejadian ini mengingatkannya pada seseorang di masalalu.


"Walau aku cuma bisa masak ini ... tapi aku yakin menu ini bakal jadi kesukaan kamu, By ...,"


Saat itu Jonas memeluk pinggang ramping wanita berambut sebahu yang sedang memasak di dapur Apartemennya.

__ADS_1


"Apapun yang kamu sajikan, aku akan makan dengan lahap, Bri. Dan aku pastikan, menu ini akan jadi makanan favoritku,"


"Kak? ... Kak Jonas?"


"I-iya ...," Jonas tertarik dari ingatan masalalu saat Quenby menepuk bahunya.


"Kok melamun?" Quenby mengambil duduk didepan Jonas dan mulai menelisik. "Apa ada pikiran yang mengganggu?" tanyanya.


Jonas mengembuskan napas berat. Dia terlihat seperti lelaki brengsek yang memikirkan wanita lain saat sang istri sedang berusaha melayaninya dengan baik.


Walau mereka menikah karena perjanjian di awal, namun sejak kejadian di Villa itu dimana Quenby membuntutinya, Jonas sudah mengatakan pada Qeunby tak ada hal semacam perjanjian aneh lagi diantara mereka. Jadi pernikahan yang mereka lakukan sekarang benar-benar karena penyatuan Tuhan semata.


Namun ...


Perkataan Endrew yang kembali membahas Briana membuat pikirannya carut marut.


"Cobain deh, Kak." Quenby menyodorkan sepiring menu tiram asam manis kehadapan suaminya.


Jonas yang melihat masakan itu dengan tampilan menggugah selera langsung mencobanya. "Em ... enak" puji Jonas akan rasanya yang memanjakan lidah.


Qeunby senang melihat reaksi suaminya itu. "Tiram ini bagus buat membantu si Anu tegak dan sehat," beritahu Qeunby dengan riang.


"Kamu banyak tahu rupanya," Jonas kembali menyendokan menu tiram itu dan mulai mengunyahnya.


"Quen baca di artikelnya siang tadi,"


"Tapi beneran ini kamu yang masak?" Jonas penasaran. Bagaimana bisa rasanya seenak ini jika memang wanita didepannya baru saja mempelajarinya.


"Quenby suka bantuin Mbok Tirah di dapur, jadi menu-menu dengan bumbu standar udah gak asing, Kak."


Mbok Tirah adalah pembantu rumah tangga yang bekerja untuk keluarga Agatha. Wanita berusia 69 tahun lebih yang masih setia mendedikasikan dirinya melayani keluarga itu.


Jonas meletakkan sendoknya dan menatap wajah istrinya yang tak pernah lepas dari senyum.


"Apa Mama kamu yang memintamu untuk menghandel urusan dapur juga?"


Jonas belum sempat mengobrol banyak dengan Qeunby. Tentang bagaimana kehidupan mantan adik kelasnya selama dua belas tahun ini. Tentang sikap kasar yang sering diterimanya dari Mama tirinya. Jonas belum dengar sepenuhnya.


"Tapi berkat apa yang Mama lakukan, Quenby jadi mandiri, Kak,"


Begitulah jawaban wanita itu. Terlalu baik atau ... terlalu naif. Entahlah, Jonas merasa Quenby selalu menerima apapun perlakuan kasar yang ditujukan padanya, dan seperti sudah terbiasa, Quenby merasa itu wajar dia dapatkan.

__ADS_1


Teringat akan wajah Qeunby beberapa hari lalu yang kembali memar dan sobek dibagian pelipis. Jonas berniat akan mendatangi Mama tiri istrinya untuk minta pertanggungjawaban.


TBC


__ADS_2