Putri Empat Pangeran

Putri Empat Pangeran
Bab 11


__ADS_3

"lebih baik kau dengan pengawal mu pergi dari sini,dan jangan sekali-sekali lagi menindas rakyat biasa jika tidak ingin aku laporkan pada kaisar,aku yakin jika kaisar tidak tahu tentang penindasan mu pada rakyat nya jika sedang meminta uang pajak" ancam sinyya seraya membantu kakek pedagang masih yg tergeletak di tanah menahan sakit


"kalau begitu hamba ijin undur diri,sekali lagi maaf telah menyerang anda sebelumnya" ucap mentri pajak seraya memerintahkan pengawalnya untuk segera pergi pulang mengikutinya


sinyya menatap kepergian mentri pajak dan juga pengawalnya


"apa kakek tidak apa-apa,ini uang untuk pengobatan kakek anggap saja sebagai kompensasi dari istana karena telah memandang sebelah mata kepada rakyat" ujar sinyya sambil seraya memberikan sekantong uang yg berisi 5 keping emas


"Hidup Tuan Putri,Hidup Tuan Putri" seruan para pedagang mengelu elukan dirinya


"terima kasih putri telah menolong hamba" ucap kakek pedagang itu,hendak bersujud ke kaki sinyya namun di tahan oleh sinyya


"sudahlah kakek ini kewajiban saya sebagai anggota kerajaan dan saya minta maaf atas kelakuan mereka pada kakek dan para pedagang sekalian" ujar sinyya merasa bersalah


"Tidak apa apa putri ini bukan kesalahan putri ini semua kesalahan mentri pajak yg haus akan harta sebenarnya pajak yg di minta istana tidak seberapa,namun oleh mentri pajak di naikan lima kalilipat untuk kebutuhannya sendiri yang begitu egois" jelas kakek pedagang itu


"ya benar tuan putri,jika tidak ada anda pasti dagangan kami semua akan hancur olehnya,terima kasih tuan putri,saya bersyukur karena ke empat pangeran memilih anda sebagai istrinya" ucap salah satu pedagang


"iya betul itu" setuju para pedagang"


"terima kasih karena telah mempercayaiku"ucap sinyya seraya tersenyum

__ADS_1


"lebih baik sekarang kalian membereskan barang dagangan kalian yg sudah di rusak oleh mentri pajak"


"baik tuan putri kami ijin undur diri dulu" ucap para pedagang dan bubar meninggalkan sinyya


setelah para pedagang pergi, tiba tiba ada telapak tangan seseorang yg menyentuh pundak nya dari belakang


"ya ada yg bisa saya bannn,,,,tu"sinyya terkejut melihat siapa yang kini tengah berdiri di belakang nya


"hehe pangeran" lirih sinyya gugup seraya menggaruk tengku kepala nya tidak gatal


sinyya memukul kepalanya pelan merasa bodoh "sial mengapa aku malah bertemu dengan dia dalam keadaan seperti ini"gumam sinyya ta terdengar oleh lu tinyu,sungguh dia merutuki kebodohan nya bisa-bisa nya ia tak melihat keberadaan lu xianyi di antara rakyat


di ingatan nya ini adalah pertemuan ke tiganya,dan pertemuan pertama bagi dirinya sendiri,pertemuan pertama si pemilik tubuh saat di pesta ulang tahun kaisar tahun lalu,dan ke dua di pernikahannya dengan pangeran lu xianyi serta tiga pangeran lainya, dua bulan yg lalu


"apa yg kau lakukan di sini tengah malam begini" ucap xianyi datar


sebenarnya dia sudah melihat kejadian yu sinyya dan mentri pajak dari saat mentri pajak ingin menyerang sinyya,dia merasa terkejut ketika orang yang bertarung dengan mentri pajak membuka tudung serta cadarnya ternyata ia adalah sinyya istri yang ia dan saudaranya nikahi dua bulan lalu,yang ia tau yu sinyya adalah orang pendiam serta pemalu,namun apa ini ia sedang berada di luar malam-malam,lalu berkelahi dengan mentri pajak,sejak kapan sinyya bisa bela diri,pikirnya


"emm"sinyya menggaruk tengkuknya bingung memikirkan alasannya mengapa bisa berada di sini malam-malam begini,tentu saja dia tidak akan mengatakan alasan yang sebenarnya


lu xianyi memicingkan matanya menatap sinyya yang terlihat gugup

__ADS_1


"a aku lagi jalan jalan,iya jalan-jalan. di pasar sambil melihat lihat barang siapa tau aku ada yg tertarik,aku merasa bosan di istana jadi aku keluar untuk mencari suasana baru"alibi sinyya,dalam pikirannya ia berharap bahwa lu xianyi percaya pada kebohongannya


lu xianyi hanya menatap dingin sinyya mendengar penjelasan nya


"apakah kau baru saja pulang dari perjalanan usai perang di perbatasan?"


cicit sinyya seraya memainkan jari telunjuknya


kenapa sih muka dia dingin dan datar begitu,walau pun aku pintar bela diri tapi kalau mengahadapi es balok yang baru pulang dari perang seperti ini kan tetep aja ngeri


"ya perang telah usai,aku sengaja mengakhirinya lebih cepat Karena ingin menghadiri ulang tahun ayahanda maka"ujar xianyi datar dan berjalan kembali ke arah kudanya


sesampainya xianyi di kudanya,ia berbalik menatap ke arah sinyya yang masih berdiri seperti orang linglung di tempatnya


"hei mengapa kau bengong cepat naik dan ikut aku pulang,jika tidak aku akan memberikan mu pada anjing penjaga perbatasan untuk di jadikan santapan mereka"


"apa sih gak ada lucu lucunya tau gak, dasar muka tembok" gumam sinyya mengerucut kan bibir nya, ia berjalan mendekati kuda lu xianyi, untuk ikut pulang bersama nya


"apakah kita akan menggunakan satu kuda ini untuk pulang?" tanya sinyya menunjuk ke arah kuda yang talinya tengah di pegang oleh lu xianyi


"ya.jika kau ingin ikut bersama salah satu pengawal ku silahkan itu akan lebih baik untuk ku" jawab xianyi seraya naik ke atas kuda

__ADS_1


"eh tidak-tidak,lebih baik aku bersama mu saja" cengir yu sinyya


"pegang tanganku"ujar xianyi mengulurkan tangannya,lalu di tariknya sinyya agar duduk menyamping di hadapannya


__ADS_2