
dengan langkah lebar dan juga aura gelap yang mengitari nya.dalam wajah datar yang mentap tajam ke depan.lu xianyi berjalan dalam keheningan melewati koridor koridor dalam istana yang hanya bercahaya remang-remang dalam setiap sudutnya.gelap nya malam menambah kesan suram koridor istana yang jarang ada yang melewati itu.
ia berhenti ketika kakinya yang menuntun telah berhadapan dengan tangan kanannya sendiri.shen tiansu menunduk hormat pada lu xianyi.lalu berjalan memasuki sebuah pintu yang tepat perada di belakang punggungnya.
lu xianyi terdiam memandang dingin satu orang sosok yang terlibat dalam penyerangan serta penculikan sinyya.tengah terduduk lemah dengan ke dua tangan dan juga ke dua kaki terikat oleh rantai.
"ia masih enggan untuk membuka mulut"
lu xianyi melirik sekilas shen tiansu yang berucap.kakinya berjalan mendekati kursi yang akan ia duduki.matanya menatap tajam orang yang berada di hadapannya dengan ke adaan yang menggenaskan
"kau tak ingin berucap tak ingin pula untuk mati.sebegitu mengenakannya kah.siksaan yang aku berikan padamu?"
seorang pria yang terkulai lemah itu.terlihat menegakan kepalanya memandang tajam tak gentar ke arah lu xianyi
"jangan membuang waktu mu dengan melontarkan pertanyaan yang sama.sungguh kalian membuatku muak mendengarnya.karena sampai kapan pun aku tidak akan membongkar dalang di balik ini semua." tekannya memandang remeh ke arah lu xianyi
lu xianyi berjongkok tepat di hadapan pria itu.mencengkram dagunya dengan kuat dan kasar "begitukah?lalu apa yang ingin kau pertahankan dari mulut mu yang begitu terkunci rapat ini?" desis lu tian pelan.yang di sambut hanya tatapan tajam yang menghunus dari sang sandra
lu xianyi menepuk wajah sandra itu dua kali.ia kembali duduk pada kursi sebelumnya
"jika seorang simpanse menjadi kau aku yakin dia akan lebih pintar dengan berterus terang. di banding bertutup mulut meminta di siksa seperti mu. toh pada akhirnya semuanya akan tetap terbongkar"
"sepertinya kau memiliki sesuatu yang sangat di sayangkan.hingga membuat mu bertahan dalam siksaan ku.apa yang kau harapkan sebuah pertolongan?.cih tidak akan ada yang akan menolong seorang bidak catur yang sudah tertangkap basah."
lu xianyi bangkit dari duduknya menatap sandra di hadapannya dengan tatapan remeh
"dengan berbaik hati aku akan memberi waktu untuk dirimu membuka mulut.jika tidak kau akan terpaksa terjerumus dalam alam baka dengan tanganku sendiri.aku ingatkan.apapun yang sudah sampai pada genggamanku maka akan sulit baginya untuk keluar"
__ADS_1
lu xianyi menginjak telapak tangan Sandra itu dengan kuat hingga membuatnya meringis kesakitan.merasakan jari-jari tangannya yang terasa remuk terinjak.
sebelum keluar lu xianyi menyempatkan diri untuk berkata "urus dia dengan baik.ah tidak maksudku berikan pelayanan terbaik padanya.sampai ia berteriak menjerit kenikmatan.beri dia makanan sehari sekali.kita tak boleh membuatnya mati terlalu cepat.karena dia bukan hanya sekedar sandra"
shen tiansu mengangguk.lalu berjalan mengikuti lu xianyi keluar dari ruangan yang terasa mencekam itu.
________
"sudah aku bilang.kau tak perlu menemani ku pangeran"terdengar decakan dengan nada protes keluar dari bibir sinyya
sedangkan satu orang tersangka yang sedari tadi berhasil mengundang rasa kesal nya.hanya terdiam dengan tampang polos tak menghiraukan gerutuan yang keluar dari bibir istrinya
"aku hanya berniat menemanimu di sini.apa salahnya bila seorang suami tidur satu ranjang dengan istrinya.lagian kita sudah pernah melakukannya"ujar lu tian mengeratkan pelukannya seraya menelusupkan wajahnya pada ceruk leher sinyya.membuat sinyya tak nyaman di buatnya
"lagian dengan adanya diriku di sini.kau akan lebih gampang meminta sesuatu ke timbang berteriak menyuruh pelayan yang mungkin saja sudah tertidur"
"aku tanya.mengapa kau memutuskan untuk menemaniku?"
"karena kau sedang sakit.maka sebagai suami yang baik aku harus melakukan kewajiban ku.untuk merawat dan menjaga mu.bisa saja orang-orang tadi kembali lagi untuk mencelakai mu"
sinyya tersenyum masam menatap lu tian
"kau tau aku sedang sakit?" lu tian mengangguk menanggapi
"tentu saja.dan ini semua karena kelakukan orang-orang bajingan tadi" balas lu tian menggebu-gebu
"iya dan saat ini kau membuatku bertambah sakit.bahkan sesak secara bersamaan.apa-apaan pelukanmu yang begitu erat ini.lalu mengapa kau menyelimuti ku dengan selimut sebanyak ini." hardik sinyya.hingga membuat lu tian mengerjap polos menatap wajahnya yang terlihat kembang kempis menahan emosi.mungkin bila sinyya tengah bermain peran dalam serial anime akan muncul sebuah asap merah yang keluar dari hidung dan telinga nya
__ADS_1
pasalnya saat ini lu tian tengah memeluknya begitu erat.dengan kaki yang bertumpu di atas tubuh nya.hingga membuat sinyya kesulitan bergerak bahakan tangan.dan kakinya sulit untuk bergerak barang sedikit saja.mengingat tubuhnya di kunci dengan pelukan erat oleh lu tian.
bukan hanya itu saja sepulang nya tabib setelah selesai mengobati lukanya.dengan hebohnya lu tian menyuruh para pelayan mengambilkan beberapa selimut yang cukup tebal untuk di selimutkan pada tubuhnya.membuat ia bercucuran keringat di buatnya.apalagi dengan lu tian yang memeluk badannya atau lebih di katakan sebagai menjerat atau membelit saking kuatnya.ia seperti merasakan tengah berada di padang pasir dengan matahari yang terik saking panasnya.
"awas.aku tak bisa bergerak!!"dengan sekuat tenaga sinyya menendang tubuh lu tian hingga terlepas dari acara mengukungnya
sinyya menarik 6 selimut yang menutupi tubuhnya.lalu membuangnya ke sembarang arah hingga berserakan di atas lantai.ia menarik dan membuang nafasnya dalam dalam.untuk menormalkan pernafasannya yang tadi sempat merasakan bengek karena ulah absrud lu tian
"ingat aku hanya cedera ringan.bukannya demam atau pun ke dinginan.untuk apa kau menyelimutiku dengan selimut setebal dan sebanyak itu.kau mau membuat ku mati kepanasan hah" teriak sinyya menunjuk wajah lu tian menyerukan segala keluh kesahnya.wajahnya sudah memerah karena kesal serta emosi.
sedangkan lu tian hanya memandang sinyya tanpa berkedip dari bawah karena tendangan tak main-main dari sinyya membuat nya terjungkal hingga jatuh dari atas ranjang.
lu tian menelan ludahnya gusar.menatap sinyya yang terlihat seksi di atas sana.dengan wajah bercucuran keringat sampai ke tulang selangka wanita itu.rambut yang sedikit basah serta acak-acakan.membuat kesan seksi menguar dari diri sinyya apalagi dengan gaun tidur putih yang tipis semakin mempertajam aura seksinya,ingin sekali ia mengurung wanita itu dalam kukungannya.serta mencium nya tanpa jeda untuk dirinya sendiri.
shitt!!.memikirkan itu membuat wajah lu tian memerah sampai ke leher,dan telinga.
sedangkan sinyya memicingkan matanya ketika melihat lu tian mengusap wajahnya kasar.setelah selesai berteriak sinyya baru tersadar bahwa ia baru saja menendang seorang pangeran sampai terjungkal dari ranjang ke atas lantai.tapi bukannya makian yang ia dapat karena perbuatan tak sopannya.justru sekarang ini ia malah di suguhkan dengan penampilan lu tian yang terlihat frustasi menatap nya
tiba-tiba sinyya mendelik ketika tersadar.lu tian sudah berada di atas tubuh nya.sinyya bergeser mundur hingga punggungnya terpentok pada punggung ranjang.ia menatap horor ke arah lu tian yang menatapnya bagai predator.sinyya menelan ludahnya gugup ketika melihat wajah lu tian sudah berada dekat dengan wajahnya.dengan kedua tangan pria itu yang mengurung tubuhnya.
"a-apa yang ingin kau lakukan?"tanya sinyya gugup ketika tangan lu tian sudah membelai lembut wajahnya
"aku menginginkan sesuatu" ucap lu tian pelan dengan suara serak nya menatap minat ke arah bibir istrinya.yang terdengar menggelitik di telinga sinyya
sinyya menatap gusar ke segala arah mengalihkan tatapan nya dari wajah lu tian.ia jelas tahu betul apa yang di inginkan salah satu suaminya saat ini.melihat tatapan lu tian yang di penuhi dengan kabut gairah.
"a-apa maks____ehmmpptt"
__ADS_1
perkataan sinyya seketika terpotong.dengan mata melotot. ketika merasakan bibir nya yang sedari tadi di usap oleh tangan kekar lu tian kini telah berganti dengan sebuah benda kenyal yang membungkam bibirnya.