
Sudah hampir dua minggu sinyya tidak pergi keluar dari rumahnya,setiap ingin membeli kebutuhan pun, dirinya hanya menitipkannya pada pelayan yang sedang bertugas,pelayan itu biasanya hanya sinyya tugaskan di pagi hari dan di siang harinya akan ia pulangkan, pekerjaannya dalam menghandle butik dan juga meracik obat dan racun membuat dirinya kadang kelelahan hingga tak jarang membuat rumah nya berantakan dan terbengkalai.namun jika tidak sibuk sinyya akan memasak sendiri untuk di hidangkan kepada xion.putranya itu sangatlah menyukai masakan yang sinyya buat walau terkadang apa yang dirinya buat sangat aneh dan jarang di temui pada masa ini.
Keterdiaman nya sinyya di rumah berpengaruh juga pada xion yang ikut mengurung diri bersama sang ibunda.sinyya hanya berupaya mengurangi hal sekecil apapun yang berhubungan dengan anggota kerajaan jinsucha.bahkan anggota bayangan yang ia kerahkan untuk menjaga rumah nya secara diam-diam pun tak jarang memberi informasi bahwa seringkali mereka melihat orang-orang mencurigakan yang hendak mendekati rumah sinyya ataupun sekedar memantau rumahnya dari jarak jauh.
Hal itu membuat sinyya was-was ia sangat yakin bukan hal sulit bagi para matan suaminya itu untuk mendekat dan mengambil xion darinya,kelompok bayangan nya bisa saja ter bantai saat ini bila mereka benar-benar bergerak mengincar xion dan dirinya.mengingat kekuatan mereka yang terdengar meningkat pesat sampai menggemparkan hampir seluruh benua beberapa tahun ini.
Terhitung sudah hampir tiga minggu pula dirinya tak mengunjungi butik, biasanya sinyya akan datang minimal 1 kali setiap minggu untuk memantau.kepemilikananya pada butik itupun hanya segelintir orang sajalah yang tau karena dirinya tidak ingin terlalu mencolok.untuk praktek pengobatan pun sinyya sudah jarang menerima pasien dia terkadang hanya menerima beberapa pasien saja itupun untuk orang-orang yang hanya benar-benar membutuhkan pengobatan nya.
Dan untuk hari ini pula sinyya memutuskan untuk keluar dari rumahnya dia akan pergi dan memantau butiknya yang sudah hampir sebulan ini tak ia kunjungi.dengan berbekal informasi pengamanan dari para kelompok bayangan nya.akhirnya sinyya bertekad keluar dengan membawa xion bersamanya.pria kecil itu sering mengeluh kebosanan setiap hari berdiam diri di rumah. sinyya sedikit kasihan melihatnya namun kecemasan nya pada sang putri terlampau besar menghantuinya.sinyya sedikit bersyukur meskipun sesekali mengeluh sang putra tak pernah memaksanya untuk bisa bermain di luar, anaknya itu cenderung anteng bermain di dalam rumah dengan sinyya yang sesekali menemaninya bermain.tentu saja permainan yang belum pernah ada di jaman ini hingga membuat putra kecilnya itu terlihat antusias dalam mempelajari hal baru.
_________
"Argh"seorang anak kecil tersungkur di atas tanah,tak lama ia menatap tajam pada anak lelaki seumuran dengan dirinya
"Kau curang!"
Xion mengangkat sebelah alisnya.apa maksudnya? ia tak melakukan apapun, dirinya sedari tadi hanya diam dengan tangan yang memegang tali dengan setara bersama satu anak lelaki lainnya yang ikut memegangnya.jika temannya itu jatuh karena tak mampu melompati tali ini,maka itu bukanlah salah nya. tak lama ia tersenyum mengejek menatap anak lelaki dengan badan gemuk yang baru saja berdiri dari acara tersungkur nya.
"Bukan aku yang curang!,berat badan mu saja yang terlalu berat hingga sulit untuk di bawa melompat"
Anak lelaki itu mengepalkan tangannya, menatap xion dengan pandangan marah,harga dirinya terasa di injak-injak oleh xion, apalagi beberapa teman-temannya juga ikut menertawainya.
"Kau curang! Ini ulahmu kan?! hingga aku terjatuh?,kau sengaja menggerakan talinya hingga ketika melompat kakiku akan mengenai tali itu lalu terjatuh"
Xion semakin menekukan alisnya "untuk apa aku melakukan itu padamu?"timpalnya menatap anak lelaki itu aneh
"Tentu saja karena kau iri padaku! Karena itu kau berusaha untuk mencelakai ku,kau tak suka padaku bukan?!"
"Aku mempunyai orang tua yang lengkap sering membelikan ku mainan dan juga jalan-jalan bersama,sedangkan kau-" anak lelaki itu terkekeh dengan mata menatap xion mengejek "hanya punya ibu,kau tak punya ayah.ibuku bilang orang yang tak punya ayah itu adalah anak haram!.dan ibumu berarti adalah perempuan kotor, karena telah hamil di luar nikah?!" semuanya adalah ucapan ibunya maka tidak mungkin perkataan nya itu salah kan?
__ADS_1
Bugh!
"jangan menghina ibu ku!"
Xion memukul rahang anak lelaki itu keras hingga kembali tersungkur ke atas tanah "aku paling tidak suka ada orang yang menghina ibuku!" Sentak xion mengepalkan tangannya dan kembali memukul anak lelaki itu dengan kuat
Anak lelaki itu ikut menggerakan tangannya dan mencoba memukul kembali kepala xion dengan keras,namun di rasa kekuatan dirinya dan xion terlampau jauh dia hanya bisa menahan serangannya dengan menutup wajahnya menggunkan kedua tangan gempalnya.
"Arghh" dia terus menggerang dengan sekujur tubuhnya yang terasa sakit"Arghh,apa kau gila?!" Anak lelaki itu berteriak mencoba berontak dari xion yang menindih tubuhnya dengan kepalan tangan xion yang terus bersarang di wajah dan tubuhnya
"Arghh,h-hei kalian.tolong aku sialan! A-argh"
Ke tiga orang anak lelaki lainnya saling menatap satu sama lain. Mereka terlihat bimbang dengan perkelahian di depannya rasa takut mereka muncul untuk membantu temannya melihat xion yang terus memukulnya membabi buta dengan begitu kuat.
Merasa tak ada yang kunjung membantunya, dia kembali berteriak meminta pertolongan "to-tolong arghh,aku tak akan meminjamkan kalian mainanku,bila kalian tidak segera membantuku!"ucapnya dengan nafasnya yang mulai tercekat
Mata xion sudah memerah marah,dia paling tak suka bila ibunya di hina oleh seseorang.
Sampai akhirnya kedatangan seseorang menyentak tiga anak lelaki itu begitu pun dengan xion, yang tubuhnya terasa terangkat menjauh dari anak lelaki tadi yang sudah lemas dengan memar menutupi hampir sekujur tubuh dan juga wajahnya.
________
Sinyya tengah mendisain sebuah rancangan baju baru kembali di ruangannya di dalam butik,sedangkan untuk xion putranya itu ijin bermain keluar sebentar, sinyya sempat ingin melarangnya namun ia tak tega, akhirnya dengan sedikit terpaksa dia menuruti keinginan bocah kecil itu,dengan syarat xion tak boleh bermain terlalu jauh dari butik.
Tentunya anak lelakinya itu mengangguk semangat dengan mata berbinar.
Tok!tok!tok!
Ekstensi sinyya teralih dari kertas di hadapannya,ia menatap pintu ruangannya sekilas,dan kembali melanjutkan acara menggambarkannya, setelah memberikan perintah masuk pada seseorang di balik pintu itu.
__ADS_1
"Masuk!"
Cklek!
"Maaf nyonya telah mengganggu pekerjaan anda" dia adalah xiane, orang yang sinyya percayakan untuk mengelola butiknya selama ia tak ada di sini
"Hmm"
Xiane sedikit tersenyum kikuk "di depan ada seseorang yang ingin bertemu dengan nyonya"
Sinyya menyimpan pena pada genggamannya kembali ke atas wadah tinta.lantas ia menatap xiane dengan raut rumit di wajahnya.
"Siapa?"tanyanya
"Saya tidak tau pasti nyonya mereka siapa,tapi yang pasti sudah empat minggu ini mereka datang mencari anda ke butik"
"Empat minggu?" Sinyya sedikit sangsi tentang siapa yang datang menemuinya,jika empat minggu yang lalu bukankah dia masih belum bertemu dengan mereka?. Maka bisa jadi yang ingin bertemu dengannya kali ini adalah orang lain, bukankah mereka seperti yang ia pikirkan.
xiane mengangguk "iya,dua minggu yang lalu saya pernah memberikan alamat anda pada mereka.karena sepertinya mereka terlihat memiliki urusan penting dengan nyonya.namun sepertinya mereka tak menemukan anda di rumah,hingga terus-terusan kembali datang kemari"
"Mereka? Berapa orang?" Tanya sinyya berusaha tenang
"Dua orang nyonya"
Sinyya mengangguk"biarkan mereka masuk!"
...BERSAMBUNG......
...________...
__ADS_1
...maaf karena udah jarang update, karena aku lagi dalam masa sibuk-sibuknya jadi ga ada waktu buat ngetik....
...karena kemarin pas hari ultah aku. jadi aku nyempetin buat ngetik dan juga update dan ya kelanjutannya masih dalam tahap mengetik,dan sebentar lagi kayak nya udah mau tamat,doain aja moga ide aku tetap lancar sampai akhir cerita...